Marak Pemalsuan Bukti Transfer, Begini Cara Mengenalinya

awas-modus
Maraknya penipuan di sektor perbankan. Karena kasus penipuan ini banyak sekali korban yang kehilangan uang dan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Salah satu yang lagi marak pemalsuan bukti transfer, ini yang membuat kita sebagai nasabah untuk lebih waspada lagi.

Penipuan di perbankan semakin banyak, bahkan bersumber dari okezone.com, kasus phising di Indonesia ada sekitar 47.08% yang menyasar sektor keuangan untuk periode Februari hingga April 2022. Phising sendiri yang terjadi di awal tahun 4,38% ada di perbankan.

Melihat dari data di atas, sebagai nasabah perbankan, penting sekali kita lebih waspada, kalau perlu terus meningkatkan literasi keuangan.

Pengalaman dapat bukti transfer palsu

Pernah mengalami penipuan aksi kejahatan siber di dunia perbankan?

Jujur, pernah banget. Dan sungguh itu sangat merugikan saya. Biarpun hanya 2.5 juta, tapi itukan bukan uang yang sedikit buat saya pribadi. Penyesalannya tuh berbulan-bulan.

Jadi pernah tergoda promo tiket pesawat Bali PP di sosial media, eh setelah ditransfer, tiket ga kunjung dikasih, malah berakhir di blokir. Bukti transfer malah dijadikan testimoni di Instagramnya untuk memangsa korban lainnya. Saya sampai DM pelaku, tapi berakhir di blokir. 
awas-muds
Lapor sana sini, malah cape hati, uang juga ga balik-balik. Tentu ini menjadi pembelajaran juga, supaya tidak tergoda lagi promo di sosial media. Pengen promo tiket liburan, langsung diaplikasi OTA (Online Travel Agent) saja.

Kasus lainnya, waktu saya dan teman-teman buka donasi untuk kunjungan ke panti asuhan. Tiba-tiba ada yang chat dan mengaku sudah melakukan transfer sebesar 7.000.000, ini ditunjukkan dengan foto bukti struk transfer dari BCA. 

Lalu pelaku itu chat ke WA saya, karena memang nomer WA saya ada di flayer donasi. Pelaku bilang transfer harusnya 700.000 untuk donasi. Dia melampirkan bukti struk transfer sebesar 7.000.000 ke no rekening BCA saya.

Jadi pelaku ini minta balikin uang 6.300.000 yang menjadi kelebihan, karena salah transfer, yang harusnya hanya 700.000. Saya cek dong di mutasi, ternyata tidak ada masuk sama sekali uang 7.000.000. Dia sampai telpon dan ngotot banget, malah mulai mengancam saya dan bilang mau menipu. 

Untungnya ditenangin sama teman di group, dan pas banget suami dateng. Karena makin mengancam, akhirnya saya ajak untuk datang langsung ke Bank BCA terdekat besok pagi, karena waktu telpon itu udah malem, sehingga bisa print rekening koran. 

Saya bilang juga, akan datang sama suami dan pihak polisi supaya sama-sama enak di Bank. Kalau saya salah siap bertanggung jawab.

Mau tahu jawabannya apa?

"Bu sepertinya ini gagal kirim ke rekening Ibu. Jadi besok ga usah ketemu"

Saya dan suami ketawa ngakak gak berhenti. Mana saat itu badan lagi cape pulang kerja, udah malem juga. Penipu pada akhirnya memblokir WA saya πŸ˜‚πŸ˜‚.

Marak pemalsuan bukti transfer mobile banking

awas-modus
Sumber: bca.co.id
Pemalsuan bukti transfer ini banyak terjadi. Apalagi yang suka buka donasi dan tertera no handphone kita. Siap-siap deh buat lebih waspada lagi.

Selain bukti transfer berupa struk, sekarang juga semakin marak pemalsuan bukti transfer mobile banking. Modusnya sama dengan mengelabui para korban dengan bukti struk transfer via ATM. Dimana pelaku memberikan bukti transfer mobile banking, seperti screenshot bukti dari BCA Mobile, MyBCA, dan Klik BCA.

Kalau tidak teliti dan kurangnya pengetahuan, apalagi tidak pakai mobile banking, bisa saja langsung transfer. Seseorang yang saya kenal ada yang tertipu pembelian barang. Bilang sudah transfer, karena ada buktinya. Barang dikirim, uang pun tidak masuk sama sekali.

Menurut teman-teman saya yang pernah mengalami kasus seperti ini, jadi penasaran kok bisa bukti transfer itu dipalsukan? Ternyata ada aplikasinya juga loh, dan itu free. Kalau tidak hati-hati, bisa saja tertipu dan uang melayang.

Terus, contoh bukti transfer mobile banking yang palsu itu seperti apa?

Bersumber dari bca.co.id, ada ciri bukti transfer palsu mobile banking, seperti:
  • Font tidak jelas dan tidak seragam
  • Tata letak tulisan tidak rapi
  • warna tulisan tipis dan berbeda
Biarpun begitu, saat melihat font dan tulisan yang rapi dari bukti transfer, harus tetap waspada. Karena zaman sekarang itu semakin canggih loh. Perlu ketelitian dan verifikasi juga. Maka dari itu, buat saya sendiri, pakai BCA Mobile itu lebih tenang, karena bisa langsung cek mutasi juga.

3 Cara mengenal bukti transfer palsu

awas-modus
Sebagai nasabah, kita juga penting banget untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan. Selain bijak dalam mengelola keuangan, bisa terhindar dari penipuan juga. Apalagi sekarang di era digital, pasti sering sekali melakukan transaksi digital.

Dengan maraknya kasus penipuan di era digital, penting meningkatkan kewaspadaan. Apalagi buat yang punya usaha online, dan sering melakukan transaksi secara digital melalui mobile banking. Akan banyak modus yang dihadapi, salah satunya bukti transfer palsu. 

Untuk bisa mengenali bukti transfer palsu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, selain mengenal ciri-ciri yang sudah saya infokan di atas. Awas modus dengan mengenal bukti transfer palsu mobile banking.

1. Cek mutasi di Mobile Banking

Setelah menerima transfer, baik SS dari mobile banking atau struk ATM, pastikan langsung cek mutasi di mobile banking, baik itu BCA Mobile, MyBCA, dan Klik BCA, tujuannya untuk mengetahui uang yang masuk.

Kalau belum ada dana yang masuk, coba verifikasi ke pembeli bukti transfer, dengan cara minta bukti mutasi dari pihak sana juga. Apakah transaksinya berhasil atau tidak.

2. Lihat nomor rekening di bukti transfer

Biasanya kalau bukti transfer, pasti terlihat jelas nomer rekening tujuan. Nah, kalau bukti transfernya di bagian nomer rekening ada xxxx, itu sudah harus diwaspadai.

3. Hubungi Halo BCA

Supaya lebih jelas tentang bukti transfer yang didapatkan, bisa langsung hubungi juga Halo BCA 1500888. Mencari informasi dengan hubungi Halo BCA ini penting sekali untuk cari tahu biar aman. 

Dengan 3 cara mengenali bukti transfer palsu ini, transaksi apapun bisa lebih aman dan tenang. Sehingga bisa meningkatkan kewaspadaan dan terhindar dari modus penipuan.

Perlu diingat juga nih, sebagai nasabah kita penting menjaga data rahasia pribadi, seperti nama, tanggal lahir, email, PIN, Password Mobile Banking, CVV hingga nama Ibu kandung, untuk terhindar dari modus-modus penipuan di era digital. Tetap aman dan nyaman bertransaksi dengan jaga datamu rahasiamu.

Kalau sudah menjadi korban, jangan takut untuk lapor ya, apalagi sampai merugikan uang banyak. Dimulai lapor ke pihak berwajib dan ke Banknya langsung.

Pernah mengalami dapat bukti transfer palsu mobile banking juga?

44 komentar

  1. Makin ke sini makin merisaaukan penipuan yang semakin canggih ini, apalagi kalau sudah mengatasnamakan bank dan soal finansial. Bikin greget sendiri, padahal bukti pembayaran itu udah tergolong sulit dipalsukan dan hanya dari bank. Terima kasih informasinya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Anisa, sekarang banyak yang menggunakan beragam car untuk menipu dan cari keuntungan

      Hapus
  2. Waah penipunya salah sasaran. Mau nipu tapi sama bloger yang pinter . Gagal dong niatnya. Trus gak berani datang ke bank . Hehee. Emang paling aman kita cek mutasi rekening sih mbak. Makanya mobile banking itu penting banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, langsung ajak ke Bank aja, eh malah gamau dianya

      Hapus
  3. Bermanfaat sekali ini infonya, mbak. Jadi bisa lebih hati-hati kalau terima bukti transfer. Harus kroscek ulang.

    BalasHapus
  4. Penting buat selalu ngecek mutasi rekening saat ada pengalaman begini ya Mba. Bisa jadi modus penipuan soalnya. Untunglah dibales pinter ama Mba, jadi si penipu itu nggak bisa berkutik. Setelah itu nomor Wa penupunya sama Mba dilaporin ngga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, makanya punya mobile banking tuh memudahkan pengecekan

      Hapus
  5. Daahh orang2 nih klo nipu kok yaaaa niat bgt dan modusnya adaaa aja

    Kita kudu jeli dan teliti ya.
    Apalagi yg terbiasa kerja Freelance dan fee nya dibayar via trfr bank

    BalasHapus
  6. Ngeri banget ya ceu, ini kalau sampai ada yang terkena tipu pemalsuan bukti transfer bisa rugi banyak juga. Jadi harus hati-hati dan langsung cek rekening kalau ada yang transfer untuk jaga-jaga

    BalasHapus
  7. Wah, makin kesini kok makin canggih aja ya para penipu ini. Sampai bukti transfer bisa dipalsukan. Kalau saya pribadi kebetulan pakai m-banking. Jadi kalo ada yang bilang transfer langsung cek ricek ada mutasi atau enggak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mereka cari cara buat menipu, makanya kita kudu lebih pinter juga

      Hapus
  8. Iyaa ih penipu makin ada2 aja, bahkan bukti transfer juga bisa mereka palsukan ya mbak. Emang kudu berhati2 dan kalau bisa utk rekening yang sering dipakai transaksi udah aktif inet banking atau ebanking mobilenya demi menghindari penipuan macam gini2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apapun sekarang banyak dipalsukan, kita harus lebih waspada

      Hapus
  9. Makin kesini makin banyak kejahatan digitalya mbk. Ngeri banget kalau nggak tau dan percaya sama info palsu, dampaknya saldo akan terkuras habis ya, heuheu. Makasih infonya teh

    BalasHapus
  10. Segala cara dilakukan penipu. Membuat kita harus semakin berhati-hati dan jeli. Gak boleh malas juga untuk cek dan ricek, ya. Apalagi kalau nominal transaksinya berjumlah besar

    BalasHapus
  11. Penipuan salah transfer ini ternyata berlaku dimana-mana ya, kak Lis..
    Aku pikir hanya transaksi jualan online aja yang main tipu-tipu gini.. Memang masa digital semuanya serba mudah, jadi resikonya juga mudah diakalin. Semoga dengan cek dan ricek dulu, kita semua bisa terhindar dari yang namanya penipuan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, sekarang penipu banyak akalnya, membuat kita harus lebih hati-hati lagi

      Hapus
  12. Aku pernah juga beberapa kali ditelponin sama penipu dengan berbagai modusnya. Untungnya aku pas dalam kondisi sadar jadi bisa langsung cut obrolan dengan penipu. Kadang aku kasihan dengan orang-orang awam yang pasti lebih banyak jadi korban penipuan seperti ini

    BalasHapus
  13. emang paling bener kita maksa untuk proses yang bener sih yaa, ahaha. jangan mau kalah sama dia. kalau gak mau diproses secara bener, yo hampir bisa dipastikan itu penipu deh.

    jadi senyum puas sendiri aku baca tuh penipu akhirnya nyerah, ahaha

    BalasHapus
  14. Akuu pernah mau kena untung cek saldo lhaa saldo sering kosong drpd isi mau minta transfer balik uang siapa kan🀭.

    Emang ada untungnya nih rek cm numpang2 lewat doang ga simpan uang gedhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya sama, aku suka gitu, ada khusus buat terima dan menabung juga

      Hapus
  15. Untuk menghindari hal-hal kayak gitu, perlu banget cek mutasi rekeningnya. Kalau mereka ngotot, ya, bener, kita perlu cek langsung ke kantor cabang terdekat.

    Btw, itu pelaku ya, udah ngotot, giliran diajak ke banknya malah gak mau. Langsung bilanh gagal transfer. Wkwkkwkw

    BalasHapus
  16. Alhamdulillah saya belum pernah mengalami pemalsuan bukti transfer gini. Ya mungkin karena usaha saya skala kecil ya. Tapi memang saya selalu cek dulu sih kalau ada orang transfer benar atau tidak gitu. Itu yang memalsukan bukti transfer udah kreatif banget ya dan semoga mendapat hidayah untuk bertobat. Maksih juga tipsnya mbak

    BalasHapus
  17. ya ampuuun.. kalau baca berita terkini memang makin marak ya mba modus operandi yang baru. Kita harus fully aware ya supaya tidak menjadi korban

    BalasHapus
  18. Makin ngeri aja ini penipuan perbankan ya. Bagaimanapun kita memang harus punya internet banking cari Minimal kita bisa mengecek mutasi yang ada pada rekening kita.

    BalasHapus
  19. Paling aman ya memang harus selalu cek mutasi sebelum memutuskan lebih lanjut. Yang pake mobile banking sih bakalan diuntungkan karena mudah sekali ceknya. Bagi yang tidak menggunakan tetap harus waspada, cek mutasi dulu. Lebih baik kalau memang digunakan untuk berdagang, instal mobile banking atau menggunakan internet banking agar lebih mudah kontrolnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba harus rajin cek, apalagi kalau ada yang ngaku-ngaku atau buat penjual ya

      Hapus
  20. Mantap nih artikelnya, BCA memang keren gercep.

    BalasHapus
  21. Tambahan ilmu lagi ini,amit2 kalau ketemu modus begini biar ga panik. Tetep kalem tenang. Keren mba,si penipu jadi keder pas diajak ketemuan di banknya hahaha. Manteb. Thx sharingnya mbaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, udah deh aku ajak ke Bank aja daripada dia ngototkan

      Hapus
  22. waaahh makasih mba remindernya, bener banget nih. Aku aja yang udah puluhan tahun pakai aplikasi perbankan, bisa-bisanya salah .com dengan .co.id yang membuat salah masuk ke web yang sengaja dibuat mirip oleh calon penipunya.

    BalasHapus
  23. Untungnya aku ga pernah ngalamin mba. Sebagai mantan staff bank belasan tahun, dulu kami rutin di training ttg segala fraud dan scam yang dilakukan banyak pelaku kejahatan keuangan ini. Memang macam2 modusnya. Makanya aku sendiri hati2 banget kalo KSH no rek, atau ngecek mutasi. Fasilitas SMS masuk utk notify kalo ada uang masuk dan keluar aku pakai juga. Dan selalu ngecek langsung ke rek utk stiap incoming TRF.

    Beli2 sesuatu pun aku prefer dari merketplace yg pakai rekber atau dari OTA. Kalopun beli dari travel, aku pastiin aku udh kenal bgt Ama travelnya. Travel skr pun udh banyak yg nipu kan.

    Memang hrs dari kitanya ya yg lebih hati2. Krn para penipu pun makin lihai menjebak orang2

    BalasHapus
  24. Maling sekarang mah pinter2 ya, teh. Udah ngikutin perkembangan jaman. Pakai teknologi. Info seperti ini perlu banget semua orang tau.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.