Melihat Dari Dekat Pantai Karang Hawu Sukabumi

by - Senin, Oktober 24, 2016


[Pariwisata Indonesia] Kalau membicarakan tentang Pelabuhan Ratu, pasti langsung teringat dengan cerita misteri dari Nyi Roro Kidul, yang konon merupakan penguasa pantai selatan. Semenjak kecil, nenek suka sekali bercerita tentang kisah Nyi Roro Kidul. Kalau tidak salah ingat, Nyi Roro Kidul merupakan seorang putri cantik bernama Dewi Kadita yang disihir menjadi buruk rupa. 

Putri raja ini kemudian di usir dari kerajaannya sendiri. Dan berjalan seorang diri, hingga sampai di pantai selatan. Dewi pun menceburkan diri ke laut, karena mendengar suara panggilan. Tak lama tubuhnya yang bau kembali seperti semula, yakni menjadi cantik jelita setelah bersentuhan dengan air laut di pantai laut selatan. Dari situlah, Dewi menjadi penguasa dengan mendirikan kerajaan, yang kemudian di panggil sebagai Ratu Pantai Laut Selatan.

Cerita misteri ini memang sudah banyak terdengar di kalangan masyarakat Indonesia. Saya sendiri menyukai cerita-cerita misteri seperti ini, apalagi dari zaman dahulu kala. Tempat saya sendiri memiliki cerita yang tak kalah seru, yakni cerita Situ Bagendit. Tapi, kali ini saya tidak akan membicarakan tentang situ, melainkan tentang laut yang beberapa bulan kemarin baru saya kunjungi, yakni Karang Hawu yang dikenal masyarakat sebagai tempat petilasan Nyi Roro Kidul.


Melihat dari dekat pantai Karang Hawu Sukabumi memang pertama kalinya buat saya. Biarpun saya asli Jawa Barat, belum semua tempat saya kunjungi. Pantai Karang Hawu merupakan salah satu pantai di teluk Pelabuhan Ratu, lebih tepatnya berada di Kecamatan Cisolok. Pantai ini sangat luas, dengan pemadangan yang indah. Ciri khas dari pantai Karang Hawu ini adalah bukit karang yang menjorok ke laut. Pantai ini juga dihiasi dengan bebatuan karang.


Melihat keindahan alam seperti ini dengan cuaca yang indah, langit yang baru, siapa pun pasti terpesona. Tapi, melihat derasnya ombak sempat membuat saya sendiri takut, ya saya memang trauma dengan air. Makaya saya hanya bisa memandanginya saja, ketika ada ombak barulah lari untuk menghindar. 



Pantai ini memiliki banyak bebatuan karang, dan ada juga lubang-lubang yang menyerupai tungku. Maka tidak salah kalau disebut Hawu. Karena Hawu sendiri dalam bahasa sunda artinya tungku (tempat pembakaran, tempat masak). Pengunjung pun bisa menikmati pasir putih (sedikit kecoklatan) dengan teksturnya yang halus. Tapi, sayang sekali saya tidak bisa menikmati sunset, karena siang itu harus langsung balik lagi ke Jakarta. 

Memang belum banyak yang bisa saya kunjungi di Pantai Karang Hawu, apalagi melihat pantainya dari atas bukit. Tapi, itu sudah cukup memuaskan hati, bisa melihat dari dekat Pantai Karang Hawu yang indah. Indonesia memang memliki banyak tempat wisata yang indah, siapapun akan selalu dimanjakan dengan pesonanya. Maka dari itu, sebagai anak bangsa, harus selalu bisa menjaga dan melestarikan alam yang dimiliki tanah air kita tercinta Indonesia.

     

You May Also Like

31 komentar

  1. Balasan
    1. Semua kekuasaaan Sang Pencipta, maka sebagai manusia harus selalu menjaga keindahannya.

      Hapus
  2. Asik buat dijadiin mencari ide ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik banget teh, sambil ngadem dan berhayal ya

      Hapus
  3. Belom pernah saya ke Karang Hawu atau laut Selatan yang ada di Sukabumi. Seringnya ke Laut Selatan yang ada di Garut. Hampir semua Laut Selatan itu indah. Ombaknya cantik. Walopun bikin takut. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah Santolo atau Sayang Heulang teh? Benar sekali indah sekali, tapi memang sedikit menakutkan, apalagi saya ga bisa berenang.

      Hapus
  4. Ceu Liswanti, apakah pantai ini ada tempat mandi dan tempat membasuh badan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada mba, nanti seberang jalan, banyak kamar mandi umum yang bersih kok. Sama tempat souvenir-souvenir gitu.

      Hapus
  5. ternyata sukabumi banyak spot keren

    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  6. Saya baru tau kalo hawu itu dari bahasa sunda hihi. Pantainya kece, selalu suka sama pantai. Bikin tenang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hawu itu memang tungku mas kalau dalam bahasa sunda. Selalu adem ya kalau di pantai.

      Hapus
  7. Cerita yg telah melegenda. gak bosan dengar kusah tentang Ratu Pantai Selatan ini yg konon menyukai warna hijau. Pemandbgan lutnya ibdaaah banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerita yang selalu melekat sekali di benark masyarakat Indonesia ya bun

      Hapus
  8. Pernah sekali ke Sukabumi, tapi belum pernah ke pantai ini hehee

    BalasHapus
  9. Waktu ke karanghawu terakhir kali saya sempat naik bukit dan berkunjung ke petilasan Nyi Roro Kidul :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah saya belum sempet naik bukitnya, next pengen nyobain ah

      Hapus
  10. Balasan
    1. Kemarin saya kunjungi tidak terlalu ramai kok

      Hapus
  11. Waaah kece juga ya mak pantai di sukabumiii. Aku baru tauuuu. Hihihihihiii. Makasi infonya maaaaaaak

    BalasHapus
  12. referensi ini buat yang traveling kalau ke Sukabumi

    BalasHapus
  13. sepertinya perlu dijadwalkan nih ke karanghawu. disamping itu saya penasaran juga dengan ciletuh geopark. sayangnya selama ini kabar tentang akses ke daerah sana yang masih kurang bagus kalau dari arah bogor - jkt.
    kalau boleh tau, apa saat ini akses jalan sudah mulai bagus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah bagus kok, kebetulan sayakan dari arah Jakarta juga. Berangkat jam 1 malam, jam setengah 4 sudah sampai di Pelabuhan Ratu. Kita menghindari macet di pagi hingga siang.

      Hapus
    2. ooo dari jkt jg toh.. he he.. kirain orang sono (sukabumi). cepet juga ya kalau berangkat jam 1 pagi, sekitar 3 jam sudah sampai. tks info nya. spt nya harus buat jadwal ke sana.

      btw, salam kenal

      Hapus
    3. Salam kenal juga ya. Iya saya dari Jakarta, tapi asli Jawa Barat juga, bukan dari Sukabumi, tapi Garut.

      Hapus
  14. aku sbnrnya g gitu suka pantai krn panas.. tapiiii kalo hrs milih, aku tuh sukanya pantai yg ombaknya tinggi, banyak karang, jd jrg utk org berenang :D.. biasanya pantai yg begini masih bersih, dan sepi :D..karang hawu ini kliatannya sepi jg ya mbak... akupun takut kalo melihat ombak, krn ga bisa berenang :).. takut keseret jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sebenarnya rame mba, tapi pas saya kesana memang tidak terlalu ramai, mugkin karena siang juga masih panas banget cuacanya. Sama kalau begitu saya juga takut sama ombak.

      Hapus
  15. Saya paling suka ke pantai, dan pantai selatan paling dekat dengan rumah saya. Kadang sih saya perhatikan juga urban legend misalnya ngak boleh pakai baju hijau pas di pantai jd saya ngk bw satu pun barang yg berwarna hijau. Percaya ngak percaya, tapi yaa ikutin aja biar sugestinya aman aja

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.