Kemarau Panjang

Ini adalah puisi karya Ayah yang dia tulis untukku saat mengikuti lomba baca puisi sewaktu Sekolah Dasar.

Insyaflah wahai umat manusia.....!!!
Bila dunia ini dilanda bencana
Itu pertanda Tuhan sedang murka
Karena ulah dan tigkah kita
Segeralah kita bertaubat dan berbaikti kepada-Nya
Agar mendapat rakhmat dan ampunannya

Marilah kita berdoa kepada-Nya

"Astagfiruu Robbakum Innahu Ghoffaro Yursili Sama'a Alaikum Midroro"

Oh Tuhan tolonglah hambamu ini
Siramkanlah air rakhmat-Mu
Guyurkan embun karamah-Mu
Menyirami bumi yang kering dan gersang ini
Dan jangan sampai bumi ini subur dari kemunkaran
Kering dari kebenaran

Oh Tuhan jangan biarkan hamba-hambamu ini ditimpa haus dan dahaga

Tergolek duka nestafa...digolek pun nestafa
bagai bunga layu tada merona - maya

"Laa Haula Walaa Kuwwata"

Kering nan gersang, tak bersahaja ... tak bergaya
Hanya menanti siraman tangan "Irodahmu Tuhan"

Oh Tuhan jangan biarkan hutan..sawah..ladang...lembah dan ngarai
Kering dan gersang
Mereka menangis pedih
Karena korban kemarau yang panjang


By. Ayahku "Awan Supriatna"
Agustus 1997

Tidak ada komentar

Hai kakak, terima kasih ya sudah berkunjung, seneng deh selalu dikunjungi. Boleh banget kasih komentar, tapi jangan kasih link hidup ya, url blognya aja, Insya Allah saya kunjungi balik. Yuuk ah, memberikan komentar dengan bijak. Kalau ada pertanyaan kurang jelas, saran, kritik, hingga ingin bekerjasama bisa langsung email ke Lis.pertiwi@ymail.com

Salam. Liswanti Pertiwi