9 Harapan Seorang Ibu Di Hari Anak Nasional

Liswanti Pertiwi | Sabtu, Juli 23, 2016 | | | 3 Comments so far


"Senyuman mereka menjadi kebahagiaanku

Keceriaan mereka membuatku semakin tenang
Di wajah mereka terlukis ketenangan dan kedamaian
Tanpa beban dan rasa takut
Senyuman mereka yang manis dan indah
Membuatku semakin jatuh cinta
Sehat dan bahagialah selalu"

Sebagai seorang Ibu dari 2 orang anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Saya begitu bahagia, bisa menyaksikan anak tumbuh dan berkembang, dari saat dia dalam kandungan, lahir, hingga kini usianya sudah mau 6 tahun dan 4 tahun. Senang rasanya membesarkan dan mendidik mereka bersama suami, yang saling berbagi tugas.

Saya pun sangat lega dan bahagia, bisa memberikan ASI (Air Susu Ibu) secara penuh, yang menjadi hak setiap anak. Bisa memberikan kasih sayang, cinta, dan menjaga mereka. Tapi, semenjak maraknya kasus kekerasan seksual pada anak, sebagai orang tua saya pun mulai khawatir. Ada rasa takut dan cemas saat mereka main di luar rumah.

Saat ini kasus kekerasan pada anak marak terjadi di berbagai daerah. Para korban pun bukan saja anak perempuan, tetapi juga laki-laki. Pelaku kejahatan seksual pada anak seperti kerasukan setan, sehingga tega menghancurkan dan merenggut keceriaan serta masa depan anak-anak. Bahkan para pelaku pun kebanyakan orang terdekat atau yang dikenal oleh korban. Saat ini, Indonesia benar-benar sedang darurat kekerasan seksual.

Lindungi anak-anak, sehingga mereka aman saat bermain
Anak-anak yang seharusnya dijaga dan dilindungi, malah diperlakukan dengan tidak adil. Bahkan pelaku kejahatan, dengan tega merenggut keceriaan dan kebahagiannya. Perilaku kejam para pelaku kekerasan pada anak memang harus dihukum dengan setimpal.

Kasus kekerasan pada anak bukan saja terjadi di lingkungan masyarakat, tapi juga di lingkungan sekolah dan keluarga. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (www.kpai.go.id) kekerasan yang terjadi pada anak selalu meningkat setiap tahun. Hasil pemantauan KPAI dari 2011 hingga 2014, terjadi peningkatan yang signifikan. Dimana pada tahun 2011 terjadi 2178 kasus kekerasan, 2012 ada 3512 kasus, 2013 ada 4311 kasus, dan 2014 terjadi 5066 kasus. 

Belum lagi kasus di tahun 2015 dan 2016 yang sudah banyak diberitakan dan membuat miris saat melihatnya. Apalagi kalau ada kasus anak yang disiksa oleh pengasuh ataupun orang tua, membuat hati benar-benar sakit. Belum lagi yang tega membuang anaknya, bahkan membunuh bayi yang tidak berdosa, karena alasan malu dan lain-lainnya. Mereka (pelaku) seperti tak punya hati.

STOP KEKERASAN PADA ANAK!

Sumber foto: http://lampost.co/berita/pola-pikir-penyebab-maraknya-kekerasan-seksual
Kekerasan anak harus dihentikan, karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga dengan baik. Menyambut hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini, 23 Juli 2016, ada 9 harapan seorang ibu seperti saya. Seperti:
  • Pelaku kekerasan pada anak bisa dihukum dengan setimpal, yang membuat jera para pelaku. Sehingga tidak akan mengulangi kejahatan yang sama. Serta tidak ada lagi pelaku-pelaku lainnya.
  • Undang-undang perlindungan anak hasil perubahan kedua segera diresmikan.
  • Ubah jam tayang sinetron di televisi yang memperlihatkan tentang kekerasan, pacaran, dan saling bully yang sangat tidak mencerminkan anak sekolah. Kalau perlu seh tidak ada, karena itu bukan contoh yang baik.
  • Hadirkan tontonan yang mendidik anak. Terutama tentang keagamaan, kesopanan, hingga gotong royong dan saling menyayangi antar makhluk hidup.
  • Semoga di Indonesia akan semakin hits lagi lagu anak-anak yang riang dan gembira.
  • Anak-anak jalanan, anak kurang mampu bisa mendapatkan pendidikan dengan baik. Tidak ada lagi anak-anak yang mengemis di jalanan. Dan mereka mendapatkan tempat berteduh yang layak, serta terjamin pendidikan untuk masa depannya.
  • Tidak ada tawuran. Serta anak-anak pun terhindar dan dilindungi dari bahaya narkoba, minuman keras dan pornografi. 
  • Jangan ada lagi anak-anak bangsa yang menjadi korban kekerasan.
  • Anak-anak selalu bahagia, masa depannya cerah, dan selalu sehat.
Dan yang paling penting neh, anak-anak bisa merasakan aman, tenang, dan nyaman saat bermain. Baik itu di lingkungan sekitar, keluarga, dan sekolah tanpa rasa takut dan cemas. Dengan diberikannya hukuman pada para pelaku kekerasan pada anak yang sangat berat. Anak-anak di Indonesia bisa merasakan kembali kebebesan bermain tanpa adanya rasa takut.

Saya sebagai orang tua, benar-benar cemas saat anak bermain di luar rumah, sebentar saja main diluar, saya langsung lari mencarinya. Tidak seperti zaman dulu, semua aman dan tenang. Masa kecil saya pun membahagiakan, mau main kemana saja tenang, tidak ada yang berani berbuat aneh-aneh kepada anak di bawah umur. Bahkan mereka cenderung melindungi dan menjaga. Tapi sekarang, siapa pun harus diwaspadai, karena selama ini pelaku kejahatan adalah orang yang dikenal. Bukan suudzan, tapi saat ini Indonesia benar-benar sedang darurat kekerasan pada anak.

Kekerasan pada anak harus segera dihentikan. Berikan perlindungan kepada anak-anak, supaya masa depannya semakin lebih baik. Berikan pelukan kasih sayang dan cinta, sehingga anak-anak merasa tenang dilindungi oleh orang yang menyayanginya.

Anak-anak pun harus diawasi dengan baik, salah satunya saat mereka sedang bermain gadget, karena di era digital, internet juga memiliki efek negatif, yakni pornografi. Dengan dikontrol dan diawasi dengan baik saat anak bermain gadget, bisa menghindari mereka dari pengaruh buruk gadget.


Di hari Anak Nasional ini, semoga anak-anak Indonesia menjadi anak yang membanggakan dengan prestasi yang gemilang, terus maju dan berkembang. Berguna bagi agama, bangsa dan negara. Anak-anak Indonesia tersenyum dengan bahagia, ceria dan tenang menjalani hari-harinya. Anak-anak Indonesia bisa mendapatkan pendidikan terbaik, sehingga masa depannya semakin cerah dan lebih baik.

Doa untuk anak-anak mama di hari Anak Nasional "semoga teteh Chantika dan ade Dimas, selalu menjadi anak pintar, cerdas, soleh dan solehah, berbakti kepada orang tua, berguna bagi agama, bangsa dan negara. Serta menjadi anak yang membanggakan serta berprestasi di sekolah. Anak-anak mama dan papa selalu sehat, selamat, maju, dan semakin lucu dari hari ke hari".   

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL

Read More ...

Di Meja Kerja Saya Harus Ada 4 Barang Wajib

Liswanti Pertiwi | Kamis, Juli 21, 2016 | | 17 Comments so far
Biarpun waktu saya lebih banyak di rumah, bukan berarti saya hanya duduk manis tanpa ada kerjaan. Semenjak menjadi seorang freelancer keuangan untuk beberapa UKM (Usaha Kecil Menengah), saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak dan menikmati bekerja di rumah. Untungnya saya memiliki banyak kemudahan, apalagi sekarang sudah era digital.

Di rumah saya yang sederhana, saya memiliki meja kerja sendiri, untuk memulai berbagai aktivitas setiap hari. Mulai dari mendata keluar masuk transaksi usaha, mencari ide untuk pernikahan, komunikasi dengan berbagai vendor pernikahan, hingga menulis di blog. Biarpun hanya meja kecil, tapi dari sinilah penghasilan saya dapatkan.

Dulu saat masih bekerja, meja kerja saya lumayan berantakan dengan beberapa note kecil yang selalu saya tempel. Tapi, di meja kerja yang sekarang sangat rapi sekali. Tentu saja rapi, soalnya tidak ada lagi nota-nota, kwitansi, dan struk-struk dari transaksi yang dilakukan karyawan. Karena semua itu, akan dikirim via email, dan saya tinggal memasukkannya di pembukuan harian.

Di meja kerja saya ini, ada 4 barang wajib yang harus ada.
  1. Laptop harus selalu ada, karena ini modal saya untuk bekerja. Apalagi buku kecil dan bolpoint untuk menuliskan beberapa pengeluaran harian usaha.
  2. Buku bacaan, bisa novel, keuangan, ataupun komik. Karena biasanya kalau lelah depan laptop, saya istirahat sejenak dengan membaca buku.
  3. Kalender harus selalu ada, karena saya ini selalu lupa tanggal. Dengan begitu saya bisa mencatat jadwal harian, jadwal meeting, hingga jadwal ikut berbagai event blogger. Selain itu ada juga jam meja untuk mengingatkan saya dengan waktu. Karena sebagai seorang Ibu, saya pun ada waktu khusus untuk mengajarkan anak belajar di meja sederhana ini.
  4. Celengan. Nah untuk yang satu ini neh, sebenarnya milik anak saya Dimas. Jadi, karena Dimas pun belajar di meja ini, otomatis, setelah selesai belajar dia harus memasukkan uang 1000 atau 2000 rupiah. Untuk apa? Tentu saja untuk mengajarkan anak menabung, supaya dia terbiasa, menyisihkan uang setelah belajar/sekolah.
Sebenarnya di meja ini masih banyak barangnya, dari botol minum, kue, dan cemilan lainnya. Tapi, semenjak memutuskan berdiet, maka barang tersebut terpaksa disimpan ke dapur, supaya saya tidak terbiasa untuk mengemil lagi saat sedang bekerja atau menulis.

Itulah 4 barang wajib yang harus ada di meja kerja saya. Yang bisa membuat hari-hari saya dalam bekerja semakin menyenangkan.
Read More ...

5 Manfaat Menabung Untuk Anak Sekolah

Liswanti Pertiwi | Minggu, Juli 17, 2016 | | | 20 Comments so far
Ilustrasi Menabung

"Mah, beliin kalau teteh sekolah, nabungnya yang banyak ya, biar kayak mamang Sakti, dapat uangnya banyak banget", ujar putri sulung saya, Chantika.

Celotehan anak saya ini memang tanpa alasan loh, karena dia telah melihat bagaimana paman kecilnya sudah memiliki banyak uang yang bisa dibelikannya baju lebaran dan lainnya. Semua itu dia dapatkan dari uang tabungan yang dikumpulkan pada Gurunya.

Kebiasaan menabung adik saya (paman kecil Chantika) memang sudah terbiasa sejak dia masih TK, hingga sekarang. Adik bungsu saya ini sudah naik kelas 4 SD, otomatis dia akan mulai kembali menabung sampai satu tahun kedepan. Kegiatan menabung anak sekolah ini memang sudah lama, bahkan sejak saya belum sekolah. Jadi, anak-anak akan membeli buku tabungan biasa, dan disimpannya di wali kelas. Mau itu nabung 2000 atau bahkan 10.000, yang penting setiap hari menabung.


Nah, setelah akhir tahun sekolah atau saat kenaikan kelas, tabungan itu akan dibagikan kepada anak-anak. Saya sendiri waktu kecil, sangat suka menabung, bahkan bisa mencapai ratusan ribu (yang dulu mah berasa jutaan).

Karena anak saya sudah tahu menabung itu bisa menghasilkan banyak uang, dia pun semakin termotivasi untuk ikut menyisihkan uang dan menyiapkan buku tabungan saat mulai sekolah nanti. Biarpun sejak dia lahir sudah memiliki tabungan di bank, tapi saya ingin mulai melatihnya menabung di sekolah.

Cara menabungnya juga gampang diaplikasikan anak-anak sekolah lainnya, yakni dengan cara:
  • Menyisihkan uang jajan sekolah, seribu atau 2000 saja. Kalau ingin konsisten, bisa menabung 2000 saja. Kan uang jajan anak sekarang itu bisa sampai 10.000.
  • Bawa bekal dari rumah, biar tidak jajan sembarangan. Kan uangnya bisa di tabung.
  • Kalau dapat angpau lebaran bisa loh sebagian uangnya di tabung.
  • Anak-anak pasti suka dapat uang dari sodaranya atau kerabat lainnya, sebagian uang jajan bisa di tabung ya, supaya tidak habis.
Nah adik bungsu saya dan Chantika sudah bersiap menabung saat mulai ajaran sekolah besok neh, yakni dari angpau yang didapatkannya saat lebaran. Menabung itu kalau dibiasakan sejak dini akan baik untuk kedepannya, karena memiliki banyak manfaat, yakni:
  1. Melatih anak untuk disiplin
  2. Melatih anak untuk tidak hidup boros
  3. Anak menjadi lebih peduli
  4. Tidak jajan sembarangan
  5. Menjadi terbiasa berhemat uang
Dengan 5 manfaat menabung untuk anak sekolah ini, anak-anak bisa merasakan betul dalam menghargai uang. Dan anak-anak bisa hidup sehat, tanpa perlu jajan di luar. cukup bawa bekal yang sehat buatan mama, anak-anak bisa rajin menabung. Karena dengan menabung, hidup bisa bahagia. Yuk ajari anak-anak menabung sejak dini.  

Read More ...

4 Manfaat Uang THR Untuk Hidup Yang Lebih Baik

Liswanti Pertiwi | Kamis, Juli 14, 2016 | | | | 26 Comments so far

Lebaran memang sudah lewat, tapi suasana kemenangan masih begitu terasa. Beberapa waktu lalu, tepatnya sebelum takbir berkumandang, semuanya pastilah mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya). Gimana neh THRnya, sudah habis atau masih ada sisa?

Saya tahu, telat banget neh ngobrolin THR. Tapi, tulisan ini bisa untuk kedepannya ya. Bicara tentang THR, sebagian orang berpikir untuk langsung menghabiskannya, tapi ada juga yang berpikir untuk menyimpannya sebagian. Bagi saya sendiri, THR adalah uang yang harus bisa bermanfaat untuk hidup yang lebih baik. Saya pikir THR bukan untuk dihabiskan begitu saja, karena setelah lebaran, kehidupan kita harus terus berlanjut.

Terus bagaimana mengelola uang THR? Tentu saja mudah kok, tapi setiap orang berbeda-beda. Karena saya sudah menyiapkan keperluan lebaran jauh-jauh hari, jadinya uang THR selalu saya atur untuk masa depan anak-anak. Dan inilah 4 Manfaat uang THR untuk hidup yang lebih baik.


1. Uang THR bermanfaat untuk biaya sekolah anak

Kalau disini ada orang tua yang anaknya akan memasuki ajaran baru, tentu kita harus bisa mengatur uang THR dengan tepat. Salah satunya untuk biaya sekolah anak. Bisa dong di sisihkan 20% untuk menambah biaya sekolah anak. Mungkin bisa untuk membeli peralatan sekolah, seragam, ataupun sepatu.

2. Uang THR bermanfaat untuk kebutuhan mudik

Biasanya neh kalau menghadapi lebaran, kita semua pasti mudik dong. Nah perlu banget neh kita menyiapkan berbagai kebutuhan mudik, baik selama di kampung halaman, zakat fitrah, hingga angpau untuk anak serta keluarga lainnya. Dari THR, kita bisa menyisihkan 40%, karena memang lumayan banyak kebutuhannya. Ini berlaku, kalau memang kita tidak memiliki tabungan lebaran. 

Kalau misalkan punya neh, kita bisa menambahkannya, dengan mengambil 25% dari THR untuk kebutuhan mudik. Supaya selama mudik tetap asyik dan menyenangkan.

3. Uang THR bermanfaat untuk tabungan masa depan


Kehidupan setelah lebaran akan terus berlanjut, belum lagi biaya sekolah anak yang semakin tinggi, kesehatan, hingga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik. Kita harus berpikir ke masa depan, jangan hanya memikirkan hari ini dan esok saja.

Masa depan akan semakin cerah, apabila kita bisa mengatur keuangan dengan baik. Dengan uang THR, kita bisa menyisihkan 20% untuk tabungan masa depan. Ini sangat bermanfaat untuk kita kedepannya. Dengan memiliki tabungan, ada hal yang urgent sekalipun, tidak akan merasa takut dan bingung.

Nah kalau poin ke 2 di atas bisa terpenuhi 25%. Maka tabungan ini bisa di tambah loh menjadi 25% juga, dengan begitu tabungan akan semakin bertambah.

4. Uang THR bermanfaat untuk Investasi di hari tua

Bukan saja sebagai biaya sekolah, keperlu mudik, dan tabungan saja, karena uang THR ini pun bermanfaat untuk investasi di hari tua. Dengan menyisihkan 20% (kalau tidak ada tabungan lebaran) atau 30% (ada tabungan lebaran) kita bisa menyimpannya untuk investasi sebagai pegangan di hari tua.

Kita ingin dong hari tua selalu senang dan bahagia, maka saat usia masih aktif dan semangat mencari nafkah, berpikirlah untuk berinvestasi. Bisa dari uang THR dan bonus pekerjaan lainnya. Saya tahu masa muda itu harus dinikmati, tapi kalau terus menerus, kapan punya tabungan untuk investasi masa depan? Nah saatnya berpikir untuk berinvestasi, baik itu investasi tanah, emas, proverti, saham, hingga reksadana. 

Dengan 20% atau 30% dari uang THR, kita bisa simpan dulu uangnya, apabila sudah terkumpul, boleh tuh berinvestasi, misalkan beli emas atau tanah. 


Dengan 4 Manfaat uang THR ini, semoga kehidupan semakin lebih baik. Mengelola uang THR tidak susah kok, yang penting kita tahu prioritas yang paling utama untuk hidup lebih baik. Jangan sampai lalai, karena merasa masih muda dan banyak uang, hingga lupa dengan masa depan. Karena kita tidak akan pernah tahu, kapan hidup akan berakhir, kapan maut menjemput, kapan mata ini tertutup untuk selamanya.

Kalau suami istri sama-sama bekerja dan memiliki uang THR, bisa loh pembagiannya, disatukan dulu uang yang dimiliki. Kalau saya sendiri di total semuanya. Barulah dibagi-bagi untuk 4 poin di atas. Karena sudah memiliki tabungan lebaran, jadi uang THR lebih besar di simpan untuk tabungan dan investasi.

Berpikir masa depan dengan mengatur uang, termasuk THR dengan tepat untuk hidup yang lebih baik.
Read More ...