Kegagalan Yang Manis

Liswanti Pertiwi | Kamis, Agustus 13, 2015 | | |
Pernah merasa gagal?. Semua orang pasti pernah merasakan sebuah kegagalan, begitupun dengan saya. Apa itu?.

Ilustrasi Kegagalan (Sumber gambar dari: www.isigood.com)
  • Gagal dalam kompetisi. Walah ini mah sudah banyak, jadi santai saja ya hehe. Tapi, yang satu ini ga akan pernah membuat saya kapok, terus maju pantang mundur. Merdeka.
  • Gagal menjaga anak. Ini neh yang bikin saya menyesal cukup lama, alhasil suka mewek sendiri. Saat bayi anak pernah sakit (dua-duanya) akibat saya bebaskan mereka belajar tiarap dan guling-guling di lantai. Ada makanan jatoh, kurang pengawasan diambil tuh, sakit deh. Tapi, ya sudah ya jangan diingetin, tar tambah nangis.
  • Gagal punya usaha. Pernah ngalamin join usaha sama saudara sendiri. Tapi, sayang seribu sayang, usaha ga jelas, uang pun melayang.
  • Gagal Menjadi Sarjana Seni. Lah iya lah, ini mah dari zaman dulu kali, pengen kuliah seni, malah ke manajemen. Ya sudah nurut kata Ayah. 
Itu saja seh, sebenarnya banyak. Ga usah di list banyak-banyak malah ga asyik ntar. Betul?.

Gagal itu ga asyik?. Kata siapa?. Saya seh asyik-asyik saja, malah semakin termotivasi untuk jauh lebih baik, membuat ide-ide baru yang lebih segar dan bisa di hargai semua orang. Ketika gagal, saya tidak menangis atau merasa hancur dan berhenti berusaha. Karena saya yakin "kegagalan adalah kemenangan yang tertunda". Besok atau nanti pasti kita akan mendapat kemenangan yang sejati.

Seperti hari ini, ketika perut lapar, lemas, dan tak bertenaga. Anemia kumat, butuh yang namanya energy baru. Tentu saja butuh makanan manis, dan biasanya saya ngemil gula merah, makan buah, dan tentunya obat penambah darah.

Berhubung gigi agak nyut-nyut kalau ngemilin gula merah, ya sudah niatin deh bikin kue kukus gula merah. Dasar kurang fokus, adonan pun bantet, gula merah malah jadinya gula putih, ditambah minuman soda lagi. Tambah ancur saja bikin kue.

Tapi, karena ga mau adonan di buang percuma, dan sayang saja itukan beli pake duit ya. Kalau kata nenek "pamali buang-buang makanan". Saya tidak mau kegagalan membuat kue, menjadi dosa, karena membuang rezeki yang sudah diberikan. Akhirnya di detik terakhir, saat perut sudah berdemo, dan anak-anak semakin merengek minta cemilan. Saya dadarin aja adonan itu di teflon, berbentuk lingkaran kecil.

Dadar Gulung Melelh By Liswanti
Setelah adonan semua beres, saya ambil pepaya dan pisang, lalu potong kecil-kecil banget. Soalnya sisa dikit di kulkas pepayanya. Saya gulungin satu-satu, dengan isian susu kental manis dan buah. Sebagai hiasan saya tambah coklat, keju, dan es krim. Jadi deh "dadar gulung meleleh". Biarpun namanya asal-asalan, yang penting rasanya enak. Saya masukin kulkas dulu, baru makan cepet-cepet.

Jadi percaya deh, setiap kegagalan tidak semuanya berakhir buruk. Karena pasti, dalam setiap perjalanan, kita akan mendapatkan kegagalan yang manis, seperti saya ini. Setiap saya gagal melakukan sesuatu, tidak ada kata menyerah. Pejuang saja dengan gagah berani melawan penjajah, demi meraih kemerdekaan. Mereka tidak menyerah, dan terus bangkit, hingga meraih kemenangan yang sejati.

Ga ada kata gagal dalam mempertahankan hidup
Ga ada kata gagal dalam meraih kesuksesan
Ga ada kata gagal dalam berkompetisi
Ga ada kata gagal dalam mencari ide kreatif
Ga ada kata gagal dalam meraih mimpi
Dan ga ada kata gagal untuk selalu maju dan menjadi lebih baik

Kenapa saya tidak pernah menyerah setiap kali gagal?. Karena inspirasi terbesar saya adalah Ayah dan Kakek yang merupakan seorang pejuang. Dalam setiap kegagalan, saya menemukan pelajaran baru yang begitu berharga. 

Begitu pun ketika saya membuat makanan untuk anak-anak, ga ada kata gagal dan langsung buang begitu saja. Karena, saya tidak ingin mengajarkan anak-anak untuk menjadi seorang manusia yang tidak menghargai rezeki pemberian Tuhan. Dan ketika kegagalan itu menjadi manis, hasilnya pun begitu manis, anak dan suami senang. Hingga akhirnya, mereka pun bahagia. 

Dan itulah kemenangan yang sesungguhnya, ketika rumah dihiasi kebahagiaan. Rezeki pun semakin berkah dan semoga semakin berlimpah. Tuhan pun senang dengan orang-orang yang pantang menyerah.


17 komentar:

  1. Intinya tetap berpikir positif, ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Tetap berpikir positif, bahwa kita bisa sukses

      Hapus
  2. iya teh kegagalan itu bikin kita terus belajar.. belajar.. dan belajar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener sekali mba. Banyak hikmah yang bisa kita petik dari sebuah kegagalan.

      Hapus
  3. dalam hidup, saya 10 kali gagal di berbagai hal
    tapi, setelah jatoh bangun, saya 11 kali berhasil :)
    #eaaaa

    intinya, kegagalan itu membuat kita belajar bahwa meraih kesuksesan butuh perjuangan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Pengen meredeka saja butuh perjuangankan mas. Semangat ya.

      Jadi inget saya ikut 20 kali lomba baca puisi berbagai tingkat. 17 menang 3 kalah. #bukanpamer #Ehh

      Hapus
  4. positif banget post nya. jangan menyerah dan selalu berpikiran positif ya mak :))

    BalasHapus
  5. jangan menyerah , di balik kegagalan pasti ada keberhasilan ya bund :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup benar sekali. Kegagalan itu kemenangan yang tertunda, suatu hari kita bisa menang. Yakin saja itu.

      Hapus
  6. gagal mah pasti udah perna ya mak, tinggal gimana kita mengatasi kegagalan aja

    BalasHapus
  7. Yang penting terus semangat ya mak.. saya juga sering alami kegagalan hehehe

    BalasHapus
  8. Dengan belajar dari kegagalan, In Shaa Allah akan lebih baik lagi masa depan. Eh... tampilan baru blognya bagus juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Dan terus bersemangat ya mas.

      Hehe, terima kasih, iya baru ganti template neh.

      Hapus
  9. gagal dalam kompetisi mah aku juga udah sering banget mak. Tapi ya itu ... bangkit, coba lagi dan coba lagi. Ya namanya juga kompetisi kan ada kalah ada menang :) . Setuju sama kalimat ini mak "Dalam setiap kegagalan, saya menemukan pelajaran baru yang begitu berharga." Yang penting semangat dan bersyukur aja ya mak :)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...