Cara Hemat dan Mudah ke Garut dari Jakarta dan Jawa Timur untuk Liburan

cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut

Garut, kota kelahiran saya, dikenal sebagai "Swiss Van Java", karena memiliki pesona alam yang bisa menenangkan dan memikat hati. Setiap pulang ke Garut dan menjelajahi berbagai tempat rasanya damai banget. Apalagi sebagai perantau, pasti sangat rindu untuk selalu pulang ke kota dimana saya lahir dan tumbuh. 

Ya, sejak 2008 saya memutuskan untuk hijrah ke Ibukota mengikuti suami yang bertugas di Jakarta. Setelah 12 tahun di Jakarta, suami ditugaskan di Madiun Jawa Timur. Tentu saja, kemanapun suami, saya akan ikut menemani. Jadilah, saya mengalami yang namanya mudik. Sayangnya 3.000 pemudik yang datang di Garut pada Lebaran 2026, saya tidak ikut meramaikannya, karena anak pertama persiapan ujian. 

Garut dikelilingi 10 Gunung

Biarpun Desember 2025 baru mudik, tetap saja masih kangen, karena saat di Jakarta saya bisa sebulan sekali pulang, Kalau sekarang, kondisinya jauh, jadi kangennya harus ditahan. Setiap kali pulang ke Garut pasti liburan dan kulineran sepuasnya. Biasanya berendam air panas di Cipanas, Tarogong, atau menjelajahi alam di Karacak Valley, dan menikmati sunset di Situ Bagendit

Keindahan Garut juga bukan tanpa alasan, karena Kota yang memiliki makanan khas seperti Dodol dan Burayot ini, dikelilingi oleh deretan 10 gunung mulai dari Gunung Guntur, Cikuray, Kamojang, Talaga Bodas, Sagara, Papandayan, Sadakeling, Haruman, Karacak, hingga Mandalawangi. Bahkan, Gunung Cikuray, Papandayan dan Gunung Guntur masuk 10 Gunung dengan puncak tertinggi di Jawa Barat.

cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut

Lanskap pegunungan yang mengelilingi kota Garut ini bisa memanjakan para wisatawan dengan panorama alam yang beragam, dengan hamparan hijau yang asri, udara yang sejuk, hingga pemandangan yang mampu membuat siapa saja jatuh cinta. 

Banyak destinasi wisata alam yang bisa menjadi tujuan liburan bersama keluarga, seperti wisata air panas, jelajah gunung, kawah, hingga perkebunan. Tidak salah kalau masuk musim liburan, kota Garut akan macet. Karena banyak sekali wisatawan yang datang kesini. Bahkan saat mudik lebaran 2026 lalu, Garut menjadi kota tujuan pemudik ke 2 di Jawa Barat dengan jumlah pemudik hingga 3 juta.

Sebagai anak asli Garut yang lahir dan besar di Garut, banyak juga wisata yang belum sempat saya jelajahi, karena waktu masih sekolah saya tidak bisa bepergian jauh, kalau tidak dengan orangtua. Bisa mendaki Gunung juga, itu karena diajak Bapak saya sendiri yang memang suka sekali kemping di Gunung. 

Sekalinya saya bisa keluar rumah tanpa orangtua, ya itu kegiatan sekolah seperti Pramuka, PMR, Lomba Puisi, atau pentas Teater. Itupun tetap dikunjungi Bapak langsung, maklumlah ya saya anak perempuan pertama dan satu-satunya. Jadi, Bapak mengawasi saya dengan ketat sekali. Setelah saya dewasa dan punya uang, terus bisa traveling sendiri, malah Bapak sudah tiada 😭. Padahal pengen sekali ngajak Bapak jelajahi banyak tempat. Dulu saya ada impian untuk mengajak Bapak keliling Mesjid di Indonesia, sayang itu belum bisa diwujudkan, karena Bapak meninggal saat saya baru menyelesaikan KKN di tahun 2007.

Di Garut itu banyak sekali Curug, jadi ada beberapa Curug yang belum sempat saya kunjungi, seperti Curug Jagapati di Cisompet, Curug Nyogong di Cihurip, hingga Curug Cihanyawar di Cilawu. Pernah suatu waktu di tahun 2019 saya ada waktu mengunjungi teman di Cisompet, udah niat main ke Curug, eh malah datang tamu bulanan, jadi dilarang pergi sama orangtua teman saya untuk main ke Curug, karena takut saya drop seperti waktu kuliah 😁.

Selain wisata alam Curug, Gunung dan Situ, Garut juga memiliki wisata laut, yang berada di Garut Selatan, yakni Pantai Santolo, Pantai Sayang Heulang dan Rancabuaya. Garut itu memang luas, dan memiliki banyak wisata alam yang bisa memanjakan mata. Jadi, yang mau menjelajahi banyak tempat di Garut, coba liburan lebih lama di kota ini ya.

Kuliner Garut

cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut

Selain wisata dan keindahan gunung di kota Garut yang menyimpan banyak tempat wisata untuk dikunjungi, kulineran menjadi agenda wajib yang bisa dicoba saat berada di kota ini. Disini banyak sekali jajanan mie baso yang bisa dicobain, apalagi dengan ada mie yamin dan baso aci yang rasanya enak dan gurih. Tapi, selain itu ada makanan khas Garut yang bisa banget dicobain juga, mulai dari:
  • Dodol makanan khas Garut yang kenyal dan legit sekali. Dodol disini sangat khas, dan sudah terkenal sejak lama, bahkan mulai berkembang mulai 1926. Maka dari itu, Garut juga terkenal sebagai Kota Dodol. Kini, ada banyak sekali varian dodol, dari mulai buah, hingga dodol cokelat. Mencari dodok khas Garut sangat mudah, karena sudah banyak di pusat oleh-oleh Garut. 
  • Burayot merupakan makanan tradisional dari Garut yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, lalu digoreng dan diangkat dengan kayu, sehingga berbentuk loncong dan sedikit keriput. rasanya manis dan enak sekali. Cocok dinikmati dengan kopi atau cokelat hangat. Buat yang ingin membeli burayot ini ada di sepanjang jalan Tarogong, hingga Leles.
  • Es Goyobod merupakan minuman khas Garut yang terbuat dari tepung hunkwe, santan dan dilengkapi dengan kelapa, roti, hingga sirup. Rasanya manis dan enak, enak dinikmati saat cuaca panas seperti sekarang, seporsi harganya cukup terjangkau sekali. Es Goyobod bisa ditemui di sekutar Alun-alun Garut, seputaran Garut kota, hingga Alun-alun Tarogong.
  • Surabi Papandayan, jajanan yang terletak di Jalan Papandayan ini sudah sejak lama menjadi ikon sarapan buat warga Garut. Surabi ini terbuat dari bahan tepung beras dan santan, sudah sangat terkenal, bahkan sejak 1960-an yang masaknya masih pakai tungku. Ada beberapa pilihan toping, dari mulai oncom, abon, hingga cokelat. Kalau saya sendiri paling suka yang abon.
  • Ladu makanan khas Garut yang juga terbuat dari tepung ketan, gula merah, dan kelapa. Rasanya juga manis. Ladu ini juga merupakan makanan khas Malangbong Garut. Kalau saya sendiri sering dibuatkan oleh saudara Ibu yang memang bisa membuat makanan yang satu ini.
cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut

Dan tentunya masih banyak sekali makanan khas Garut yang bisa dicoba, termasuk camilan khasnya yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh, dari mulai kerupuk kulit, emplod, hingga moring.

Cara hemat ke Garut dari Jakarta dan Jawa Timur

Terus gimana caranya ya kalau ingin ke Garut, tapi tetap hemat? 

Karena saya pernah tinggal di Jakarta dan sekarang di Jawa Timur, jadi disini saya akan bahas bagaimana cara ke Garut dengan tetap hemat dengan menggunakan transportasi umum.
cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut
KA Papandayan di Stasiun Garut
Buat yang dari Jakarta, cukup mudah dan banyak pilihan transportasi umum yang bisa digunakan. Mulai dari:
  • Naik bus antar kota. Ini banyak pilihan dari berbagai terminal di Jakarta. Kalau saya biasanya naik bus dari Pool Primajasa Cililitan, karena lebih mudah. Harganya mulai dari 60.000-an, tergantung naik kelas yang ekonomi atau bisnis. Harga ini biasanya naik saat memasuki hari raya. 
  • Naik travel. Ini juga banyak titik untuk pilihan perjalanan yang nyaman dari Jakarta. Naik travel harganya juga masih terjangkau mulai 135.000an. Bisa langsung cek saja di aplikasi OTA.
  • Naik Kereta Api bisa turun di beberapa stasiun, mulai dari Stasiun Leles, Stasiun Cibatu dan Stasiun Garut. Harganya cukup terjangkau dari Stasiun Pasar Senen, yakni 45.000 menggunakan Kereta Api Cikuray yang merupakan rangkaian kereta kelas ekonomi dengan jarak tempuh sekitar 5 jam.
Supaya lebih hemat, biasanya saya memilih naik bus atau kereta api ekonomi saja, karena uangnya bisa dipakai selama menikmati liburan di Garut. Tapi, kalau punya budget lebih dan ingin naik kereta api kelas Eksekutif tetap bisa kok, bisa naik Kereta Api Papandayan dengan rangkaian kereta Ekonomi Premium (harganya 240.000) dan Eksekutif (harga 385.000), dengan waktu tempuh 5 jam 10 menit dari Stasiun Gambir - Stasiun Garut. 

Selain itu, dari Stasiun Gambir juga ada rangkaian Kereta Api Pangandaran yang terdiri dari gerbong ekonomi premium hingga eksekutif. Harganya untuk ekonomi premium 275.000, dan eksekutif mulai dari 455.000. Tapi, kalau ingin ke Garut kota, bisa turun di Stasiun Cibatu atau Stasiun Leles, dan kalau tujuannya mau ke Malangbong bisa turun di Stasiun Cipeundeuy, karena kereta ini tujuan akhirnya Stasiun Banjar. 

Terus bagaimana yang dari Jawa Timur?
cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut
Stasiun Madiun
Buat saya yang dari Madiun pilihan transportasi dengan budget terjangkau sudah pasti pilih naik Kereta Api, karena kalau naik bus suka bingung tujuannya harus ke Bandung, jadi tidak ada yang langsung ke Garut. Dan berikut beberapa pilihan keret api dari yang kelas ekonomi dan eksekutif.
  • Kereta Api Pasundan merupakan kereta api kelas ekonomi yang melayani perjalanan dari Stasiun Surabaya Gubeng - Stasiun Kiaracondong. Untuk saya yang naik dari Madiun, bisa turun di Stasiun Cibatu atau Stasiun Leles dengan jarak tempuh sekitar 10 jam, dengan harga tiket 420.000.
  • Kereta Api Malabar merupakan kereta api campuran yang melayani kelas ekonomi, eksekutif dan priority dari Stasiun Malang - Stasiun Bandung. Untuk saya yang naik dari Madiun, bisa turun di Stasiun Leles dengan jarak tempuh sekitar 7 jam 29 menit, dengan harga tiket 430.000 (ekonomi premium), 690.000 (eksekutif) dan 790.000 (Priority).
  • Kereta Api Sangkuriang merupakan kereta api kelas campuran yang melayani kelas ekonomi, eksekutif dan compartment suite, dari Stasiun Surabaya Ketapang - Stasiun Bandung. Untuk yang naik dari Madiun, bisa turun di Stasiun Leles dengan jarak tempuh sekitar 8 jam 11 menit, dengan harga tiket 300.000 (ekonomi), dan 450.000 (eksekutif), dan 2.000.000 (compartment suite).
Nah, tinggal pilih deh tuh mau pakai kereta yang mana dari Jawa Timur, tentunya disesuaikan dengan budget. Kalau ingin hemat bisa pakai kereta api kelas ekonomi saja ya, tetap nyaman dan menyenangkan selama perjalanan.

Kalau sudah mendapatkan harga tiket, tinggal siapkan budget akomodasi selama liburan ke Garut. Untuk harga penginapan atau hotel lumayan terjangkau juga. Begitupun dengan makan sehari-hari, banyak pilihan dengan harga yang lebih terjangkau.

cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut
Buat yang mau jalan-jalan ke Garut dan ingin memilih transportasi umum, bisa nih tetap hemat juga. Tapi, harus tahu dulu rute angkot yang digunakan saat keliling Kota Garut. Berikut ini saya kasih gambaran untuk rute angkot di Garut:
  • Angkot 01 jurusan Terminal guntur - Sukaregang (PP), dengan warna angkot hijau tua. Kalau ingin mencari kerajinan kulit khas Garut seperti jaket kulit, sepatu, tas, hingga dompet bisa pakai angkot ini ya. 
  • Angkot 02 jurusan Terminal Guntur - Sukadana (PP), dengan warna angkot merah tua. Kalau ingin main ke Mesjid Agung Garut atau menikmati kulineran di sekitar Mesjid Agung dan Pasar Ceplak di sore hari bisa menggunakan angkot ini.
  • Angkot 03 jurusan Terminal Guntur - RSU (Rumah Sakit Umum) PP, dengan warna angkot biru muda bisa menggunakan angkot ini. 
  • Angkot 04 jurusan Terminal Guntur  - Cipanas, dengan warna angkot cokelat muda. Buat yang mau main ke area pemandian air panas di Cipanas Garut, bisa langsung menggunakan angkot ini.
cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut
Situ Bagendit
  • Angkot 05 jurusan Terminal Guntur - Banyuresmi / Leuwigoong (PP), dengan warna angkot orange. Buat yang mau main ke Situ Bagendit bisa langsung menggunakan angkot ini saja, karena angkot ini langsung melewati tempat wisata tersebut.
  • Angkot 06 jurusan Terminal Guntur - Bojongloa/Cilawu, dengan warna angkot biru dengan bagian atap putih. Mau main ke berbagai wisata alam di Cilawu bisa menggunakan angkot yang satu ini. Tapi, biasanya nanti nyambung lagi dengan ojek untuk sampai ke tempat wisata.
  • Angkot 07 jurusan Terminal Guntur ke Karangpawitan - Wanaraja - Sukawening (PP), dengan warna kuning dengan atap putih. Kalau ingin ke Wanaraja buat wisata ke Talaga Bodas, hingga Layung Sari, bisa pakai angkot ini saja. Tapi, biasanya nyambung lagi sama ojek ya.
  • Angkot 08 jurursan Terminal Guntur - Simpang atau Pasar Andir Bayongbong (PP), dengan warna angkot kuning muda atap putih. Buat yang mau main ke Curug Cihurang, atau mungkin mau ke Gunung Cikuray melalui jalur di Bayongbong juga bisa pakai angkot ini, nanti lanjut saja pakai ojeg pangkalan.
  • Angkot 09 jurusan Terminal Guntur - Samarang - Cibodas (PP), dengan warna angkot hijau beratapkan putih. Di Samarang ini tempat wisata alam juga banyak, yang terkenal adalah Kamojang, Kebun Mawar Situhapa hingga resort dengan pemandangan yang indah juga ada di daerah sini.
  • Angkot 10 jurursan Terminal Guntur - Leles - Kadungora (PP), dengan warna angkot hijau telur asin. Nah buat yang dari Jakarta atau Jawa Timur turun di Stasiun Leles dan mau lanjut ke Garut Kota bisa banget menggunakan angkot ini. Tinggal jalan kaki sebentar, angkot sudah ada di depan jalan raya.
  • Angkot 11 jurusan Terminal Guntur - Copong (PP) dengan warna angkot biru tua beratapkan putih.
  • Angkot 16 jurusan Terminal Guntur - Perum Cempaka Indah dengan warna angkot ungu. Yang mau jalan-jalan ke area IBC atau jajan Rujak Manohara bisa banget pakai angkot yang satu ini ya.
cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut

Untuk harga angkot masih terjangkau kok, ada yang dibawah 10.000 dan 5.000 juga, tergantung turunnya dimana. Naik angkutan umum begini, suasana liburan akan lebih seru. Apalagi kalau habis itu mau keliling kota dengan naik becak dan delman juga bisa banget. Liburan juga akan makin seru dan menyenangkan.

Setiap perjalanan pulang ke Garut, selalu mengingatkan saya bahwa sejauh apapun langkah ini pergi merantau, hati dan raga ini akan selalu menemukan jalannya untuk kembali ke kampung halaman di kota kelahiran. Karena di kota inilah saya lahir, tumbuh dan menghabiskan masa remaja hingga lulus kuliah di kota ini. 
cara-hemat-dan-mudah-ke-Garut
Pengkolan Garut
Banyak mimpi yang saya buat di kota ini, dan akhirnya pergi mengejar cita-cita itu, berpetualang, hingga mengukirkan banyak jejak. Tapi, Garut akan selalu menyimpan banyak memori bersama orang-orang tersayang. Garut saat ini terus berkembang, makin banyak tempat wisata, tapi bagi saya sendiri kota ini akan menjadi tempat terbaik melepas rindu dengan orang tersayang. 

Semoga tahun 2026 ini ada keajaiban untuk kembali mendekat ke kota Garut. Suami bisa pindah tugas ke Jawa Barat, karena usia tidak bisa bohong, mendekati usia masa pensiun 15 tahun lagi, kami tetap akan kembali pulang ke kota kelahiran. Bismillah, di aminkan ya.


Tidak ada komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.