1000 HPK, Investasi Anak di Masa Depan

Photo by Canva
[Dunia Anak] 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) menjadi sangat penting untuk masa depan anak. Karena di masa ini kebutuhan nutrisi anak juga harus terpenuhi dengan baik, supaya di masa depan anak tumbuh dengan baik, sehat dan cerdas. 

Pada 20 Februari kemarin, saya mengikuti Health and Nutrition Discussion bersama Nutrisi Untuk Bangsa yang bertempat di Hotel Santika Taman Mini Indonesia. Acara ini mengambil tema "Menyediakan Gizi Terbaik dalam Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)", yang menghadirkan beberapa narasumber, seperti Prof. dr. Endang L. Achadi, MPH, Dr.PH. Lalu ada Dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK dan DR. Dr. Yustina Anie Indriastuti , M.Sc., Sp.GK dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI). Serta dihadiri langsung oleh Arif Mujahidin.

Sebagai orangtua tentu kita harus memperhatikan asupan nutrisi dan gizi terbaik di masa tumbuh kembang anak. Karena langkah awal mencetak anak Indonesia yang sehat dan cerdas adalah dengan pemenuhan nutrisi untuk anak sejak dini, yakni di 1000 hari pertama kehidupan. 1000 HPK terdiri dari 9 bulan di dalam kandungan (9 x 30 hari = 270 hari) dan 2 tahun pertama setelah lahir (2 x 365 hari = 730 hari), jadi kalau di total menjadi 1000 hari. 8 minggu pertama sejak pembuahan terjadi pembentukan semua cikal bakal organ tubuh. Maka dari itu, perkembangan penting sebagaian organ berlanjut sampai akhir kehamilan dan akhirnya berlanjut sampai kira-kira 2 tahun pertama kehidupan.

Narasumber diskusi kesehatan
Pasti semua orang bertanya-tanya, kenapa 1000 HPK itu sangat penting? Karena bila periode ini tidak dilalui dengan baik, maka akibatnya terhadap kecerdasan dan kesehatan bersifat permanen, sulit untuk diperbaiki, dan berpengaruh terhadap dua generasi berikutnya. Baahkan akibatnya bisa berdampak jangka panjang, mulai dari kecerdasan (kemampuan kognitif) rendah, stunting, dan berisiko tinggi menderita PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti diabetes, jantung, stroke dan hipertensi. Sedangkan untuk janga pendek bisa berdamapak pada perkembangan otak, pertumbuhan janin (IUGR), dan metabolic programing.

Selain itu di 1000 HPK juga sangat penting untuk perkembangan otak, karena setelah lahir, otak masih mengalami perkembangan fungsi, menurun setelah usia 2-3 tahun. Oleh karena itu, anak harus mendapatkan stimulasi yang baik sehingga perkembangan otaknya terus optimal. 1000 HPK untu generasi emas, maka perlu diketahui beberapa hal, seperti yang sudah disampaikan Prof. Endang dalam acara diskusi, terutama tentang stunting, seperti:

  • Dampak jangka panjang apabila 1000 HPK tidak dilalui dengan baik bisa stunting. Dimana stunting adalah tubuh lebih pendek dari standar usianya, yang terjadi akibat gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh.
  • Di Indonesia, 4 dari 10 anak balita mengalami stunting. Dan ternyata Indonesia menjadi negara ke 5 terbanyak di dunia yang balitanya mengalami stunting. (Prevalensi tahun 2013 sebesar 37,2%).
  • Stunting disebabkan anak mengalami kekurangan gizi kronis dan / atau berulang dan sering menderita penyakit infeksi. Stunting terjadi sejak dini, mulai sejak di dalam kandungan, tepatnya dalam periode 1000 HPK yang mengakibatkan pertumbuhan tulang dan organ tubuh lainnya terhambat.
  • Indonesia termasu k di dalam 17 negara, diantara 117 negara yang mempunyai prevelensi tinggi stunting (37,2%), wasting (12,150), dan overweight (11,9%).
  • Indonesia termasuk didalam 47 negara dari 122 negara yang mempunyai masalah stunting pada balita dan anemia pada WUS (22,7% WUS menderita anemia menurut Riskesdas 2013). Untuk Anemia pada WUS, Indonesia menjadi kelima terbanyak di Indonesia.
  • Hampir separo (48,6%) anak umur 7-8 tahun mempunyai kemampuan kogintif kurang  dan 51,4% mempunyai kemampuan kognitif baik. Bahkan anak yang stuntig di usia dini mempunyai fluid Intelligence lebih rendah, dimana kemampuan berpikir abstrak, menyelesaikan masalah dan lain-lain.
  • Penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014 adalah stroke, jantung dan pembuluh darah, DM dan komplikasinya, tuberkulosis pernapasan, hipertensi dengan komplikasinya. Jelas ini terlihat 4 dari 5 penyebab utama kematian adalam PTM (Penyakit Tidak Menular) terkait gizi.
Melihat banyaknya permasalahan ini, yang perlu dilakukan adalah memperhatikan asupan nutrisi di 1000 HPK. Dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi (0-6 bulan) hingga bayi 6-24 bulan, penting sekali mendapatkan asupan adekuat yang bergizi seimbang. Untuk bayi usia 0-6 bulan ASI tetapah yag terbaik yang sudah merupakan gizi seimbang. Dan penting diketahui selama masa ini tidak terkena penyakit infeksi. Apalagi 1000 HPK itu erat kaitannya dengan investasi anak di masa depan, terutama kesehatan dan tumbuh kembangnya.  Terus apa saja yang harus dilakukan ya?

Ilustrasi ibu hamil (photo by Canva.com)
  • Untuk calon ibu hamil ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut. Seperti upayakan untuk tidak hamil saat remaja, kerena pertumbuhan dan perkembangan remaja puteri belum selesai, status gizi juga baik yang artinya tidak kurang energi kronis dan tidak obes. Kemudian tidak anemia, menerapkan pola makan bergizi seimbang agar semua zat gizi yang diperlukan janin tersedia di dalam tubuh, dan tentu saja menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
  • Untuk ibu hamil yang harus dilaukan adalah perhatikan asupan makan bumil adekuat (pola makan bergizi seimbang dan hilangkan pantangan makanan), pertambahan berat badan selama hamil tetap baik. serta mendeteksi dan mencegah penyakit bumil seperti anjurkan ANC sesuai standar, imunisasi TT, anjurkan minum TID 1 tablet setiap hari, pola hidup bersih dan sehat, hingga pola makan gizi seimbang.
  • Untuk ibu menyusui harus memperhatikan asupan makan busui ade kuat seperti pola makan gizi seimbang dan hilangkan pantangan makanan. Selain itu mencegah penyakit busui seperti pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan sabun, hingga pakai alas kaki.
  • Untu bayi 0-6 bulan yang harus dilakukan adalah dengan memberikan asupan makan adekuat bergizi seimbang yaitu dengan memberikan ASI Eksklusif. Dan lakukan pencegahan penyakit infeksi dengan diberikan imunisasi lengkap untuk usianya dan menjaga kebersihan bayi dan pengasuh.
  • Dan untuk anak usia 6 sampai 24 bulan berikan asupan makan adekuat yaitu memberikan MPASI yang bergizi seimbang dan cukup jumlah, teruskan pemberian ASI. Selain itu upaya pencegahan penyakit infeksi dengan diberikan imunisasi lengkap untuk usianya, pemberian kapsul Vitamin A, dan menjaga kebersihan bayi/anak dan pengasuh.
Pemberian gizi seimbang memang sangat peting sekali, baik untuk ibu hamil maupun anak-anak. Karena gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah gizi kurang dan gizi lebih. 

Kalau dulu kita mengenal 4 sehat 5 sempurna, kalau sekarang namanya gizi seimbang. Apa yang membedakan? Kalau 4 sehat 5 sempurna itu hanya menekankan  pada jenis nasi, lauk pauk, sayuran, buah dan susu. Sedangkan Gizi Seimbang adanya keanekaragaman makanan dalam jumlah dan proporsi tertentu serta upaya menjaga status gizi normal, serta dilengkapi dengan air hingga aktivitas fisik.Gizi seimbang juga memiliki kriteris tertentu, seperti cukup secara kualitas dan kuantitas, mengandung berbagai zat gizi seperti energi protein, vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Dan tentunya menjaga kesehatan dengan melakukan aktivitas fisik dan fungsi kehidupan sehari-hari bagi semua kelompok umur. Bisa diperhatikan neh 4 pilar gizi seimbang dan menyusun menu gizi seimbang.


Sumber Diskusi Kesehatan
Dengan melihat gambar di atas, sudah jelas bagaimana gizi seimbang itu sangat penting. Maka, kita tinggal memperhatikan menu makan setiap harinya, apalagi untuk ibu hamil di 1000 HPK yang sangat bermanfaat untuk investasi anak di masa depannya. Selain itu perhatikan juga jumlah gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, karena tentunya bervariasi sesuai kelompok umur dan status gizi seseorang. Jangan lupa untuk batasi gula, garam dan minyak. Setiap harinya bumil dan ibu menyusui membutuhkan tambahan energi 180 - 440 kkal serta 20 gram ekstra protein, agar kebutuhan zat gizi untuk janin dan bayi terpenuhi dengan baik. Dan yang tak kalah penting adalah zat besi dan asam folat saat hamil agar janin dan bayi tumbuh dengan sehat. 

Saya sadar betul zat besi dan asam folat sangat dibutuhkan sekali oleh ibu hamil. Apalagi saat saya hamil selalu sakit, tidak ingin dong bayi yang saya kandung perkembangannya terganggu. Karena zat besi sangat bermanfaat untuk:


  • Zat besi dibutuhkan ibu hamil sebagai persiapan menghadapi persalinan, oleh karena itu perdarahan yang terjadi saat bersalin.
  • Zat besi dibutuhkan ibu hamil untuk menjamin hantaran oksigen yang dibutuhkan sehingga metabolisme berjalan baik.
  • Zat besi diperlukan oleh janin untuk pertumbuhannya dan sebagai persiapan cadangan zat besi saat ia lahir hingga berusia 6 bulan.
  • Asam folat diperlukan untuk pertumbuhan otak dan neural tube janin untuk mencegah terjadinya kecacatan.
Untuk bahan makanan sumber asam folat bisa dari okra, beets, asparagus, hingga avocado. Menerapkan gizi seimbang pada bayi 0-24 bulan salah satunya dengan pemberian ASI. Karena ASI adalah makanan terbaik bagi anak usia 0-24 bulan. Dimana selama 6 bulan pertama hanya ASI saja yang boleh diberikan, setelahnya ASI harus didampingi oleh makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi dan anak. Pada prinsipnya pemberian MPASI itu meliputi ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama, pemberian ASI sesering dan sekehendak bayi, pemberian makan yang responsif dan perilaku bersih. Setelah itu berikan MPASI mulai anak usia 6 bulan tingkatkan jumlah secara bertahap, tingkatkan konsistensi dan variasi secara bertahap, tingkatkan frekuensi pemberian makan, berikan makanan yang tinggi kandungan zat gizinya, gunakan makanan yang difortifikasi dan tingkatkan pemberian cairan saat anak sakit.

Baca juga: Buah dan sayur

Sumber : Narasumber Diskusi Kesehatan
Ada tantangan tersendiri dari para ibu dalam menyiapkan MPASI, terkadang kita jadi beerpikir menu apalagi ya yang baik buat anak, apakah menunya sudah sehat, dan masih banyak prtanyaan lainnya. Dalam acara ini diberikan juga berbagai tips dalam membuat dan memberikan MPASI, seperti:
  • Upayakan dapur dan perlaatan masak terpisah dengan orang dewasa. Mulai dari peralatan stainles steen dan jangan menggunakan kayu , melamine dan plastik saat memasak MPASI. Gunakan lap sendiri dan cuci setiap hari. Jangan lupa untuk cuci tangan dan gunakan sarung tangan saat membuat MPASI. 
  • Saat yang memasak kena diare atau tifus, lebih baik jangan memasak untuk anak yang sedang MPASI. 
  • Ambillah sesuai kebutuhan, bisa dipanaskan dengan mikrowave atau dikukus. Suapi anak sedikit demi sedikit. Bila makan anak tidak habis jagan disimpa, tapi langsung buang. Jangan lupa untuk memberikan anak minum dan bersihkan mulutnya.
  • Jadwal makan anak harus teratur, bisa disesuaikan dengan jadwal orang dewasa supaya terbiasa. Dimulai dengan sarapan jam 6-7, snak pagi jam 10, makan siang jam 12-13, snack sore jam 15, makan malam jam 18-19 dan snack malam jam 21.
Karena energi juga dibutuhkan anak, maka MPASI yang adekuat sangat diperlukan, supaya bisa memenuhi energy GAP dan nutrient GAP yang terjadi pada anak usia 6-24 bulan yang mendapatkan ASI. Selain itu, protein hewani merupakan bahan makanan yang sebaiknya selalu ada dalam MPASI, serta penambahan lemak dan minyak ke dalam MPASI penting untuk meningkatkan energi DENSE dari MPASI tanpa penambahan volume. Yang paling penting adalah selalu pantau pertumbuhan anak dengan selalu mengukur tinggi badan dan berat badan anak secara rutin dan mencocokkan dengan kurva pertumbuhan. 

Mba Tria

Chef Yudha
Bagaimana, sudah pahamkan ya bagaimana pentingnya 1000 HPK untuk anak, dan penting sekali mempersiapkan gizi seimbang, terutama saat anak sudah MPASI. Dalam diskusi kesehatan ini juga diisi dengan cooking demo, mulai dari meracik minuman dari pemenang lomba resep dari karyawan Danone yakni Tria Rosemiarti yang menghadirkan minuman dari jambu dan vit levite jambu. Serta Chef Yudha Bustara yang membuat menu istimewa dan minuman yang segar.

10 komentar

  1. 1000 hari pertama bener2 penting buat anak ya. Berpengaruh banget sama kehidupan selanjutnya, sampe dewasa.

    BalasHapus
  2. Emang gizi anak itu harus diperhatikan sangat yaa, untuk kelangsungan masa depannya.

    BalasHapus
  3. Aku juga berusaha banget buat menuhin gizi anak-anak, tentunya harus emapat sehat lima sempurna.

    BalasHapus
  4. berarti sangat penting utk memberi Nutrisi Yang banyak damn bergizi pada 1000 HPK Anak, mengabaikannya berberarti rela melihat anaknya dng tinggi SEMEKOT ( Semeter kotor ) :)

    BalasHapus
  5. waaa, betul. Makasih mbak infonya, mengingatkan sekali supaya lebih aware pada gizi anak di 1000HPK, termasuk dari saat bayi di dalam kandungan. :)

    BalasHapus
  6. Duh sedih banget yaa anak Indonesia banyak yang mengalami stunting. semoga artikel kayak gini bikin banyak Ibu lebih aware pada 1000HPK yaa

    BalasHapus
  7. berarti stunting bukan karena modelnya orang Indonesia ya, ternyata jadi indikator masalah gizi di hari 1000 pertama, nice sharing, terimakasih infonya ya mbak

    BalasHapus
  8. Keren, nggak ikutann acaranya pun tetep tau poin2 penting tentang pentingnya pemenuhan gizi pada 1000 HPK. Noted mbak ya, buat nanti dibuka2 lagi kalo one day dapet hihi
    Dapet pasangan + bayi maksdnya hahahaha

    BalasHapus
  9. Bukannya nggak percaya sih. Saya pikir setiap hari dalam kehidupan anak adalah investasi bagi masa depannya. Tidak ada hari yang lebih penting atau krusial karena semua hari akan memberikan manfaat yang berbeda bagi si anak.

    Pemenuhan gizi anak yang saya tahu perlu dilakukan setiap hari. Hanya saja berbeda dalam tingkatan dan jenisnya yang menyesuaikan dengan kebutuhannya.

    BalasHapus
  10. betul yam cuma awal kehamilan itu kan suka mual dan muntah itu yang bikin malas makan

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.