MENGATUR KEUANGAN DENGAN INVESTASI BAGI PEMULA

Liswanti Pertiwi | Kamis, Maret 12, 2015 | | |
Dok. Pribadi
Alhamdulillah, hari ini bisa balik lagi ngeblog. Ceritanya hari ini saya ingin berbagi cerita tentang sebuah pengalaman mengatur gaji seorang sahabat sewaktu disanggar seni dulu. Begini ceritanya.

Sebut saja dia Adi (nama samaran), umurnya masih 27 tahun, masih lajang dan memiliki penghasilan sebagai seorang teknisi sebuah perusahaan sebesar 6.5 juta (itu gaji pokok), belum yang lainnya ya. Nah dia ngobrol sama saya satu tahun yang lalu, “Tologin gw dong, kan lo anak manajemen pasti ngerti ngatur duit. Masa gaji gw gede ga bisa punya rumah dan kasih keorang tua?, sedangkan anak buah gw yang gajinya dibawah gw, bisa loh punya rumah dan kendaraan baru”.

Jadi balik bertanya dong, “emang selama ini gaji lo dipake apaan”. Dia jawab “traktir temen, beli baju, sama kasih cewe gw”. Nah loh kasih cewe bisa, tapi sama orang tua tidak?. Dan dia ngbrol banyak hal, Adi pengen gajinya menghasilkan sesuatu. Dia pun ingin berinvestasi demi masa depannya, biarpun saat ini dia jomblo..hehe. Hubungannya?, ya bisa ditebak...biar punya rumah tangga yang baik nantinya.

Saat itu pun saya menyodorkan beberapa list yang bisa mengatur semua keuangannya, biarpun resikonya dia harus bisa menahan diri tanpa belanja ini itu. Oklah dia setuju untuk berubah dan menjadi manusia yang tidak boros lagi.

Dalam list yang saya sodorkan itu, ada beberapa jenis investasi tepat untuk pemula. Kenapa disebut pemula?, ya maksudnya untuk orang yang pertama kali melakukan investasi, dan yang ringan-ringan saja. Lalu mau diinvetasikan kemana aja itu uang?. Nah saya asumsikan total gaji yang dia dapat selama sebulan, sebesar 9 juta. Ada beberapa jenis investasi jangka panjang untuknya di masa depan.

Ilustrasi tanah dan rumah (dok. pribadi)
Yang pertama adalah mengajukan pilihan kedalam investasi berupa harta tidak bergerak. Disini bisa berupa rumah, tanah, sawah, dan lainnya. Keuntungannya pun banyak. Apalagi kalau memiliki rumah, selain bisa jadi tempat tinggal bersama keluarga, tentu bisa jadi investasi masa depan. Karena harga rumah sekarang mahal, dan apabila nantinya dijual, pasti nilainya setiap tahun itu terus bertambah. Begitu pun dengan tanah, setiap tahun akan memiliki kenaikan yang sangat tinggi.

Menginggat saat itu Adi hanya ngekost, sedangkan ditempatnya tinggal dan bekerja saat ini sudah berdiri banyak perumahan. Maka saya pun menyarankan untuk mengambil 1 unit rumah, bisa sebagai investasi masa depannya. Dan kalau berpikir akan berkeluarga dia tidak perlu khawatir dengan tempat tinggal.

Dimisalkan ngambil rumah, dengan bunga 12 %, dan cicilan Adi perbulan sebesar 2.800.000 selama 20 tahun. Keuntungan yang dia dapat, tidak perlu bayar uang kost, yang setiap bulan bayar 1.5 juta, dan memiliki rumah impian masa depan. Mungkin ini bisa jadi pilihan terbaik bagi anak muda lainnya yang ingin berinvestasi.

Sebenarnya ada satu lagi pilihan tepat berinvestasi yaitu membeli tanah, tapi inikan ga bisa dicicil, karena harus beli sekaligus. Apalagi yang jual tanah itu langsung beberapa hektare, jadi kalau investasi dalam bentuk tanah, mending uang itu ditabung dahulu.

Ilustrasi perhiasan (Dok. Pribadi)
Yang kedua adalah investasikan kedalam harta bergerak, bisa berupa kendaraan ataupun perhiasan. Nah untuk yang satu ini saya tidak menganjurkan membeli kendaraan, kenapa?. Alasannya kalau Adi berkeinginan membeli mobil, sedangkan dia sudah punya fasilitas dari kantornya. Itu malah menjadi pemborosan, belum lagi kendaran itu harus punya perawatan ekstra. Bukan itu saja untuk investasi jangka panjang malah tidak tepat, karena kendaraan akan mengalami penyusutan harga setiap tahunnya. Misalkan beli 160.000.000, dan sudah dipakai selama 5 tahun, maka nilainya pun akan turun.

Maka untuk yang satu ini, saya menyarankan untuk membeli perhiasan, kan bisa dijadikan simpanan buat nanti nikahan sebagai mas kawin. Maka saya menyarankan untuk membeli perhiasan setiap bulannya sebanyak 2 gram dengan asumsi harga 500-600 ribu, tergantung harga emas pada saat itu.

Dia juga harus bisa berinvestasi dalam bentuk tabungan. Anggaplah sebagai investasi jangka pendek, karena menurut dia selama bekerja selama 4 tahun itu, dirinya hanya bisa menabung sebanyak 300.000 setiap bulan. Kali ini saya menyarankan untuk menabungkannya sebanyak 1 juta.

Setelah tahu apa yang akan diinvestasikan, tentu saja Adi harus bisa mengatur kebutuhannya sehari-hari. Dari makan, uang bensin, kebutuhan dirinya dan lain-lainnya. Sempat bertanya berapa uang yang ingin dia berikan kepada orang tua buat adik semata wayangnya setiap bulan, dia bilang “1 juta”.

Nah setelah membuat list investasi, jadinya rincian pengeluaran dia akan seperti ini.

No
Keterangan
Jumlah
1.
Cicilan rumah selama 20 tahun
2.800.000
2.
Pembelian perhiasan 2 gram
1.200.000
3.
Tabungan setiap bulan
1.000.000
4.
Biaya makan dan lain-lain
3.000.000
5.
Biaya untuk adiknya
1.000.000

Total
9.000.000

Semua itu saya buat dengan asumsi bahwa Adi tidak memiliki hutang piutang dan bukan perokok. Nah pasti kalau lihat begini pasti mudah, toh hanya catatan, tapi bagaimana aplikasinya di lapangan hahaha, itulah yang sulit. Apalagi untuk mengontrol semua kebutuhan hidup sehari-hari.

Dok Pribadi (diary keuangan harian saya)
Maka saya pun menyarankan Adi untuk membuat “diary hemat”, berupa catatan pribadi untuk mengontrol kebutuhannya sehari-hari. Jadi dalam diary itu, isinya harus bisa menuliskan pengeluaran sehari-hari, dari mulai uang makan, jajan, bensin dan lain-lainnya. Dengan catatan apabila setiap hari ada kenaikan, tentunya target uang sebanyak 3 juta dalam sebulan untuk kebutuhan hidup tidak akan tercapai. Tapi sebaliknya pengeluargan terkontrol bahkan berkurang setiap hari, pastilah target akan tercapai.

Catatan lagi bagi Adi bahwa dirinya harus mengurangi jatah jalan-jalan bersama temannya.

Nah setelah saya ngobrol panjang lebar untuk bisa mengatur penghematan uangnya, tentu Adi berasa sangat berat menjalaninya dalam waktu sebulan atau 2 bulan, bahkan dia mengambil uang tabungan dia sebelumnya untuk menutupi kekurangan dalam kebutuhannya. Tapi itulah hidup, semua butuh pilihan, kalau memang ingin berubah, tentu butuh usaha yang sangat panjang untuk bisa mencapai semua keinginan, tapi sebaliknya kalau pengen jalan ditempat ya hasilnya tidak akanada perubahan.

Sekian lama terus mencoba akhirnya selama satu tahun berjalan, dia bisa mengontrol kehidupan dirinya sendiri, dengan belajar hemat. Dengan menjalankan semua catatan yang saya berikan. Saat ini saya melihat Adi menjadi seseorang yang mampu mengontrol dirinya sendiri, tidak boros dan kehidupan foya-foyanya sudah terlupakan.


Sebenarnya mengatur keuangan itu memang sulit, tapi kalau kita punya keinginan yang kuat untuk berubah, tentu hasilnya akan baik. Dengan niat yang baik, tentu akan selalu diberikan jalan terbaik oleh Tuhan bagi manusia manapun yang selalu bekerja keras dalam berusaha.


12 komentar:

  1. Beruntungnya si Adi. :)
    Yup, hidup adalah pilihan, ya, Mak Lies? Tulisan yang bermanfaat banget nih bagi yang sedang lupa managing keuangan, spt aku yang masih suka kalap kalo lihat 'sale' besar2an. Semua terasa perlu untuk dibeli, walo sampai rumah jadi nyesel dan nyesek. Haha.

    Nice share, Mak. Thanks for reminding. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mak Al, ingin maju atau tidak, intinya seperti itu.

      Terima kasih sudah berkunjung mak. Alhamdulillah semoga bermanfaat. Nah itulah mak, kalau sudah ketemu sale..mending tutup mata aja daripada nyesek belakangan ya.

      Hapus
  2. sayang banget yaa gaji gede gitu ngga punya apa2..alhamdulillah mau berubah...jangan lupa investasi kayak reksadana juga bagus mak..emasnya logam mulia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mak...reksadana dimasukin...

      Iya untunglah dia mau berubah....dan gajinya ga sia2...

      Hapus
  3. TFS mak...mmg harus dilatih sejak kecil ya...disiplin.
    salam hangat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget diaiplin dlam mengatur keuangan...

      Hapus
  4. Keuangan itu bagaikan waktu, kalau kita nikmati tanpa mempertimbangkan pentingnya investasi kita akan rugi sendiri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah dari pada rugi..mending qta mulai melakukan perubahan...itu jauh lebih baik.

      Hapus
  5. cashflow saia masih sering kedodoran ni hiks, tenkyu infonya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo semangat buat melakukan perubahan...biar kehidupan semakin baik....sama2 terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  6. wah. gede juga ya tuh gajinya. tapi emang lebih bagus kalau diatur keuangannya. aku juga masih susah banget nahan keinginan untuk gak beli ini-itu.

    BalasHapus
  7. Prinsip habiskan saja gajimu itu bener banget. Jadi, duit jajan bener2 ada jatah fixed nya

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...