Kalau saya pulang ke Garut, pasti kagen sama jalabria, endog lewo, burayot, dan Ladu makanan khas dari Malangbong Garut.
Garut ini banyak sekali makanan khas yang harus dicobain. Apalagi sekarang di Garut ini banyak sekali tempat kuliner. Jadi, kalau setiap pulang ke Garut wajib banget kulineran dari satu tempat ke tempat lainnya.
Ladu, sajian lebaran buatan Bibi
Biarpun saya tinggal di Garut, bukan berarti bisa menikmati ladu setiap kali pulang ke Garut. Saya tinggal di sebuah desa di daerah Banyuresmi, mau ke Kota itu lumayan jauh, apalagi kalau pengen beli makanan khas Malangbong Garut, gak selalu ada di tempat tinggal saya, kecuali endog lewo sudah ada di toko terdekat. Tapi, tidak dengan Ladu, gak selalu ada di toko oleh-oleh dekat rumah.
Jadi, setiap kali pulang ke Garut saat lebaran, saya pasti akan minta dibuatkan Ladu yang legit dan bikin nagih. Saya memiliki banyak sodara yang memang jago sekali membuat makanan khas Garut, dari mulai kue tradisional, burayot, dodol, wajit, hingga ladu.
Ladu yang selalu saya nikmati, akan selalu dibuatkan oleh Bibi (adiknya Ibu), dan selalu menjadi sajian istimewa saat lebaran atau ada acara penting keluarga, seperti pernikahan dan khitanan.
Terasa sangat istimewa, saat hari raya bisa berkumpul sama keluarga, dan menikmati sajian yang legit dan nagih. Setiap kali lebaran, makanan khas Garut yang paling saya tunggu memang burayot dan ladu.
Sempat kepikiran untuk lebaran selanjutnya, saya ingin juga belajar membuat ladu, dan makanan khas Garut lainnya, supaya saat kangen di perantauan, bisa membuat sendiri. Dengan begitu bisa terus melestarikan makanan khas Garut.
Ladu, makanan khas Garut
Garut selain punya dodol, kurupuk kulit, hingga burayot, juga memiliki makanan khas lainnya, yakni Ladu yang terbuat dari beras ketan.
Bersumber dari sinarpriangan.com, ladu ini sudah ada sejak 1930-an. Membaca sejarahnya di artikel ini, Ladu ini awalnya adalah makanan yang dibuat oleh seorang Ibu rumah tangga bernama Musti'ah, yang memang rajin membuat menkreasikan camilan. Sampai akhirnya semakin berkembang, ladu selalu menjadi sajian untuk para tamu, seperti para pejabat di Malangbong. Sejak tingginya permintaan, ladu Malangbong sudah diproduksi dalam skala besar untuk keperluan komersil.
Untuk membuat Ladu makanan khas Malangbong Garut, bisa disiapkan beras ketan (harus direndam dahulu ya), gula merah, santan dan jangan lupa kelapa yang sudah disangrai. Untuk gula merah saya sarankan cari yang kualitasnya bagus, supaya rasa dan hasilnya juga makin legit.
Rasa ladu yanng selalu dibuat Bibi memang sangat enak, manisnya pas, dan selalu bikin nagih. Karena ladu itu dibuat tanpa bahan pengawet, jadi memang paling aman simpan dikulkas. Ladu juga cocok disajikan dengan teh atau cokelat, dan menjadi teman bersantai, sambil menikmati suasana indah di Garut.
Untuk membeli ladu sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Garut, bisa langsung datang saja ke Pusat Oleh-oleh yang ada di Garut, biasanya pada menjual juga. Kalau saya sendiri, biasanya akan pesan dan dibuatkan ke Bibi saja, karena memang sudah cocok banget di lidah. Selain dibuatkan Bibi, biasanya saya akan beli ladu saat lewat ke Malangbong, biar langsung beli tempatnya.
Ladu, bukan hanya sekadar makanan tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner, yang ada di Garut Jawa Barat dan patut dilestarikan. Dengan cita rasa ladu yang legit, tekstur yang khas dan keunikannya, Ladu mampu menjadi camilan yang bisa bikin siapa saja ketagihan.
Buat yang mau wisata dan jelajah Garut, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi ladu dan mengenal lebih dekat dengan kuliner tradisional yang menjadi bagian dari warisan masyarakat setempat.
Sumber sejarah Ladu Malangbong: https://sinarpriangan.com/ladu-malangbong-sejarah-resepnya/


Tidak ada komentar
Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.