Ternyata, kehilangan rutinitas dalam bekerja setiap hari telah memberikan ruang untuk sesuatu yang lama tertunda.
Selama bekerja fulltime di 3 tahun terakhir ini, ternyata ada banyak sekali hobi dan hal sederhana yang biasanya saya lakukan, malah masuk ke dalam daftar "nanti saja". Salah satunya adalah membaca buku. Buku keuangan, novel dan komik hanya bisa saya beli, dan berakhir dengan tersimpan rapi di rak. Tetapi untuk membacanya sampai dengan selesai, rasanya saya selalu tidak punya waktu. Karena, setiap hari padat dengan setumpuk pekerjaan yang tidak ada habisnya. Tentu ada rasa bersalah, buku-buku hanya bisa dibeli, tapi tidak pernah tersentuh di 3 tahun terakhir ini.
Sampai akhirnya, saya terdampak layoff, karena efisiensi perusahaan di bulan Juli 2026. Tentu, ada perubahan besar dalam rutinitas yang sebelumnya sangat padat. Di satu sisi, ada sedikit kekhawatiran tentang langkah berikutnya, apalagi dengan adanya tanggungan. Namun di sisi lain, saya jadi memiliki waktu yang selama ini selalu saya cari dan bisa saya lakukan.
Selain memulai kembali menjadi freelancer, salah satu hal pertama yang mulai saya lakukan di Agustus ini adalah mengambil buku-buku yang selama ini menjadi penghuni rak. Saya bisa membaca komik dan novel, untuk menghilangkan stress. Dan saya bisa kembali membaca buku-buku keuangan yang sudah saya beli 3 tahun lalu. Rasanya tenang dan senang sekali, karena dengan membaca, saya juga bisa kembali menulis di blog dengan rutin. Ini menjadi momen yang sudah lama dinantikan.
Buku yang akhirnya kembali dibuka
3 tahun lamanya, saya hanya bisa membeli buku dan berakhir di rak. Dan kini, ada perasaan lega dan senang, ketika memiliki waktu untuk membaca buku favorit. Saya bisa membuka buku dengan tenang, mempelajari setiap kata, menyerap ilmu didalamnya, dan tidak perlu terburu-buru menutup buku, karena ada setumpuk pekerjaan yang memanggil.
Saya memiliki target dalam satu minggu bisa membaca 2 komik, 1 novel atau 1 buku keuangan. Adapun buku-buku yang sudah masuk ke dalam daftar bacaan dan sudah saya beli, mulai dari:
- 10 komik Detective Conan seri terbaru
- 6 Novel genre horor, keluarga dan cinta
- 3 buku puisi
- 8 buku keuangan (mengatur keuangan, deposito dan saham)
- 2 buku SDM dan Tax
Di bulan Agustus ini saya sudah mulai membaca satu per satu buku tersebut. Tentu saja saya mulai dengan membuat jadwal harian, dari membaca, menulis, membuat konten, hingga menyelesaikan pekerjaan freelance yang waktunya cukup fleksibel.
Biasanya saya memilih untuk memulai membaca di pagi hari, setelah urusan rumah selesai. Saat anak-anak ke sekolah, itu menjadi waktu yang tepat buat saya bersantai untuk memulai membaca satu per satu buku yang sudah 3 tahun tidak disentuh sedikitpun.
Dengan suasana rumah yang rapi, bersih dan sepi, saya bisa membaca buku dengan tenang. Sehingga bisa cepet masuk di otak saya, dan akhirnya bisa memunculkan banyak ide tulisan. Bagi saya, membaca adalah kegiatan sederhana yang mampu memberikan ketenangan dan menemukan kembali diri sendiri, setelah melewati masa yang tidak mudah.
Baru beberapa halaman, mata mulai SePeLe
.png) |
| Ilustrasi mata perih (sumber Canva) |
Biarpun saya bisa kembali membaca, tapi ternyata ada saja gangguannya. Setelah beberapa halaman saya baca, mulai merasa ada yang berbeda di bagian mata, biarpun sudah memakai kacamata. Rasanya mata menjadi sepet, saya coba abaikan, mungkin karena kacamata minus yang digunakan sudah harus ganti, jadi saya lanjut saja membaca. Tapi, lama kelamaan kok mulai muncul rasa perih, dan terasa semakin lelah.
Tiga kata sederhana yang ternyata menggambarkan apa yang sedang saya rasakan, Mata SEpet, PErih, dan LElah (SePeLe). Saya mencoba mengabaikan alarm pada bagian tubuh ketika mengalami mata sepet, jadi mencoba untuk terus membaca. Namun, semakin saya paksakan, justru mata menjadi tidak nyaman dan konsentrasi saat membaca mulai terganggu.
Saya jadi mulai menyadari, karena tahun lalu pernah mengalami ini setelah berlama-lama depan laptop untuk mengerjakan beberapa laporan keuangan. Rasa sepet, perih dan lelah pada mata, sering kali dianggap SePeLe, tetapi ini bisa menganggu setiap momen yang sudah lama dinantikan. Padahal sudah punya target untuk menyelesaikan beberapa halaman, sebelum menjemput anak bungsu dari taman baca.
Semakin lama melihat buku, mata semakin tidak nyaman. Sedikit demi sedikit, saya sering mengedipkan mata, yang akhirnya terpaksa menutup buku, karena mata semakin sepet dan perih. Kalau sudah begini, rasanya mulai bikin kesal, padahal sudah berekspektasi bisa bersantai sambil baca buku dengan tenang.
Mata juga butuh istirahat
Awalnya saya anggap sepele, ketika mata menunjukkan perih dan sepet. Tapi, semakin dicari tahu, informasi yang saya dapatkan semakin menunjukkan
gejala mata kering. Aktivitas yang membutuhkan fokus dalam waktu yang lama, termasuk di depan laptop dan membaca, penting sekali untuk memperhatikan kondisi mata.
Gejala yang saya rasakan mulai terasa saat sedang asyik membaca, padahal baru membaca sekitar sejam lebih. Karena sudah mendapatkan informasi seputar gejala mata kering yang tidak boleh dianggap sepele, maka saya harus berhenti sejenak dalam menikmati momen membaca yang santai. Mengingat mata juga butuh istirahat, jadi saya belajar untuk tidak memaksakan mata menjadi lebih lelah dan perih. Setelah membaca banyak informasi perihal gejala mata kering dan kesehatan mata, ada beberapa tips yang saya lakukan, supaya kegiatan membaca jadi lebih nyaman:
- Kalau mata sudah menunjukkan sepet, perih dan lelah, segera istirahat 10-15 menit. Supaya mata kembali terasa nyaman.
- Kedipkan mata sesering mungkin. Karena tanpa kita sadari, ketika sedang fokus, mata jarang berkedip.
- Saat membaca atau sedang di depan laptop, perhatikan pencahayaan yang cukup dan nyaman.
- Kompres mata dengan air hangat, apabila mata terasa lelah.
- Perhatikan kondisi ruangan, apalagi kalau aktivitas harian menggunakan AC terus menerus.
- Segera gunakan tetes mata.
Meredakan gejala mata kering dengan Insto Dry Eyes
Rasa sepet, perih dan lelah pada mata itu seperti apa ya?
Seperti yang kita tahu, indera penglihatan memiliki peranan penting dalam setiap aktivitas kita sehari-hari. Melalui mata, kita bisa membaca, bekerja depan laptop, hingga menikmati pemadangan indah. Namun, 4 dari 10 orang yang mengalami mata kering, justru tidak menyadari kondisi tersebut.Mari kita kenali satu persatu keluhannya:
- SEpet itu akan terasa ketika mata terasa gatal, kering dan mengganjal, sehingga banyak tuh orang-orang yang akhirnya suka kucek mata. Padahal itu tidak bisa disepelin.
- PErih, ini akan memunculkan rasa yang paling tidak nyaman pada mata. Karena ada sensasi perih, panas, bahkan ada yang mengalami iritasi (matanya jadi merah banget). Apalagi kalau seharian depan laptop atau baca buku, saya paling sering mengalami ini.
- LElah, ini akan memunculkan masalah pada mata yang terasa berat, cepat lelah, sulit fokus, dan akhirnya membuat kita memilih langsung beristirahat.
Mata sepet, perih dan lelah jangan sampai dianggap sepele, tentu saja harus mencari solusi yang praktis untuk bisa meredakan dan mengatasi rasa tidak nyaman saat mata kering. Saya memilih tetes mata Insto yang sudah menjadi solusi sejak lama. Awalnya saya hanya tahu Insto Cool yang memang suka suami beli untuk persediaan di kotak P3k, namun setelah mengalami gejala mata kering, saya akhirnya menemukan
Insto Dry eyes, yang bisa membantu meredakannya.
Insto Dry Eyes merupakan tetes mata steril yang memiliki kandungan hydroxypropyl methylcellulose, yang mampu membantu melumasi dan menjaga kelembapan permukaan mata, sehingga terasa lebih nyaman saat mengalami gejala mata kering.
Untuk penggunaannya, ikuti aturan pakai yang sudah tertera pada kemasan yakni 1-2 tetes pada setiap mata. Bisa gunakan 3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Tetes mata ini juga bisa digunakan sebagai pelumas pada mata palsu.
Sebelum kembali membaca, saya pasti teteskan #InstoDryEyes, ini menjadi solusi praktis supaya #BebasMataKering. Biasanya saya akan tunggu beberapa menit untuk memberi waktu pada mata beristirahat. Saat mata sudah terasa lebih baik dan tidak menunjukkan gejala mata kering lagi, barulah saya kembali menikmati aktivitas membaca dengan lebih nyaman. Tentunya dengan tetap memperhatikan kebiasaan dalam memberikan jeda dan tetap menjaga kondisi mata.
Dari pengalaman ini, saya belajar dan selalu ingat bahwa #MataSePeLeJanganSepelein. Rasa sepet, perih dan lelah mungkin terdengar sederhana, tetapi kalau muncul di momen yang sudah lama kita tunggu, tentu saja ini bisa sangat mengganggu sekali.
Akhirnya, setelah gejala mata kering reda, buku yang sempat saya tutup, bisa kembali saya buka. Kali ini saya tidak hanya mengejar beberapa halaman untuk dibaca, tapi lebih memperhatikan kapan mata bisa istirahat sejenak. Karena mata sangat penting untuk tetap diperhatikan kesehatannya. Mata sehat, membaca jadi lebih nyaman.
Masa setelah terdampak layoff ini, bukan sesuatu yang pernah saya rencanakan. Namun, di tengah rutinitas itu, saya justru menemukan hal-hal sederhana, seperti membaca buku yang sudah jadi hobi sejak lama, tapi terabaikan karena kesibukan pekerjaan. Kini, saya kembali punya waktu untuk membuka halaman demi halaman dari buku-buku favorit yang sudah saya beli. Saya bisa kembali menikmati setiap momen sederhana yang sudah sejak lama dirindukan.
Penutup
Saya memang belum tahu berapa halaman yang akan saya baca esok hari atau kapan rutinitas pekerjaan kembali dimulai, tetapi saya akan selalu ingat satu hal, ketika ada kesempatan menikmati sesuatu yang sudah lama dinantikan, saya tidak akan membiarkan gejala mata kering datang mengganggunya lagi.
Sekarang, setiap kali membaca, saya akan lebih peka terhadap kondisi kesehatan mata. Karena bagi saya #MataSePeLeJanganSepelein, bukan lagi bicara tentang rasa tidak nyaman, tapi itu adalah sinyal kecil dari tubuh kita sendiri.
Kembali membaca setelah layoff, saya bisa kembali menikmati waktu yang hilang. Dengan #InstoDryEyes dan kebiasaan menjaga mata, semoga buku-buku bisa segera saya selesaikan. Tentunya membaca akan terasa lebih nyaman dengan #BebasMataKering.
Tidak ada komentar
Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.