Tentang Rasa Dalam Tulisan Untuk Setiap Perjalanan


[Lifestyle] Dalam setiap perjalanan ada banyak sekali cerita yang ingin dituliskan. Baik tentang perjalanan kehidupan, maupun perjalanan menuju tempat-tempat yang indah. Dalam hidup ini ada dua tempat yang selalu ingin saya kunjungi, yakni Mekah dan Korea Selatan. Kenapa? Karena, kedua negara ini menjadi tujuan utama saya dalam menabung.

Ke Mekah saya ingin melaksanakan rukun islam ke lima dan ibadah dengan khusyuk di tanah suci bersama suami. Tapi untuk mewujudkannya masih butuh waktu lama hingga 10 tahun. Terus kenapa ingin ke Korea Selatan? 

Semua karena drama Korea, Lee Min Hoo, Kim Soo Hyun dan KPo-p. Tujuh belas tahun sudah mengikuti berbagai judul drama korea yang saya tonton. Sehingga membuat saya ingin menjelajahi berbagai tempat di Korea Selatan, termasuk lokasi syuting, kuliner, kebudayaan dan bangunan bersejarah. Tapi, tabungan saya belum terkumpul dan belum ada teman untuk diajak menjelajahi berbagai tempat di Korea Selatan. Namsan Tower, Myeongdong, Kampung Hanok Bukchon, Gyeongju, hingga Dong Traditional Village yang selalu saya mimpikan untuk mengunjungi dan menuliskannya.


Dalam setiap perjalanan, saya selalu ingin menuliskannya. Menuliskan tentang tempat-tempat indah yang membuat rindu. Tapi terkadang saya ragu, apakah tulisan yang saya buat sudah memiliki rasa? Ya, tentang rasa dalam tulisan untuk setiap perjalanan yang saya buat. Baik perjalanan kehidupan, hingga perjalanan mengunjungi tempat wisata di berbagai daerah.

Dan tentang rasa dalam tulisan, pada 26 Maret 2019 lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk belajar "Creative Travel Writing " bersama Mba Dini Fitria di Matraman Community Hub, Jakarta. Mba Dini sendiri adalah mantan presenter Jazirah Islam di Trans TV, sekaligus penulis Buku Trilogi Cinta.

Menulis dengan rasa

Dalam setiap tulisan apakah sudah memasukkan rasa?

Inilah yang selalu menjadi pertanyaan dalam hati saya setelah mengikuti workshop ini. Semoga saja sudah ada rasa dalam setiap tulisan yang saya buat. Tentang rasa dalam tulisan, saya akan share beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis menurut mba Dini Fitria, seperti:


1. Membangun kebiasaan menulis

Saya ingat dengan nasihat guru saya, kalau ingin menguasai pelajaran harus memiliki kebiasaan mempelajarinya dengan tekun. Begitupu dalam menulism tentu harus memiliki kebiasaan. Seperti materi mba Dini, bahwa semuanya perlu berproses dalam bertumbuh akan ilmu, memberikan kesan, mengatur cara penulisan, hingga akhirnya gaya tulisan kita dapat dikenal oleh orang lain sebagai suatu identitas. 

2. Membangun identitas kita dalam menulis

Membangun identitas dalam menulis itu penting, sebuat saja sebagai blogger harus punya niche mau itu disebut food blogger, beauty blogger atau mungkin traveller blogger. Kita harus bisa menentukan apa yang mau kita tulis. Sehingga kita akan fokus ke satu bidang tertentu saja. Penulis-penulis hebat tidak pernah berganti-ganti bidang dalam penulisannya.

3. Baca banyak buku, investasikan waktu banyak untuk membaca

If you don't have time to read, then you will don't have the time to write. Setuju banget, karena membaca buku akan menambah wawasan yang lebih luas kepada kita. 

4. Berikan diri untuk terus dibangun lewat kritik dan koreksi

Tiada seorang penulis pun mempunyai cara penulisan yang sempurna. Tiada seorang pun menjadi kreatif serta merta. Mba Dini bercerita pernah dikritik oleh editornya, dan itu bisa membuatnya bersemangat untuk menulis lebih baik. Tentu saja melalui kritik dan koreksi akan membuat kita semakin tahu dimana letak kekurangan, sehingga bisa memperbaikinya menjadi lebih baik.

5. Teknik menulis

Sebelum menulis ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni tema, premis, alur, wants & need, value, goal.

Sebelum menulis tentu saja yang harus diperhatikan adalah tema, mau mengangkat tentang apa. Misal tema adalah Garut. Setelah itu premisnya apa? Dimana premis ini sesuatu yang amat diinginkan, namun menghadapi keadaan yang sangat sulit untuk mendapatkannya. Contohnya "Indah ingin liburan ke Garut dan menikmati kuliner, tapi tidak mendapatkan cuti bekerja".Untuk membuat premis ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari tuliskan ceritamu dalam satu kalimat (clear, fresh, interesting), focus, believable, masukkan karakter/atribut/konflik/goal, 5W1H, continuity, hubungan sebab akibat, dan conclusion.

6. Lima Panca Indera

Dalam menulis perlu gunakan 5 indera untuk menggambarkan setting. Bagaimana tampaknya, bagaimana aromanya, bunyi, rasa, dan sentuhan. Untuk karakter dasar, bagaimana menggunakan VAKOG (visual, auditory, kinestetis, olfactory, dan gustatory) untuk berbagai tujuan. Menambahkan dialog supaya dapat mempertajam isi dan karakter.

7. Tiga element penting

Untuk membuat sebuah tulisan tepat sasaran dengan 3 element penting, yakni:
  • Why: Tulisan yang kita buat akan menjadai penting bila memberi alasan yang tepat kepada pembaca sehingga mereka perlu dan harus membacanya.
  • What: Apa sebenarnya yang kita bahas. Menjelaskan apa yang kita bahas sehingga menjadi penting untuk dibaca.
  • How: Solusi dari permasalahannya yang kita sampaikan.
8. Tentang riset

Dalam menulis tentu ada riset. Terus bagaimana riset yang dalam? Tentu saja ada "Pra, Eksekusi, Pasca". Dan jangan melakukan editing secara bersamaan ketika membuat tulisan.

Mendapat tips menulis dengan rasa dari mba Dini, jadi mulai buka-buka lagi semua tulisan. Apakah sudah memasukkan rasa atau belum? Yang pasti setiap saya menulis dan sharing terutama tentang perjalanan dan keuangan, selalu berusaha memasukkan rasa dengan pengalaman pribadi yang saya rasakan. Memasukkan rasa ke dalam tulisan tentu sangat penting, supaya tulisan menjadi lebih hidup dan mengalir. Seperti halya ketika akan menuliskan cerita perjalanan mengunjungi tempat-tempat yang indah.


Semoga perjalanan saya juga bisa terwujud mengunjungi Mekah dan Korea Selatan, sehingga bisa menulis dengan rasa dari pengalaman seru saat mengunjungi tempat-tempat tersebut. Acara workshop menulis ini didukung oleh Java Mifi dan Royal Tumpeng yang rasanya enak banget. Baik itu bumbu tumpengnya yang rasanya pas, hingga bumbu ayam dan menu pendamping yang rasanya tak kalah enak.

Liburan ke luar negeri bersama Java Mifi

Punya keinginan pergi ke Korea Selatan dan Mekah, tentu banyak juga yang harus dipersiapkan, mulai dari dana, fisik, hingga koneksi internet. Jadi ingat ketika suami pergi tugas ke luar negeri, susah sekali mendapat koneksi internet ketika di luar ruangan. Kalau di hotel masih bisa mendapatkan akses Wifi. Akses internet sangat dibutuhkan, selain bisa share keseruan selama liburan, tentunya bisa berkomunikasi dengan keluarga. 


Saya senang sekali ketika berkenalan dengan Java MiFi, karena bisa memiliki referensi, apabila nanti bisa mewujudkan travelling ke Korea Selatan. Tidak akan pusing lagi memikirkan koneksi internet dan tidak pusing juga buat sewa wifi luar negeri. Karena, sudah ada Java MiFi yang sudah menjangkau lebih dari 160 negara, dengan koneksi 4G dan unlimited kuota. Jadi traveller  ga perlu ribet buat mencari wifi rental, solusinya ada di Java Mifi. Bahkan tarifnya juga sangat terjangkau, yakni 50.000/hari untuk negara Singapore, sedangkan ke Jepang, Korea Selatan, hingga HongKong tarifnya 60.000/hari. 


Traveller bisa kok lihat harga sewa wifi ke negara-negara yang akan dituju, apakah mahal atau tidak? Tinggal cek perbandingan travel wifi yang lain dengan Java Mifi. Karena ke Eropa saja tarifnya hanya 110.000/hari. Untuk menggunakannya juga sangat mudah, tiggal nyalakan di negara tujuan, masukkan password dan langsung connect deh. Ga sabar nih buat travelling, semoga saja tabungan cepat terkumpul. Sehingga selama travelling masih bisa menulis dengan menyenangkan tanpa diganggu susah koneksi internet. Ada Java Mifi yang menjadi solusi untuk liburan ke luar negeri. Buat traveller yang mau pake Java Mifi bisa pake kode Lisnawati10.

Mulailah merencanakan liburan seru bersama Java Mifi. Dan jangan lupa selama liburan untuk selalu update keseruan dan menuliskannya. Sehingga dimana dan kapanpun selalu konsisten menulis. Serta blog akan selalu aktif. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung cek:
  • Facebook: JavaMifi
  • Instagram: javamifi
  • Website: javamifi.com

39 komentar

  1. Wah keren banget nih ya Java Mifi ini. Bisa buat solusi saat travelling

    BalasHapus
  2. Sekarang udah nggak perlu khawatir lagi ya kalau mau liburan ke luar negeri karena udah ada Java Mifi

    BalasHapus
  3. Wah bener banget nih, nanti kalau mau liburan harus pakai nih Java Mifi. Kalau ada uang buat beli wkkw

    BalasHapus
  4. Wah dapet ilmu baru tentang kepenulisan.. Terimakasih Mba tipsnya :)
    Sangat bermanfaat untuk saya..

    BalasHapus
  5. Betul banget masukkan pengamatan panca indera dalam tulisan, kayak Dee memasukkan penciuman dalam bukunya

    BalasHapus
  6. Saya selalu berusaha memasukkan rasa ke dalam tulisan. Kadang berhasil kadang tidak. Terutama kalau mengejar SEO, susah banget memasukkan unsur dasar ke dalam tulisan 😁

    BalasHapus
  7. Memang beda tulisan kalau pakai rasa dan tidak. Lebih enak dibaca yang pakai rasa. Terasa lebih personal

    BalasHapus
  8. Wah bener banget ini. Itulah bedanya menulis blog dan berita resmi. Menulis blog memasukkan rasa dan pengalaman pribadi. Sedangkan berita hanya menyampaikan kejadian
    Btw itu Java Mifi keren banget ya. Solusi buat yang traveling ke luar negeri

    BalasHapus
  9. Nah sepertinya orang Indonesia masih tidak banyak yang menginvestasikan waktu dirinya buat membaca. Apalagi baca satu hati satu Juz, baca buku umum saja pada ogah. Tapi kalau nonton berjam jam rela dijabanin.

    Karena itu dunia literasi orang Indonesia rendah kali ya? Ingin anak suka membaca lah orang tuanya malas baca. Tepuk jidat deh

    BalasHapus
  10. Jadi inget dulu pernah diundang untuk meliput Lee Min Hoo di JCC, aku gak ngeuh siapa doi Krn tau nya Jerry Yan doang hahaha. Btw enak ya sekarang klo ke luar negeri gak usah ribet karena ada JavaMifi.

    BalasHapus
  11. Dan jangan melakukan editing secara bersamaan ketika membuat tulisan.

    nah kalimat ini aku banget nih mbak, makanya tulisannya lama banget baru selesai, noted ah
    trims mbak Liswanti

    BalasHapus
  12. Menulis emang bikin terapi banget ya mba. Aku juga suka gitu. Keren banget rekomendasi wifinya, lumayan kalo buat ke luar negri nih

    BalasHapus
  13. Keren sekali sharingnya, Mbak.
    Dan memang segala sesuatu butuh proses, termasuk menulis.
    Dan saya selalu berusaha menikmati proses menulis dengan senang hati.

    BalasHapus
  14. Makasih Teh, sharing ilmu dari mba Dini-nya. Baru aja nemu tulisan yang ngga memasukkan unsur rasa di dalamnya. Belum lagi banyak kaidah penulisan dan typo yang terlalu mengganggu.

    BalasHapus
  15. Beruntung bisa hadir di acara ini, sharingnya bermanfaat sekali.

    BalasHapus
  16. Makasih mba udah diingetin tentang 5 indra yg bisa dipakai. Aku selalu lupa😅
    Btw java mifi terjangkau yaa.. Itu untuk sewa, ada deposit gak mba?

    BalasHapus
  17. Point pertama, membangun kebiasaan menulis ini yang agak susah buat konsisten mbk. saya sendiri masih sulit banget utuk membiasakan menulis. dampaknya blog jadi miskin tulisan. hihi

    BalasHapus
  18. Tulisan saya di blog juga rata - rata selalu ada rasanya, alias rasa curhat, hehehe. Yang Masih jadi PR gimana caranya supaya penyampaiannya lebih enak sehingga yang membaca tidak bosan..

    BalasHapus
  19. Tulisan pakai rasa itu bikin pembaca makin betah. Rajin baca juga bikin tulisan makin berwarna.
    Wah, Java Mifi gitu pasti bikin liburan makin lancar ya

    BalasHapus
  20. Ini tips menulisnya sangat mengena di saya. Menulis, apalagi untuk tulisan yang bisa dibaca orang, memang tidak bisa sesukanya. Harus runut, runtut dan ada rasanya. Tapi kadang, buat penulis suka-suka seperti saya, menulis pun sesukanya. Mungkin karena itu juga ya tulisan saya banyak nyangkut di draft hehehe.

    Terimakasih tipsnya ya mba.

    BalasHapus
  21. Kalau rental MiFi sudah termasuk kuota kah?

    Barakallahu fiik,
    Semoga segera terwujud ke Mekah dan Koriya.
    Dan nonton konser SM Ent yaah..
    Hahaha...impianku malahan...

    BalasHapus
  22. Kalo doyan traveling overseas, pentiiingg bgt buat bawa JavaMifi ini.
    Akses internet di hotel kadang juga melasss jaya. :D
    Cuma di lobby doang, ngga bisa nyampe kamar, pediiih
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  23. Menulis dengan rasa memang lebih bagua dan asyik, Mbak. Kita bisa membawa rasa apa saja yang ada di hati kita ke dalam tulisan di blog.

    Ibadah Haji atau Umroh, serta berkunjung Korea Selatan, kami juga ingin.. Semoga mimpi kita terwujud.

    BalasHapus
  24. Nulis pakai rasa itu udah kaya kudu banget buatku. Tapi belakangan yang menantang adalah ketika kudu ngakurin ama SEO. Jadi masih harus banyak belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang beda dan terasa ya mba. I am trying to put my heart and soul in my work.. not always that easy

      Hapus
  25. Rasanya bunda selalu memadukksn rasa ke dakM tulisan bunda, tp itu kan perasaan sendiri, hehehe... Entah yg baca ngebosenin ap nikin penasaran baca sampe abis, ya. Bunda msh hrs bnyk bljr.

    BalasHapus
  26. Wow, 17 tahun mbak? Mantap banget, saya malah belum pernah nonton drakor 1 pun, huhu... Asyik ya ada java mifi, praktis banget buat jalan2...

    BalasHapus
  27. Wah, bikin tulisan yang mengugah panca indera ini masih perlu latihan kayaknya. MEmang gak bisa dipungkiri ketika ada unsur itu pasti pas baca udah langsung kebayang kaya apa.
    Eh, enak banget kalau jalan ke luar negeri pake JavaMifi kemana aja online terus haha.. mudah-mudahan cita-cita mak Lis buat haji dan ke korea dikabulka Allah, aamiin

    BalasHapus
  28. Aku tiba-tiba keingat buku yang pernah kubaca. Bahwa scientists pun perlu bisa bahasa. Dan tentunya salah satunya untuk bisa menulis hasil penelitiannya. Apa lagi bagi international scientists yang akan hasilnya dibaca sangat banyak orang.

    BalasHapus
  29. Sepakat mba. Tulisan yang ada 'rasanya' emang lebih enak dibaca & biasanya bakal terngiang-ngiang terus. Membekas. Jadi PR juga nih gimana caranya biar bisa bikin konten yang gak ngebosenin & bikin pembaca balik & balik lagii :)

    BalasHapus
  30. makasih mba sharingnya, sepertinya saya harus banyak bebenah nih. Kadang kalau nulo\is untuk job kita bisa aja melupakan rasa karena tuntutan pekerjaan dan asal klien senang :(

    BalasHapus
  31. Semoga terwujud ya Mak, aku juga pengen banget ke Korsel aamiin..aku masih harus banyak belajar soal nulis kisah perjalanan..masih kaku..

    BalasHapus
  32. Baru2 ini sy agak melek mba.. Kalo penulis buku n blogger ini tyt mmg harus beda pola kerjanya. Dulu sy tmsk yg nulis itu ngalirrr aja, sesenangnya lah. Skrg sjk menggeluti blog baru ngeh kalau ad cara2 tertentu yg harus diperdalam untuk meningkatkan kepercayaan google. Minusnya, kadang ngikutin standar SEO ini bikin rasa dalam tulisan luntur. Haha

    BalasHapus
  33. aku salfok sama javamifinya. itu emang solusi banget u yg gak ikutan tour. jadi lebih mudah ke LN karena ada wifi

    BalasHapus
  34. Semoga bisa segera tercapai keinginan ke Korea dan ke Tanah Suci ya Mbak.
    Saya baru tahu tentang Java Mifi ini. Noted deh, kalau-kalau nanti ada rezeki traveling bisa pake ini :)

    BalasHapus
  35. Dulu waktu aku masih menulis novel, menulis dengan rasa itu adalah wajib..dimana pembaca nanti akan merasakan apa yang kita tulis dengan sangat dekat. Namanya tulisan yang memiliki roh penulisnya, efek tulisan berROH adalah setelah selesai membaca akan ada jejak panjang yang susah lepas dari ingatan si pembaca. Kini, menulis blog pun harusnya dengan rasa..hanya kadang sponsor yang bertumbi, bikin lupa wkwkkw

    BalasHapus
  36. Biasanya, yang aku rasain, menulis dengan rasa itu akan maksimal kalo nulisnya gak terlalu lama diendapkan. Dan kalo bisa, begitu kejadiannya kita lewati. Nah kalo di lua negeri, kayaknya jangan sampe ditulis nanti pas udah tiba di tanah air. Jadinya sih, sebisa mungkin ditulis saat masih di sana. Java Mifi ini bisa bantu banget deh buat nulis saat di luar negeri.

    BalasHapus
  37. aku bookmark mbak artikelnya.
    aku masih harus belajar lagi menulis bertema travel. memasukkan rasa dalam menulis sebuah perjalanan ini, menurutku masih kurang oke. keberhasilan untuk emnghasilkan tulisan yang menarik dan nggak membosankan itu lho, harus aku asah lagi

    BalasHapus
  38. Kalau lagi dikejar DL, menulisnya bukan hanya pakai rasa tapi kudu gercep. Ngerasain banget gimana maboknya menulis 3 artikel sampai 4 artikel per hari. Mabok karena semua yg ditulis bukan rewrite.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.