3 Cara Mudah Supaya Isi Dompet Tetap Aman Setelah Lebaran


[Keuangan] Bulan ramadhan dan lebaran, biasanya pengeluaran rumah tangga banyak sekali. Buat kebutuhan lebaran, mudik, hingga membeli pakaian anak. Apalagi sudah beberapa tahun ini, lebaran berdekatan dengan ajaran baru. Jadi, kebutuhan semakin berlipat. Maka dari itu, sebagai ibu rumah tangga harus cerdas dan bijak dalam mengatur keuangan. 

Tahun ini anak-anak saya masuk sekolah. Anak lelaki saya sudah mau masuk TK, sedangkan kakaknya naik ke kelas 2, serta adik bungsu saya naik ke kelas 6. Jadi, tahun ini pengeluaran sekolah menjadi 3. Butuh budget ekstra, yang bisa memenuhi semua kebutuhan. Tapi tenang, saya tidak panik, karena semenjak setahun lalu saya sudah menghitung dan mempersiapkan semua. Kan yang namanya ibu rumah tangga harus berpikir ke depan. Bahkan setahun ini saya mengesampingkan keinginan untuk beli ini itu, demi kebahagiaan anak-anak dan adik.

Kebutuhan tahun ini memang luar biasa, mulai dari:

  • Kebutuhan selama bulan ramadhan.
  • Kebutuhan mudik dan lebaran.
  • Kebutuhan sekolah seperti seragam dan alat tulis.

Kalau dihitung-hitung sejak bulan Mei, kebutuhan makin membengkak. Kalau tidak dipersiapkan sejak setahun lalu, mungkin penghasilan yang didapatkan akan minus, karena pengeluaran semakin besar. Belum lagi menjelang lebaran harga bahan pokok terus merangkak naik, yang akhirnya saya putuskan tahun ini tidak membuat kue kering seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena kebutuhan pendidikan anak-anak jauh lebih penting.

Setiap tahun saya terus melakukan beberapa perubahan dalam mengatur keuangan, supaya tidak tekor ataupun minus. Saya ingin mau itu hari biasa, maupun setelah lebaran keuangan keluarga dan isi dompet tetap aman dan bikin bahagia. Ada 3 cara mudah mengatur keuangan supaya isi dompet tetap aman setelah lebaran. Yakni:

1. Buatlah planning keuangan untuk satu tahun

Semenjak punya anak, Juli bagi saya adalah memulai perencanaan baru untuk satu tahun kedepan. Biasanya saya menyusun keuangan, apa saja rencana keuangan yang akan dilakukan selama satu tahun. Misal kebutuhan sekolah, akan dibayarkan atau dibutuhkan sekitar bulan juli, dituliskan juga buget yang diperlukan. Jangan lupa catat saldo yang kita miliki. Kalau kurang dari budget, berarti harus makin rajin menabung.

Demi rencana yang sudah dibuat, tentunya harus didukung keluarga juga. Jadi saya dan suami lebih memperioritaskan kebutuhan keluarga, ketimbang urusan pribadi. Alhamdulillah semuanya bisa berjalan dengan lancar, karena semua bisa direncanakan dengan sebaik mungkin. Intinya tetap konsisten dengan rencana-rencana indah untuk anak tercinta. Berikut ini contoh saja, bagaimana saya membuat perencanaan keuangan keluarga di rumah. Jangan lupa rencana keuangan perbulannya di masukkan supaya ga lupa, termassuk budget dan saldo yang dimiliki dimasukkan.

Ini contoh saja yang biasa saya lakukan

2. Buatlah post keuangan

Membuat post keuangan ini tidak boleh lupa dan sangat penting bagi saya. Setelah menerima gaji bulanan, biasanya saya hitung kebutuhan harian, barulah di buat post keuangan, seperti:
  • Zakat dan sedekah
  • Tabungan
  • Dana darurat
  • Biaya hidup 
  • Investasi
  • Cicilan (kalau ada)
  • Kebutuhan hiburan
Untuk cicilan, karena saya tidak ada, jadi biasanya saya masukkan ke tabungan atau investasi. Kalau biaya hiburan, biasanya ini untuk anak-anak. Jadikan saya pasti jenguk anak-anak, dana ini yang digunakan untuk menghibur anak.

Baca juga: Ramadhan

Terus bagaimana saat menerima THR?

Sudah pasti jawaban saya adalah di tabung, biarpun tidak semuanya. Karena tabungan dari THR inilah yang bisa digunakan untuk beberapa kebutuhan, termasuk kebutuhan di tahun depan. Jadi ya, saya buat tabungan itu 3, tabungan tanpa ATM (untuk masa depan anak-anak), tabungan harian (kebutuhan harian), dan tabungan tahunan. Awalnya tabungan ini semuanya tabungan anak, tapi setelah melihat kebutuhan setiap tahun bertambah, saya ubahlah caranya.

Nah untuk THR biasanya saya kumpulkan dengan milik suami, barulah dihitung bersama supaya kebutuhan terpenuhi. Mulai dari:
  • Zakat, sedekah
  • Biaya lebaran (pakaian anak, biaya mudik, dan angpau)
  • Tabungan
  • Dana darurat
  • Dana untuk idul adha
Biaya lebaran ini paling besar sekitar 50% dari THR yang saya dan suami dapatkan. Untuk tabungan tentunya untuk masa depan anak dan bisa untuk kebutuhan di tahun depan. Dana darurat ini tetap ada karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selama mudik. Dan biasanya kalau tidak digunakan, saya tabung saja atau untuk tambahan investasi emas. 

Yang paling penting dari semua ini, jangan lupa atur uang sebaik mungkin, konsisten dan jangan lupa untuk mencatat semua pengeluaran setiap harinya.

3. Keluarkan dana sesuai porsinya

Nah yang terakhir ini nih. Kan saya sudah rencana keuangan dan budget yang dibutuhkan. Usahakan saat dana tersebut dibelanjakan, jangan sampai lebih, karena bisa menganggu keuangan lainnya. Biasanya untuk kebutuhan belanja peralatan sekolah, seragam hingga sepatu. Saya akan membeli satu atau 2 bulan sebelumnya, supaya harganya tidak mahal. Karena kalau membeli alat tulis mendadak sebelum sekolah atau saat lebaran, biasanya harga melambung tinggi, seperti harga buku, sepatu dan tas. Begitupun saat beli pakaian anak untuk lebaran, saya akan beli sebelum puasa, supaya harga tidak naik dan tidak desek-desekan di toko.


Dengan 3 cara ini saya bisa tenang saat kemarin masuk ramadhan dan lebaran yang berdekatan dengan ajaran baru. Semua kebutuhan sekolah sudah di beli, dana masuk TK sudah dibayarkan, lebaran tetap happy. Yang pasti nih, setelah lebaran dompet saya tidak kempes dan tetap aman. Ga ada tuh galau-galauan dompet kempes, karena semuanya sudah direncanakan dengan baik. Dan saatnya bulan depan untuk memulai perencanaan keluarga, supaya keluarga tetap bahagia. Dan ini adalah cara saya yang sering saya gunakan. Karena yang tahu kebutuhan dan keadaan rumah tangga adalah saya sendiri. 

Jadi, untuk memulai perencanaan keuangan, jangan lupa untuk mengenal dan memahami kebutuhan di keluarga, supaya semuanya menjadi mudah dalam merencanakan keuangan. Yang paling penting tetaplah konsisten dalam mengatur keuangan.

Kalau kalian mengatur keuangan supaya setelah lebaran tetap happy bagaimana? Sharing dong.



33 komentar

  1. aq gak pernah nabung dari THR, hahaha... benar-benar habis untuk keperluan hari raya mulai dari beli pakaian, kue-kue, kasih thr untuk art dan sodara-sodara dan orang tua..
    yg pos keuangan aq juga buat tiap bulan mbak, biar gak timpang diawal bulan dan akhir bulan, tfs mbak liswanti

    BalasHapus
  2. Aku harus belajar nich soalnya anakku baru mau sekolah, bagus dech tulisan yang bermanfaat

    BalasHapus
  3. Lebaran tetap meriah, kebutuhan anak-anak terpenuhi, tapi dompet harus tetap aman ya Mbak. Kalau gak begitu lebaranpun serasa was-was rasanya :)

    BalasHapus
  4. Membuat plan untuk keuangan dalam rumah tangga memang perlu sekali ya mbak, apalagi habis lebaran gini pengeluaran membengkak. Belum lagi anak masuk sekolah ajaran baru ya, bisa ngelus dada kalau gak cermat dalam pengelolaan keuangan ya mbak.

    BalasHapus
  5. Tips penting supaya keuangan dan kebahagiaan terjamin setelah lebaran usai ya, Ceu. :D

    BalasHapus
  6. Kalau aku sih : Dimulau dari NOL ya bu.. hehehe.. ngga, kalau aku sih setelah lebaran biasa aja mba cos aku memang ada perencanaan uang ramadhan (bulan puasa) dan lebaran, memang sengaja disiapkan setiap tahunnya biar pas setelah lebaran kita ga pusingg hehehe

    BalasHapus
  7. Udah ga punya thr lebaran euy... hihi tapu tipsnya oke juga. Bisa diterapkan sebagai penghemat keuangan.

    BalasHapus
  8. Pengeluaran dibikin post khusus mang perlu mbak. Aq juga sama seperti itu. Selalu ada budgeting biar gak kebablasan. Cuma biasanya THR ya bablas ga ada yg nyisa, semua terpakai sesuai posnya

    BalasHapus
  9. what a smart mom you are mba, memangya jadi ibu rumah tangga harus cakap dalam mengatur keuangan. berapa pun uang yang masuk, kalo tidak pintar mengatur ini itu akan selalu kurang. perencanaan keuangan sangat perlu dilakukan.. makasi mba sharingnya

    BalasHapus
  10. well-planned and well-organized bangeeet mbaaaak ... bravaa! Thanks for sharing.

    BalasHapus
  11. kelewat mbak, udah keburu abis..

    BalasHapus
  12. Waah buat plan setahun, tantangan banget tuh :D
    Kalo saya perbulan aja kadang masih kepentok pentok wkwk

    Tapi yang jelas, mempos kan kebutuhan itu memang penting mba

    BalasHapus
  13. Nah ini nih, kudu perencanaan keuangan lagi pasca lebaran, apalagi mepet tahun ajaran baru. Jaadi terinspirasi buat rencana keuangan per 6 bulanan dimulai bulan juli besok. Semoga terealisasi.

    BalasHapus
  14. makasih tipsnya, krn lebaran itu cenderung boros ya

    BalasHapus
  15. Tabungan banyak memang perlu karena kita suka usil ambil kalau pakai atm

    BalasHapus
  16. Ah iya, aku pun juga buat pos-pos spt itu, biar ga kececer trus abis haha.

    BalasHapus
  17. Aku kalau bikin plan keuangan pakai aplikasi namanya You Need A Budget. Lumayan mudah digunakan :D

    BalasHapus
  18. mantap mbak.. saya masih kurang nih.. buat kontrakan :D

    BalasHapus
  19. Mbaaaaa asli kamu apik banget ya mba ngerencanain semuanya. Ak harus banyak belajar nih. Meskipun ak kerja di bidang accounting, tapi untuk urusan keuang pribadi kok ya masih keteteran.

    BalasHapus
  20. THR sudah kepakai untuk liburan dan perpanjang STNK Mobil!

    BalasHapus
  21. kalau untuk post memang saya lakukan mbak, malah saya catat total pengeluaran perhari pos mana yg berlebihan atau kurang lalu evaluasi

    BalasHapus
  22. Perlu dicoba nih 3 cara mudahnya, makasih tips nya yah teh sangat bermanfaat sekali secara aku orangnya sangat boros

    BalasHapus
  23. wuah berfaedah banget ini.. aku gak pernah kepikiran bikin planning keuangan sampai setahun gitu.. TFS mbak

    BalasHapus
  24. Makasih ceuuu tipsnya,,,btw eike kadang suka susah ngerem euyy klo megang duit jadi pengen jajan terus makanya klo buat investasi Amel lebih suka ke barang macam LM gt ������

    BalasHapus
  25. Tabungan dari THR belum pernah saya lakukan selama ini, kepengen juga menerapkan yang di lakukan mba Liswanti jadinya deh. Thanks for sharing...

    BalasHapus
  26. paling senang baca tips keuangan dari teh lis, berasa baca dari ahlinya dengan gaya bahasa lebih mudah dicerna ;) alhamdulillah THR Lebaran masih nyisa, meskipun sedikit, lumayan buat tambahan saldo tabungan

    BalasHapus
  27. Lisss, ini artikel pas banget deh, beneran, makasih yaaa. Lebaran tahun ini emang berat buat aku soalnya barengan sama bayar 3 anak sekolah, bayar THR, liburan anak2 dll, uwow bangettt, kalo gak hati2 abis lebaran gigit jari, hihihi...

    BalasHapus
  28. Akupun begini setelah terima gaji suami, dan disatukan dengan penghasilan sampinganku, ditotal dikurangi dulu cicilan, baru dikalikan 2.5 persen lalu sedekahkan, terus nabung dulu, dan siapkan untuk kebutuhkan sehari-hari, diposkan dalam norek berbeda..

    BalasHapus
  29. Ga begitu jauh beda dari mba, akupun selalu jauh2 hari memperhitungkan ini. Palingan yg beda cara menabungnya. Kyk utk sekolah anak, aku lbh seneng masukin ke tabugan emas, krn pasti naik terus nilainya.

    Lalu utk masa depan, itu melalui reksadana ato forex.

    Thr lebaran selama ini ga prnh aku tabung. Tp thr natal , uang cuti tahunan dan bonus tahunan, itu yg selalu aku tabung.

    BalasHapus
  30. Management keuangan sangat penting, agar tidak keteteran memenuhi kebutuhan hidup.

    BalasHapus
  31. Slalu suka baca tips keuangan dari teh lis. Tipsnya sederhana tapi ngena banget. Makasih teh lis

    BalasHapus
  32. Bener banget ini tipsnya mbak. Kudu pinter2 ngatur duitnya. Aku juga suka gitu. Harus di planning nih. Jangan sampai habis sekaligus.

    BalasHapus
  33. planningnya hampir sama sih seperti saya, kecuali pengeluaran buat anak2 karena saya masih single.
    tapi saya tergolong malas mencatat sihh.. jadi solusinya biar gak jebol adalah atm ditinggal di rumah dan cuma bawa uang tunai secukupnya.
    kalaupun bawa atm ya yang isinya paling dikit. hehhehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.