Tips Mengatur Uang Belanja Bulanan Rumah Tangga


[Keuangan] Belanja harian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sudah passti tugas menteri keuangan alias ibu rumah tangga. Ya namanya ngatur uang, siapa lagi kalau bukan ibu, setuju? Yang namanya ibu rumah tangga itu luar biasa hebatnya, dari ngurusin anak, beresin rumah, hingga mengatur uang belanja supaya tetap tercukupi. Dan paling penting dengan dana yang ada, tercukupi juga nutrisi anak-anak.

Mengatur uang belanja itu memang gampang-gampang susah ya. Ya susah, kalau banyak maunya. Pengen ini dan itu, padahal belum tentu dibutuhkan. Apalagi kemarin habis harbolnas, pasti deh suka laper mata. Seperti curhatan teman semalem, uang belanja yang harusnya buat makan 2 minggu lagi, akhirnya habis, karena dipake beli kosmetik yang murah-murah. Duuhhh.

Terus kalau sudah begini gimana dong? 

Makanya, saya selalu membuat pos keuangan, supaya makin teratur. Kalau tidak dibuat pos keuangan, tentunya uang bakalan habis dengan percuma. Dalam pos keuangan yang ideal itu ada zakat 5%, dana darurat 10%, biaya hidup 30%, cicilan 30%, investasi 15% dan gaya hidup 10%. Nah, karena saya sudah tidak ada cicilan, biasanya saya masukin tabungan dan investasi. Ya, alhamdulillah buat tambahan anak-anak sekolah di masa depan.

Pos gaya hidup, kenapa sedikit? Ya, karena saya memang udah mulai mengurangi hal-hal yang tidak penting. Setidaknya itu buat kebutuhan saya saja, kali-kali pengen nonton atau kulineran. Atau mungkin belaja parfum dan lainnya. Nah, uang gaya hidup ini, biasanya yang saya gunakan kalau pengen ikutan harbolnas dan ada barang yang dibutuhkan. Ditambah simpenena dikit-dikit, misal pengen beli gadget baru atau yang lainnya. Kalau memang tidak terlalu dibutuhkan, jarang sih ikutan harbolnas seperti kemarin. Dengan mempersiapkan dana khusus, ga bakal ada ceritanya uang belanja kepake. 

Mengatur uang belanja bulanan rumah tangga dengan mudah


Biasanya nih kalau urusan belanja, ya urusan ibu-ibu seperti saya. Ada ga yang pernah belanja, tapi menyesal kemudian, karena kalap mata saat belanja ke pasar atau supermarket? Sudah pasti ngalamin ya, yang akhirnya uang belanja untuk beberapa hari ke depan keambil juga. Bisa-bisa tengah bulan makan sama tahu tempe saja. Maka dari itu kudu pinter-pinter mangatur uang belanja bulanan rumah tangga, supaya tetap hemat sampai akhir bulan. Ada beberapa tips mengatur uang belanja yang mudah. Ini dilakukan setelah menerima penghasilan bulanan dan dimasukkan beberapa pos. Dan ini yang biasanya saya lakukan, seperti:

1. Buat list kebutuhan bulanan

Supaya uang belanja cukup sampai akhir bulan. Biasanya saya belanja kebutuhan bulanan seperti minyak goreng, bumbu dapur (lada, garam, gula, bawang merah, bawang putih, penyedap rasa dan lainnya), serta kebutuhan kamar mandi. Itu saya beli perbulan. Misalnya list kebutuhan saya seperti berikut:
  • Minyak goreng 4 liter.
  • Beras 25 KG.
  • Bawang merah 2KG.
  • Bawang putih 1Kg.
  • Garam 4 bungkus.
  • Lada 2 ons.
  • Ketumbar 2 ons.
  • Bumbu dapur (kunyit, jahe, kencur dll) 20 ribu.
  • Detergent 5 yang ukuran 800.
  • Sabun mandi, sabun cuci piring dll.
Tentunya kalau di list masih banyak lagi ya. Tapi ini saya beli perbulan. Karena kita tidak akan tahu beberapa minggu lagi harga naik atau tidak, apalagi dengan bawang merah da cabe merah. Saya siasati dengan membeli kebutuhan tersebut di awal bulan setelah uang dimasukkan untuk pos biaya hidup. Di list bulanan ini, juga jangan lupa untuk pembayaran bulanan di list juga. Dari bayar listrik, air, asuransi, sampah dan lainnya. Ingat loh harga setiap tempat, desa, kota, dan daerah lainnya pasti berbeda. 

2. Buat menu harian

Ada yang masih melakukan ini tidak? Kalau saya sih iya banget. Ini cara saya supaya bisa hemat keuangan rumah tangga, dan berapa saja dana yang akan dikeluarkan setiap harinya. Membuat menu ini juga memudahkan kita dalam memasak dan tidak pusing lagi. Dengan meu harian ini, anak-anak dan suami juga bisa pesan menu yang mereka inginkan. Setiap hari saya membuat 2 menu dari yang di goreng dan sayur. tentu ini yang dibutuhkan anak-anak juga.


3. Beli menu untuk setiap 3 hari

Beberapa waktu lalu ramai ya 100 ribu dapat apa saja? Ah saya mah bisa kok buat 3 hari. Setelah menu sudah saya buat, tentu yang saya lakukan adalah berbelanja ke pasar. Biasanya saya belanja 3 hari sekali, malas juga harus tiap hari. Saya lihat dulu, menu 3 hari ke depan itu mau masak apa saja dan buahnya apa. Baru deh saya pergi ke pasar dengan membawa uang secukupnya. Biasaya ga lebih dari 120.000. Dengan uang 100 ribu saya bisa beli:
  • Ayam 1 ekor = 38.000
  • Ikan mas 1/2 kg = 13.000
  • Telur 1 kg = 21.000 (ini harga tadi pagi ya)
  • Kangkung 3 ikat = 5.000
  • Sop-sopan = 5.000
  • Tauge dan tahu = 4.000
  • Pisang 1 sisir = 14.000
Ini harga belanjaan saya senin pagi ya. Untuk harga bisa berubah sewaktu-waktu, dan menu yang berbeda. Belanjaan ini saya masak untuk 2 orang. Ada 2 anak dan 2 dewasa, belanja dan masakan tetap segitu, dan semua sudah tercukupi dengan baik. Kalau anak-anak ga ada, masakan pasti sisa, dan saya hangatkan untuk sarapan pagi. 

4. Mencatat pengeluaran

Yang terakhir tentu saja membuat catatan pengeluaran dari uang belanja, supaya ketahuan berapa uang yang kita keluarkan setiap harinya. Biasanya saya catat setelah pulang dari pasar. Supaya masih ingat dan tidak ada yang terlewatkan. dengan mencatat pengeluaran harian dan bulanan, akan ketahuan juga, tetap hemat atau masih saja boros.


Itulah 4 tips mudah saya dalam mengatur uang belanja bulanan rumah tangga. Paling gampang deh, supaya uang belanja bisa diatur sebaik mungkin. Tentunya kebutuhan setiap orang berbeda. Ada yang 100.000 bisa 4 hari, 2 hari, bahkan 1 hari. Intinya semua sudah sesuai keuangan masing-masing dan harga setiap daerah. Dengan 100 ribu, di kampung saya bisa 4 hari. 


Maka yang perlu diperhatikan dalam mengatur uang belanja adalah cek dahulu barang apa saja yang sudah habis, apa saja yang dibutuhkan di rumah dan mau makan apa hari ini dan esok. Setelah tahu, tentu kita akan semain mudah dalam mengatur uang belanja yang sudah disesuaikan porsinya. Jangan lupa, hindari belanja yang memang belum dibutuhkan. Prioritaskan yang dibutuhkan saat ini dan besok. Sama halnya ketika belanja ke pasar, kalau memang belum dibutuhkan dan ga di makan, lebih baik jangan. Sesuaikan saja dulu dengan list dan menu yang sudah dibuat. Kalau semua bisa dilakukan, tidak ada kata-kata uang habis di tengah bulan. Kebutuhan rumah tangga semuanya tercukupi.

Kebutuhan setiap orang berbeda, termasuk saya sendiri. Dan mengatur uang belanja setiap orang pasti berbeda juga. Kalau saya seperti tips di atas. Itu menjadi cara mudah saya mengatur uang belanja bulanan rumah tangga. Mau dong sharing dari teman-teman semua, biasanya bagaimana mengatur uang belanja?

10 komentar

  1. Kurang lebih apa yang mbak Liswantinl lakukan sudah kami terapkan di keuangan keluarga kami. Mulai menyusun anggaran di awal bulan, membuat pos-pos pengeluaran, sampai mengurangi pembelian barang-barang yang nggak diperlukan.

    Pertanyaan sederhana sebelum beli ini itu adalah, "Apa perlu?"

    Kebetulan kami pernah ngerasain gimana 'serunya' punya barang banyak tapi nggak diperlukan. Giliran pindahan, mulai deh bingung, ini barang sebanyak ini mau dibawa ke mana coba.

    Dan, kok bisa ya punya barang sebanyak ini.

    Sejak saat itu proses pembelian barang harus melalui 2 tahapan filtrasi :
    1. Apa perlu?
    2. Ada yang dibeli, ada yang pergi

    So far lumayan buat ngerem hasrat beli-beli 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantep mas. Kalau sudah teratur jadinya kita juga happy banget ya

      Hapus
  2. Sekarang mpo jadi emak emak yang mengatur keuangan, beli bahan pokok yang di pakai setiap bulan dengan memanfaatkan promo jumat sabtu minggu.

    Mpo 100.000 bisa belanja 4 hari dengan 4 menu lauk berbeda + sayur (makan siang dan malam beda menu karena papa suka makan yang hangat dan ade ade suka jajan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bisa 4 tuh 100 mpo. Tempat brlanja berpengaruh juga ya. Kalau ada yang mutah, suka deh.

      Hapus
  3. Waaah impian saya vanget tuh Mba udah nggak ada cicilan 😅. Makasih tipsnya Mba. Saya masih sering bocor pengeluaran rumah tangga karena salah perhitungan bahan dapur. Bolak balik minimarket malah kadang hal yang ga penting ikutan kebeli. Ribet pokoknya ngatur duit, hahha. Tapi saya mau terus belajar salah satunya mengikuti tips di atas. Thanks for sharing Mba 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya coba dicatat saja kebituihan perbulan xan kebutuhan dapur buar aman

      Hapus
  4. Ini sih langsung bookmark blognya. Buat diinget terus tiap awal bulan. Soalnya gajian itu kayak mantan. Suka tiba-tiba ilang.. 😅
    Duuhh seneng banget deh dapet tips ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya gaji kadang suka lewat doang kayak kenangan #eaah

      Hapus
  5. Aku juga yg mengatur keuangan kalo di rumah. Jd stiap kali gajian, uang pak suami semuanya lgs aku masukin ke rekeningku. Baru setelah itu aku bikin post2 nya. Budget traveling, skin care, investasi, zakat, sedekah, belanja bulanan, belanja pasar harian, post beli buah, post utk jajan keluarga, post anak2 main, uang les anak2, bensin, post lunch suami dan aku di kantor, uang keamanan dan sampah, trus post listrik, internet, pam dan paska bayar pulsa kita berdua. Dengan dibikin post2 terpisah, jd lbh teratur dan uangnya jelas keliatan kemana. Yg pasti investasi dan zakat selalu aku duluin. Biar gmn paling ptg utk masa depan :)

    BalasHapus
  6. Kalo aku sih, mencatat pengeluaran yang nggak bisa terwujud. Belum sempat mencatat, eh uda lupa dipake apa aja ya tadi hahaaa... Apalagi kalo masalah jajan si kecil ini aduh... Entah berapa yg uda gak kehitung dan di luar rencana awal. Susah ngeremnya sama yang satu ini

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.