MENGASUH DENGAN CINTA

Liswanti Pertiwi | Senin, Maret 30, 2015 |
Dok. Pribadi

Sebagai seorang anak adalah sebuah kebahagiaan diasuh oleh kedua orang tua yang lengkap. Tapi bagaimana kalau salah satu sosok orang tua tidak ada?.
 
Itulah yang terjadi ketika adik bungsu saya lahir, harus mendapat kenyataan pahit bahwa dia tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah, yang sudah berpulang 5 bulan sebelum kelahirannya. Adik saya pun harus tumbuh tanpa pelukan hangat seorang Ayah. Terus bagaimana dia bisa merasakan kehangatan sosok seorang Ayah?.
 
Jawabannya dengan "cinta", biarpun tetap saja, sosok Ayah sesungguhnya sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak, yang akan selalu mendampingi dan menasehati. Apalagi ini seorang anak lelaki, tapi kita tidak bisa melawan kehendak yang Kuasa.
 
Sebagai anak pertama, tentulah saya harus bisa membantu Ibu dalam mengasuh dan membimbing adik setiap hari. Untunglah disini, suami saya yang waktu itu masih berstatus tunangan saya, bisa membantu saya dalam mengasuh adik. Salah satunya dengan memberikannya cinta.
 
Mengasuh Dengan Cinta
 
Cara ini sangat sederhana, tapi begitu berarti dan bisa membuat adik saya tumbuh dengan baik. Setiap kali weekend, suami akan pulang dan bermain dengan adik, dan cara ini ampuh. Jadi adik saya yang masih bayi, seperti mendapat pelukan kasih sayang dari seorang Ayah. Hingga dia tumbuh dewasa dan akhirnya saya serta suami menikah, adik menjadi begitu dekat dengan kami. Kami seperti merasakan menjadi orang tua yang sesungguhnya. Adik akan mendengarkan apa yang dinasehati oleh suami, dan bisa bermanja-manja pula.
 
Di sini saya jadi tahu, bahwa dengan memberikan perhatian sepenuh hati dengan mencurahkan cinta serta kasih sayang kepada seorang anak yang sudah kehilangan Ayah. Akan bisa membuat anak tersebut tumbuh dengan baik, biarpun tidak ada sosok Ayah dalam hidupnya, kakak lelaki, atau mungkin paman bisa menggantikan posisi Itu. Dengan selalu menggendongnya, memeluk dan menciumnya selalu. Anak akan merasakan bahwa dia selalu disayangi, bahkan suami saya selalu mengajak adik bermain semenjak kecil.
 
Dan ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan kepada anak seperti ini.
  • Jangan pernah sekali-kali menyakiti hatinya, sedikit saja membuat anak itu meneteskan air mata karena sakit hati, maka berdosalah kita.
  • Jangan pernah pernah menghina anak dengan menyebutnya tidak punya Ayah.
  • Jangan sampai mengingatkan anak dengan sosok Ayahnya, karena anak akan cenderung menjadi pendiam.
Dan yang pasti, jadilah sahabat terbaik untuk anak seperti adik saya yang tidak mempunyai sosok Ayah. Selalu temani dia, ajak dia bicara dari hati ke hati, dan jadilah panutannya. Dengan begitu anak akan selalu dekat dengan kita, termasuk Ibunya. Disini sosok Ibu juga perananya sangat berat, karena harus berperan ganda, baik seorang Ibu dan Ayah sekaligus. Membimbingnya dengan baik dan membawanya kejalan yang baik juga. Dengan begitu sebagai satu keluarga, haruslah membantu Ibu dalam membesarkan anak yang tidak punya Ayah.
 
Dokumen Pribadi
Mengasuh dengan cinta ini pun saya bisa menyatukan adik bungsu saya dengan anak-anak, tanpa ada rasa iri akan kasih sayang. Saya memposisikan diri, menjadi orang tua yang adil, memberikan perhatian yang sama tanpa membeda-bedakan, biarpun itu seorang adik.
 
Bagaimana caranya?. Biarkan mereka bermain bersama, bahkan saat anak pertama saya lahir, dia antusias untuk mengajaknya bermain. Yang penting jangan sampai dia sedang asyik bermain, kita menggagetkannya dengan melarangnya ini itu, malah itu akan membuat anak sengaja berbuat nakal. Yang penting perhatian dengan baik, bagaimana dia bermain dengan seorang bayi.
 
Mengasuh dengan cinta, juga membuat adik saya tumbuh dengan baik, dia tidak merasakan kehilangan atau bahkan minder. Dia bisa menjadi sosok percaya diri, dan belajar dengan baik di sekolah, bahkan masuk ranking kelas.
 
Salah satu hal terpenting disini adalah, bagaimana saya, Ibu dan keluarga membimbing adik dalam menguatkan agamanya, supaya memiliki keimanan yang kuat, akhlak yang bagus dan menjadi seorang muslim yang taat kepada perintah Tuhan.
 
Dengan cintalah, anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik. Karena dengan hati yang tulus, anak-anak akan bisa merasakan, bahwa dia selalu dicintai dan disayangi sepenuh hati. Dan anak-anak pun bisa tumbuh sehat dan kuat, karena merasakan ketulusan dari sebuah cinta.
 

8 komentar:

  1. semoga menjadi anak2 yang soleh ya mba listi, dan semoga sang adik kuat menghadapi cobaan dari Allah..

    BalasHapus
  2. Amalan yang sangat mulia
    Semoga bernilai ibadah
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Ya Allah...
      Terima kasih pakdhe

      Hapus
  3. Iya mba Lis bener banget, kita dilarang menghardik anak yatim kata Nabi SAW. Mba sama adiknya beda brp tahun kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip betul banget.
      Sama adikku yg bungsu ini bedanya 21 tahun..kalau sama ade yg pertama 12 thun. Jauh ya...hehe

      Hapus
  4. *brb nguatin agama diri sendiri
    :)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...