Diary

Liswanti Pertiwi | Kamis, Oktober 24, 2013 | |
Dokumen Pribadi

"Dear Diary......"
"Masih ingkatkah kamu kejadian tadi pagi yang membuatku terharu, dia ternyata menyatakan cintanya dihadapanku...alangkah bahagianya hatiku..tapi ternyata itu membuatku terasa tidak nyaman, tak enak hati rupanya, karena ada sahabatku yang juga mencintainya...aku binggung..diantara menerima dan tidak?..ah sudahlah lebih baik aku sendiri saja tanpa memikirkan kekasih yang akan mendampingiku disekolah.." 2001.

Kutipan diatas aku ambil dari sebuah buku diary yang telah lama aku simpan, memang sudah sangat lama sekali, karena buku diary itu yang aku simpan dan menjadi kenanganku dimasa-masa sekolah, masih unyu-unyu, masih ABG (Anak Baru Gede) dan belum memahami apa arti cinta itu sesungguhnya, cuma bisa merasakan suka dan tak mau kehilangannya, tapi justru tulisan-tulisan di diary itu telah membuatku tersenyum  dan lucu saja, betapa polosnya seorang gadis remaja yang beranjak dewasa itu.

Semua hal saya tuliskan dan curahkan di buku diary itu, dari marahan alias berantem sama teman, masa-masa ujian sekolah, semuanya lengkap ada dibuku itu. Dan saya baru sadar ternyata ada beberapa puisi dan cerpen jadul dengan gaya bahasa yang masih acak-acakan, "ini awal aku menyukai menulis" ucapku dalam hati.

Semua hal dibuku diary itu telah membuka memori-memoriku dimasa lalu, bagaimana aku tumbuh bagaimana aku bergaul, ternyata akan sangat berbeda dengan pergaulan anak remaja saat ini, yang sudah modern. 

Remaja saat ini masihkah curhat di buku diary?

Seperti halnya mesin tik yang sudah tidak lagi digunakan, dan berganti dengan komputer canggih, ada laptop, notebook maupun tablet yang bisa dibawa kemana saja. Diary pun mungkin mengalami hal yang sama, terlupakan, karena tanpa alasan, saat ini semua sudah serba canggih.

Siapa yang tidak kenal dunia maya?
Siapa yang tidak kenal mbah google?
Siapa yang tidak kenal facebook dan twitter?

Semuanya sudah tahu, dari anak TK sampai dewasa, kecuali para lansia saja, seperti halnya yang saya tanya kan pada kakek saya dan beberapa orang tua lanjut usia "tau facebook ga", pasti jawabannya "ga". Kan mereka sudah tidak memikirkan perkembangan zaman saat ini, yang mereka pikirkan bagaimana mereka melihat anak cucunya tumbuh dengan baik dan sukses. Mereka akan bangga dan tersenyum bahagia, itu pun yang aka membuat kita sebagai cucu mereka senang.

Curhat pada buku diary memang sudah jarang digunakan, hanya anak-anak SD yang ikut-ikutan saja, mereka suka dengan warna buku maupun gambarnya, ya sekedar buat main-main pikirnya, termasuk anak saya yang masih balita, dia selalu meminta saya untuk dibelikan buku diary bergambar barbie.

"Tapi adakah dari pembaca semua yang masih suka menulis di buku diary? ayo acungkan tangan....dan saya kasih dua jempol buat kalian."
"Ayo donk budayakan kembali menulis buku diary...hehe...daripada didepan laptop terus...rusak mata iya...setidaknya olahraga jari-jari tangan :-)".

Saat ini banyak sekali orang atau para ABG lebih memilih curhat di media sosial (facebook, twitter, deelel), tak jarang hal pribadi pun mereka tulis sebagai status difacebook maupun twitter, harusnya itu rahasia, jadinya diketahui banyak orang, mungkin anggapan mereka itu buat lucu-lucuan saja, "update status" katanya.

Dari kita kesal, marah, semuanya ada, sangat legkap malah. Biarpun saya sempat seperti itu..hihi, tapi nyatanya membuat saya sadar diary masih mempunyai peranan sangat penting dalam hidup saya, karena sejarah kehidupan saya dari bangku SMP sampai bangku kuliah ada di 15 buku diary yang masih tersimpan rapi dalam lemari paling rahasia di rumah kelahiran saya.

Sempat berpikir untuk mengajarkan anak saya belajar menulis dibuku diary mulai dini, tapi dia belum bisa menulis dan membaca, maklum umurnya masih 3 tahun. Lambat laun akan saya ajarkan, biar dia mengingat berbagai kejadian atau peristiwa penting dalam hidupnya. Seperti contoh "Diary..tadi pagi gigiku copot, sakit sekali" lucu pasti ya, dengan begitu anak saya akan mulai terbiasa menulis dan suka dengan membaca.

Diary......

Hemm rasanya tak akan habis menceritakan benda yang satu ini "buku diary" sebuah catatan kehidupan yang tak akan pernah hilang.

2 komentar:

  1. biasanya cewe yang suka punya buku diary gini tapi kalo cowo gak punya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya seh memang kalo cewe pasti punya...kalo cowo biasanya dibuku tulis mungkin ya...hehe...

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...