Adaptasi Kebiasaan Baru, Perhatikan 9 Hal Ini Supaya Tetap Aman dan Produktif


[Lifestyle] Sudah hampir 3 bulan aktivitas lebih banyak di rumah. Semenjak Covid-19 masuk Indonesia, semuanya berjuang bersama dengan tinggal di rumah aja. Dari mulai sekolah, bekerja hingga ibadah. Dan kini memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal), pemerintah umumkan sektor perekonomian di buka kembali. Itu artinya kita bisa kembali beraktivitas. 

Tapi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan, entah itu saat menggunakan transportasi publik, maupun saat di tempat kerja. Bahkan Kementerian Perhubungan menyiapkan sistem transportasi yang berkonsep higienis dan humanis, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman produktif.

Kebiasaan baru selama pandemi

Ilustrasi work from home (Photo by Canva)
Selama hampir 3 bulan ini kita semua bertahan di rumah untuk ikut berjuang memutuskan penyebaran Covid-19, tentu banyak hal yang berubah. Kebiasaan-kebiasaan yang biasa dilakukan seperti bertemu teman, belanja bareng di mall atau sekedar ngopi, menjadi sesuatu yang dirindukan. Tapi, semua harus terus bertahan untuk stay at home, yang menjadi cara kita ikut berjuang melawan Covid-19.

Jujur saya rindu sekali bekerja di kantor, keliling toko dan laundry, hingga meeting sama team. Mungkin karena terbiasa beraktivitas di luar, saat diam di rumah saja, jadi terasa beda. Tapi biarpun begitu, di rumah bisa terus produktif kok. Dan Alhamdulillah masih bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan, biarpun tidak seperti biasanya. Karena semenjak adanya Covid-19 banyak yang terdampak, dari kehilangan pekerjaan, hingga usaha tutup. Salah satunya tempat usaha, dimana saya bekerja secara freelance. Semua aktivitas berhenti, dan karyawan dirumahkan sampai kondisi benar-benar stabil dan bisa berjualan lagi.

Bahkan usaha weddingku juga sama kok terdampak, semua resepsi untuk bulan April, Juni dan Juli dibatalkan untuk mencegah penularan virus corona. Biarpun sekarang masuk adaptasi kebiasaan baru, bukan berarti semua dah normal, karena sampai sekarang virus corona belum hilang. Jadi hanya akad nikah dan syukuran kecil di rumah. Maka dari itu, ga bisa ajak team kerja bareng buat sementara. Untuk mempertahankan usaha ini, saya tetap menerima pembuatan mahar dan hantaran. Sehingga nantinya, uang yang dihasilkan bisa saya simpan dan putar kembali, sampai ekonomi kembali normal. Yang penting saat ini, amankan tabungan dan siapkan dana darurat. 

Selama hampir 3 bulan, aktivitas saya lebih banyak di rumah, tapi jadi menemukan kebiasaan-kebiasaan baru, yang kedepannya bisa terus dilakukan, mengingat pandemi belum hilang, seperti:

Dokumen pribadi
1. Membuat souvenir dan hantaran

Seperti yang saya ungkapkan di atas, semenjak pandemi, resepsi dibatalkan. Jadi urusan nikah tidak banyak. Hanya akad nikah dan syukuran keluarga saja, jadi tidak terlalu banyak yang dikerjakan. Jadi dari awal mei hingga masuk adaptasi kebiasaan normal ini, selain ngurusin akad, saya memilih membuat souvenir dan hantaran nikah. Supaya tetap produktif juga di rumah.

Untuk kebutuhan membuat souvenir dan hantaran, saya ga terlalu pusing, biarpun toko langganan banyak yang tutup, karena semua bahan masih bisa saya secara online melalui whatsapp dan dikirimkan dengan transportasi online. Bahkan ada toko langganan buka online juga di e-commerce, pengiriman dengan ekspedisi dari luar kota tetap lancar sampai sekarang. Sehingga semua pesanan dan kerjaan bisa selesai tepat waktu.


2. Belanja kebutuhan secara online

Sebelum adanya Covid-19, saya termasuk jarang belanja online. Kecuali punya voucher belanja, atau lagi males keluar rumah. Sekarang ini, lebih memilih belanja kebutuhan secara online, entah itu belanja bulanan, beli kebutuhan anak di kampung hingga belanja sayuran. Tapi semenjak pandemi, semua kebutuhan itu saya beli secara online, dari mulai belanja kebutuhan anak di e-commerce, hingga belanja sayur di aplikasi khusus sayuran.

Ilustrasi belanja (dokumen pribadi)
Saat pandemi ini, kita juga bisa saling membantu. Apalagi kalau teman juga ada yang jualan. Selama barang itu kita butuhkan, daripada kita keluar rumah, mending memilih untuk membeli langsung dari teman. Kalau jauh, kan masih ada jasa pengiriman. Selama PSBB di Jakarta maupun beberapa daerah, pengiriman barang masih tetap lancar. Sampai sekarang sudah mulai adaptasi kebiasaan baru masih tetap aman dan lancar pengiriman dari luar kota.

3. Kembali memasak dengan makanan sehat

Kalau hari biasa tuh, makan lebih banyak di kantor, atau beli di luar. Iya biarpun kerja cuma seminggu 3 kali, tetap dapat jatah makan. Jadi udah jarang banget masak. Tapi semenjak pandemi, saya memilih kembali memasak untuk berhemat juga. Ekonomi lagi sulit, jadi uang harus diatur sebijak mungkin. Ga banyak menu yang saya masak, yang penting konsumsi makanan sehat.


Selama pandemi hingga sekarang masuk masa adaptasi kebiasaan normal, pasokan sayur dan kebutuhan itu tetap aman di pasaran. Sehingga saat saya pesan secara online maupun beli di tukang sayur langganan tetap aman dan lancar. Bahkan kalau beli online, pesan pagi hari, sorenya sudah dianterin dengan transportasi online. 

4. Kerja online

Semenjak ada pandemi, semua kantor menerapkan work from home, begitupun dengan saya. Semenjak work from home ini, saya harus memulai dengan jadwal baru. Karena biasanya harus ada aktivitas keluar untuk cek beberapa toko. Sekarang karena ga bisa, jadi semua kerjaan dikerjakan online. Sedangkan untuk urusan berkas, akan dikirimkan ke rumah. Lagian ada tol, Cikarang Halim tetap lancar kok, jadi semua tetap berjalan lancar hingga sekarang.

5. Olahraga

Biasanya olahraga tuh paling sempat seminggu 3 kali, sekarang bisa tiap hari nih. Selain kerjaan sudah terjadwal, jadi olahraga juga harus dijadwal sebaik mungkin.Malah akhirnya tergoda juga beli beberapa alat olahraga secara online. 

Biarpun semua aktivitas dan memenuhi semua kebutuhan lebih banyak dilakukan secara online, yang penting tetap produktif di rumah. Belanja online juga bisa membantu perekonomian. Seperti dalam artikel yang saya baca di www.beritasatu.com, di bulan April 2020 peneliti lembaga kajian ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengungkapkan bahwa Ekonomi diprediksi memang akan turun akibad Covid-19, namun penjualan daring setidaknya dapat menahan penurunan ekonomi lebih dalam. 

Lanjut Rusli bahwa belanja online dapat mengurangi interaksi, sehingga penyebaran wabah lebih terkendali. Selain itu, Rusli juga mengharapkan perusahaan yang menjajakan via daring dapat menyerap produk-produk yang ada di pasar tradisional agar keberadaannya tidak tergerus.

Aman produktif selama Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal)

Dokumen pribadi
Tentu kita semua ingin semuanya cepat kembali normal. Begitupun dengan perekonomian bangsa. Salah satu cara saya membantu ekonomi sekitar, juga dengan belanja di tukang sayur, belanja makanan di teman kalau memang dibutuhkan, hingga selama di rumah memilih belanja online. 

Masuk masa transisi dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal), sektor perekonomian sudah mulai dibuka kembali. Seperti dalam artikel www.merdeka.com, bahwa penerapan new normal, pemerintah umumkan 9 sektor ekonomi dibuka untuk melaksanakan masyarakat produktif. Adapun sektor ekonomi yang dibuka kembali meliputi pertambangan, perminyakan, industri, kontruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik dan transportasi barang.

Transportasi publik juga mulai dibuka kembali, begitupun dengan perusahaan-perusahaan. Sehingga masyarakat kembali beraktivitas. Tapi yang perlu menjadi perhatian adalah sikap disiplin mengikuti peraturan, terutama dalam protokol kesehatan. Sepertihalnya Kementerian Perhubungan juga menyiapkan kebijakan transportasi yang higienis dan humanis. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan dan physical distancing. 

Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal) supaya beraktivitas tetap aman dan produktif, bisa perhatikan 5 hal berikut:

Dokumen pribadi
  • Patuhi protokol kesehatan mulai dari jaga kebersihan tangan (cuci tangan setelah beraktivitas atau gunakan hand sanitizer), jangan menyentuh wajah dengan tangan kotor, perhatikan etika batuk dan bersih, gunakan selalu masker saat beraktivitas, jaga pola hidup sehat, dan jaga jarak aman saat di luar.
  • Bawa baju ganti saat bekerja. Jadi, saat sampai kantor setelah menggunakan transportasi publik, bisa ganti dulu. Begitupun saat pulang kerja ke rumah usahakan langsung mandi dan ganti baju.
  • Kemanapun harus bawa hand sanitizer, obat dan masker buat ganti. Untuk kain bisa digunakan maksimal 4 jam, sedangkan masker sekali pakai bisa gunakan maksimal 8 jam.
  • Saat bekerja, jangan lupa untuk membawa alat makan dan minum sendiri. Serta membawa alat ibadah sendiri seperti sajadah dan mukena. 
  • Saat naik transportasi publik jangan terlalu banyak ngerumpi sama teman, lebih baik diam saja.
  • Batasi bepergian kalau memang tidak penting. Usahakan tidak membawa anak dan lansia saat naik transportasi publik. 
  • Apabila berangkat bekerja atau belanja menggunakan ojek online, usahakan bawa helm sendiri.
  • Saat belanja di supermarket atau mini market usahakan menggunakan sarung tangan, jaga jarak dan gunakan masker. Kalau sudah selesai belanja langsung cuci tangan saja, biarpun pakai sarung tangan.
  • Saat transaksi bisa gunakan non tunai. Kalau memang malas belanja keluar, bisa belanja online juga.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, semoga kita selalu sehat. Paling utama adalah mematuhi protokol kesehatan, supaya tetap aman, sehingga kita bisa selalu produktif, tentunya dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Karena kunci produktif adalah aman. Sehingga kita bisa selalu tenang saat kembali bekerja, mencari rezeki, dan bangkit untuk mengejar cita-cita, biarpun di tengah pandemi.

Saat mulai beraktivitas dengan menggunakan transportasi publik, tentu banyak sekali harapan dari kita sebagai penggunanya, termasuk saya sendiri saat masuk adaptasi kebiasaan baru, mulai dari:

Adaptasi Kebiasaan Baru (Dokumen pribadi)
  • Mengingat belum pulang kampung sampai sekarang, semoga kereta api jarak jauh secepatnya beroperasi.
  • Mengingat ekonomi sedang sulit dan banyak masyarakat menggunakan transportasi publik, semoga tidak ada kenaikan harga saat adaptasi kebiasaan baru. Begitupun dengan tarif tol.
  • Di daerah banyak sekali petani, tapi terkadang aksesnya jauh sekali, karena di pelosok. Semoga saja, daerah-daerah yang aksesnya masih sulit diberi kemudahan. Sehingga para petani pun mendapat kemudahan dalam mengirimkan hasil tani ke pasar. 
  • Karena saya anak daerah. Kadang kalau kemalaman di jalan suka bingung cari transportasi. Semoga saja angkutan umum dipedesaaan juga bisa beroperasi lebih lama, sehingga akses pulang ke kampung lebih mudah.
  • Karena sebentar lagi angkutan luar kota di buka, tentu ada keinginan untuk pulang kampung. Harapan saya akses ke kampung halaman jadi lebih cepat. Apalagi kalau lebaran, nagreg suka padat. Semoga kedepannya ada tol lagi menuju kota kelahiran, sehingga bisa memperpendek jarak tempuh.
Semoga saja pandemi ini segera berakhir, sektor ekonomi kembali pulih. Dan transportasi yang selalu kita gunakan setiap hari semakin nyaman. Dan saat ini, kita sebagai masyarakat untuk disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan. Supaya pandemi ini segera berakhir. Saat naik transportasi publik ingat jaga jarak, gunakan masker dan tidak udah banyak bicara. Kalau perlu batasi juga bepergian. Jangan lupa jaga kesehatan dan tetap aman dari virus, sehingga kita selalu produktif saat Adaptasi Kebiasaan Baru.





 Sumber tentang sektor ekonomi:
  • https://www.beritasatu.com/digital/619231-indef-belanja-online-tahan-penurunan-ekonomi-akibat-covid19
  • https://www.merdeka.com/peristiwa/penerapan-new-normal-pemerintah-umumkan-9-sektor-ekonomi-yang-kembali-dibuka.html

25 komentar

  1. dan semau masarakt hrs patuh dg protokol kesehata walau terkesan ribet, tp jadi kebiasaan sehat

    BalasHapus
  2. Aku ada nih sebulan gak pergi ke kota. Paling di desa sendiri sama desa tetangga. Itu aja. Kalau keluar, ikut protokol kesehatan. Paling tidak harus bisa jaga diri sendiri

    BalasHapus
  3. Sebetulnya setelah pandemi, beberapa kebiasaan itu bisa diteruskan. Misalnya menjaga kebersihan kan memang bagus ya buat diri sendiri

    BalasHapus
  4. Intinya, mau gak mau kita harus hidup berdampingan dengan virus.
    Solusibya biar gak terjangkiti ya dengan patuh pada protokol kesehatan yang udah ditetapkan pemerintah.
    Itulah yang disebut New Normal.

    BalasHapus
  5. Pengen sih sebetulnya bekerja online. Jadi memudahkan dan juga kesehatan juga jadi lebih terjamin ya mba :)

    BalasHapus
  6. Setuju, mba!
    Meninggalkan semua kebiasaan lama adalah kunci bertahan di New Normal!

    ... dan bersiap dengan adaptasi kebiasaan baru.

    Kebiasaan hidup sehat harus jadi prioritas!

    BalasHapus
  7. Thanks to technologi banget karena kecanggihannya semua bisa dilakukan secara online

    BalasHapus
  8. Semoga masyarakat disiplin ya, covidiot pada sadar protokol kesehatan dan mematuhinya, jadi new normal berjalan lancar dan semuanya tetap sehat Mak..

    BalasHapus
  9. Kebiasaan baru no. 2 yaitu belanja kebutuhan secara online sudah aku terapkan selama di rumah aja nih mbak. Tapi sayangnya sekarang marketplace berwarna orange sudah tidak menyediakan free ongkir ke daerah luar Jabodetabek, cuma potongan ongkir aja. Hiks

    BalasHapus
  10. Sejak di rumah aja, yang kerasa memang masak lebih banyak dan sering. Lebih sering belanja online. Keluar rumahpun sudah jarang banget, seminggu sekali belanja sayur.
    Semoga pandemi segera berakhir, aamiin

    BalasHapus
  11. Protokol kesehatan yang kadang aku sendiri masih bingung. Makanya memilih di rumah saja dengan hidup sehat *semoga :")

    BalasHapus
  12. Betul mba tetap ikuti protokol, apalagi naik kendaraan umum yang ngeri-ngeri sedap, duh. Resiko penularannya tinggi. Namun, jika tetap disiplin memakai masker, Insyallah aman ya, Mba.

    BalasHapus
  13. Tapi saya malah deg2an lo Mba liat situasi new normal yg orang2 udah kayak ngga takut lagi sama ancaman sakit dan cenderung lebih santuy

    BalasHapus
  14. Salah satu kebiasaan baru saya ketika pandemi adalah berolahraga. Tapi pas bulan Ramadan jadi stop dulu. Nah syawal ini mau memulai laaah kok lambat banget. Nggak juga gerak lagi. Keasyikan leyeh-leyeh.

    BalasHapus
  15. Smg semuanya kembali normal ya. Baik segi ekonomi maupun aspek lainnya. Sedih kalau gegara new normal ini masyarakat ad yg merasa keadaan sdh normal n halu. Kebayang sm nakes. Heu

    BalasHapus
  16. SEtuju mbak, harus mulai belajar adaptasi kebiasaan baru. Sepanjang mematuhi protokol kesehatan, semoga aja kita diberikan kesehatan ya mbak.

    Nah untuk urusan belanja kebutuhan kerjaan atau rumah tangga bisa dengan belanja online ya. Lebih aman lah dibanding mesti keluar rumah dan bertemu banyak orang

    BalasHapus
  17. memang pandemi ini membawa banyak perubahan dan juga dampak dalam kehidupan kita sehari - hari yaa mba. Semangaaat dan semoga doanya tercapai

    BalasHapus
  18. Kak Liiss....aku kurang banget olahraga niih...
    Jadi di badannya juga gak enak banget.

    Adaptasi dirumahaja nya oke, tapi....aktivitasnya yang masih random.
    Belum terjadwal baik.

    BalasHapus
  19. Mau nggak mau kita tetap harus beradaptasi ya mba pada kebiasaan baru di new normal ini. Harus terus melakukan kerja kreatif meski kondisi tetap memaksa kita untuk selalu waspada terhadap masalah kesehatan.

    BalasHapus
  20. Awalnya terasa ribet, tapi lama-lama sudah biasa dan jadi habit. Jadiii kita sabar saja dulu, hitung-hitung latihan

    BalasHapus
  21. Anak-anak ku masih belum betah pake masker lebih dari sejam. Makanya mereka ga ta bolehin pergi keluar

    BalasHapus
  22. Bismillah semoga pandemi lekas berlalu ya mba Lis. Saya juga berusaha untuk mematuhi protokol, alhamdulillah setiap tempat belanja atau tempat yang saya datangi ada tempat cucui tangan dan sabun jadi merasa safety.

    BalasHapus
  23. Pandemi Covid-19 ini benar-benar membolak balikkan kehidupan kita semua ya.
    Sisi positifnya, kita jadi lebih menghargai hidup dan pola hidup sehat semakin dipegang kuat.

    BalasHapus
  24. Bawa baju ganti saat bepergian kemana-mana, mandi kalo perlu dan hand sanitizer, obat dan masker minimal 3 pieces kalo aku dan tisu basah, sehingga bisa jadi pengganti masker

    BalasHapus
  25. terasa beda banget ya sejak new normal tapi semua akan belajar dan beradaptasi ya, semoga kita dijauhkan dari mara bahaya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.