Bijak Memilih Investasi Untuk Masa Depan Yang Bahagia

by - Kamis, Oktober 05, 2017


[Keuangan] Seorang ibu yang juga menjadi menteri keuangan rumah tangga, harus selalu bijak. Baik dalam menggunakan uang, maupun membuat anggaran rumah tangga. Nah gimana dengan investasi? Tentu saja seorang ibu juga harus bijak dan cerdas dalam memilih investasi, jangan mudah tergoda dengan investasi dengan hasil yang cepat. Karena segala sesuatu itu butuh yang namanya proses.

Berinvestasi itu membuat tenang di masa depan

Kebahagiaan saya saat ini adalah anak-anak. Tentu saya memiliki tujuan di masa depan, supaya kehidupan dan pendidikan anak-anak bisa lebih baik dari orang tuanya. Gadis kecil yang sudah berusia 7 tahun memiliki keinginan menjadi seorang Tentara Wanita, begitu pun dengan Putra kecil saya yang berusia 5 tahun yang berkeinginan menjadi Penerbang. Mungkin karena tinggal di dekat lanud, jadi sudah terbiasa melihat pesawat tempur, hingga tentara bekerja.

Kalau keinginan atau cita-cita mereka tidak berubah, tentu saja sebagai orangtua harus bisa mempersiapkan banyak hal, untuk bekal mereka di masa depan. Untuk mewujudkan cita-cita mereka tentu butuh mempersiapkan dana yang tidak sedikit. Apalagi biaya pendidikan dari tahun ke tahun terus meningkat. Saat putri saya masuk TK sudah masuk 2.5 juta, belum bajunya dan perlengkapan lainnya. Di total saat masuk TK sudah 4 juta, itu tidak termasuk biaya iuran bulanan dan tabungan rutin. Kalau tidak dibantu dengan adanya dana Asuransi Pendidikan, mungkin bisa pusing juga, apalagi saya masih punya adik yang masih sekolah.

Mempersiapkan masa depan anak-anak kalau hanya mengandalkan tabungan dan asuransi tentu saja masih belum cukup. Karena biaya masuk SMP atau SMA favorit pilihan butuh keluar dana yang tidak sedikit. Maka dari itu, sejak anak masih kecil saya sudah mulai berpikir untuk berinvestasi supaya tenang di masa depan. 

Berinvestasi apa?

Salah satu pilihan investasi, yakni tanah yang ditanami jati dan jabon
Saat memulai berinvestasi, saya memilih menyesuaikan dengan dana yang dimiliki. Jadi setelah menabung beberapa tahun, mulailah memilih investasi yang tepat dan aman. Saat itu saya belum berani mengambil risiko banyak, akhirnya memutuskan beli logam mulia, perhiasan dan tanah. Tentunya tanah tersebut mulai diolah dengan ditanami tumbuhan. Ya itung-itung belajar bertani ☺☺. Yang berharap di masa depan sudah ada hasilnya untuk masa depan anak.

Setelah anak kedua lahir, saya pun mulai berani ambil Reksadana dan ikut asuransi unit link. Apakah itu sudah cukup, tentunya belum, karena dalam berinvestasi itu harus bisa beragam, dan bisa jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Setidaknya itulah yang baru saya pelajari beberapa hari lalu di Ibu Berbagi Bijak.

Ibu Berbagi Bijak: Investment

Mr. Harianto membuka acara dengan memberikan sambutan
Pada hari selasa 3 Oktober 2017 bertempat di Mendjangan Resto, saya berkesempatan untuk ikut belajar lagi di Financial Literacy Workshop III #IbuBerbagiBijak, yang pada hari itu membahas tentang Investment. Bahkan dalam sesi ke 3 ini, hadir juga Mr. Harianto Gunawan selaku President Director of Visa Worldwide Indonesia yang memberikan sambutan.

Pada sesi ke 3 ini kita semua belajar kembali tentang Investasi bersama mba Prita Hapsari Ghozie selaku Financial Educator, serta CEO & Chief Financial Planner ZAP Finance. Tentu dua bulan yang lalu, para ibu yang hadir benar-benar belajar tentang bagaimana pentingnya bijak menggunakan keuangan dan membuat anggara rumah tangga supaya keluarga sselalu bahagia. Tentu ilmu-ilmu yang diajarkan bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan belajar bijak mengelola keuangan, jadi semakin tahu mengelola kebutuhan dan menggunakan uang dengan baik, termasuk cermat dalam berhutang. Belajar membuat anggaran, jadi semakin bijak dalam memprioritaskan kebutuhan, hingga mengelola arus kas. Nah, saatnya seorang ibu yang menjadi menteri keuangan menjadi bijak dan cerdas dalam memilih investasi yang baik untuk masa depan.

Ayo pilih kapal dengan layar besar atau kecil neh?
Mba Prita sendiri membuka sesi acara dengan memberikan ilustrasi, mau memiliki kapal dengan layar besar yang artinya menggunakan kapal ini cepat sampai, namun kalau ada angin besar bisa bahaya juga. Atau kapal dengan layar kecil yang artinya ini aman, tapi untuk sampai ketujuan sangat lama. Maka ada kapal yang ideal dengan 4 orang dan 1 ban penyelamat, tapi ternyata kalau terjadi sesuatu 1 ban itu masih kurang. Maka ditambah lagi menjadi 4 ban penyelamat, jadi harusnya sudah bagus ya dengan 4 penumpang. Teryata itu masih kurang, karena untuk sampai ke tujuan harus adanya kemudi.

Kapal itu ibarat tabungan kita yang membuat hidup terasa nyaman, tapi kalau kita tidak punya layar yang cukup, akan susah sekali sampai ke tujuan, tentu ini ibadarat keinginan kita yang ingin dicapai. Ternyata yang sering dilupakan orang adalah tidak memiliki yang namanya rencana keuangan, ini merupakan kemudi, seberapa besar kapal yang harus kita punya, seberapa besar juga layar yang harus kita punya supaya selamat sampai tujuan. Maka dari itu perlu rencana keuangan dalam memilih investasi.

Memilih Investasi untuk mencapai tujuan di masa depan

Ilustrasi berinvestasi 

Memiliki investasi itu sangat penting, karena kehidupan kita masih panjang. Apalagi hidup itu pasti penuh dengan pilihan, apa saja yang terbaik untuk diri kita massing-masing. Dan disinilah mba Prita menyampaikan bahwa ada 5 prinsip dalam berinvestasi, mulai dari:

1. Pahami tujuan dan profil risiko investor

Kita ini tentu saja harus memiliki tujuan, untuk apa seh berinvestasi? Karena nantikan kita akan bisa investasi mana saja yang akan dipilih. Nah mba Prita mengilustrasikan sebuah sapi dan susu, tentu ini diibaratkan dalam memilih investasi. Mau pilih beli sapi lalu kita gemukin, supaya nantinya bisa di jual, atau mau menikmati perahan susu sapi setiap bulan? Ternyata itu sangat beda, karena ini ibarat pilihan kita. Biarpun begitu, tetap saja ada risiko. Kalau sapi digemukin, bisa saja hilang, atau diperah dan menghasilkan setiap bulan, bisa saja mati. 

Jadi kita tidak bisa membandingkan lebih punya deposito atau punya emas. Karena memiliki emas itu tidak bisa meghasilkan keuntungan tiap bulan. Sedangkan deposito bisa memberikan hasil tiap bulan. Ibarat susu dan sapi tadi, emas bisa gemukin sapi saja, sedangkan deposito bisa memberikan susu tiap bulan. Maka mba Prita memberikan saran, kalau usia kita masih produktif bisa memilih investasi yang bisa gemukin sapi, atau kalau sudah pensiun carilah investasi yang banyak memberikan susu perah.

Ilustrasi tujuan investasi (Tujuan saya untuk pendidikan anak di masa depan)
Kita tinggal tentuin tuh tujuan investasi kita itu untuk apa, misal saya neh berinvestasi untuk mempersiapkan pendidikan anak di masa depan, jadi tinggal pilih mau investasi apa saja supaya tujuan tercapai. Selain itu kita harus memahami juga profil risiko investor, seperti:
  • Investor Konservatif (100% Defensif)
  • Investor Moderat (60% Defensif, 40% Agresif)
  • Investor Agresif (30% Defensif, 70% Agresif)
Dengan profil risiko investor ini kita akan ketahuan, masuk tipe yang seperti apa. Apabila mau mencoba sesuatu yang melebihi dari profil risiko kita itu bisa. Tapi, kita pun harus siap juga dengan risiko-risko yang akan didapatkan di kemudian hari.

2. Tentukan jangka waktu

Jangka waktu ini penting sekali dalam memilih investasi. Harus tahu juga dengan tujuan keuangan mau untuk dana kuliah, membeli rumah atau pensiun. Kemudian waktunya untuk jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang. Menyesuaikan jangka waktu itu dari kapan kita mau pakai menggunakan aset investai tersebut untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dan tentunya pilihan setiap orang itu berbeda-beda dalam menentukan aset investasi dan untuk jangka waktu yang mana.

Ilustrasi jangka waktu investasi (Photo by canva)
Apabila kita punya tujuan keuangan untuk pendidikan anak, dan hanya berinvestasi di Logam Mulia saja, itu masih kurang sesuai, kalau satu jenis investasi digunakan untuk jangka waktu pendek, menegah dan panjang. Kan usia anak masih bertambah terus. Misal anak masih bayi, dan mau masuk SD itu masuknya jangka pendek, saat masuk SMP itu jangka menengah dan kuliah masuk jangka panjang. Tapi tentunya setiap orang itu berbeda. Jadi bisa dilihat usia anak untuk memilih aset investasi yang sesuai. 

Dalam menentukan jangka waktu investasi itu harus beda-beda, karena adanya inflasi. Inflasi itu sesuatu yang memang membuat kita lebih susah dalam membeli barang di kemudian hari. Tentang inflasi ini ada tebak harga juga untuk bisa mengetahui harga di beberapa tahun kemudian. Dimana ada beberapa barang belanjaan harus di total, 3 tahun kemudian akan berapa jumlahnya dengan inflasi 10%. 

Melihat gambaran harga di 3 tahun depan dengan inflasi 10% tentunya kita jadi perlu sekali berinvestasi. Jadi kalau ada tujuan di jangka pendek bisa dengan menabung saja, tapi kalau ada tujuan yang panjang bisa berinvestasi. 
      
3. Ragamkan harta investasi

Ragam pilihan investasi
Selalu ada pertanyaan, inestasi apa yang aman dan balik modalnya cepat? Nah kalau seperti ini sebenarnya bicara tabungan, investasi atau spekulasi. Mereka yang mau punya untung yang cepat dengan hasil yang besar masuknya ke dalam spekulasi. Karena saat kita menginginkan keuntungan yang lebih besar, maka dari itu kita harus memahami juga potensi risiko yang lebih besar, sehingga jangka waktu tidak bisa cepat. Ada beberapa perbedaan saving, investing dan speculating. Sehingga cocok atau tidak dengan tujuan investasi yang ingin dicapai. 
  • Tabungan (saving): Rekening tabungan, pasar uang dan sertifikat deposito (pertumbuhannya lambat)
  • Investasi (investing): Saham, obligasi, real estate (Risiko meningkat).
  • Spekulasi (speculating): Perdagangan (risiko sangat tinggi)
Contohnya neh untuk dana pendidikan anak, kalau menggunakan spekulasi itu bahaya, takutnya saat uang itu dibutuhkan malah sedang rugi. Atau saat anak masih bayi mau berinvestasi untuk dana pendidikan anak kuliah, tapi hanya menabung saja tentunya jadi slow growth, karena anak sudah besar, tapi tabungan tetap segitu. Maka dari itu kita sebagai ibu yang bijak harus memilih mana yang akan digunakan untuk setiap jangka waktu investasi yang diinginkan.

Dan disini mba Prita menjelaskan tentang beragam investasi yang bisa menjadi pilihan, seperti:
  • Aset fisik ini adalah aset yang dipegang sendiri dan tidak bergantung pada lembaga keuangan tertentu, bisa berupa logam mulia dan properti. 
  • Surat berharga tidak memegang fisiknya, tapi kita sudah tercatat di lembaga keuangan, bisa berupa deposito, obligasi, saham, reksa dana.
  • Bisnis, bisa franchise dan usaha.
Dengan ada banyaknya beragam pilihan investasi, kita tinggal memilih saja investasi mana saja yang akan diambil untuk mencapai tujuan di masa depan. Seperti yang mba Prita ungkapkan, memilih investasi jangan satu saja misal logam mulia, tapi harus ada yang lainnya. Disini kita bisa memilih surat berharga.


Supaya bisa menambah jumlah investasi, bisa juga tuh memberikan sewa baju kebaya, sewa kamera atau sewa mainan, yang sekarang ini sedang disukai semua orang. Itu juga masuk properti juga yang masuk investasi. Kalau ingin memilih investasi surat berharga, cobalah ambil reksadana. Kalau memilih Saham itu lumayan berisiko, tapi risiko yang paling tinggi adalah bisnis. Kenapa? Karena bisnis itu bisa membuat modal kita menjadi nol, beda dengan saham yang hanya akan mengalami penurunan. Ada beberapa risiko investasi yang perlu diketahui, mulai dari risiko likuiditas, risiko gagal bayar, risiko volatilitas harga, dan risiko pasar. 

Ada satu risiko yang paling besar, yakni risiko penipuan berkedok investasi. Maka dari itu kita harus cerdas daan bijak memilih investasi, jangan mudah tergoda dengan hasil yang cepat. Yang perlu diketahui neh, dalam pemilihan jenis aset investasi itu, risiko lebih tinggi jangka waktunya lebih panjang, sedangkan risiko lebih rendah jangka waktunya lebiih pendek.
4. Lakukan investasi secara bertahap dan berkala (Strategi Investasi)

Dalam berinvestasi tentu harus melalui banyak proses, bukan saja langsung menikmati hasilnya. Jadi, kita bisa lakukan investasi secara bertahap dan berkala, tentu itu butuh yang namanya strategi. Ada beberapa strategi, seperti:

  • Cost Averaging. Dengan disiplin investasi setiap bulan dan tidak terpengaruh kondisi pasar. Artinya dengan investasi rutin dapat membantu kita untuk meminimalisir exposure downside risk pada portofolio kita di suatu waktu.
  • Diversification. Never put all your eggs in one basket adalah prinsip dassar investasi. Artinya kita harus bisa meminimalisir risiko dengan berivestasi di berbagai sektor atau instrumen.
  • Long term. Risiko berinvestasi tidak dapat dihindari, namun pada umumnya dapat diminimalisir dengan lamanya jangka investasi. Artinya bahwa investasi ini adalah alat terbaik dalam membantu kita untuk meraih long term goal.
Dalam hal ini mba prita memberikan contoh dalam menentukan pendidikan anaknya yang sudah dipersiapkan sejak tahun 2008 dengan asumsi inflasi 10% per tahun. 

Contoh kasus
Dengan melihat contoh kasus seperti ini, kita menjadi punya gambaran, bagaimana mempersiapkan dana untuk sebuah tujuan. Kalau menabung saja tentu tidak akan cukup, jadi penting sekali untuk berinvestasi, supaya tujuan yang diinginkan di masa depan tercapai dengan baik.  

5. Evaluasi dan lakukan perubahan alokasi bilamana perlu

Setelah kita memahami tujuan yang ingi dicapai dalam berinvestasi, mulailah dengan memilih jangka waktu dan investasi-investasi apa saja yang akan dipilih. Sehingga kita sudah bisa membuat strateginya. Barulah setelah itu melakukan evaluasi, apakah sudah tepat atau belum.

Yang perlu giingat neh, kalau ingin menghasilkan invetasi yang baik, jangan mudah tertipu dengan investasi yang hasil cepat. Maka dari itu sebelum investasi cek dan ricek dulu deh, jangan sampai menyesal di kemudian hari. Jangan karena kita kenal, ikut gitu saja berinvestasi, padahal semua belum jelas. Jadi waspadalah dengan investasi bodong, dengan cara:

Mau investasi, hati-hati tertipu investasi bodong
  • Jangan tergiur imbal hasil besar dan pasti. Semua investasi pasti ada risiko dan hasilnya tidak dapat dijamin.
  • Periksa legalitas dan ijin perusahaan yang menawarkan ke Otoritas Jasa Keuangan.
  • Skema investasi harus jelas. Darimana potensi keuntungan diperoleh?
  • Hati-hati dengan money game, arisan berantai, tawaran investasi kebun ABC dan lainnya.
Dalam sebuah kasus investasi bodong, supaya kita tidak tertipu, harus cerdas dan mencari informasi lebih banyak. Seperti:

  • Jual beli emas atau investasi emas? 
  • Kalau mau jual beli, apakah dilaksanakan pada harga pasar wajar? 
  • Kalau investasi, mana "sapi betinanya"? Dari mana asalnya bonus?
Dengan memiliki informasi yang lengkap, tentunya kita tidak akan tertipu dengan investasi bodong. Jangan sampai dana yang dikeluarkan untuk berinvestasi demi mencapai tujuan di masa depan hilang karena tergiur dengan hasil yang cepat dan pasti. Karena segala sesuatu butuh proses dan semua investasi itu pastilah memiliki risiko.

Ibu berbagi bijak yang siap berinvestasi
Maka dari itu, sebagai ibu selain bijak dalam mengelola keuangan dan mengatur anggaran, harus bijak juga dalam memilih investasi yang tepat untuk masa depan yang bahagia. Saat kita memiliki tujuan di masa depan, mulainya berinvestasi di berbagai bidang, baik properti, logam mulia atau surat berharga. Jangan hanya terpatok dengan satu investasi untuk jangka waktu pendek, menengah dan panjang. Tapi mulailah berinvestasi dengan jangka waktu tertentu, misal untuk jangka waktu pendek mau pilih deposito atau logam mulia, begitupun jangka waktu menengah dan panjang, harus dipilih yang sesuai.

Dengan begitu ibu akan semakin bijak dalam menggunakan uang. Ibu bijak keuangan, bijak dalam anggaran dan bijak berinvestasi. Nah kalian sendiri sudah investasi apa saja neh?

You May Also Like

46 komentar

  1. Mengingat biaya pendidikan yang semakin melambung, saya usahakan untuk investasi heheh biar sekolah neng Marwah tetap terjamin, insya allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju teh, persiapan masa depan anak ya

      Hapus
  2. Pilihan investasi banyak banget ya teh, tinggal pilih mau yang mana sesuai dengan kata hati dan dompet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener banget, kalo bisa jangan satu jenis.

      Hapus
  3. Harus mulai berinvestasi nih dari sekarang. Mumpung tanggungan belum banyak. Hehehehe. Semoga cita-cita kita tercapai ya, Mbaaak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Semoga bisa mewujudkan impian ya

      Hapus
  4. untuk saat ini inves tanah/emas aja dulu
    belajar pelan2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mas semangat pilih jenis yang lainnya

      Hapus
  5. Lengkap banget mbak.
    Investasi emang penting ya. Kalau ada kesempatan pengennya sih inves tanah jg yg gk bergerak.
    Sedang mempertimbangkan bisnis jg tapi msh blm kuat modalnya.
    Baca artikel ini jd mikir ttg biaya sekolah anak2 huhuhu.
    TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya dulu juga begitu belum punya modal, tapi mulai belajar dari beli perhiasan sedikit demi sedikit mba. semangat ya

      Hapus
  6. Orang Palembang suka sekali investasi emas. Semua yg dimiliki 5-10 suku (1 suku 7,4 gr) dipakai sehari-hari atau saat kondangan.Kadang saya ngeri melihatnya. Takut dirampok hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuuh dipake gitu, duuh ngeri dong itu. Saya malah beli perbiasan disimpen mba

      Hapus
  7. iya tuh, harus mengenali karakter dan kebutuhan. kadang orang suka maksa maunya high gain tp karakternya konservatif. dan butuhnya utk jangka pendek tp nyimpennya di yg long term, jadi kebalik2, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nahkan bener, hayu ah inves sesuai kebutuhan dan jangka waktunya ya

      Hapus
  8. di jaman sekarang memang tidak bisa mengandalkan pekerjaan saja, namun kita juga perlu berfikir dan mencari sebuah alternatif lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari investasi yang kita tanam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali. Maka dari itu investasi sangat penting ya

      Hapus
  9. Mengelola keuangan penting buat masa depan. Dengan investasi menjaga masa depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, kelola masa depan dengan baik ya mas

      Hapus
  10. Lha iya bener, ketika memutuskan investasi LM emang paling aman dan minim resiko ya Teh Lis. Namun setuju banget sih ketika berinvestasi juga dengan tanah yang ditanami pohon jati dan jabon. Hasilnya emang sih tidak sekarang. Namun baru bisa dirasakan untuk jangka waktu panjang saat anak2 sudah mulai butuh banyak-banyak nya dana untuk mempersiapkan pendidikan mereka ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba memang enak buah jangka panjang, kalau punya tanah ditanami jati

      Hapus
  11. Mbak hebat deh udah berinvestasi di tanah. Aku juga ingin mengikuti jejakmu buat menyiapkan dana pendidikan SID.

    BalasHapus
  12. Sekarang ini belum nikah dan punya anak, jadi belum ada kepikiran investasi. Tapi ada baiknya mulai dari sekarang juga ya mba 🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biarpun belum nikah investasi penting loh mba. Temen2ku udah inves dari kerja

      Hapus
  13. Kalau sudah punya buah hati pasti udah sangat berpikir investasi apa ya yang tepat. Nice sharing Ceu Lis!

    BalasHapus
  14. Memang emak2 jaman sekarang pada lihai. Sudah ga jaman tuh stereotipe kalau emaak2 itu pinternya cuman belanjain duit! Emak2 skrg lebih jago sial finansial, bahkan sampai level investasi!

    BalasHapus
  15. Aku mulai investasi supaya ga kaget kalau ada keperluan di masa depan. Berharap bisa invest lebih banyak lagi, semoga ada rezekinya. Aminn

    BalasHapus
  16. Ubtuk saat ini aku investasi emas aja dulu dan kedepanya insya Allah mau investasi yang lebih gede lagi.Amin...

    BalasHapus
  17. Investasi buat masa depan, ilmunya benar-benar kepake banget ya seru acranya dan sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  18. investasi ini emang penting ya, kebayang aja kalo ada apa2 di depan nanti kita harus punya sesuatu untuk nyelamatin kondisi tsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mba, investasi memang penting banget buat masa depan

      Hapus
  19. Mba Liswanti pinter investasi niy... Aku musti banyak belajar berani dari mba Lis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku mah pemula mba, baru belajar hehe

      Hapus
  20. Aku cuma investasi dlm bentuk LM, tab haji, reksadana aja

    BalasHapus
  21. Hrus mulai invest nih, biaya hidup tambah tinggi, dan kita gak tau kedepannya seperti apa. Apalgi buat calon ibu yg nantinya ngurus keuangan keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget, investasi sejak dini penting ya

      Hapus
  22. Mak Lis selalu kece kalau nulis tentang keuangan

    BalasHapus
  23. Wah! Akhirnya ngeliat tanahnya kak Lis :D
    Kapan panennya kak? ;)

    BalasHapus
  24. Di Jogja banyak banget kalo bicara investasi itu ujungnya rumah :)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.