5 Alasan Pentingnya Vaksin untuk Balita dan Bayi

pentingnya-vaksin

[Dunia Anak] Dulu, sebelum punya anak, paling rajin antar adik bungsu imunisasi. Iya, maklumlah punya adik saat usia 21 tahun, jadi udah seperti anak sendiri. Saat punya anak jadi ga kaku lagi, sudah tahu juga jadwal untuk imunisasi. Selain memenuhi kebutuhan anak, memberikan ASI, ada satu lagi yang ga boleh terlewatkan saat anak lahir, yakni pentingnya vaksin untuk balita. 

Kenapa harus vaksin?

Pasti ada pertanyaan, setiap anak yang baru lahir kenapa harus vaksin?

Mau cerita sedikit nih tentang salah satu saudara yang tidak pernah imunisasi sejak lahir. Mungkin karena zaman dulu, mau ke puskesmas jauh banget, tidak seperti sekarang sangat dimudahkan. Maklumlah kampung jauh kemana-mana. Sampai akhirnya salah satu keluarga saya ini kena polio. Sedih memang melihatnya. Makanya, keluarga selalu mengingatkan supaya anak dapat imunisasi lengkap juga. Apalagi sekarang fasilitas kesehatan jauh lebih lengkap dan dekat. Jadi ga ada alasan untuk tidak imunisasi.

Tentunya tidak ada alasan lain lagi, harus menolak vaksin, apalagi vaksin aman. Maka dari itu, semenjak anak pertama lahir, langsung tanya dokter, dari jadwal vaksin dan beragam manfaatnya untuk kesehatan anak. Anak pertama dan kedua, sudah mendapatkan imunisasi lengkap juga. Bahkan sudah melakukan vaksin tambahan, seperti vaksin influenza. Makanya mereka jarang banget sakit flu. Beda sama ibunya ini, gampang banget sakit flu. Dan sebentar lagi akan lahir anak ke 3, tentu persiapan dana juga buat imunisasi lengkap dan tamabahannya nanti.

pentingnya-vaksin
ilustrasi vaksin (photo by canva)
Perlu parents ketahui, imunisasi itu adalah investasi kesehatan anak di masa depan, dan sudah pasti memiliki peranan yang sangat penting untuk kehidupan. Setiap tahunnya di akhir bulan April diperingati sebagai World Immunization Week. Dimana, World Immunization Week 2021 ini mengusung tema "Vaccines bring us closer", yang menyampaikan pesan ke seluruh dunia akan pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit dan melindungi hidup. Ya, vaksin lindungiku lindungimu, itu berarti vaksinasi bukan hanya melindungi yang di vaksin saja, tapi juga melindungi orang lain yang ada sekitar juga.

Sebagai orangtua, penting banget nih dapat wawasan soal vaksinasi. Seberapa penting dan manfaat yang didapatkan. 30 April 2021 kemarin ikut serta dalam webinar bersama Kenapa Harus Vaksin dan theAsianparent dengan tema "101 Vaksinasi: Kupas Tuntas Vaksinasi Anak". Dalam webinar ini hadir juga narasumber dr. Attila Dewanti, SpA(K), serta Sisy Prescilia. Dari webinar ini, jadi tahu vaksin tambahan, hingga jadwal vaksin terbaru yang penting banget parents ketahui. Apalagi dengan vaksin #LindungikuLindungimu.

Kembali ke pertanyaan di awal, kenapa harus vaksin?

Sudah pasti karena vaksin itu penting. Seperti dalam pemaparan dr. Attila vaksin penting dilakukan karena:
  1. Mencegah kematian. Dengan vaksin itu berarti ada 2-3 juta kematian yang dapat dicegah dengan imunisasi.
  2. Mencegah penyakit. Vaksin dapat mencegah lebih dari 26 penyakit.
  3. Mengurangi Resistency Antibiotic. Membantu membatasi/mengurangi terjadinya resistensi antibiotic karena dapat mencegah penyakit pada tahap awal.
  4. Menyelamatkan orang. Mampu meningkatkan cakupan imunisasi secara global dapat menyelamatkan lebih dari 1,5 juta orang setiap tahunnya.
Dengan melakukan vaksin ini dampaknya bisa menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok). Tentunya dengan meningkatkan cakupan imunisasi.  Perlu diketahui konsep herd immunity dalam konteks imunisasi adalah konsep yang biasa digunakan, bukan hanya sebatas teori. Sehingga kebalnya sebagian besar sasaran suatu populasi melalui imunisasi, secara tidak langsung akan turut memberikan perlinudngan bagi kelompok usia lainnya. Bila ada sejumlah kasus penyakit dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) tidak akan menyebar dengan cepat dan menjadi kejadian luar biasa atau wabah dapat dicegah.

Dengan dilakukan upaya pencegahan penyakit inilah, akan jauh lebih hemat biaya, dibandingkan dengan updaya pengobatan. Selain itu, kekebalan kelompok dapat terbentuk apabila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah. Setidaknya ada 5 alasan kenapa si Kecil harus di vaksinasi, mulai dari:

  1. Sistem imun tubuh si kecil yang belum sempurna, oleh karena itu membutuhkan vaksinasi agar di kemudian hari dapat melawan kuman yang akan masuk ke dalam tubuhnya.
  2. Vaksinasi dapat memperkuat sistem imun si kecil.
  3. Vaksinasi dapat menghindarkan si kecil tertular penyakit yang membahayakan.
  4. Vaksinasi tidak hanya melindungi si kecil tapi juga semua orang di sekitarnya.
  5. Melakukan imunisasi berarti menghemat waktu dan biaya.

Yang harus diketahui tentang 101 Vaksin Anak

pentingnya-vaksin
ilustrasi: Jangan lupa anak di vaksin (dokumen pribadi)

Sebagai orangtua kita jangan sampai abai akan pentingnya vaksin untuk anak. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Anak bayi maupun balita penting dapat vaskin lengkap, vaksin tambahan, hingga vaksin booster. Kita sebagai orangtua harus secara aktif tahu tentang jadwal vaksin anak kepada dokter. Mulai dari cek imunisasi si kecil, lihat jadwal dan konsultasikan ke dokter. 

Saya sendiri baru tahu tentang adanya jadwal vaksin terbaru untuk anak 0-18 bulan yang di rekomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di tahun 2020. Nah, bisa di lihat dari gambar di atas, dalam kolom ada yang biru, merah muda hingga kuning.

pentingnya-vaksin

  • Untuk yang warna biru muda itu merupakan vaksin primer, yang biasa didapatkan anak dari lahir juga.
  • Untuk yang kuning muda itu adalah catch-up atau vaksin untuk mengejar ketinggalan. 
  • Untuk yang warna merah muda vaksin booster.
  • Dan untuk yang kuning tua itu adalah Daerah endemis.
Jadwal vaksin ini tentu bisa menjadi pengingat buat para orangtua juga. Contohnya saja nih imunisasi Hepatitis B yang sebaiknya diberikan kepada bayi setelah 24 jam. Tapi kalau bayi lahir dengan berat lahir kurang dari 2000 gram bisa ditunda sampai berusia 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif dan bayi bugar, berikan segera imunisasi HB setelah lahir, tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.

Hal yang penting diperhatikan orangtua nih, kalau bayi dan balita tidak mendapatkan vaksin lengkap, justru mereka tidak mempunyai kekebalan. Ini sudah dibuktikan dengan banyak penelitian dari berbagai negara. Bahkan bayi dan balita bisa mudah tertular penyakit, menderita sakit berat, hingga akhirnya menularkan ke anak-anak lainnya. Dari sinilah penyakit bisa menyebar luas, terjadi wabah, hingga menyebabkan banyak cacat dan kematian. Tentu tidak inginkan sampai anak sakit, maka dari itu vaksin harus diberikan secara lengkap, terutama vaksin untuk balita. Karena mereka adalah generasi bangsa.

Contohnya saja wabah difteri yang terjadi di tahun 2017, dimana terjadi cukup masif, dengan temuan yang cukup mengkhawatirkan. Salah satunya dari kasus wabah difteri ini, ada 66% tidak pernah mendapatkan vaksin DPT. Duuh ngeri banget ya. Padahal vaksin DPT ini juga penting banget ya. Memang ada anak yang tidak boleh divaksinasi, tapi itu ada alasan khusus, seperti:
  • Anak dengan keganasan (kanker) atau sedang menjalani kemoterapi.
  • Anak yang sedang mengkonsumsi obat-obatan immunosupresi.
  • Anak dengan riwayat alergi berat pada pemberian vaksinasi yang sama pada dosis sebelumnya.
Kalau selain itu, sudah pasti anak bisa di vaksinasi. Kalau misalnya imunisasi terlambat atau tidak teratur tetap bisa dilakukan dengan segera lanjutkan imunisai yang tertunda sesuai jadwal. Tapi bila status imunisasi ragu atau lupa, itu dianggap belum pernah dan vaksin tetap bisa diberikan. Apalagi tidak ada bukti pemberian vaksin itu merugikan penerima yang sudah imun, jadi sudah pasti vaksin aman.

Ibu dan ayah juga harus mengetahui tentang imunisasi kejar nih (Catch up Immunization) yang merupakan upaya melanjutkan vaksinasi yang tertunda pada individu yang memenuhi syarat. WHO juga sudah merekomendasikan untuk merencanakan imunisasi kejar segera mungkin. Apalagi pelaksanaan imunisasi kejar sangat penting untuk melanjutkan program imunisasi. Karena imunisasi kejar ini mengutamakan pelaksanaan untuk imunisasi yang dapat dicegah yang rentan wabah, seperti campak, polio, difteri dan yellow fever. 

Apa saja efek samping vaksin?

pentingnya-vaksin

Nah, ini pasti selalu menjadi pertanyaan setiap orangtua. Adakah efek sampingnya?

Sejauh yang saya rasakan, itu saat anak vaksin campak dia demam, dan itu reaksi normal. KArena gejala demam bisa hilang 24 jam. Saya biasanya skin to skin dan memberikan ASI untuk menurunkan demamnya, biarpun harus bergadang, itu tidak masalah demi kesehatan anak. Jadi gejala demam ini menunjukkan bahwa vaksin sedang bekerja di dalam tubuh dalam membentuk antibodi, yang reaksinya akan menghilang 24-36 jam. 

Anak yang sakit juga tetap bisa menerima vaksin loh Ibu, tapi kalau itu gejalanya ringan. Misal lagi sakit batu, pilek, hingga diare. karena vaksin itu tidak akan membuat penyakit bertambah berat. Dalam pemaparan dr. Atilla menyebutkan beberapa hal yang bisa ibu ketahui, mulai dari:
  • Semua vaksin bisa diberikan berbarengan. Ini bisa dilakukan di bagian tubuh yang berbeda. Bila tidak diberikan bersamaan, jarak diantara 2 injeksi vaksin hidup yang dilemahkan adalah 28 hari. Sedangkan vaksin mati tidak ada jarak khusus.
  • Apabila bayi lahir prematur, vaksin bisa diberikan sesudah bayi berumur 2 bulan atau berat badannya sudah lebih dari 2000 gram, yang jadwalnya bisa sesuai dengan jadwal vaksin dari IDAI.
  • Berikan sentuhan dan pelukan saat si Kecil melakukan imunisasi, sehingga selalu  merasa nyaman dan tenang. Kalau perlu bawakan mainan atau barang favorit si Kecil juga untuk menemaninya selama imunisasi.
Di masa pandemi ini vaksin untuk balita dan bayi tetap bisa dilakukan. Tapi, tentuya dengan selalu menjaga protokol kesehatan saat berkunjung ke fasilitas kesehatan, dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

pemtingnya-vaksin

  • Pastikan anak dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan vaksinasi.
  • Batasi jumlah pendamping saat kunjungan vaksinasi anak di fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Selalu kenakan masker dan perhatikan etika batuk atau bersin.
  • Utamakan kunjungan vaksinasi ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memisahkan pasien sehat dan sakit.
  • Saat menunggu giliran, perhatikan jarak aman di ruang tunggu.
  • Jika di ruang tunggu penuh, tunggu di mobil hingga giliran vaksinasi.
  • Selalu cuci tangan dengan benar selama dan setelah selesai keperluan di fasilitas kesehatan.
  • Setel;ah vaksinasi dilakukan, tunggu sekitar 30 menit untuk memantau reaksi yang mungkin terjadi.
  • Sesampainya di rumah ibu dan anak bisa langsung ganti baju. Kalau ibu bisa langsung mandi dan baju yang digunakan langsung rendam.
Kalau ibu masih belum berani ke fasilitas kesehatan, bisa melakukan imunisasi ganda yang merupakan pemberian lebih dari satu imunisasi dalam satu kali kunjungan. Ini juga sudah direkomendasikan oleh kemenkes. Imunisasi ganda ini bermanfaat untuk mempercepat perlindungan kepada anak. Sekain itu terbukti aman, efektif dan tidak meningkatkjan risiko efek samping atau KIPI pada anak. 

Bagaimana parents sekarang sudah paham ya bagaimana vaksin itu sangat penting dan bermanfaat untuk kesehatan anak di masa depan. Untuk lebih lanjut informasi tentang vaksin bisa langsung cek saja:

2 komentar

  1. jujur aku nih pas awal pandemi agak maju mundur mau vaksin, tapi sebenernya gapapa ya asal dijaga prokesnya dan lebih ekstra lagi biar aman ya mbaa..
    ini anakku ada 1 vaksin yg belum lengkap, mau dilengkapin sekalian aja mumpung sudah tercerahkan :)

    BalasHapus
  2. Setujuu, manfaat vaksin itu sangat besar untuk kesehatan dan imunitas Anak, dan akan mempengaruhi kualitas hidupnya di masa Dewasa. Nie dulu gak tuntas imunisasinya, karena nenek ngomel setiap kali cucunya ini nangis/rewel setelah imunisasi, padahal itu memang reaksi normal, eh malah dilarang buat imunisasi lagi, alhasil jadi rentan flu.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.