Bantuan Signify untuk Korban Bencana Alam


[Teknologi] Indonesia memang sangat rawan bencana alam. Dari mulai longsor, gempa dan tsunami. Seperti pada 5 Agustus 2018 lalu, Lombok dilanda gempa bumi dengan kekuatan 7 SR yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dan kerugian mencapai triliunan rupiah. Begitupun pada 28 September 2018 Donggala dan Palu dilanda gempa bumi beruntun dari 5 sampai dengan 7.4 SR yang mengakibatkan tsunami dan menelan banyak korban jiwa. Tentu saja Indonesia ikut bersedih akan kejadian ini. 

Saat bencana terjadi, akses ke lokasi terputus, listrik padam, dan semua menjadi gelap. Saat sebuah kota menjadi gelap, semuanya terlihat seperti kota mati. Para korban bencana alam tentu membutuhkan bantuan segera, dari mulai pakaian, makanan, selimut hingga penerangan. Masyarakat Indonesia bergotong royong memberikan bantuan. Begitupun berbagai perusahaan. Seperti halnya yang dilakukan Signify (Euronext: LIGHT) yang merupakan pemimpin dunia di bidang pencahayaan bagi para profesional dan konsumen serta pencahayaan untuk Internet of Things. Produk Philips ini, sistem pencahayaan terkoneksi interact dan layanan data aktif, memberikan nilai bisnis dan metransformasi hidup di rumah, gedung, dan ruang publik.

Foto-foto yang dipajang di event merupakan foto dari Program Kampug Terang Hemat Energi
Signify juga memberikan bantuan darurat pencahayaan untuk para korban bencana alam. Pada senin lalu (26/11) saya menghadiri acara Signify dengan tema "Aktualisasi Implementasi Program Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018", di Palza Senayan. Acara ini juga diisi dengan serah terima donasi untuk Sulawesi Tengah yang dilanda bencana.

Signify telah menyiapkan donasi senilai Rp. 5 Miliar yang terdiri dari berbagai produk pencahayaan, termasuk bohlam, lampu jalan dan luminer serta penerangan tenaga surya untuk masyarakat di Sulawesi Tengah yang akan diserahterimakan kepada mitra LSM, Kopernik. Bahkan karyawannya juga memprakarsai pengumpulan donasi berupa uang yang telah ditambahkan oleh perusahaan, berjumlah 50 juta, dan baru-baru ini disampaikan kepada UNICEF untuk membantu menolong anak-anak yang terkena dampak bencana.

Photo by Imawan
Bahkan Signify juga turut ambil bagian dalam menyediakan akses pencahayaan di wilayah terdampak bencana di Lombok, yang kini penduduknya mulai bangkit dan membangun kembali. Dimana pada bulan Oktober disumbangkan 800 lentera tenaga surya Philips untuk korban gempa bumi Lombok yang masih tinggal di tempat-tempat pengungsian dan hunian sementara. 

Komitmen Signify ini untuk membawa akses pencahayaan bagi mereka yang baru dilanda bencana, karena pencahayaan itu sangat penting untuk membantu para korban selama masa tanggap darurat maupun pemulihan pasca bencana. Signify sendiri memang memiliki Program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) yang sudah diluncurkan pada tahun 2015. Diamana Signify telah menciptakan lebih dari 3.000 titik penerangan baru di lebih dari 30 desa di Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku, dan menerangi kehidupan lebih dari 30.000 orang.


Pada acara ini juga hadir Rami Hajjar, Country Leader dari operasi/bisnis Signify in Indonesia, Lea Indra, Head of Integrated Communications dari operasi/bisnis Signify di Indonesia, Bambang Widianto, selaku Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Nonie Kaban, Program Director Yayasan Kopernik. Program Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 memberikan kepada setiap desa terpilih paket pencahayaan Philips LED tenaga surya yang inovatif, yang mencakup Solar Indoor Lighting System untuk mendukung kegiatan di dalam rumah dan pekerjaan rumah tangga. Perlu diketahui juga nih, Philips Lifelight ini 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah. Tentu saja bisa untuk penggunaan di luar rumah/area publik dan solar LED Road Light System yang bisa menerangi jalan, jembatan atau dermaga desa.

Program KTHE yang telah berjalan dalam rentang waktu 2017-2018, Signify sudah mendistribusikan hampir 1.200 Philips Solar Lighting System bagi 20 desa terpencil, dengan jumlah populasi gabungan lebih dari 15.000 orang yang memperoleh manfaat dari desa-desa yang kini lebih terang. Dengan begitu, semakin banyak daerah yang mendapatkan penccahayaan. Terutama daerah terpencil yang belum mendapatkan penerangan. Bagi kita yang hidup di ibukota mungkin hal biasa, tapi di daerah terpencil, pencahayaan sangatlah penting. 

Cahaya itu sangat penting sekali
Seperti yang diungkapkan Rami Hajjar selaku Country Leader untuk operasi/bisnis Signify di Indonesia. Bahwa tinggal di kota di mana akases ke pencahayaan diperoleh hanya dengan sekali klik, sering membuat kita menganggap pencahayaan sebagai hal yang sepele. Kita gagal untuk menyadari bahwa ada orang lain yang masih hidup dalam kegelapan karena tinggal di daerah terpencil atau tidak mampu membeli listrik. 

Kalau rumah gelap dan tidak ada cahaya, tentu saja akan kesulitan dalam beraktivitas. Maka dari itu, cahaya sangat pentig untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, yang berdampak pada aspek sosial dan ekonomi. Kok bisa ya? Jadi, setelah 3 bulan perusahaan mendistribusikan lebih dari 500 Philips Solar Lighting Systems ke lima desa dan tiga dusun di Kalimantan Tengah dengan populasi gabugan sebanyak 8.000 orang. Dimana setiap keluarga mampu menghemat rata-rata Rp. 204.000 perbulan yang sebelumnya digunakan untuk membeli bahan bakar atau minyak tanah. 


Photo by Imawan
Setelah adanya pencahayaan, ada tiga perempat dari penduduk (76%) yang mengungkapkan bahwa mereka bisa melakukan satu aktivitas baru di malam hari berkat penggunaan pencahayaan tenaga surya di rumah. Tentu itu sangat menyenangkan sekali. Bahkan laporan masalah pernapasan juga semakin menurun. Untuk daerah Maluku, Kopernik bekerjasama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), ternyata banyak desa di wilayah ini yang dikategorikan sebagai desa tertinggal. MAka dari itulah, TNP2K membatu Signify untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan 10% rumah tangga paling miskin. 

Hadirnya program Kampung Terang Hemat Energi tentu saja bisa membantu masyarakat yang belum merasakan pencahayaan. Dengan memanfaatkan sumber cahaya yang berlimpah dari matahari, dapat menjembatai kesenjangan dalam kemiskinan pencahayaan dengan solusi yang terbaik untuk bisa meningkatkan kehiduan masyarakat. Bukan saja untuk penduduk kota, tapi juga untuk masyarakat yang tiinggal di luar jaringan listrik. Selain itu, pencahayaan Philips LED tenaga surya memiliki konsumsi daya yag sangat rendah dan benar-benar fleksibel untuk di pasang di daerah terpencil tanpa akses listrik.

Dan bantuan yang diberikan Signify tentu sangat membantu para korban bencana alam. Sehingga Semoga yang terkena bencana secepatnya bangkit. Dengan hadirnya bantuan pencahayaan, bisa bermanfaat. 



1 komentar

  1. Gokiiiiiil :') Terterimakasih banget ya buat Signify :' benar-benar membantu menerangkan :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.