Bahan Pangan Rendah Indeks Glikemik untuk Mencegah Diabetes


[Kesehatan] Hidup sehat itu penting sekali. Tidak ada kata terlambat untuk mengubah pola hidup sehat, supaya terhindar dari berbagai penyakit. Sekarang ini penting untuk mengubah pola hidup sehat, mengingat banyak sekali penyakit yang timbul karena gaya hidup. Seperti penyakit tidak menular seperti Diabetes menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia.

Diabetes penyebab kematian terbantak di Indonesia

Diabetes menjadi penyakit tidak menular yang harus di waspadai. Diabetes adalah penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau bahkan insulinnya tidak bekerja dengan baik. Ada rasa takut tentang penyakit yang satu ini, mengingat beberapa teman saya meninggal karena diabetes. Bahkan di lingkungan sekitar ada anak berusia 10 tahun yang terkena diabetes, kok bisa? Itu yang membuat saya semakin menjaga diri, supaya terhindar dari penyakit yang mematikan ini. Apalagi diabetes bisa terjadi pada siapapun, bukan saja faktor keturunan, tapi yang tidak memiliki keturunan diabetes bisa berisiko.


Kemarin 31 Januari 2018, saya mengikuti diskusi kesehatan tentang "Cegah Diabetes Dengan CERDIK. Makan Enak, Risiko Terkendali" yang diadakan PT. Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui produknya H2 Health and Happiness. Acara yang bertempat di Restoran Akasaka Tei, Tebet Jakarta dihadiri oleh 4 narasumber, yakni:
  • dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK selaku Ahli Gizi Klinis yang membahas tentang topik: Gaya hidup faktor risiko diabetes dan penyakit komorbid.
  • Dr. Didah Nur Faridah selaku Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan, Institut Pertanian Bogor, yang membahas tentang: Pengujian indeks Glikemik beras putih yang dicampur tepung kelapa.
  • drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH selaku Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular yang membahas tentang: Masalah nutrisi bagi penderita diabetes.
  • FX Widiyatmo selaku Head Og Corporate Business Development PT. Kalbe Farma Tbk yang membahas tentang: Brand H2 Health & Happiness, konsep FENUS, dan hasil pengujian indeks glikemik nasi putih + tepung kelapa.
Dari hasil diskusi ini banyak sekali informasi berharga yang sangat perlu diketahui oleh semua orang. Penyakit diabetes ini jangan pernah dianggap remeh, karena ini penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Apalagi penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, mulai dari penyakit stroke, hipertensi, diabetes, kanker dan paru obstruktif kronis. Bahkan kematian dari penyakit ini bukan saja di perkotaan, tapi juga di pedesaan.


Selama ini kita selalu mendengar bahwa memiliki keturunan yang diabetes berisiko tinggi kena diabetes juga. Perlu diketahui juga, yang tidak memiliki keturunan pun berisiko kena diabetes, itu karena faktor gaya hidup. Mulai dari merokok, suka makanan manis, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat hingga pola makan yang salah.  Tentu kita terbiasa kalau pagi makan gorengan, makan manis, tapi kurang gerak, itu justru mengundang banyak penyakit seperti diabetes. Kebanyakan makan gorengan tentu ga baik buat kesehatan.

Ilustrasi makanan berlemak
Suka konsumsi makanan berlemak seperti gorengan dan manis, yang tidak memiliki keturunan diabetes, jadinya berisiko dengan penyakit yang satu ini. Apalagi banyak yang beranggapan memasak di rumah sudah tentu sehat, padahal belum tentu. Karena bisa jadi kelebihan kalori dan lainnya. Maka dari itu, cara memasak pun harus diperhatikan, termasuk penggunaan garam, minyak dan gula saat memasak. Gaya hidup tidak sehat memang berpengaruh besar terhadap tingginya risiko penyakit tidak menular seperti diabetes. Bahkan 26,1% itu disebabkan kurang aktivitas, 36,3%  usia>15 tahun yang merokok, 93,5% usia  >10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur, dan 4,6% usia >10 tahun minum-minuman beralkohol. 

Tentu penyakit tidak menular seperti diabetes ini terbilang sangat mengerikan, maka dari itu kita yang masih sehat ini harus mengubah pola hidup sehat dan melakukan diet sehat, termasuk membatasi penggunaan garam, gula, dan lemak supaya selalu hidup sehat. Menurut Permenkes No. 30 tahun 2013, bahwa konsumsi gula per orang per harinya yaitu 50 gram (4 sendok makan), garam 2000 mgr natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan lema 67 gram (5 sendok makan minyak). Dan tentunya usahakan dalam piring makanku lengkap juga dari lauk pauk, makanan pokok, sayuran dan buah-buahan, serta air putih.

Rajin berolahraga menjadi salah satu mencegah diabetes
Untuk mencegah diabetes bisa dilakukan dengan beberapa hal:
  • Mengubah pola hidup sehat. Selalu konsumsi makanan sehat, kurangin penggunaan garam, gula, dan minyak saat proses memasak, dan konsumsi banyak sayur dan buah.
  • Hindari makanan manis, kalau perlu minum air putih saja.
  • Tidak merokok dan jangan sampai terpapar asap rokok, serta no alkohol.
  • Lakukan gerak fisik dan rajin berolahraga, supaya tubuh tetap sehat. Usahakan setiap hari 5000 langkah. 
  • Memperhatikan asupan karbohidrat, usahakan dengan indeks glikemik rendah.
Saya sendiri sekarang ini lagi mengurangi karbohidrat, bahkan makan nasi sudah dikurangi, dan menggantinya dengan banyak buah dan sayur, maklumlah saya pengen kurus juga dan terhindar dari ssegala macam penyakit. Memperhatikan asupan makanan buat saya yang gemuk penting banget, karena gemuk itu tidak enak dan selalu terganggu saat bergerak. Makanan sebagai sumber karbohidrat akan dicerna menjadi glukosa untuk dapat diserap ke dalam aliran darah dengan kecepatan yang berbeda-beda. Dan bicara tentang makanan, maka bicara tentang indeks glikemik.

Apa itu indeks glikemik?

Bahan pangan rendah Indeks Glikemik
Indeks Glikemik (IG) adalah penggolongan makanan berdasarkan respon kadar gula darah setelah makan apabila dibandingkan dengan suatu pangan acuan menurut pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah. Indeks Glikemik juga merupakan ukuran seberapa besar efek suatu makanan yang mengandung karbohidrat dalam meningkatkan kadar gula darah setelah dimakan, dibandingkan dengan glukosa atau roti putih. Makanan dengan Indeks Glikemik tinggi dimana makanannya cepat dicerna dan diserap sehingga kadar gula darah akan meningkat dengan cepat. Sedangkan makanan dengan Indeks Glikemik rendah itu:
  • Mengalami pencernaan dan penyerapan yang lebih lambat sehingga peningkatan kadar gula darah terjadi secara perlahan-lahan.
  • Memperbaiki kadar glukosa dan lemak darah pada pasien-pasien diabetes melitus.
  • Membantu mengontrol nafsu makan, memperlambat munculnya rasa lapar, sehingga dapat membantu mengontrol berat badan pasien.
Mengurangi risiko penyakit diabetes, diperlukan adanya keseimbangan antara nutrisi makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap harinya. Kunci dari pencegahan dan penanganan penyakit diabetes tipe 2 adalah dengan menggunakan bahan pangan dengan indeks glikemik rendah. Maka dari itu hadirlah produk yang menjadi sebuah inovasi pangan. Ini menjadi salah satu pengembangan produk pangan yang memiliki serat tinggi dan indeks glikemik rendah bagi penderita diabetes. Inovasi pangan ini adalah H2 Tepung Kelapa.

H2 Tepung Kelapa, bahan pangan rendah indeks glikemik untuk cegah diabetes


Melalui Brand H2 Health and Happiness, PT. Kalbe Farma Tbk (Kalbe) meluncurkan produk terbarunya, yakni H2 Tepung Kelapa yang merupakan salah satu alternatif untuk mencegah penyakit diabetes. Kehadiran produk yang satu ini juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi para penderita diabetes. Produk ini menjadi salah satu komitmen Kalbe melalui produk H2 Health and Happiness untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya dalam penanganan penyakit diabetes. Serta menjadi salah satu solusi gaya hidup sehat yang dibutuhkan dalam mencegah dan menangani penyakit diabetes melalui bahan pangan tepung kelapa, dimana salah satu penerapan yang bisa dilakukan sehari-hari adalah mencampurkan H2 Tepung Kelapa dengan beras putih saat memasak.

Ternyata neh nasi pulen itu indeks glikemiknya sangat tinggi, sedangkan nasi pera indeks glikemiknya rendah. Dengan menambahkan H2 tepung kelapa dengan takaran 25% pada beras putih saat memasak (47 g tepung kelapa pada 185 g beras putih atau setara dengan 6-7 sdm tepung kelapa pada 1 cup beras putih), dapat menurunkan Indeks Glikemik makanan tersebut menjadi 49 (kategori rendah) dari yang sebelumnya 89 (kategori tinggi) untuk nasi putih. Dengan begitu nasi putih menjadi lebih ramah bagi penderita diabetes. 

H2 Tepung Kelapa

Nasi yang sudah dicampur tepung kelapa 
H2 Tepung Kelapa terbuat dari kelapa yang tumbuh di perkebunan kelapa terbesar di Indonesia, Riau. Dimana daging kelapa yang segar dan matang dikupas dan dibuang kulitnya, kemudian dicuci, digiling, di-blanch, dikeringkan, dan diayak, lalu dikemas secara higienis. Tepung ini memiliki kandungan tinggi serat, protein, zat besi, kalium, natrium, rendah karbohidrat, bebas gluten dan rendah indeks glikemik yang sangat cocok untuk penderita diabetes. Dalam 100 gram tepung kelapa mengandung serat 8x lebih tinggi dibandingkan tepung terigu. Adapun beberapa manfaatnya sebagai berikut:
  • Membantu mengontrol berat badan.
  • Menurunkan kolestrol total dalam darah.
  • Mencegah konstipasi.
  • Menjaga sistem pencernaan lebih sehat.
Produk H2 Tepung kelapa bukan saja bisa digunakan untuk campuran beras putih, tapi juga bisa digunakan untuk membuat rot, biskuit, kue, makanan ringan dan makanan penutup. Selain itu penggantian tepung terigu menjadi tepung kelapa sebesar 30% dapat menghasilkan tekstur kue yang lembut.


Tepung kelapa memiliki kandungan serat pangan yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan pencernaan. Apalagi kandungan lemak jenuh dalam bentuk trigliserida rantai menengah dapat menjadi salah satu alternatif sumber energi cepat bagi tubuh. Dalam beberapa penelitian menyatakan bahwa mengkonsumsi produk yang mengandung tepung kelapa dapat membantu menurunkan dampak glikemik makanan secara keseluruhan. 

Dengan adanya tepung kelapa ini dari H2, tentu bisa menjadi solusi buat penderita diabetes, sekaligus mencegah diabetes. Dan jadikan hidup lebih sehat. Perlu diketahui penyakit yang diakibatkan gaya hidup sebenarnya tidak ada obatnya, kecuali diubah gaya hidupnya. Maka dari itu, yuk hidup sehat dengan mengubah pola hidup sehat, dan gunakan bahan pangan rendah indeks untuk mencegah penyakit diabetes.

Baca juga: Manfaat daun sirih

56 komentar

  1. Aku juga lg pengen kurangin nasi apalagi lihat timbangan kmrn. Butuh asupan pangan berglikemik rendah deb pokoknya

    BalasHapus
  2. Mengurangi karbohidrat dalam bentuk nasi sudah kulakukan hampir 5 tahun ini. Alhamdulillah berat badan bisa turun ^^

    BalasHapus
  3. Bahan pangan pny pengaruh pada tubuh ya ceu

    BalasHapus
  4. baru denger tepung kepala. wah kudu dicari nih. aku sebernya agak ngeri sebenrnya. aku gak begitu gendut sih tapi takut kena diabet karena suka banget makanan terutama yang manis2. tapi saya berusaha untuk terus berolahraga.

    BalasHapus
  5. pengen deh body ini mengecil lagi kayanya tepung kelapa bisa nih mengerem pola makan yang suka over

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semoga tepung kelaoa bisa bikin perut mengecil neh

      Hapus
  6. Konsumsi minuman manis bikin perut maju. Konsumsi air putih saja emang cara ampuh hindari diabetes. Nice info mba.

    BalasHapus
  7. aku juga sebisa mungkin mengurangi konsumsi gula mbak...terutama buat anak2 n suami...banyak2in air putih...karena penganan sekarang juga banyak pemanis buatan ya n pengawet sulit dihindari...tp pinter2 kita sebg ortu juga sih

    BalasHapus
  8. Ngeri penyakit diabetes ini. Saya mulai belajar untukengubah pola hidup sehat. Dan solusi dari Kalbe ini sangat membantu untuk saya agar terhindar dari diabetes

    BalasHapus
  9. Kemaren sempet nyobain nasi campur tepung kelapa ini dan enak juga yooo tapi yang penting sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener enak banget, berasa makan nasi ketan aku mah

      Hapus
  10. Uh, baca postingan ginian bikin takut juga untuk makan yang manis-manis.

    Opa saya juga dulu terkena diabetes dan selalu coba kalbe terus, akhirnya pelan-pelan membaik meskipun tidak 100%, tapi setidaknya sudah tidak separah dulu.

    BalasHapus
  11. Diabetes emang harus dicegah mbak. Bahkan katanya lebih baik secepatnya. Dengan makan makanan yang ga bisa asal lepp aja masuk. Apalagi aku ada turunan diabetes. Jadi was-was banget klo makan, takut sama diabetes jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, penyakit diabetes ga bisa dianggap enteng ya

      Hapus
  12. Ternyata sobatnya diabetes banyak ya,masih banyak PR pribadi buat menjalankan pola makan dan hidup sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak banget, makanya penting jaga kesehatan

      Hapus
  13. wah aku suka itu ayam bakar goreng. H2 Tepung Kelapa boleh jg nih utk bantu diet.

    BalasHapus
  14. Saya termasuk nasiputiholic dan yang pulen huhuhu. Kudu rajin cek2 kesehatan dan banyak gerak nih, sama ngurangin nasi atau masaknya campur tepang kelapa ini kali ya :D

    BalasHapus
  15. Sekarang menghindari minuman yang punya gula tinggi. Belum kepikiran untuk bahan makannya..makasih infonya 😊

    BalasHapus
  16. Dengan adanya tepung kelapa teryata bisa ya mencegah penyakit diabetes. Asik aku udah buka instagram H2 Tepung kelapa dan nemu banyak resep keren :)

    BalasHapus
  17. wah makin banyak pilihan untuk mendapat asupan gizi dan hidup sehat ya kak

    BalasHapus
  18. 10 tahun sudah kena diabetes. Wow banget ya. Tanpa pandang bulu tanpa pandang umur. Mesti kita waspadai nih penyakit yg tidak menular tapi berbahaya ini. Solusi praktis nya ada sama H2 Tepung kelapa ya. Tinggal mencampur aja pada beras yg dimasak. Praktis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya diabetes memang ga liat usia, siapa yg susah gerak, konsumsi banyak yg manis, ga banget pokoknya

      Hapus
  19. Baca ini, aku jadi makin bulat buay diet seimbang. Walau ga ada keturunan diabet, tapi takut berisiko euy, soalnya selama ini makanku ngasal

    BalasHapus
  20. Aku jadi doyan banget nasi dikasih tepung ini katena harum

    BalasHapus
  21. Pas banget ini, tepung kelapanya bisa kusarankan ke ibuku yang juga penderita diabetes, semoga beliau mau..

    BalasHapus
  22. nah aku baru ngerti nih kalau nasi pulen indeks glikemik tinggi, bikin cepat lapar. Keknya mau ganti nasi pera aja deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ternyata yang pulen indeks glikemiknya tinggi banget ya

      Hapus
  23. wah baru tahu aku, perbandingannya?

    BalasHapus
  24. Aku juga kecil badannya tapi banyak lemaknya kudu banyak olah raga.

    BalasHapus
  25. Aku juga deg2an nih ceu lihat timbangan. Mau coba konsumsi rutin tepung kelapa ah...

    BalasHapus
  26. Resolusi 2018ku hidup lebih sehat. Untung ada tepung kelapa ini, jadi semacam ada support buat hidup lebih sehat dan kurangi asupan gula.

    BalasHapus
  27. Ternyata menerapkan pola makan dan gaya hidup yang benar itu ga mudah ya :) Setelah mengikuti acara ini setidaknya kita bisa lebih paham bagaimana kiat2 khusus mencegah penyakit diabetes melitus. Alhamdulillaah sekarang sudah ada solusi dari Kalbe Farma dengan H2 Tepung Kelapa kita berusaha menjaga nutrisi dan asupan terbaik bagi tubuh kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba menerapkan pola makan sehat, memang susah diaplikasikan, kalau ngomong mudah banget ya hehe.

      Hapus
  28. H2Tepung Kelapa bs jadi solusi bagi penderita diabet untuk dpt mkn enak tp aman bagi tubuhnya. Meski tetap juga hrs sesuai porsinya ya Teh.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.