Rasa Yang Tertunda

Liswanti Pertiwi | Kamis, September 10, 2015 | |
Sumber Foto (Koleksi Pribadi)
Ilustrasi Seorang pria yang ingin mengungkapkan perasaannya pada perempuan
Aku Masih ragu, ragu tentang kata hati
Masihkah kau tetap sama seperti dahulu
Yang selalu egois memandang cinta
Ataukah kini kau berbeda

Biarkan saja aku menelusuri arti cintaku padamu
Apakah rasa ini nyata atau tidak?
Sekian lama aku hanya menjadi bayanganmu
Yang akan selalu ada untukmu

Kini, ingin kungkapkan rasa yang tertunda
Karena ku tak sanggup lagi menahan rasa cintaku
Biarkan hatimu membuka sedikit pintunya untukku
Karena, ku masih selalu mencintaimu

Sekian lama ku mencoba melupakanmu
Kau egois, karena tak pernah memandangku
Sampai membuatku ragu tuk ungkapkan cintaku
Karena, kau selalu menganggap aku tak ada

Tapi kini kuingin lepaskan semua
Semua rasa takut untuk mendekatimu
Karena aku bukanlah seperti yang dulu
Rasaku yang tertunda akan kuungkapkan semua

Bahwa aku sangat mencintaimu
Bahwa aku sangat menyayangimu


Jakarta, 10 September 2015
By. Liswanti, 19.45


Entahlah apa yang ada di pikiran saya saat membuat puisi ini, tapi ini sebagai ungkapan hati, saat saya memposisikan diri sebagai seorang sahabat dari seorang lelaki, yang tak pernah dipandang oleh perempuan yang disukainya. Semoga dengan puisi ini, bisa mewakili sahabat saya yang sangat mendambakan cintanya di terima.

15 komentar:

  1. moga si pujaan hati sudah berubah nggak egois lagi.. ^^

    BalasHapus
  2. Bilang...jodoh ga akan kemana...santaiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga mempan ama omongan bgitu mak, dia kekeh pengwn ama dia.

      Hapus
  3. Berdoa aja kalo emang jodoh minta dikasih jalan untuk bersatu, kalo tidak ya..minta dihilangkan saja rasa yang ada. kalo dibawa doa ga galau dan jerawatan lagi he..he..

    BalasHapus
  4. hemm kata-kata dari hati paling dalem banget ini mah :D

    BalasHapus
  5. hmm, cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...