Bersama Keluarga Bergerak Berdaya Dari Rumah Untuk Menjaga Bumi dan Lingkungan Lebih Kuat

bersama-bergerak-berdaya

Akhir-akhir ini cuaca terasa lebih panas. Menyapu halaman rumah jam 8 pagi saja sudah bikin lelah dan kepanasan. Akhirnya jadi lebih suka emosi dan bikin stres, apalagi melihat pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Apakah benar cuaca panas juga berpengaruh pada suasana hati?

Bersumber dari halodoc.com, bahwa ada studi dari Polandia yang menemukan, naiknya suhu udara berkaitan erat dengan peningkatan stres yang dihadapi seseorang. Ini karena produksi hormon penyebab stres, yaitu hormon kortisol akan meningkat ketika berada pada cuaca panas.

Maka dari itu, saya akan selalu berusaha untuk selalu menjaga mood tetap stabil, bahagia dan menghindari stres. Karena suasana hati Ibu yang stabil dan selalu bahagia, bisa menjadi faktor penentu keberhasilan pola asuh anak-anak di rumah. 

Kalau cuaca terasa lebih panas, tentunya bisa menciptakan rumah menjadi lebih sejuk, misal dengan menanam pohon. Saya juga mengajak anak-anak untuk selalu bergerak berdaya dari rumah dengan langkah-langkah yang sederhana untuk menjaga bumi dan lingkungan supaya lebih kuat. Seperti yang dilakukan Team Up For Impact yang terus mengedukasi untuk melakukan aksi sederhana yang bisa dilakukan secara bersama-sama.

Cuaca panas di Indonesia

bergerak-berdaya
Apa yang membuat cuaca menjadi lebih panas?

Bersumber dari artikel yang saya baca di detik.com, bahwa suhu panas di Indonesia adalah fenomena akibat adanya gerak semu matahari yang merupakan, suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. 

Biarpun gelombang panas di Indonesia termasuk kategori biasa, dibandingkan dengan negara Asia lainnya, seperti India dan Myanmar, tentu tidak bisa dianggap sepele. Karena cuaca panas ini bisa berdampak pada kesehatan, lingkungan, ekonomi, hingga suasana hati juga.

Berbagai belahan dunia ikut merasakan cuaca panas, termasuk Indonesia. Bahkan pada April 2023, bersumber dari CNBC Indonesia, dimana BMKG mencatat ada 10 kota terpanas di Asia sebagian besar ada di Myanmar dan India. Thailand juga mengeluarkan peringatan cuaca panas ekstrem. Adanya fenomena alam yang luar biasa ini, bisa kembali mengingatkan kita akan kekuatan dan dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim. 

Bagaimana dengan di Indonesia?

Buat saya yang lahir dan besar di Garut dengan udara yang sejuk, menghadapi cuaca seperti sekarang bikin melelahkan. Olahraga siang hari di luar sudah tidak sanggup, akhirnya memilih melakukannya di dalam rumah.
bergerak-berdaya

Udara panas di Indonesia yang termasuk kategori biasa, tetap saja tidak bisa dianggap sepele. Apalagi di berbagai wilayah di Indonesia nyatanya menghadapi suhu panas yang tinggi. Ada beberapa wilayh yang menghadapi cuaca panas, dari Ciputat, Medan, hingga Melawi. BMKG juga menobatkan Ciputat sebagai daerah terpanas di Indonesia dengan suhu mencapai 37,2 derajat celcius pada 17 April 2023. Bahkan Jakarta juga menyerang wilayah Jakarta dengan suhu harian hingga 34 derajat celcius.
bersama-bergerak-berdaya
Sumber databoks.katadata.id
Daerah tempat tinggal saya saat ini juga sama panas banget, udah gak berani lama-lama di luar rumah, karena bisa-bisa kambuh terus migrain dan kena dehidrasi. Dengan cuaca yang panas seperti ini  memang sangat menghambat aktivitas di luar rumah. Mau ketemuan sama klien untuk urus kerjaan foto dan lainnya, pasti saya tolak kalau minta di jam makan siang. Saya lebih memilih ketemuan pas sore saja.

Perubahan iklim

Cuaca panas ini sudah tidak bisa dianggap sepele lagi, karena dampak perubahan iklim itu nyata adanya. Masalah lingkungan saat ini di Indonesia, selain luas hutan yang berkurang akibat illegal logging, tapi ada juga masalah sampah yang merusak lingkungan, pencemaran air, hingga perubahan iklim. 

Indonesia mengalami ancaman terhadap perubahan iklim. Tentunya ini bisa berdampak buruk pada lingkungan di Indonesia. Seperti yang sudah kita rasakan saat ini:
  • Peningkatan gelombang panas yang lebih sering terjadi, sehingga berisiko pada kesehatan masyarakat. 
  • Pola hujan jadi tidak teratur. Dari berbagai berita kita bisa tahu, bahwa di Indonesia pola hujan tidak sama. Ada beberapa wilayah mengalami curah hujan yang lebih tinggi, ada juga wilayah yang justru mengalami kekeringan. Ini bisa berdampak pada sektor pertanian juga.
  • Adanya peningkatan risiko bencana alam. Pasti semua sudah tahu, bahwa Indonesia ini menjadi negara yang rentan terhadap bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga badai tropis. Tentu ini bisa menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat Indonesia.
  • Adanya peningkatan permukaan laut, yang bisa mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir, karena adanya kenaikan permukaan air laut.
  • Rusaknya hutan dan keanekaragaman hayati. Dimana hilangnya hutan tropis inilah bisa berdampak pada emisi gas rumah kaca dan berkontribusi pada perubahan iklim.
Sehingga, untuk menghadapi perubahan iklim pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai langkah. Dan kita masyarakat Indonesia juga bisa bersama bergerak berdaya untuk menjaga bumi dan lingkungan. Masyarakat perlu sekali memiliki kesadaran dalam mengurangi emisi karbo, melindungi ekosistem, hingga meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Kenapa masyarakat perlu mengurangi emisi karbon?

bersama-bergerak-berdaya
Ilustrasi emisi karbon (sumber:  Canva)
Karena emisi karbon memiliki dampak yang singnifikan terhadap perubahan iklim dan lingkungan. Sama seperti emisi gas rumah kaca yang berlebihan bisa menyebabkan pemanasan global.

Bersumber dari detik.com, emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran senyawa yang mengandung karbon, seperti CO2, solar, LPJ, dan bahan bakar lainnya. Emisi karbon juga disebabkan karena bahan bakar fosil di bidang manufaktur, pemanasan, hingga transportasi.

Dampak dari emisi karbon ini tidak bisa dianggap sepele lagi, karena bisa merusak bumi dan lingkungan. Dampak utamanya mulai dari pemanasan global, cuaca ekstrem, menyebabkan kepunahan spesies dan degradasi ekosistem, meningkatkan risiko kebakaran hutan, hingga peningkatan intensitas bencana alam. Tentunya ini bisa menjadi ancaman dan kerugian dari sisi ekonomi yang besar, kerusakan infrastruktur, dan ancaman lainnya bagi keselamatan masyarakat di Indonesia.

Langkah apa saja yang harus dilakukan untuk meminimalisisr dampak emisi karbon?

Untuk meminimalisir dampak emisi karbon pada lingkungan bisa dimulai dengan:
  • Mengurangi emisi karbon dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, mulai dari menggunakan transportasi yang berkelanjutan. 
  • Mendorong penggunaan energi bersih. Bisa dengan beralih ke sumber energi terbarukan, seperti energi surya, angin dan hidro.
  • Melakukan konservasi energi, dengan cara mengoptimalkan penggunaan energi dengan mengurangi konsumsi listrik di rumah, menggunakan peralatan energi efisien, hingga mengatur suhu ruangan dengan sebijak mungkin.
  • Melakukan penghijauan dan konservasi ekosistem. Mulai dari penanaman pohon, melakukan reboisasi, hingga mempertahankan keanekaragaman hayati.
  • Melakukan praktik ramah lingkungan, mulai dari mengelola sampah dengan bijak, mengurangi pemborosan sumber daya, melakukan daur ulang, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Dengan meminimalisir dampak emisi karbon ini, tentunya kita bisa menyelamatkan bumi dan lingkungan supaya lebih sehat lagi. Sehingga kedepannya kita bisa menghirup udara bersih, jalan-jalan dengan nyaman tanpa polusi, hingga melihat lingkungan bersih dari sampah yang bisa menyejukkan mata. 

Untuk mewujudkan itu semua, sebagai penduduk bumi, kita bisa #BersamaBergerakBerdaya #UntukmuBumiku menjadi lebih kuat dan lebih sehat. Apalagi dengan gelombang panas saat ini, yang bukan terjadi di Indonesia saja, tapi di berbagai negara, berdampak sangat buruk. Dari mulai kerugian material, ekonomi menurun, hingga kehilangan nyawa.

Bergerak berdaya dari rumah bersama keluarga

bergerak-berdaya
Cuaca di luar yang panas, sangat melelahkan
Penting sekali kita meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap lingkungan dalam menghadapi cuaca ekstrem dengan baik. Sehingga bumi terlindungi untuk generasi mendatang. Kita bisa mulai dari keluarga kita sendiri di rumah. melakukan hal-hal kecil untuk kebaikan bumi dan lingkungan juga.

Dengan bersama bergerak berdaya dari rumah, bisa menciptakan lingkungan yang sehat. Karena rumah adalah tempat utama untuk hidup dan berinteraksi. Sebagai Ibu tentu akan selalu bahagia, terhindar dari stres dan kelelahan akibat panas, hingga suasana hati akan terasa lebih stabil. Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk bergerak dan berdaya dalam menjaga bumi dan lingkungan supaya lebih kuat, semua bisa berawal dari rumah:

1. Menanam pohon

bersama-bergerak-berdaya

Sejak kecil, saya diajarkan oleh Bapak untuk selalu menanam pohon di halaman rumah. Karena banyak manfaatnya, selain bikin sejuk. lingkungan rumah juga jadi adem dan membuat tenang. Selain itu udara juga jadi lebih bersih. Sehingga menanam pohon ini bisa menjadi salah satu cara mengurangi polusi udara dan menghijaukan bumi.

Biarpun sekarang Bapak sudah tidak ada, saya bisa juga mengajarkan anak-anak untuk mencintai lingkungan dan bumi dengan menanam pohon. Untungnya memiliki suami yang juga suka tanaman, jadi sangat senang sekali kalau sudah belanja pohon dan menanamnya. Sekarang tinggal di rumah dinas, senangnya menanam pohon jambu, srikaya, mangga, hingga anggur. Kalau rumah di kampung halaman ditanami pohon mangga, kedongdong dan jambu.

2. Melakukan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan

Saya dan suami mengajarkan anak untuk melakukan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Dimulai dengan sering berjalan kaki, berangkat sekolah dan ke pasar menggunakan sepeda, dan mengurangi kendaraan pribadi. Dengan cara ini selain badan jadi sehat, lingkungan sehat, hingga bisa lebih hemat keuangan, karena uang bensin berkurang.

Selain itu, untuk melakukan gaya hidup ramah lingkungan, saya dan suami mengajarkan anak-anak untuk lebih banyak menghemat energi di rumah, dari mulai mematikan lampu saat tidak digunakan, cabut charger saat tidak digunakan, matikan televisi saat tidak menonton, hingga penggunaan AC dengan bijak. Saya hanya menyalakan Ac saat malam hari saja jam 22:00, hingga 03:00 pagi.

3. Mengelola sampah dengan bijak
bergerak-berdaya
Selain mengajarkan anak untuk buang sampah pada tempatnya, sudah sejak lama saya dan suami lebih memilih untuk bijak dalam mengelola sampah. Seperti belajar memilah sampah, menggunakan tas belanja (tas kain atau tas anyaman plastik) ketika pergi ke pasar dan minimarket, hingga menggunakan kotak makanan. 

Bahkan, saya lebih memilih membeli tempat minum dan tempat makan untuk digunakan suami dan anak-anak saat membawa bekal, demi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

4. Bijak dalam menggunakan air

Bijak dalam menggunakan air itu sangat penting, apalagi saat musim kemarau. Cara bijak dalam menggunakan air dengan cara mematikan keran air saat tidak digunakan, mengurangi air dalam kegiatan sehari-hari, hingga memperbaiki saluran air yang bocor.

5. Menggunakan produk ramah lingkungan

Dalam kehidupan sehari-hari, saya lebih suka menggunakan produk ramah lingkungan, seperti membawa sendok, tempat makan dan sedotan saat bepergian atau traveling. Untuk sedotan saya punya yang berbahan stainless steel dan bambu. Sedangkan tempat makan yang sering saya bawa lebih memilih yang simpel. 

Selain itu, saat beraktivitas di luar rumah, saya lebih suka membawa botol minum sendiri, supaya bebas sampah dan hemat juga.

Dengan melakukan langkah kecil ini dari rumah, tentunya bisa berkontribusi untuk menjaga lingkungan hidup dan melakukan perubahan positif yang lebih besar. Tentunya penting sekali melakukan tindakan nyata dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari dalam menjaga bumi dan lingkungan tetap sehat dan lebih kuat.
bergerak-berdaya
https://teamupforimpact.org/
Bukan itu saja, kita juga bisa ikuti tantangan bersama Team Up For Impact untuk menanam pohon. Adanya Team Up For Impact ini sebagai ajakan untuk sama-sama bertindak sesuai kemampuan kita, agar selimut polusi tidak jadi makin tebal. Karena sekecil apapun langkah yang diambil, kalau dilakukan bersama-sama, akan besar dampaknya.

Yuk bersama bergerak berdaya untuk bumiku. Karena kalau bukan kita yang melakukan, siapa lagi yang bisa menjaga bumi tercinta. Dimana kita lahir dan tumbuh, penting sekali menjaga bumi dan lingkungan bersama. Bisa awali dari diri sendiri dan keluarga sendiri untuk dampak besar menyelamatkan bumi.

Bersama keluarga saya sudah ikut bergerak berdaya dari rumah untuk menjaga bumi dan lingkungan. Kalau #BersamaBergerakBerdaya versi kalian apa nih? Boleh dong tulis di kolom komentar ya!




Diambil juga dari beberapa sumber tentang cuaca panas:
  • https://www.cnbcindonesia.com/news/20230423184415-16-431913/ini-10-kota-dengan-cuaca-panas-ekstrem-terparah-ri-lewat
  • https://www.metrotvnews.com/play/K5nC4ywD-bmkg-ciputat-jadi-wilayah-terpanas-di-indonesia-dengan-suhu-37-derajat-celsius
  • https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5796741/apa-itu-emisi-karbon-kenali-penyebab-dampak-dan-cara-menguranginya
  • https://www.halodoc.com/artikel/cuaca-panas-bikin-cepat-marah-ini-alasannya
  • https://news.detik.com/berita/d-6692380/apa-penyebab-cuaca-panas-di-indonesia-ini-penjelasan-bmkg

3 komentar

  1. Soal lingkungan memang urgent mengingat kondisinya sekarang yang makin parah. Perlu disadari kalau merawat lingkungan perlu dibiasakan dengan kebiasaan-kebiasaan positif seperti penggunaan beberapa benda yang bisa diganti dengan bahan ramah lingkungan. Bersama keluarga makin seru ini, terima kasih informasinya!

    BalasHapus
  2. Aku tuh ga kebayang Negara2 kayak India dan daerah Arab yg kalo summer bisa mencapai 50 dercel. Kita aja yg hanya 30an, udah ngerasa gerah dan panas luar biasa 😔

    Semakin seram memang perubahan iklim ini mba. Kalo ga berubah dr skr, bisa2 akan semakin parah musibah2 yg terjadi.

    Aku sendiri selain cara di atas, juga membiasakan anak2 jgn sisain makanan. Krn sampah makanan pun membawa efek significant ke perubahan iklim

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.