Menjadi Sahabat Terbaik untuk Anak


[Dunia Anak] Selalu ada cinta di hati bunda. Melihat tumbuh kembang Dimas saat ini yang sudah menginjak 5 tahun membuat saya banyak tersenyum. Apalagi dengan tingkah lakunya yang semakin lucu dan menggemaskan. Bolehlah 3 tahun lalu saya banyak menangis dan resah dengan kondisi Dimas yang selalu sakit. Bersyukur sekali bisa melewati masa-masa sedih yang telah lalu. Karena kini hanya ada senyuman yang terukir indah melihat anak tumbuh dengan sehat. Dan bisa bermain bersama, serta menjadi sahabat terbaik untuk anak.


3 cara sederhana untuk selalu dekat dengan anak, biarpun sibuk bekerja

Dimas mengalami masalah kesehatan sejak kecil yang berdampak pada tumbuh kembangnya. Tidak terhitung berapa kali keluar masuk rumah sakit untuk berobat, berapa kali harus terapi, dan beberapa kali transfusi darah. Melihat anak yang sakit, membuat hati terasa begitu sakit. Saya mencoba menahan tangis, ketika tangan mungilnya harus di tusuk-tusuk dengan jarum suntik. Tentu saja saya sedih, karena tidak ada satu orangtua di dunia ini, yang ingin anaknya sakit. 


Dimas usia 5 tahun
Selama usia Dimas 0 sampai 2 tahun, saya mencoba tegar dan berusaha sabar menjalani semua cobaan hidup, dengan kondisi tumbuh kembang anak yang lambat, bicara dan jalan pun masih susah. Dimas sering mengalami demam tinggi, yang membuat tubuhnya lemas. Keajaiban itu datang, ketika Dimas selesai dikhitan di usianya yang ke 2 tahun. Dimas menunjukkan kemajuan dengan kondisi kesehatannya. Semua menunjukkan perubahan ke arah positif, sedikit demi sedikit mau bicara, jalan dan kesehatan mulai membaik.    

Di usia Dimas yang sudah 5 tahun, dia sangat aktif sekali. Banyak sekali kemajuan yang saya rasakan semenjak Dimas sudah khitan beberapa tahun lalu. Sekarang ini Dimas lagi senang main sepeda, lari sana sini, hingga belajar memanjat pohon. Bukan itu saja, Dimas lagi dibuat penasaran dengan lingkungan sekitar. Dia banyak menemukan hal baru yang membuat dirinya terus bertanya. Dimas juga sudah mulai bisa protes kalau bundanya banyak aktivitas.


Mengajak Dimas ke berbagai event
Beberapa bulan terakhir ini saya memang disibukkan dengan berbagai aktvitas yang lumayan menyita banyak waktu dan tenaga. Sebagai seorang freelancer, saya disibukkan dengan urusan keuangan beberapa toko, urusan pernikahan beberapa teman dan aktivitas lainnya. Tapi, bukan berarti saya lalai dengan tugas utama saya sebagai seorang ibu. Sesibuk apapun selalu ada cinta di hati bunda, selalu ada waktu untuk menemani bermain dan mendengarkan cerita anak setiap harinya.

Biar banyak aktivitas, saya masih memiliki kedekatan yang kuat dengan anak. Buktinya, Dimas akan protes kalau mamanya banyak aktivitas, dia akan sulit tidur kalau tidak dengan ibunya. Saat saya sedang istirahat atau baru sampai rumah setelah beraktivitas di luar, Dimas akan langsung minta dipeluk, dibacakan dongeng dan menemaninya bermain di luar rumah.

Membangun kedekatan dengan anak itu gampang banget kok. Karena sebagai ibu yang melahirkannya, pasti sudah tahu apa yang selalu anak inginkan, sudah tahu karakter anak seperti apa. Memiliki 2 anak, saya sudah tahu bagaimana anak pertama dan kedua. Dimas ini termasuk anak yang selalu ingin tahu, ketika dia bertanya sangat detail sekali. Sibuk bekerja dan beraktivitas tidak boleh menjadi halangan untuk menikmati kebersamaan dengan anak. Karena di usia Dimas sekarang ini masih butuh sekali perhatian. Maka dari itu, saya punya 5 cara sederhana untuk selalu dekat dengan anak, biarpun sibuk bekerja, mulai dari:

Pelukan membuat anak tenang
  • Membuat jadwal harian. Kitakan udah tahu ya aktivitas kita, contohnya saya sebagai seorang freelance. Saya mulai mencatat aktivitas yang akan dilakukan, setelah itu mulai membuat jadwal harian, yang isinya kapan saja waktu untuk menemani anak belajar, bermain dan mendongeng. Dengan begitu pekerjaan bisa diselesaikan, anak pun selalu mendapat perhatian penuh di masa tumbuh kembangnya. 
  • Libatkan anak d alam aktivitas harian di rumah. Sebelum saya beraktivitas di luar rumah, pasti saya melakukan beberapa pekerjaan rumah, salah satunya beres-beres. Biasanya saya ajak Dimas untuk ikut terlibat, tapi bukan disuruh untuk ngepel atau nyapu, melainkan meminta Dimas membereskan mainannya sendiri sambil mengajarinya bertanggung jawab. Dimas juga senang membantu bundanya ini untuk membuang sampah. Nah, Dimas ini menjadi tipe anak yang suka dilibatkan. Sambil membereskan rumah, saya dan Dimas bisa sambil bercanda, mengenalkan banyak hal, hingga menari-nari. Dengan begitu mengerjakan pekerjaan rumah terasa happy, anak pun menjadi senang.
  • Pelukan 5 menit. Percaya tidak pelukan seorang bunda itu adalah cara ampuh membuat anak tetap tenang, nyaman dan merasa aman. Biarpun lagi nangis kenceng neh, anak akan merasa tenang saat dipeluk ibunya. Dengan pelukan juga mampu sembuhkan sakit yang dirasakan anak. Dimas sudah hapal dan meminta pelukan 5 menit saat saya baru sampai rumah. Dengan pelukan, anak akan selalu merasakan cinta dan kehangatan dari bundanya.
  • Belajar sambil bermain. Biasanya neh, setiap kali keluar rumah, ada waktunya saya harus membawa anak. Baik itu saat meeting atau aktivitas lainnya. Dan itu menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan Dimas mengenalkannya hal-hal baru. Dari situ ada banyak pertanyaan yang diajukannya, salah satu contoh "kok keretanya ga punya mata mama? keretanya bisa ngomong enggak?", mungkin dipikirnya itu kartun yang selalu ditontonnya. Tugas kitalah sebagai orantua untuk menjelaskan.
  • Menjadi sahabat terbaik untuk anak. Kita jangan pernah memposisikan diri hanya sebagai orangtua, tapi bisa menjadi sahabatnya. Jangan sampai kedepannya, dia lebih suka ngobrol dengan orang lain ketimbang dengan orangtuanya. Kita bisa menjadi sahabat terbaik untuk anak, bisa dengan menemaninya bermain, mendengarkan dia bercerita tentang teman-temannya, mendengarkan keinginan dan masih banyak lagi.
Bagi saya sendiri ini menjadikan cara sederhana yang bisa dilakukan setiap hari, sekaligus bisa menjadi sebuah bentuk perhatian ibu agar anak selalu dekat. Membangun kedekatan dengan anak itu penting sekali, jangan sampai anak menjadi kesepian karena bundanya sibuk bekerja. Sempatkan waktu bersama dengan anak di sela-sela kesibukan, baik dengan menemani bermain atau bahkan mendongeng sebelum tidur. Menjadi dekat dengan anak, akan membuat anak merasa nyaman, tenang dan merasa diperhatikan dengan baik.

Tempra Syrup, sahabat terbaik untuk anak



Dekat dengan anak, akan membuat kita sebagai orangtua menjadi tahu, bagaimana kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Apalagi kalau anak sakit, bundanya akan langsung tahu. Dimas yang selalu ceria dan aktif, kalau lagi sakit pasti beda sekali. Saat sakit, Dimas lebih banyak diam, tidak mau beraktivitas, susah makan sampai susah untuk tersenyum. Dimas akan rewel dan tidak mau lepas dari pellukan bundanya.

Saat Dimas sudah menunjukkan kondisi badan sakit, panas dan susah makan, biasanya saya lakukan cara berikut:
  • Memberikan minum air putih.
  • Saat anak susah makan, saya buatkan air gula merah, supaya kondisi anak tidak terlalu lemas.
  • Saat panas semakin tinggi, usahakan tidak panik dan tetap tenang. Buatlah parutan bawang merah yang dicampurkan dengan minyak kelapa, dan balurkan ke tubuh anak. Bedong anak dengan kain, biarkan beberapa menit. 
  • Berikan buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti semanga atau bahkan pear.
  • Lakukan skin to skin saat anak sakit, dan pemijatan lembut.
  • Selain melakukan cara tradisional, dan skin to skin, saat anak panas, saya juga memberikannya obat penurun panas yang selalu tersedia di rumah.


Cara di atas terbukti ampuh menyembuhkan demam anak. Tapi, kalau 3 hari ga sembuh juga, biasanya saya bawa ke dokter. Di rumah saya selalu sedia obat penurun panas, karena sudah tahu kondisi anak-anak yang sering panas tinggi. Sebagai seorang ibu dan sahabat terbaik anak, tentu akan selalu memberikan yang terbaik. Kehadiran Tempra Syrup di rumah telah menjadi sahabat terbaik untuk anak saat demam. Saat Dimas demam, Tempra selalu menjadi pilihan tepat untuk menurunkan panas pada anak.

Beberapa waktu lalu Dimas sakit panas, karena sering banget ikut saya beraktivitas di luar rumah dan pulang pergi menggunakan ojek online. Otomatis Dimas kelelahan dan panas. Karena gamau keterusan, saya pun memberikannya Tempra Syrup dan cara-cara seperti di atas.



Tempra Syrup (Rasa anggur) menurunkan panas dan meredakan nyeri untuk anak usia 1-6 tahun. Tempra Syrup yang dibuat oleh PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk di bawah pengawasan Taisho Pharmaceutical Co. Ltd. Tokyo Japan. Setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Tempra Syrup ini aman di lambung dan tidak perlu dikocok, larut 100%.

Tersedia gelas takar dengan dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis) di dalam kemasan. Bisa gunakan sesuai anjuran dokter, bila perlu satu dosis  setiap 4 jam, namun tidak lebih dari 5 kali sehari. Untuk anak di bawah 2 tahun harus diberikan sesuai petunjuk dokter atau gunakan Tempra Drops, dan anak 2-3 tahun cukup 5ml. Sedangkan anak usia 4-5 tahun 7.5 ml, serta anak 6-8 tahun dosisnya sebanyak 10 ml atau gunakan Tempra Forte.


Tempra Syrup sebagai sahabat anak mampu meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi, demam setelah imunisasi atau atas petunjuk dokter. Dengan adanya Tempra Syrup di rumah, membuat saya selalu tenang saat anak panas. Kecuali kalau panasnya tidak turun selama 3 hari berturut-turut, barulah membawa anak ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Tempra Syrup selalu menemani saya dan keluarga selama bertahun-tahun, dan menjadi andalan saat anak sakit. Saat anak kelelahan dan mulai demam, saya berikan Tempra Syrup. Setelah itu anak tidur dan bangun dengan ceria, karena demamnya sudah turun. Jangan biarkan anak kehilangan keceriaannya karena demam, selalu sedia Tempra Syrup di rumah. 





Anak selalu bahagia dan ceria. Kalau sakit panas berikan Tempra Syrup
Menjadi sahabat terbaik untuk anak itu menyenangkan, karena anak merasa nyaman bercerita banyak hal. Saat anak sudah menunjukkan sakit, sahabat terbaiknya untuk menurunkan demam ada Tempra Syrup. Tempra Syrup bukan saja menjadi sahabat terbaik untuk anak, melainkan sahabat anak-anak Indonesia. Anak yang selalu sehat dan ceria, menjadi anak generasi yang hebat dan pintar.



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Tempra

56 komentar

  1. di rumah pun aku pake tempra untuk anak-anak.. Tempra nggak perlu diragukan lagi kualitasnya ya maaaak

    BalasHapus
  2. Ini obat demam andalan di rumah, cocok untuk anak-anak

    BalasHapus
  3. Sama mbak aku jg slalu sedia tempra. Udah terbukti khasiatnya turun temurun. Mampir jg k blogku yuk bun 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah sama ya selalu sedia Tempra, pilihan banget para Ibu ya

      Hapus
  4. Aku senang bangett baca kiat-kiat dekat dengan anaknya. Pembelajaran buat nanti kalau punya anak nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba. Semoga bermanfaat ya

      Hapus
  5. Tempra bagus dan cepat meredakan demam.Kezia kalau demam minum ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weeh mantep banget neh Tempra Syrup, banyak ibu selalu sedia di rumah ya

      Hapus
  6. Pelukan 5 menit membawa pengaruh besar ya kak?. jangan sampai deh kehilangan momen sama sikecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mas, jangan sampai keilangan momen bersama anak karena terlalu banyak aktivitas

      Hapus
  7. Tempra emang jadi andalan para emak yak

    BalasHapus
  8. Kalau anak sakit, ibu pasti patah hati yaaa...

    Dan di rumah aku juga sedia tempra buat anak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Patah hati banget mba, susah makan juga ya. Tempara selalu sedia ya, mantep

      Hapus
  9. Tempra is good choice Lis. Dulu ketika anak-anak masih kecil mereka juga aku kasih Tempra saat demam panas dan lambat laun panasnya turun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantep banget ya Tempra neh, banyak yang menggunakan

      Hapus
  10. Orang tua musti bisa memposisikan diri sebagai teman bagi anaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget, dengan menjadi teman, anak akan merasa nyaman, jangan biarkan anak menjadi takut.

      Hapus
  11. Akh ini produk yang ada dalam kotak obat. Selalu stand bye pas anak panas.

    BalasHapus
  12. Sehat terus ya Dimas :)

    Keluargaku termasuk yang jarang skinship kayak berpelukan. Sekarang aku mulai biasain sama suami untuk berpelukan. Hehehe. Jadi nanti kalo punya anak wajib berpelukan kayak Teletubbies hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih tante.

      Pelukan itu bikin anak nyaman. Nah suami juga tenang ya hehe

      Hapus
  13. Wah, bener deh, pelukan itu ampuh ya, bisa membuat orang lebih tenang juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya anak-anak akan tenang dan merasa disayangi

      Hapus
  14. Jangan sampai sakit ya kasihan si Dimas. Kalau sakit, segera cepat sembuhnya.

    BalasHapus
  15. Wah, tipsnya bermanfaat bgt nih teh, meskipun aku blm punya anak, tapi aku belajar dari sekarang jadinya. Hehehe

    BalasHapus
  16. Ajaklah anak atau libatkan anak dalam aktivitas keseharian dirumah. jangan merasa terganggu dengan polah anak. Hal seperti ini yang sering dilupakan orang tua.
    Dan jangan lupa, menjadi sahabat terbaik bagi anak, jangan sampai anak curhatnya di media sosial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener, soalnya sekarang banyak anak curhat di medsos atau lebih seneng ama temennya.

      Hapus
  17. Wah jadi tau klo ada demam buat anak diobatin pake tempra dulu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku cara tradisional, dan akhirnya Tempra, kalau maaih demam bawa ke dokter

      Hapus
  18. saya pun juga menerapkan belajarnya sambil bermain agar selalu dekat dengan anak mbak, apalagi kalau mereka lagi demam mesti tepat penangannya dan memilih syrup penurun panasnya seperti tempra.

    BalasHapus
  19. Boleh dibilang Tempra ini ppaling populer di kalangan ibu-ibu. Jadi sahabat anak dengan menyediakan obat yang tepat ya Mbak. Anak sehat, ibu semangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedia juga ga istri di rumah mas hehe

      Hapus
  20. Waa.. Alhamdulillah ya mba sekarang dimas uda mulai kuat badannya.. Akupun kmaren sempet panik karna anak yang baru 5 bulan batuk dan pilek.. Tapi alhamdulillah bisa dilalui juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba alhamdulillah sekarang anak dah sehat. Anak sakit memang bikin panik ya

      Hapus
  21. tips nya memang bener semua apalagi yang bagian berpelukan ya, langsung damai di hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, dengan pelukan anak bisa tenang

      Hapus
  22. Ada banyak cinta ibu dalam setuap aktivitas anak, salah satunya adalah memberikan obat terbaik saat anak demam. Sehat selalu yaa nak.

    BalasHapus
  23. Meskipun mama sibuk tapi tetap selalu memperhatikan dan menjadi sahabat terbaik anak. Salut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sibuk bukan penghalang untuk selalu dekat dengan anak ya

      Hapus
  24. ah this is a sweet story. "Menjadi sahabat Terbaik Untuk Anak" ... saya suka judul dan tema ini. Emang udha seharusnya orang tua jadi sahabat terbaik untuk anak. Yang banyak terjadi malah sebaliknya ... gak ada kedekatan antara orang tua dan anak sehingga malah jadi asing satu sama lain. Semoga banyak orang baca artikelmu ini ya Teteh. Salam buat Kang Dimas. Semoga sehat dan terpacai mimpi2nya. Aamiin Ya Robal Alamin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Ya Allah.
      Iya kang Idfi, aku gamau membuat takut anak dan lebih memilih jadi sahabat anak. Dengan begitu anak nyaman selalu

      Hapus
  25. esibuk apapun selalu ada cinta di hati bunda... Nice post!

    BalasHapus
  26. Makasih tips-nya untuk selalu dekat sama anak meskipun sibuk ya mbak. Aku pun kadang merasa kurang banyak interaksi sama anak-anak di rumah. Semoga di tahun baru ini bisa menerapkan semuanya dan lebih dekat dengan anak.

    BalasHapus
  27. makasih mba tipsnya, aku juga ibu yang bekerja dan selalu membiasakan memeluk anak setiap berangkat dan pulang dari kerja

    BalasHapus
  28. Ini pasti tips bakal berguna banget buat membangun kedekatan dengan si kecil kelak.
    Ngomong ngomong mbak tegar banget saat menghadapi cobaan selama beberapa tahun kepada dimas. Semoga kelak dimas jadi anak pinter dan bisa membanggakan orang tua ya

    BalasHapus

Hai kakak, terima kasih ya sudah berkunjung, seneng deh selalu dikunjungi. Boleh banget kasih komentar, tapi jangan kasih link hidup ya, url blognya aja, Insya Allah saya kunjungi balik. Yuuk ah, memberikan komentar dengan bijak. Kalau ada pertanyaan kurang jelas, saran, kritik, hingga ingin bekerjasama bisa langsung email ke Lis.pertiwi@ymail.com

Salam. Liswanti Pertiwi