Mengasuh Adik Saat Ayah Sudah Tiada, Saya Lakukan 4 Hal Ini

by - Sabtu, April 22, 2017


[Dunia Anak] Hati akan merasa sakit sekali, ketika seorang anak yang lahir ke dunia tidak mengenal sosok ayahnya. Saya sudah melalui semua itu. Saat ayah saya meninggal di tahun 2007 dengan kondisi ibu yang sedang mengandung 5 bulan, membuat hati terasa pedih dan sakit. Saya membayangkan bagimana jadinya saat adik terlahir ke dunia, tanpa bisa merassakan dekapan dan kasih sayang ayahnya.

Sebelum adik lahir, saya merasakan waktu demi waktu menjadi sosok pengganti ayah. Berusaha siaga untuk ibu. Saat ibu akan melahirkan, saya berusaha tetap tenang dan tidak panik. Menitipkan adik pertama kepada nenek, dan pergi ke rumah sakit. Saya merasakan semakin sesak di dada menahan tangis. Yang ada dipikiran saya, bagaimana memberikan pengasuhan dan bimbingan kepada adik yang tidak tahu sosok ayah.

Seiring waktu berjalan, saya, ibu, keluarga dan calon suami (yang sekarang sudah menjadi suami) untuk bisa membimbing adik dengan baik. Apalagi mengasuh anak yang tidak mengenal sosok ayah tidaklah mudah. Di luar sana banyak yang seperti adik saya, bahkan tidak tahu orang tuanya. Saya dan keluarga selalu ingin memberikan yang terbaik, terutama dalam hal pengasuhan. Dan beberapa hal inilah yang saya dan keluarga lakukan, supaya anak yang tidak mengenal sosok ayahnya tetap bahagia.


Kebahagiaku anak-anak dan adikku tercinta
1. Ada sosok lelaki pengganti ayah

Setiap anak yang baru lahir tetap butuh kasih sayang kedua orang tuanya. Seorang anak akan tahu dekapan ayah dan ibunya. Saat bayi, adik saya juga begitu, sering sekali rewel, tapi ketika ada lelaki yang menggendongnya dia akan diam. Saat itu saya dan calon suami memutuskan untuk selalu fokus kepada adik. Saat suami sedang libur, dia akan pulang, dan ikut mengasuhnya. Supaya dia merasakan adanya sosok lelaki pengganti ayah. Sosok lelaki pengganti bukan saja kakak,  bisa paman,  sepupu,  atau bahkan kakek. 

Semenjak saat itu, adik menjadi dekat dengan calon suami saya. Setelah menikah, semakin mendekatkan suami dan adik. Bahkan ketika saya dan suami jalan membawa adik, semua orang yang pertama melihat, menyangkanya dia adalah anak kami. Saya pun menjadi tidak risau atau galau saat anak belum juga hadir di tengah-tengah kami, karena kami bisa fokus dengan adik yang masih membutuhkan kasih sayang.

2. Perlahan memberitahu keberadaan ayah

Seorang anak, tetap saja akan mencari sosok ayahnya. Semenjak adik sudah mulai bicara dan mengerti, saya dan ibu sedikit demi sedikit memberitahu keberadaan ayah. Dengan cara memperlihatkan fotonya, dan menggunakan bahasa sederhana. "De, ini bapak (nunjukkin foto). Bapak sudah bobo di surga, tempatnya jauh". Perlahan demi perlahan adik mulai paham dan menerima. Biarpun sesekali dia akan menangis dan teringat.

3. Kasih sayang dan kebersamaan keluarga

Sekarang adik sudah mau 10 tahun, dia sudah sangat paham, bahwa dirinya sudah tidak memiliki seorang ayah. Saya, ibu, dan keluarga selalu memberikan perhatian penuh, membimbing, dan mendidiknya dengan baik. Saat saya pulang kampung, selalu membawa kemanapun kami pergi, supaya dia bisa merasakan kehangatan keluarga, kebersamaan dan tidak merasakan kesepian.

Pergi dan menikmati kebersamaan sangatlah penting bagi seorang anak. Dengan cara ini adik menjadi selalu senang, dan selalu menjadi anak yang ceria. Biarpun tidak ada ayahnya, dia bisa selalu bahagia, karena orang di sekelilingnya selalu sayang dan cinta kepadanya. Dengan cara inilah, seorang anak akan selalu merasakan kebahagiaan. 

4. Pendidikan Agama

Saat adik sudah beranjak besar, atau tepatnya di usia 4 tahun, dia mulai belajar agama, dari mulai ngaji dan lainnya. Pendidikan agama itu memang penting sekali, supaya sosok seorang anak tumbuh menjadi kuat, sabar, soleh dan beriman. Dengan agama yang kuat, Insya Allah dia akan menjadi sosok yang kuat, percaya diri dan tabah.

Dengan 4 hal inilah, saya dan keluarga mengasuh adik. Biarpun tidak ada Ayah, saya dan keluarga harus bisa memberikan pendidikan, perlindungan, dan bimbingan dengan sebaik mungkin. Supaya adik dapat tumbuh menjadi sosok yang kuat, sabar dan soleh. Satu hal yang perlu diingat, jangan sampai membuat sosok seorang anak yang tidak mengenal ayahnya menangis dan sakit hati. Berikanlah perhatian dan kasih sayang, supaya selalu bahagia.  

You May Also Like

30 komentar

  1. Dengan menjadi sosok yang melindungi mereka, tiada ayah bukan menjadi masalah bagi adik-adikmu kak :-)

    BalasHapus
  2. kakak yang baik, dulu aku malah jauh dari adik soalnya ngekos waktu kuliah, jadi mereka lebih ke orang tua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting hati tetap dekat ya teh

      Hapus
  3. Salut Mak Lis bisa bantu ibunya asuh adik bayi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, 2 adik saya saya asuh mak dari dulu, lagi ngerjain skripsi saja, gendong sana sini.

      Hapus
  4. Salut sama Teh Lis. Ternyata adiknya ada yang masih kecil juga ya umurnya. Semoga kuat dan sabar menghadapi adik-adik. Aku juga lagi belajar mengasuh adik lagi nih yang sekarang tinggal serumah gegara dia kuliah di Jakarta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Ya Allah. Iya adikku ada yang masih kecil neh. Waah semangat ya menjaga adiknya

      Hapus
  5. Mengasuh adik yang masih seusia gitu memang dibutuhkan cara khusus ya. INsyaAllah apa yang mba lakukan ke adik dibalas pahala ya. Aaamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak benar sekali, cara khusus ini yang sangat penting. Amin Ya Allah

      Hapus
  6. Jadi ingat adik bungsuku yang saat berusia 2 minggu, ayah pergi untuk selamanya. Alhamdulillah,sekarang si bungsu sudah menikah dan punya 2 anak.

    BalasHapus
  7. Mbak Lis seorang kakak yang baik. Membantu ibu untuk membimbing adik. Trenyuh baca postingan ini. Salut untukmu, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba. Itu sudah seharusnya tgas kakak mba. Semua orang pasti bisa melakukannya

      Hapus
  8. Salut saya bacanya. Dan setuju banget, setidaknya jangan sampai kehilangan sosok ayah dalam hidupnya

    BalasHapus
  9. Aduh Mbak.. jadi keingeran Alm.Abi ku, tapi pas beliau meninggal adek2ku sudah agak gede.

    BalasHapus
  10. Salut saya sama Mba. Cerita Mba menginspirasi saya :)

    BalasHapus
  11. Luar biasa, di tulis dengan hati. Saya perlu belajar nih

    BalasHapus
  12. Sedih, terharu, tapi juga bangga membacanya, Mbak Lis. Semoga adiknya tumbuh jadi anak shalih, ya. Dan berkah buat semua keluarga Mbak Lis.

    BalasHapus
  13. Wah bunda beruntung ya dapet suami yg sayang ma adik kita jga. 😃. Bikin saya merasa beruntung memiliki suami yg peduli dg keluarga 😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bunda, suami sayang keluarga

      Hapus
  14. Saya trenyuh bacanyaa mbaak. Semogaaa adik bsa tumbuh sehat dan selalu bahagiaaa mbak yaa. Aamiin. .

    BalasHapus
  15. hebat mba...semoga semua lancar dan keluarga selalu dekat

    BalasHapus
  16. wah mbak, betapa luhur ya bsia membawa adik menjadi lebih baik dg kasih sayang. ya kasih sayan di keluarga itu sangat diperlukan ya, membuat kita bahagia

    BalasHapus
  17. Mba, saya baru tau kalo Mba Lis masih punya adik kecil. Cakep, euy, adiknya.
    Mba, saya salut dan terharu baca ini.

    Btw, sharing jadi istri prajurit ditungguin nih. Hehehe.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.