KANGEN PERMAINAN TEMPO DULU

Liswanti Pertiwi | Selasa, Januari 21, 2014 | | |
Beberapa waktu kemarin anak pertama saya nangis, sampai dia demam karena ada kemauan yang belum bisa kami (orang tuanya) turuti, loh kenapa? Ya kan sering hujan, mau bepergian pun binggung kalau hujan terus, malah bisa-bisa mereka sakit, bener ga?.

Apa seh sebenarnya yang anak saya itu mau ?

Si teteh (panggilku pada si sulung) pengen sekali main kereta ke arena bermain, entah dari mana dia tahu, mungkin dari teman-temannya atau dari televisi.

Melihat dari tingkah lakunya yang udah murung kalau ada kemauan membuat saya dan ayahnya khawatir, dan pasti membuat dia panas badannya. Akhirnya kami pun membawa teteh ketempat yang dia inginkan, karena kebetulan weekend juga dan cuaca pun mendukung.




Ternyata benar, raut wajah si teteh kembali ceria dan senangnya bukan main, lari sana sini dan loncat-loncat kegirangan. Dari saat datang permainan yang pertama dinaikinya adalah kereta dan mandi bola.

Pikirku dalam hati “Ko anak sekarang suka dengan permainan mesin yang menghamburkan uang ya?, kemana ya permainan tempo dulu yang membuat sehat dan murah meriah?”. Jangan-jangan dizaman yang semakin maju dan moderen, permainan tempo dulu sedikit demi sedikit akan punah kalau tidak kita lestarikan ya. Karena di perkampungan pun saat ini lebih menyukai permainan game dihandphone atau playstation, bahkan mereka sudah ketagihan game online...ckckcck “semakin menghawatirkan saja”.

Saya semakin takut kalau anak saya ikut-ikutan menyukai permainan modern seperti itu, semoga ini hanya sesaat saja. Padahal ya saya ingin menularkan kemampuan saya dalam memenangkan berbagai permainan tradisional.

·       Main Kelereng

Wah dulu itu saya paling seneng neh main kelereng kalau dalam bahasa sundanya “kaleci”, biasanya dimainkan oleh beberapa 2-5 orang, siapa yang kelerengnya kena lawan, si pemenang dapat kelerengnya. Dan saya pun bisa sampai membawa sekantong kelereng, alhasil ibu saya marah...hehehe..karena ini sebenarnya permainan yang suka anak lelaki saja.

·       Congklak

Ini neh baru permainan perempuan, yang dimainkan oleh 2 orang saja. Dengan papan congklak dan setiap lubang diisi dengan 7 kerikil atau biji-bijian. Siapa yang lebih dulu memindahkan kerikil kelubang utama dialah pemenangnya, saya pun berhasil memenangkannya hanya dalam 15 menit saja, ayo siapa yang mau tanding...hehehe.

·       Bekles

Bermain bola bekles itu menyenangkan, karena permainan ini biasanya dilakukan saya saat menunggu buka datang. Dan memainkannya akan terasa seru kalau banyak orang, dengan memakai bola bekles dan biji semacam bekas kerang dilempar dan ditangkap oleh tangan secepatnya.

·       Balap karung

Kalau setiap agustusan saya pasti ikut balapan ini, tapi untungnya permainan ini masih dapat dilihat diberbagai kota saat Agustus datang sebagai acara mengisi kemerdekaan. Permainannya pun cukup mudah, kita balapan masuk kedalam karung lalu loncat sampai garis finish.

·       Main karet

Kalau ini perempuan banget, tapi tidak sedikit pula ada anak lelaki yang ikut. Bisa dikatanya permainan ini adalah loncat tinggi, karena memang disini kita bermain karet yang dipegang oleh 2 orang, dan kita harus bisa melewatinya bulak balik. Siapa yang bisa mencapai level tertinggi dialah pemenangnya.

·       Petak umpet

Kalau permainan ini biasa disebut “ucing sumput” (dalam bahasa sunda), ini dimainkan beramai-ramai, sang penjaga menutup mata sampai semua anak menghilang. Nah si penjaga ini harus bisa mencari semua anak yang ngumpet, siapa yang duluan ketemu, nantinya dia yang jadi penjaga tiang.

  • Layang-layang

Kalau layang-layang untungkan sampai sekarang masih ada saja, bahkan ada loh turnamen bermain layang-layang. Kalau dulu saya bersama teman laki-laki saya, akan main layang-layang disawah dan tidak sedikit pula saya kena omelan orang tua karena saking bandelnya main mulu. “Maklum bocah cilik”.
·      
  •          Galasin

Kalau dalam bahasa sundanya itu “gelah porog” yang suka dimainkan 2 tim, nah permainan ini meski membuat garis, biasanya dari abu gosok. Selanjutnya anak-anak harus bisa menghadang lawan supaya tidak bisa masuk garis.

·       Boneka kertas

Atau biasa disebut “BP” entah apa itu artinya yaitu berbagai boneka dari kertas yang cantik dan ganteng yang selalu dimainkan oleh anak perempuan dan mereka pun membuat rumah-rumahannya dari kerdus bekas.

Dan berbagai permainan tradisional lainnya yang masih banyak (ada hompimpah, ular-ularan, terowongan setan dan lainnya) dan seharusnya bisa dipertahankan serta dilestarikan oleh generasi penerus bangsa, biar tetap terjaga dengan baik. Pasti ngomongin permainan zaman dulu itu tidak akan ada habisnya deh, pasti dari setiap permainan itu ada kenangan yang tak akan pernah hilang.

Lalu apa permainan tempo dulu yang kalian suka?


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...