Mengukir Jejak Di Pangkalpinang: Menanti Matahari Terbenam Di Pantai Parai Dan Marina Bay

Liswanti Pertiwi | Selasa, Maret 08, 2016 | | | |

Pena cinta baru saja mengukir jejak di Pangkalpinang. Kota yang kini dipimpin oleh Walikota Pangkalpinang M. Irwansyah, memang baru pertama kali saya datangi. Perjalanan ini memang membekas di hati saya. Bukan saja bisa menjelajahi kota yang baru buat saya, tapi juga suasananya masih asri dan indah, dengan pepohonan hijau.

Apalagi menjelajahi kota yang dipimpin oleh politisi muda PDIP ini, saya berasa pulang kampung. Karena, tidak ada yang namanya kemacetan, apalagi polusi. Saya dimanjakan dengan keindahan alam yang mempesona dari Pangkalpinang.

Setelah sampai di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saya dan 17 blogger lainnya langsung menyantai Mie Koba, yang sangat khas dengan kuah ikan tenggiri. Selesai perut terisi, kami pun melanjutkan perjalanan ke Giri Sasana Menumbing, untuk melihat lebih dekat rumah pengasingan Soekarno.

Cerita selengkapnya ada di Giri Sasana Menumbing

Di atas puncak Mercusuar
Usai kami mengunjungi tempat bersejarah, perjalanan pun berlanjut ke Mercusuar Tanjung Kalian yang ada di Muntok. Disini saya bisa melihat pemandangan indah yang Tuhan ciptakan di atas ketinggian. Saya suka dengan mitos yang diberikan penjaganya, dia berkata “siapa yang bisa sampai ke puncak, semua impian dan cita-citanya akan tercapai”. Saya tahu itu mitos, tapi entah kenapa itu yang membangkitkan rasa lelah saya untuk bisa mencapai puncak impian. Jadi, saya punya pelajaran berharga dengan mendaki 18 lantai, hingga sampai ke puncak.


Untuk menggapai sesuatu, butuh proses dan perjuangan. Jangan pernah menyerah dan putus ada. Dan teruslah berjuang”

Setelah puas menikmati pemandangan indah di Muntok, kami pun pergi mengunjungi Museum Timah yang juga menyimpan sejarah. Yang berlanjut dengan menikmati hindangan laut yang mengenyangkan, setelah perjalanan ditempuh dengan sangat panjang.

Menanti Matahari Terbenam Di Pantai Parai Dan Marina Bay


Usai melakukan perjalanan panjang dengan jarak tempuh yang tidak sedikit, blogger pun bisa beristirahat di sebuah resort dengan pemandangan pantainya yang cantik. Kami semua menginap di Kawasan Wisata Terpadu Pantai Parai Tenggiri Sungailiat. 

Pantai Parai
Disini, wisatawan bisa menyaksikan hembusan ombak, angin sejuk yang bertiup, dan pasirnya yang putih. Mata saya dimanjakan dengan pemandangan pantai yang eksotis, dengan panoramanya yang indah. Menanti matahari terbenam, saya memanjakan diri dengan memotret keindahan yang jarang sekali saya lihat di Ibukota. Setidaknya hiruk pikuk kemacetan dan polusi kendaraan, bisa hilang sesaat. 


Mata ini benar-benar dimanjakan dengan keindahan alam yang menakjubkan. Ciptakan Tuhan ini begitu luar biasa, "Subhanallah". Dari Pangkalpinang ke tempat wisata ini, butuh waktu kurang lebih 1 jam. Sempat merasa sedih, karena melihat anak-anak yang berlarian, sedangkan saya jauh dari anak. Tapi tak apa, semoga saja, suatu waktu bisa mengajak keluarga ke tempat ini dan menikmati pemandangan bersama-sama.

Waktu yang semakin sore, kami pun beranjak ke Marina Bay, yang persis ada di samping pantai Parai. Disini memang cukup sepi, sehingga blogger bebas berfoto. Di Marina Bay, kita akan dimanjakan dengan pemandangan indah ke lepas pantai. Disini pun ada banyak batu-batu alam yang besar, sehingga hasil foto pun semakin menarik.



Disini ada jembatan yang menjorok ke laut lepas. Saat mata ingin dimanjakan dengan pemandangan yang indah, kita bisa berjalan di atas jembatan dan melihat lautan yang begitu luas. 

Terus apa yang blogger nantikan disini? Tak lain adalah matahari terbenam. Tapi, sayang sekali, karena kami hanya bisa menanti matahari terbenam yang tak kunjung datang. Bukan tak datang, tapi terhalang awan yang mulai mendung. Sehingga, saya pun tidak bisa menyaksikan indahnya sunset di tempat ini. 

Melihat pemandangan pantai yang indah sudah, foto-foto sudah, yang kurang hanya satu menyaksikan matahari terbenam, hingga berganti malam, dengan udara yang semakin dingin menusuk kulit.



Perjalanan hari pertama di tanggal 27 Februari 2016 terbayarkan dengan rasa senang dan bahagia. Bersama sahabat, mengukirkan cerita dan mengukir jejak di Pangkalpinang. Melewati jalan panjang, menyusuri kota, menjelajahi tempat bersejarah, hingga menikmati aneka hidangan laut yang begitu nikmat. Nikmat mana lagi coba, yang harus saya dustakan? Tidak ada. Alhamdulillah, pena cinta, bisa mendarat di kota yang indah dan bermakna. Mengetahui jejak-jejak sejarah pendiri Bangsa, hingga menikmati alam yang dimiliki Indonesia. 

Yuk, kita ke Pangkalpinang dan nikmati pesona alam Indonesia.

20 komentar:

  1. Asyik bisa sampai puncak mercusuar, semoga semua mimpi dan cita-cita tercapai ya mbak Lis, aamiin :)

    Itu foto-foto waktu di pantai indah sekali ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya neh, asyik banget, seneng ampe atas hehe

      Hapus
  2. Pantai Parai... aku pernah ke sana juga Mba.. Panorama pantai dan ombaknya sungguh menakjubkan .. Duh ..jadi pengen ke sana lagi deh.. Aku penyuka pantai soalnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sudah pernah ya, asyik ayo kita kesana lagi mba

      Hapus
  3. Kereeen. Apalagi girl band yang lima orang ituuh.. Mantab

    BalasHapus
  4. Fotonya bagus2, jadi ngarep bisa kesana juga.. TFS mak :)

    BalasHapus
  5. Mauuuuu kesanaaaaa juga heuheuheu. Bagus ya pantainya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu ke Pangkalpinang, iya ini pantainya bagus

      Hapus
  6. moga next trip bisa gabung amin :)

    BalasHapus
  7. asyik ya mbak bisa ke sana, jadi mupeng

    BalasHapus
  8. mau kesana, hmm kira" trip nya mahal gak ya?
    makannya, jajan nya dsb nya

    wa ini kunjungan pertama saya ke sini, salam kenal mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga mahal kok, apalagi makannya juga ga mahal disana

      Hapus
  9. Subhanalloh indahnya pantai ciptaanmu tuhan, Muantappp mbak pantainya.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...