5 Cara Sederhana Mengajarkan Anak Menjadi Mandiri Dan Berani


Kalau membicarakan anak-anak selalu menyenangkan. Apalagi dengan tumbuh kembang mereka. Chantika menjadi anak perempuan pertama saya yang saat ini memilih untuk sekolah dengan sang nenek sambil belajar ilmu agama di kampung halaman. Chantika sudah tumbuh menjadi anak yang berani dan kuat, sedikit demi sedikit dia sudah mau membantu sang nenek menyapu lantai, biarpun masih berantakan. Setidaknya ada kemauan dan keinginan dari Chantika untuk belajar. 

Begitupun dengan Dimas yang Nopember nanti genap 4 tahun. Saat ini Dimas menjadi sosok anak yang aktif, dan senang belajar banyak hal, hingga suka sekali bertanya ini itu. Sebagai orang tua, saya selalu ingin Dimas tumbuh menjadi sosok anak yang pintar, kuat, hebat, dan mandiri. Biarpun Dimas masih kecil, dia sudah berkeinginan menjadi seorang TNI dan bisa menerbangkan Sukhoi. Maklumlah keseringan lihat atraksi pesawat tempur, jadinya Dimas memiliki kemauan untuk menjadi seorang pilot. Tentu saja keinginan dan cita-citanya saya "aminkan".

Dimas dan Chantika sangat manja sekali, maklumlah masih anak-anak. Tapi, adakalanya saya mendidik mereka untuk menjadi sosok anak yang mandiri. Nah, ada 5 cara sederhana neh yang saya ajarkan kepada anak-anak, supaya menjadi anak yang mandiri dan berani. Karena dengan membiasakannya sejak dini, anak-anak akan terbiasa. Sebagaimana masa kecil itu hanya terjadi sekali. 5 cara sederhana tersebut adalah:


  • Membiasakan anak menabung, minimal 2 ribu sehari
Cara saya yang pertama, tentu saja dengan membiasakan anak menabung sejak dini. Karena memiliki manfaat jangka panjang, anak bisa lebih menghargai uang/penghasilan kalau dia sudah dewasa, tidak boros, dan bisa berhemat. Dimas dan chantika suka jajan, perlahan demi perlahan saya mulai membiasakan anak menabung di celengan, biarpun hanya seribu atau 2 ribu rupiah setiap harinya. 

Cara ini sudah saya lakukan sejak mereka usia 2 tahun, dengan memberikan mereka celengan. Anak-anak senang sekali, ketika celengan yang mereka punya sudah berat dan kemudian saya buka. Akhirnya saya tukar menjadi uang kertas, dan membiarkan anak-anak untuk membeli mainan yang mereka sukai. Hingga kini, anak masih menjalankan kebiasaan ini untuk menabung di celengan. Kalau mereka dapat uang dengan jumlah banyak, biasanya saya tabungkan di rekening mereka masing-masing untuk masa depannya.
  • Membiasakan anak mencintai lingkungan

Ada berbagai cara yang bisa kita ajarkan kepada anak untuk mencintai lingkungan, salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya. Saya sering sekali melakukan hal sederhana ini untuk membuat anak semakin cinta dengan lingkungan sendiri, dengan membuang sampah ke tempat yang seharusnya.
  • Mengajak anak untuk membantu orang tua
Biasanya di rumah saya selalu mengajak anak-anak untuk membantu saya membereskan rumah. Tidak sampai yang berat-berat, saya paling mengajak anak untuk membereskan mainan sebelum saya pel, hingga merapihkan baju yang akan di setrika. Biasanya anak-anak selalu antusias membereskan bajunya sendiri ke keranjang untuk nantinya saya setrika. Kalau chantika biasanya ikut-ikutan ambil setrika mainan. Yang penting saya selalu bilang kepada anak-anak untuk menjauhi setrika punya mamanya yang panas.


Kebiasaan Dimas kalau emaknya lagi beresin baju, pasti ikut-ikutan
  • Membiasakan anak makan sendiri
Sejak dini saya membiasakan anak untuk makan sendiri, biarpun nantinya berantakan, itu tidak masalah, yang penting mereka mau belajar makan tanpa perlu disuapin. Menurut nenek, membiasakan anak belajar makan sendiri sejak dini, akan membuat anak menjadi mandiri dan tangguh "semoga, amin". Biasanya saya pun membiasakan anak makan banyak sayuran dan buah, supaya anak tetap sehat dan kuat.

Saya pernah mengalami kondisi anak sakit, karena kurangnya asupan sayuran. Setelah itu saya pun mulai membiasakan anak makan sayur setiap hari. Terkadang setiap harinya saya berikan menu yang berbeda supaya anak-anak tidak bosan. Saya juga jadi jarang memasak makanan yang berminyak, apalagi pedas. Karena kebanyakan pedas dan berminyak, suka membuat keluarga sering panas dalam.

Kalau anak panas dalam, biasanya Dimas atau Chantika minum larutan Cap Kaki Tiga Anak. Kebetulan neh pada Kamis, 25 Agustus kemarin saya mengikuti acara di Kidzania bersama Emak Blogger. Dan melakukan aktivitas seru bersama Cap Kaki Tiga Anak kemasan baru. Dimas tentu saja senang, sudah dapat minuman kesukaan, bisa bermain juga di Kidzania. Ini menjadi pertama kalinya buat Dimas ikut bermain dan seru-seruan di Kidzania. 


Kini larutan Cap Kaki Tiga Anak memiliki logo dan kemasan baru yang menarik, dengan karakter Disney, yakni Mickey, Minny, dan Donal, yang menjadi karakter kartun kesukaan anak-anak, termasuk saya #ehh. Larutan Cap Kaki Tiga anak tetap ada dalam 3 varian, yakni rasa leci, straberry, dan jeruk yang disukai anak-anak. Cap Kaki Tiga Anak merupakan inovasi dari brand larutan Cap Kaki Tiga yang sudah ada sejak tahun 1937, dengan resep turun temurun yang dipercaya ampuh meredakan panas dalam. 

Cap Kaki Tiga anak mampu mencegah dan meredakan gejala panas dalam pada anak, seperti sariawan, hingga sakit tenggorokan. Sehingga larutan Cap Kaki Tiga Anak bisa sebagai minuman yang dapat menjaga kesehatan anak. Dimas saja minum, kalian minum juga ga?

Info lebih lanjut tentang Cap Kaki Tiga anak, bisa langsung saja lihat di Facebook Cap Kaki Tiga Anak, dan Twitternya @kakitigaanak.
  •  Membiasakan anak bersosialisasi
Membiasakan anak bersosialisasi itu penting sekali, supaya anak lebih mengenal lingkungan dan mampu berkomunikasi dengan orang lain. Biasanya neh saya membiasakan anak bermain dengan orang lain, tapi tetap dalam pengawasan. Dengan membiasakan anak bersosialisasi, kedepannya dia akan terbiasa dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Maka, ketika ada event aktivitas seru bersama Cap Kaki Tiga Anak kemasan baru, saya senang sekali. Karena Dimas bisa belajar sambil bermain, dan bertemu dengan teman seumurannya. Dimas pun jadi senang punya teman baru yang baru dikenalnya, sehingga dia bisa menjadi berani.



Dimas dan teman-teman
Bermain di Kidzania sendiri bisa memberikan wawasan baru kepada anak-anak. Karena Kidzania ini adalah salah satu tempat edutainment yang bisa memberikan pengalaman baru bagi Si Kecil, dimana anak-anak dapat berlatih untuk mewujudkan cita-citanya. Bisa dengan mencoba profesi yang anak-anak inginkan, seperti polisi, pemadam kebakaran, dokter, pilot dan lainnya. Kemarin Dimas sempat mencoba profesi sebagai pembuat mie. Dia senang sekali, sampai-sampai pulang ke rumah langsung ditunjukkan kepada papanya.

Tepatnya Juni 2015 lalu di tempat yang sama, larutan Cap Kaki Tiga anak launching di Police Station Kidzania. Dan kamis kemarin (25/08) merupakan re-launching dengan kemasan dan logo yang baru. PT. Kino Indonesia, Tbk memiliki kepedulian kepada tumbuh kembang anak. Maka, melalui campaign Masa Kecil Cuma Sekali, Cap Kaki Tiga anak mengajak para bunda dan anak untuk mengikuti aktifitas baru untuk menciptakan pengalaman baru yang dapat memberikan warna pada masa pertumbuhan anak-anak, karena masa kecil hanya terjadi satu kali.

Dalam acara minggu lalu, Dimas juga senang melihat pertunjukan petualangan dino yang menghibur di teater Kidzania. Apalagi dengan tingkah bajak laut, tarian, hingga dialognya yang lucu. Bukan itu saja, ada lomba mewarnai kaleng yang diikuti oleh anak-anak. Dan kehadiran larutan Cap Kaki Tiga anak di Kidzania Jakarta bisa menciptakan pengalaman baru buat Si Kecil.





Dimas belajar berani masuk sel buat menghadapi penjahatnya hehe
Hari itu Dimas sudah tidak sabar ingin menjadi polisi cilik dan menangkap penjahat. Sehingga, Dimas memberanikan diri untuk mengajak penjahat bermain di dalam sel. Karena usia Dimas belum 6 tahun, jadinya dia belum bisa menjadi polisi cilik. Akhirnya cuma bisa melihat penjahatnya saja. Di Establishment larutan Cap Kaki Tiga anak Police Station Kidzania, bisa bermain peran sebagai polisi. Ada beberapa hal yang didapatkan anak saat bermain disini, seperti:
  1. Selain bermain, anak mendapatkan edukasi untuk menjadi polisi yang baik, berani, dan beraksi menangkap penjahat yang mencuri formula larutan Cap Kaki Tiga anak. 
  2. Anak mendapat edukasi tentang kerja tim dan kepemimpinan.
  3. Melatih fisik anak dan kebugaran saat menangkap penjahat.
  4. Bisa mengembangkan logika berpikir anak, sehingga bisa menganalisa, menyimpulkan lokasi penjahat, dan menangkapnya.
  5. Anak bisa merasakan menjadi pelindung masyarakat, kuat dan pintar.
  6. Tentunya memperoleh gaji 5 KidZos dan larutan Cap Kaki Tiga anak.
Semoga saja setelah bermain di Police Station Kidzania Jakarta, anak memiliki mimpi yang kuat untuk menjadi pelindung masyarakat dan abdi negara ya. Menjaga kedamaian dan ketentraman negara Indonesia. Kalau usia Dimas sudah 6 tahun, pasti dia pun akan senang mengejar penjahat, apalagi cita-citanya jadi TNI.


5 cara sederhana mengajarkan anak menjadi mandiri di atas, sudah saya lakukan sendiri. Karena bagi saya, masa kecil itu sangat berharga. Dan anak-anak akan mudah belajar dan memahami sesuatu kalau terbiasa diajari sejak kecil. Dari kecil saya pun diajarkan untuk rajin menabung, maka hingga kini saya pun bisa berhemat uang. Dengan menanamkan kebiasaan baik yang diajarkan dan ditanamkan sejak dini akan mampu mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangannya hingga dewasa. Apalagi masa kecil hanya sekali.




Seperti yang diungkapkan Ibu Efnie sebagai pakar psikolog anak. Bahwa masa kecil merupakan masa yang indah bagi anak-anak. Karena pada masa inilah ikatan kasih sayang antara anak dan orang tua terbentuk, yang menjadi dasar emotional attachment orang tua dan anak pada usia dewasa. Maka dari itu saya selalu membiasakan anak beberapa cara sederhana, selain mendekatkan dengan anak, juga mengajarkan mereka supaya terbiasa untuk kedepannya. 

Pertumbuhan anak harus digarisbawahi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. salah satunya dengan melatih anak untuk berpikir dan melakukan hal-hal yang kreatif, sehingga anak kecil akan terbiasa melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Hal tersebut yang menjadi dasar dalam proses berpikir ketika mereka dewasa.

Masa kecil anak-anak begitu berharga dan indah yang hanya terjadi sekali dalam hidupnya. Jadi mulailah mendidik anak dengan menanamkan kebiasaan baik, yang akan bermanfaat untuk masa depannya nanti. Sehingga anak pun bisa tumbuh menjadi sosok yang kuat, pintar, kreatif, memiliki kepedulian kepada sesama, dan pemberani.

55 komentar:

  1. Anak meang harus dibiasakan mandiri dan berani ya

    BalasHapus
  2. Wahh Dimas pasti jadi anak yang mandiri nantinya..:)
    Iya aku setuju banget kalo menabung salah satu cara mendidik anak supaya disiplin dan berhemat. Narendpun udah aku ajarkan menabung. Walaupun melalui sekolah sih. Sehari 5000 - 10ribu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga apa mba, yang penting anak bisa memahami bahwa menabung itu penting

      Hapus
  3. Dimas punya banyak temen nih habis jalan2 di Kidzania

    BalasHapus
  4. Anak saya juga saya biasakan menabung, mbak. 3 ribu per hari. Nabungnya sesuai umurnya dia. Kalo simbahnya mau ngasih seribu atau dua ribu saya minta bilangnya untuk ditabung, jangan untuk jajan. Dia juga senang dilibatkan dalam pekerjaan, sambil main-main... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyikkan ya mba kalau anak sudah gemar menabung

      Hapus
  5. Iyaa mba, aku sedia celengan nanti kalo penuh kita buat beli buku atau jajan permen sesekali :) seru yaa ka Dimas ke kidzania ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menabung di celengan memang menyenangkan. Iya neh seru sekali

      Hapus
  6. Tapi kebanyakan orang tua jaman sekarang selalu manjain anaknya mba apalagi yang lebih parah ada juga yang nyerahinnya pada baby sister. gimana tuh mba ? dulu sih saya alhamdulilah gak di urus sama baby sister karena selain ibu saya gak kerja juga gak ada buat bayar baby sisternya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itukan semua tergantung masing-masing orang mas. Setiap orang juga memiliki cara tersendiri untuk mendidik anak-anaknya. Kitakan tak pernah tau pikiran setiap orang. Biarpun saya memiliki kesibukan, dan beberapa pekerjaan, ada waktu buat anak dan mendidik mereka. Mau ibu bekerja ataupun tidak, mereka punya cara tersendiri mengasuh anak-anaknya. Banyak yang memanjakan anak sambil mendidik juga. Saya termasuk yang memanjakan anak, tapi ada waktunya saya mendidik anak sambil bermain.

      Hapus
  7. Menabungnya sudah banyak ya Mas Dimas dan Mbak Chantika? biar bisa bagi-bagi Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga Anak, hehee.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya neh biar bisa jalan-jalan bareng mba Astin hehe

      Hapus
  8. Pokoknya pelan-pelan melepaskan ketergantungan anak pada kita ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali mba, perlahan demi perlahan saja.

      Hapus
  9. Anak saya dapat gajinya 20 Kidzos loh mak, beda kali ya beda profesi :)

    BalasHapus
  10. Cara yang sederhana tapi sangat bermanfaat buat anak di masa depan, nice share mbak, thank's

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga mba sudah berkunjung.

      Hapus
  11. Tuuuh kaaan dimas uangnya banyak, nabung terus ya buat sekolah nanti...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheh iya neh, biar Dimas selalu pintar menabung

      Hapus
  12. Dimas main apa aja di kidzania? :)

    BalasHapus
  13. Main di Kidzania mmg mewujudkan impian ank anak cita cita mrk y mb

    BalasHapus
  14. Nah.. melatih fisik nih penting jg u rutinitas sehari2, anak2 skrg kurang gerak karena udah sibuk dgn kegiatan skolah dari pagi - sore. kalau main udah bs dgn gadget. duh.. aku batasi bgt nih permainan gadget, sebisa mgkn memperbanyak kegiatan offline hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anakku juga dibatasin main gadget mba, supaya anak bisa mengenal lingkungan dengan baik

      Hapus
  15. Wuaa bang dimas keliatan lebib garang dari perampoknya. Ayo bang interogasi penjahatnya... hihi... memang ya mba menanamkan kebiasaan baik itu harus dimulai sejak kecil...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha, kan Dimas pengen jadi abdi negara mba hehe. Benar sekali menanamkan kebiasaan baik memang harus dimulai sejak dini.

      Hapus
  16. Selalu happy klo main di KidZania

    BalasHapus
  17. Dimas keren deeh....semoga cita citanya menjadi abdi negara dapat tercapai :D

    BalasHapus
  18. Lain kali main bareng lagi sama Dedek Alfath ya Kak Dimas :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuuuk de Alfath, kaka Dimas pasti senang

      Hapus
  19. Wah seru banget Dimas mainnya, seru juga sama videonya..saya Liswanti melaporkan untuk larutan cap kaki tiga anak. Yeyyyyyy acara yang menyenangkan buat anak-anak dan pastinya buat para mamanya. Sukses ya mak





















































    BalasHapus
  20. nanti nihhh kita main ama Babam lagi,.. yuhu

    BalasHapus
  21. Itu suara mak Lis beneran? Klo iya, udah kayak reporter beneran deh...

    BalasHapus
  22. wiih udah pinter tuh anak nya mba, semoga berguna bagi bangsa dan agama :)

    BalasHapus
  23. Samaa... anakku cita-citanya juga jadi polisi...

    BalasHapus
  24. Tips ini cocok untuk saya...

    nanti kalau udah punya keluarga sendiri. hehehe...

    BalasHapus
  25. Nabung minimal 2 ribu sehari teryata membantu banget mengajarkan anak untuk menabung ya mba :)

    BalasHapus
  26. anak saya duhh, susah diajari menabung...ini PR banger buat emaknya

    BalasHapus
  27. Aih, dimas keren deh... Smoga cita2 tercapai ya :)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...