SURAT CINTAKU KEPADA AYAH

Liswanti Pertiwi | Sabtu, Mei 17, 2014 | |


Dear Ayah......

“Bapak....” begitu aku selalu memanggilmu, tahun ini tepat 7 tahun bapak sudah berpulang kepangkuan Allah AWT , di 12 maret 2007.

Bapak selama bertahun-tahun lamanya engkau pergi, selama itu pula wajahmu masih terlihat depan mataku, senyuman bapak.....canda bapak, tak pernah aku lupa sedikit pun, karena memang aku terlalu sayang sama bapak, jadi aku selalu merasa bapak selalu ada, dalam hati dan pikiranku.

Bapak saat aku tulis surat ini tak aku sadari air mataku menetes, hatiku terasa sakit sekali, sesekali ku usap pipiku, tapi jatuh lagi pa...apa aku ini sedang merindukanmu, merindukan belaian kasih sayangmu, merindukan kehangatan pelukan sayang bapak kepadaku, dan selalu merindukan dimanjakan olehmu.

Bapak saat hatiku terluka, dan beban pikiran ini sudah terlalu banyak, aku selalu menghadap kepada Sang Illahi dan disitu aku menangis, mengingat nasihatmu untuk selalu berserah diri kepada-Nya disaat kita sedang suka maupun duka, jangan pernah tinggalkan shalat dan bacanya ayat suci Al-Quraan untuk mendapatkan ketenangan hati dan pikiran.

Banyak sekali yang ingin aku tulis untuk mengenang sosok bapak yang luar biasa buatku, dan beribu-ribu kertas pun sepertinya tak mungkin muat untuk menuliskan kisah tentang kebaikanmu, karena engkau adalah bapak yang luar biasa baik, shaleh, pengertian dan sayang kepada keluarga.

Begitu pula dengan rasa cinta dan sayangku yang tak mampu aku ungkapkan dengan kata-kata. Ingin rasanya aku menjerit, ketika ku terima kenyataan itu bahwa bapak sudah tiada, sakit sekali rasanya ditinggalkan olehmu pa....tapi aku harus tersadar dengan semua kenyataan yang ada, takdir yang telah memisahkan kita sekeluarga dan harus ikhlas menerima semua ini...karena bapak tak akan pernah kembali.

Bapak....aku yakin Allah SWT sudah menempatkanmu ditempat yang terbaik, yaitu disisi-Nya....dan bapak sudah bertemu dengan bidadari cantik yaitu putri kecil bapak yang sudah lebih dulu berpulang “Siti Aliyah” adik kecilku yang cantik dan tak sempat aku peluk dan kucium...”kutitipkan lewat doa untuk engkau adik kecilku, jagalah bapak ya sayang..miss you”.

Bapak, sepertinya aku tak berlama-lama menulis surat cinta ini untukmu, air mataku ini terus saja mengalir dan membasahi pipiku pa, memang aku selalu manja padamu, jadinya aku cengeng seperti ini pa..setiap kali menyebut namamu.

Bapak...doa dari anak-anakmu insya allah tak akan pernah putus, dan semoga kelak ketika dunia ini berakhir, kita akan kembali berkumpul dan bersama ditempat yang paling indah disisi Allah SWT dan di surga.

Salam sayang dan rindu
Dari anakmu yang paling cantik......

2 komentar:

  1. Semangat terus mbak,bapak pasti melihat & mendengar apa yg kmu rasakan :D
    sugatangguh.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiippp tentu saja harus semangat...makasih sudah berkunjung

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...