Liburan Singkat Di Bangkok Dengan Budget 4 juta


[Travelling] Semoga saja cerita yang saya tulis kali ini ga jadi basi, karena sudah awal 2020 😂. Postingan perdana nih di tahun baru. Happy New Year 2020, semoga tahun baru semakin banyak cerita yang bisa saya tulisakan, semakin banyak tempat yang saya jelajahi, semakin banyak rezeki dan kesehatan. Amin.

Kali ini saya pengen cerita dari perjalanan tahun 2019, ga apalah ya baru sempat nulis, daripada ga ditulis sama sekali, sayang banget. Perjalanan ini sudah dilakukan dari bulan September 2019 ke Bangkok. Dikarenakan padatnya aktivitas, tahun tahun lalu semangat ngeblog rada kendur banget. Padahal biasanya bisa update dua hari sekali. Sedih sih, semoga aja tahun 2020 kembali aktif menulis. Aminkan ya.

Balik lagi dengan cerita perjalanan ke Bangkok September 2019, yang memang tidak ada rencana sama sekali ke negara ini. Tujuan saya menabung untuk travelling adalah bisa mengukirkan jejak di Korea Selatan dan Osaka Jepang. Tapi ternyata belum kesampaian juga. Giliran tabungan terkumpul ga ada temen jalan. Giliran ada temen jalan, malah ga dapat izin pergi. Memang belum waktunya saja mungkin ya buat berkunjung ke dua negara tersebut. Semoga saja secepatnya.

Budget 4 juta bisa liburan singkat di Bangkok


Tapi bener ya, perjalanan ini menjadi liburan singkat dan spontan sekali, malah tadinya belum ada rencana untuk berangkat ke Bangkok.

Waktu itu teh Ani tiba-tiba ngeshare promo ke Thailand di grup, ternyata ga mahal juga harganya, ga mikir lagi, saat itu langsung booking. Apalagi beberapa bulan belakangan lagi padat kerjaan, butuh rehat juga sebentar. Ya sudah saat itu juga langsung memilih ikut pergi ke Bangkok. Lagian budget buat travelling juga masih ada. Jadi keuangan masih aman, dan tidak perlu menganggu keuangan lainnya.

Sebelum cerita bagaimana perjalanan ke Bangkok, saya bakalan share dulu nih budget yang dibutuhkan. Alhamdulillah beneran hemat banget, hanya mengeluarkan uang 4.000.000 rupiah, dengan rincian sebagai berikut:
  • Tiket pesawat dan hotel: 2.700.000
  • Masuk Madam Tussaud: Perkiraan dalam rupiah saat itu 350.000
  • Transportasi: Perkiraan dalam rupiah 150.000 
  • Makan 300.000
  • Oleh-oleh: 500.000
Untuk total semuanya kurang lebih adalah 4.000.000. Waktu berangkat saya menukarkan uang rupiah ke bath sekitar 2.500.000. Alhamdulillah balik lagi, biarpun belanja lumayan banyak, tapi lebih banyak yang jastip. Jadi pas balik ke Jakarta, ya uangnya kembali lagi. Dan saya hanya menghabiskan uang 4.000.000 rupiah, sudah termasuk pesawat, hotel, makan dan lainnya. Jujur ya, selama di sana, saya hanya makan mie dan buah-buahan. Jadi untuk makanan terjangkau banget hehe.

Day 1 di Bangkok, dari pindah hotel sampai makan buah

Sampai di Bandara Don Mueang 
Hari itu 6 September 2019 dari rumah saya dan Riri memilih untuk naik Railink ke Terminal 2 Soekarno Hatta. Dan jujur deg-degan banget. Karena hari itu sepertinya ga bakal keburu ke Stasiun BNI City. Niatnya naik Railink itu jam 2an, akhirnya beneran telat, padahal udah lari-lari dong. Karena memang Railink itu tepat waktu. Jadi mohon jangan dicontoh hahaha, biasakan datang ke stasiun 30 menit lebih awal ya. Tiket yang saya beli pun akhirnya hangus wkwkwk.

Untungnya Railink ini berangkat setengah jam sekali kalau belinya offline, kalau online ga semua jadwalnya masuk. Dan harganya pun berbeda. Akhirnya saya memilih beli ditempat dengan tiket 70.000, kalau online belinya 40.000. Tak apa ya, daripada telat. Akhirnya setengah 3 kami berangkat ke Bandara. Alhamdulillah dari BNI City hanya butuh waktu 41 menit sudah sampai Soekarno Hatta. Sampai ke Soekarno Hatta dilanjutkan naik Skytrain ke Terminal 2, dan cuma beberapa menit saja sudah sampai Terminal 2.

Lumayan ngos-ngosan tuh, takutnya telat, karena pesawat kami berangkat jam 16:30. Di Terminal 2 sudah ada teh Ani dan Sekar menunggu. Dan benar saja, baru juga duduk sebentar dan ngobrol, sudah ada pengumuman untuk boarding time. Huh, untung saja tidak ketinggalan pesawat. Kalau sudah duduk di pesawat udah tenang banget. Perkiraan sampai di Donmuang International Airport sekitar 20:10 waktu Bangkok.

Jadi mari senyumin buat yang ngos-ngosan
Alhamdulillah di pesawat bisa merem juga, dan aman banget. Jadi bisa puas deh tuh. Biar badan juga fresh sampai ke lokasi. Jam 20 lebih waktu Bangkok, sudah sampai di Don Mueang International Airport. Entah karena sudah malam juga, bandara juga tidak terlalu ramai. Karena perjalanan kali ini ingin menikmatinya, saya, teh Ani, Riri dan Sekar memilih untuk lebih banyak menggunakan transportasi dan jalan kaki. 

Saat di Bandara Don Mueang untuk menuju hotel di kawasan Khao San Bangkok memilih menggunakan bus dengan No. A4. Alhamdulillah hari itu dapat bus yang terakhir juga jam 21:00. Tenang sudah bisa duduk manis ke hotel. Dan untuk ongkosnya sekitar 50 baht atau sekitar 23.000. Cukup terjangkau sih menurut saya. 

Sebenarnya ini perjalanan pertama kami, beneran nekad banget, tapi seru sih. Tanya sana sini biar ga salah arah juga. Saat di Bus kami sering bertanya juga, karena takutnya terlewat juga. Yang saya ingat malam itu turun di dekat lampu merah dan banyak tuk tuk juga. Bermodalkan maps untuk sampai ke Hotel. Jalan kaki lumayan lama, akhirnya sampai di Wild Orchid Villa, ternyata tempatnya masuk gang-gang gitu. Sempet puyeng juga carinya. Sesampainya di hotel, kami di antar ke hotel lain di kawasan Khaosan Road. Lupa pastinya kenapa waktu itu, ga salah belum siap kamarnya. Karena terlalu lelah juga, akhirnya kami diantar ke hotel lain.

Sungguh kaget saat jalan ke kawasan Khao San Road, mana gerek-gerek koper, desek-desekan, kanan kiri suara musik, asap rokok dimana-mana, disitu pengen secepatnya sampai hotel. Sebelum berangkat tuh sering banget dengar dan baca di beberapa artikel tentang kawasan Khao San road yang merupakan surganya para backpaker, cari apapun disini pasti ada. Pantesan rame banget, karena Khao San Road ini termasuk pasar malam yang tertua di Bangkok. Kalau pagi sih seperti jalanan biasa, baru malam jadi begitu ramai sekali.

Kawasan Khao San Road saat malam ramai, dari yang jual makanan sampai souvenir, dan kalau pagi langsung seperti biasa (foto kiri paling bawah)
Mau cari souvenir, makanan, hingga baju, semuanya sudah lengkap disini. Cuman harus hati-hati aja, karena rame banget, pastiin tas simpen depan aja ya biar aman. Sebelum sampai ke hotel, udah lihat tuh di sepanjang jalan banyak banget makanan ekstrim, ada buaya dan lainnya. Seketika jadi ingat pasar ekstrim di Manado. Pengen banget fotoin makanan ekstrimnya, tapi ternyata kalau mau foto harus bayar dulu sekitar 50 baht. Ga jadi deh fotoin, daripada suruh bayar hehe. Yang menarik buat dilihat adanya banyak souvenir, tapi ternyata sedikit mahal. Jadi ingat kalau besoknya sabtu, jadi paling enak belinya di Cathucak aja. Dan ternyata bener harganya beda jauh banget.

Malam itu biarpun sudah jam 11 malam, kami memilih keluar untuk cari makan, biarpun kawasan ini makin malam makin rame. Lumayan lama tuh muter cari makanan halal. Karena baru pertama kali, jadi belum paham juga, tempat makanan halal dimana aja. Baru deh setelh pulang ke Jakarta, dapat info makanan halal di kawasan Khaosan Road hehe. Karena muter-muter lumayan lama, akhirnya saya memilih membeli buah, kebab, mie dan minuman segar buat ngisi perut. Sedangkan yang lain memilih seafood dan makanan lainnya.

Terus pindah hotel gimana rasanya? Pokoknya aduhai banget, kami dapat lantai 4 dan itupun harus lewat tangga. Jadi kalau turun lagi udah males aja. Udah deh memilih untuk diem ga banyak keluar kalau sudah di kamar haha. Neng lelah bang naik turun tangga. Hari itu saya baru bisa tidur sekitar jam 2 pagi, mungkin efek musik diluar yang keras banget, jadi susuh buat merem.

Day 2 mengunjungi tempat wisata di Bangkok


Hari kedua beneran seharian jalan-jalan di Bangkok. Bermodalkan Google Maps, saya dan teman-teman memilih untuk menikmati suasana Bangkok dengan jalan kaki. Sepanjang jalan, ditawari naik tuk tuk untuk diantar ke tempat tujuan, sedangkan kami tetep konsisten untuk jalan kaki hehe. Selain hemat, sehat jugakan?

1. Menuju The Grand Palace Bangkok

Tempat pertama yang saya dan teman-teman kunjungi adalah The Grand Palace Bangkok, jaraknya dari Khaosan Road ga terlalu jauh juga, kalau tidak salah 1.6 kilo aja kok. Itupun pas cek dari Maps. Sepanjang jalan banyak yang menawari kami untuk diantar ke lokasi tujuan, malah ada yang bilang jauh juga. Padahal mah deket banget jalan kaki. Jadi, kami lempeng aja gitu. Karena yakin dengan Maps hehe.

Ternyata bener dong ga lama sudah sampai tujuan. Cuman kami banyak berhenti saja. Lihat jembatan kece dan bangunan yang instagramable langsung berhenti. Begini kalau content creator, foto yang dibuat harus sebagus mungkin. Sekaligus abadikan momen dan buat bahan tulisan di blog juga, seperti sekarang ini yang saya tuliskan.

Bangkok City Pillar Shrine
Sebelum ke The Grand Palace Bangkok, saya dan teman-teman sempat mampir ke Bangkok City Pillar Shrine yang merupakan bangunan pertama, dimana Raja Rama I yang mendirikan pilar Kota pertama pada 21 April 1782, ketika ia memindahkan ibukotanya dari Thonburi ke Bangkok. Begitu penjelasan yang saya baca, semoga tidak salah ya. Hari itu, kami tidak masuk lebih dalam, karena kebetulan sedang banyak yang beribadah. Jadi tidak ingin menganggu masyarakat Bangkok yang sedang beribadah. Di seberang Bangkok City Pillar Shrine juga ada Gedung Kementerian Pertahanan Kerajaan Thailand yang juga sangat megah sekali. Itu terlihat dari luar juga.

Di seberang The Grand Palace Bangkok ada yang jualan minuman khas Bangkok, yakni Thai Tea, harganya juga lumayan terjangkau kok, yakni sekitar 50 Baht. Sebenarnya ada berbagai rasa sih, cuman thai tea selalu jadi pilihan. Padahal sebelumnya saya sendiri habis ngopi. Mulai deh tuh perut kerasa mules-mules ahahaha.

Gedung Kementerian Pertahanan Bangkok
Dari depan Gedung Kementerian Pertahanan Bangkok kami menyebrang ke The Grand Palace Bangkok, biarpun sempat salah pintu masuk, kami tetap sampai ketujuan. Oh iya, untuk datang dan masuk ke The Grand Palace pastikan berpakaian sopan ya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Jangan pakai celana pendek maupun rok pendek, apalagi celana ketat. Usahakan menggunakan pakaian panjang, rok maupun celana, dan bajunya. Daripada harus beli dulu, mending langsung siap sedia dari awal.

The Grand Palace benar-benar megah sekali, dari halaman luar saja udah megah banget. Disana banyak sekali pengunjung, apalagi di hari sabtu pasti lebih banyak. Saya dan teman-teman hanya foto-foto di luar, tidak masuk ke dalam, karena memang masih banyak yang ingin dijelajahi.


Dan disini drama pun dimulai. Saya mulai mules-mules sampai harus bulak balik ke kamar mandi, efek dari malem makan buah, paginya belum sarapan langsung kopi dan thai tea. Udah komplit deh itu perut. Udah lemes banget tuh di The Grand Palace. Untungnya punya temen-temen yang solid dan mau sabar banget. Aku yang mules-mules ditungguin. Alhamdulillah.

Biarpun hanya di luar, kami sangat puas kok berada di Grand Palace Bangkok yang sangat megah. Apalagi banyak spot foto yang instagramable juga di luarnya. Dan saya juga puas bisa mengukirkan jejak di tempat ini. Jadi tahukan seperti apa Grand Palace Bangkok yang sangat megah.

2. Menuju Chatuchak Weekend Market


Istana Dusit
Karena drama sakit perut mulai reda, saat itu pun melanjutkan perjalanan. Tadinya mau ke Wat Arun, tapi dipikir-pikir sama saja, akhirnya hari itu diputuskan untuk langsung ke Chatuchak Weekend Market. Hari itu kami memutuskan naik taksi. Setelah tawar menawar dapat 200 baht, Alhamdulillah baik juga draivernya. Malah kami diajak ke beberapa tempat sebelum menuju Chatuchak, seperti melihat Istana Dusit yang bergaya Eropa, dibangun pada tahun 1900. Dari luar terlihat megah sekali, dengan penjaga istana yang juga terlihat gagah.

Setelah melihat istana Dusit, perjalanan pun berlanjut. Kali ini mengunjungi GEMS Gallery Bangkok. Ternyata banyak juga loh wisatawan yang datang kesini, bahkan untuk membeli perhiasan. Jadi disini, selain bisa melihat bergam koleksi perhiasan, bisa beli juga loh. Untuk harganya juga beragam sekali.

Di GEMS Gallery tidak banyak foto-foto, jadi cuma foto di luar yang sedang membuat perhiasan
Yang menarik disini adalah ada staf yang juga menguasai bahasa Indonesia. Jadi bisa menjelaskan secara rinci tentang perhiasan maupun tentang GEMS Gallery. Sempat tergoda buat beli perhiasan juga, soalnya bagus-bagus juga. Sayangnya ingat kata suami, jangan terlalu banyak belanja ahahaha. Jadi, hanya bisa keliling, lihat yang membuat perhiasan, hingga melihat beragam koleksinya juga.

Di GEMS Gallery tidak lama juga, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan langsung menuju Chatuchak Weekend Market. Kami sempat lapar dan muter-muter cari makanan. Pas lihat tempat makan, ternyata no halal semua. Ya sudah saat itu juga langsung keliling saja. Untungnya nemu buah-buahan dan es kelapa. Iya kembali makan buah. Sungguh aku selama disana beneran makan buah. Ya sudah ya, ga apa-apa deh lebih sehat jugakan?

Selamat belanja di Chatuchak Weekend Market
Di Chatuchak Weekend Market ini semuanya serba ada, dan harganya beragam juga. Mau cari pernak pernik, makanan, oleh-oleh hingga pakaian dan souvenir semuanya lengkap. Untungnya bisa gesek pakai mastercard juga, jadi aman saat belanja, ga takut kekurangan cash juga Datang ke Chatuchak tidak banyak yang dibeli, hanya beli oleh-oleh saja buat anak-anak. Sedangkan sisanya jastip semua. Untuk oleh-oleh sendiri, saya hanya mengeluarkan 1100 baht atau sekitar 500.000 (waktu itu ya), itupun beli cokelat, dompet sama tas anak-anak.

3. Menuju Museum Madame Tussauds Bangkok


Menuju Museum Madame Tussauds Bangkok
Ini yang tidak direncanakan, akhirnya kesampaian juga. Awalnya mau manggil taksi yang mengantar kami ke Chatuchak, tapi nyatanya sedang mengantar penumpang ke bandara. Dan perjalanan pun dimulai. Hari itu kami benar-benar menjelajahi Bangkok dengan tas belanja yang banyak menuju Madame Tussauds menggunakan transportasi umum. Dari mulai menggunakan bus kota, yang hanya membayar 40 baht untuk 4 orang, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan BTS Skytrain (Bangkok Mass Transit System) dengan biaya 44 baht perorang. Lumayan terjangkau bangetkan?

Naik BTS di Bangkok rapi juga, antri biarpun hari itu banyak penumpangnya. Ga ada ceritanya itu dorong-dorongan. Perjalanan menggunakan BTS ke Siam membutuhkan waktu kurang lebih 30 menitan saja. Sesampainya di Siam BTS Station langsung ga enak hati, karena dapat telpon anak sakit. Duhhh, nyess banget hati, antara pengen nangis dan cepat-cepat pulang ke Indonesia. Di Siam Station sempat duduk dulu untuk mencari kabar kondisi anak. Alhamdulillah langsung dibawa ke dokter, dan hati mulai tenang. Beneran deh jalan-jalan kemarin itu, antara senang-senang dan kepikiran rumah haha.


Karena sudah dapat informasi anak bisa ditangani, bisa melanjutkan perjalanan ke Siam Discovery Center untuk berkunjung ke Museum Madame Tussauds Bangkok. Setelah tanya sana sini, sampailah di lokasi. Akhirnya kesampaian juga bisa melihat secara langsung patung liling dari tokoh-tokoh dunia, bahkan Presiden Pertama Indonesia juga ada disini.

Saat berada di Madam Tussauds beneran deh, langsung pengen foto-foto sama tokoh-tokoh yang sebagian saya kenal, ada Jay Chou, Jacky Chan, Lady Diana, Ir. Soekarno, Anggun, David Beckham, Beyonce, Barack Obama dan istri, Albert Einstein, Shahrukh Khan, hingga Katy Perry. Pokoknya patung lilin tokoh-tokoh dunia ini banyak banget, kalau ga salah ada sekitar 100, soalnya banyak sekali.

Untuk tiket berapa? Waktu itu berempat 3222 baht, perorangnya 805,5 baht atau sekitar 376.000 rupiah. Puas sih foto-foto dengan patung lilin dari tokoh dunia, kapan lagikan? Bahkan hari itu dapat kesempatan juga untuk nonton Ice Age 4D, seru banget. Hari kedua di Bangkok terlalu seru dan banyak cerita. Sampai akhirnya kami pulang dengan menggunakan tuk tuk dengan membayar 150 baht. Yang menarik nih saat berada di kawasan Siam menunggu tuk tuk ada pemberitahuan bahwa beberapa kawasan termasuk area publik bebas rokok. Dan aturan ini harus diikuti, termasuk wisatawan, jadi hati-hati ya jangan sembarangan merokok juga, karena bisa kena denda 5000 baht atau sekitar 2,3 juta rupiah.

Kalau melihat aturan seperti ini udara bisa bersih dan bebas asap rokok, jalan-jalan jadi nyaman jugakan? Yang punya alergi udara kotor seperti saya bisa tenang nih, soalnya bisa aman ga mimisan juga. Jadi kalau suka merokok saat travelling dan mau ke Thailand, coba deh rajin baca informasinya, daripada kena dendakan. Paling aman sih jangan ngerokok.

Hari ini sebenarnya lama juga nunggu tuktuk, setelah dapat dan nego harga, akhirnya kamipun pulang ke Hotel di kawasan Khao San Road dengan aman. Dan bisa istirahat dengan pulas setelah seharian jalan-jalan. Sebenarnya masih kurang lama, dan pengen jalan-jalan lagi ke Bangkok, semoga saja ada rezeki, ada teman juga, dan bisa travelling kesana lagi.

Aku kangen sama es ini, beneran enak banget, kan jadi kangen loh
Hari ke 3 di Bangkok Thailand, kami persiapan pulang ke Indonesia. Liburan singkat di Bangkok dengan budget 4 juta saja, beneran bisa happy banget. Biarpun singkat yakni 3 hari 2 malam tapi sangat berkesan sekali, malah pengen kesana lagi, karena masih banyak tempat yang ingin dikunjungi. Jam 11 waktu Bangkok, kami kembali pulang ke Indonesia menggunakan pesawat Air Asia. Dan sampai di Indonesia jam 14:55. Alhamdulillah selamat sampai rumah saat magrib. Dan besok paginya langsung meluncur ke Garut untuk menengok anak yang sakit. Untung saja masih dapat tiket kereta api ke Garut. Alhamdulillah.

Semoga di 2020 ini, banyak cerita juga yang bisa saya tuliskan, entah itu tentang travelling, dunia anak, keuangan, hingga pernikahan. Ini tulisan perdana saya di 1 Januari 2020.

Sekali lagi selamat tahun baru 2020 ya 😍😍😍.

50 komentar

  1. Bangkok nih murah muraaaahh, either kuliner maupun fashion-nya.
    Tapi khusus kuliner, banyak "jebakan betmen" alias menu2 pork and lard.
    Udah bener Teh Lis makan buah2 dan mie instan dari Indonesia ajaa :D

    BalasHapus
  2. Wuaaa singkat tapi berkesan mba. Aku aja waktu itu nggak sempat ke Grand Palace. Terus Madam Tussauds cuma lewat doang nggak pake masuk. Maklum perginya pake open trip, jadi ngikut jadwal travelnya. Next ke Bangkok lagi udah bisa pergi backpackeran. Hehe.

    BalasHapus
  3. hwaa seru yaa bisa jalan2 bareng temen kesayangan. aku jg ada wacana jalan2 bareng temen, moga terlaksana karena emak butuh me time hihihi

    BalasHapus
  4. Bangkok bagus ya gedungnya, ada ciri khas-nya. Design gedung Kementerian Pertahanan juga keren....jadi pengen ke Bangkok aku tuh.....Ku juga ngiler sama es krimnya mbak, hehehe

    BalasHapus
  5. Madam Tussauds makin banyak yang baru yaaa :D Aku seneng ke sini kalau hari kerja, jadi gak banyak pengunjung. Mau foto-foto terus gak ada antrian hihihi.

    BalasHapus
  6. Aduh sayang banget cuman 1 hari full aja menikmati kota Bangkok. Padahal banyak yang bisa didatengin lho.
    Saya tahun 2012 ke sana, 4 hari. Semoat ke Pattaya juga.
    Seru sih di Bangkok, soalnya murmer semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, namanya juga liburan singkat, ga bisa lama, karena banyak kerjaan juga yang ga bisa ditinggal

      Hapus
  7. Ternyata kalau ke Thailand 3 hari, gak terasa lama juga yaa, kak...
    Alhamdulillah agendanya padat merayap. jadi optimal jalan-jalannya plus cuaca mendukung.
    Selama di Bangkok makan makanan khas Thailand apa aja, kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kemarin itu lebih banyak jalan mba, kuliner ga banyak yang dinikmati, karena tempat yang saya datengin kebanyakan non halal, jadi makan buah saja termasuk Mango Cticky Rice dan thai tea.

      Hapus
  8. Bangkok ngangeni ya, Murmer dan eksotis banget budayanya, makanannya enak..duh kok wishlistnya sama, pengen ke Korsel, semoga ada rezeki bisa ke Korsel tahun ini aamiin

    BalasHapus
  9. Ah sudah lama aku gak ke Bangkok, jadi kangen pengen kesana lagi. Ini hebat bisa di budget 4juta, biasanya aku bengkak di makanan. Jadi tertarik bikin plan liburan ke Bangkok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku ga banyak kulineran, lebih memilih makan buah dan menikmati suasana aja hehe

      Hapus
  10. Meskipun enggak lama, kayaknya berkesan banget kok mba perjalananmu ini. Jadi mupeng juga pengin ke Bangkok ya dengan 4 juta. Itu kalau misal banyak jajan pasti habisnya lebih banyak ya mba.

    BalasHapus
  11. Wah, lumayan murah ya mbk. Balik modal ya berkat jastip, alhamdulillah. Paling enak emang kalo liburan ke LN bikin jastip, lumayan ya mbk buat beli olwh oleh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya mba saya memilih jastip aja deh, daripada buat sendiri ahaha

      Hapus
  12. Mbak lis foto ngos2an aja cakep loh. Hahaha.. ke bangkok itu sebenarnya byk paket murah tp karena aku dari kalimantan jadi mahal karena tiket ke jkt nya mahal hiks..

    BalasHapus
  13. Wah itu es krim di batok kelapa, menggoda sekali!
    Es apa itu, mba?
    Aku sudah scroll-scroll ke atas masih belum nemu nama kulinernya.
    Beneran, sangat menggoda :)

    BalasHapus
  14. Waw teh Lis...aku pengen jalan2 sendirian gt. Cuma liat anak2 kok kasian kalau ga diajak juga hahaha
    Seru amat sendiri euyyy. Murce mayan 4 juta aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengennya sama keluarga aku juga mak, cuman anak-anak belum punya paspor, dan ini perginya spontan juga

      Hapus
  15. Seru juga jalan-jalan ke Bangkok ya, Mbak. Dengan mengandalkan maps kita bisa mengunjungi banyak tempat bagus tanpa harus mengeluarkan ongkos untuk transport.
    Penasaran dengan hidangan ekstrimnya, mau foto harus bayar dulu ya hihihi

    BalasHapus
  16. Wah, menutup 2019 dengan traveling ya mb..seru juga jalan bareng teman ke negeri orang. Saya tu dah lama pengen ke Thailand, pengen nyicipin aneka manisan dan buah kupas yang sepertinya enaak banget...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah aku paling suka minuman seger dari buah yang enak banget disana. Kalau oleh-oleh bawa manisan juga

      Hapus
  17. patung lilinnya mirip bener yaa dg aslinya. hebat! pantas saja HTM sampai segitu. tapi puas banget jalan3nya...

    BalasHapus
  18. Huhu.... Jalan-jalan sama yang segank, setipe, backpackeran, memang enak ya Neng Lis. Saya jalan-jalan ke Thailandnya sama teman yang high class jadi nggak cukup biaya 4 juta. Asli bikin bankrut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kemarin ku juga kaget, pas dihitung pengeluaran, hanya 4 juta

      Hapus
  19. Murah banget itu mba bisa ke Tai cukup ngeluarin budget 4jt. Ah, aku hatus nabung nih, semoga tahun ini bisa berkunjung ke sann.

    BalasHapus
  20. Wah cukup ya budget makan hanya 300ribu, mbak? Aku lagi nyari tiket murah ke Thailand, pengen kesana

    BalasHapus
  21. pas ke Bangkok ga ke tempat ini semua mba wkwkwk semoga next ke Bangkok lagi bisa kunjungi ini smeua :)

    BalasHapus
  22. Wah, jadi pengen ke Bangkok dan buka jastip juga, biar ada pemasukan tambahan, xixixi...

    BalasHapus
  23. kalau travelling ke sini rekomended gak sih mbak bawa anak? lumayan hemat ya kalau cuma 4 juta

    BalasHapus
  24. Lady Diana mirip bgt dgn yg asli ya, pengen ke Bangkok trus makan duren Bangkok pasti rasa nya beda kl beli nya di sana ya Ceu.

    BalasHapus
  25. Pokoknya kudu balik lagi ke sana:)

    BalasHapus
  26. ah ceu lis berhasil bikin saya iri, hiks hiks pengen banget jalan - jalan ke bangkok nih ceu. hayok lah ceu kapan kita jalan- jalan bareng nya

    BalasHapus
  27. Nah sama nih kita, tulisan pertama di tahun 2020 tentang Wisata Thailand hahaha...

    Tapi memang ga cukup rasanya ya kalau ke Thailand dan sebentar waktunya, tapi ada daya, ada keluarga yang nggak bisa ditinggalkan lama-lama kan...

    Tempat-tempat wisata di atas itu aku malah nggak ke sana loh, soalnya ngikut jadwalnya dari Travelnya hohoho....

    Tapi seneng banget lah nambah stempel di Paspor, Alhamdulillah udah pernah ke Thailand juga.

    Happy travelling Mbak, keep sharing and writing yaaa...

    BalasHapus
  28. Pergi ke Bangkok itu memang tak cukup sekali.
    Enaknya sih di sana termasuk hemat untuk makan ya. Jadi aku juga suka kalau ke sana.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.