Menjadi Cerdas Dalam Memilih Investasi

Liswanti Pertiwi | Selasa, Oktober 20, 2015 | | |
Dok. Pribadi (Saham)

Selamat siang semuanya.

Kalau ngobrolin investasi, tentu kita meski bijak dan cerdas dalam memilah serta memilih produk investasi yang tepat.

Kali ini saya tidak berbicara tentang investasi emas, atau lainnya. Kebetulan pada sabtu, 10 Oktober 2015, berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Investasi Cerdas. Yang diadakan Mandiri Sekuritas bersama Bursa Efek Indonesia. Acara ini memberikan edukasi tentang investasi pasar modal, yang bertempat di Main Hall IDX, Gedung IDX Tower II Lantai Dasar, Jl. Jend. Sudirman Jakarta.

Satu hal yang perlu diingat dalam cerdas memilih investasi pasar modal, yakni memilih menempatkan investasi di perusahaan yang mudah dimengeri siswa/i Sekolah Dasar. Sebut saja anak-anak suka sekali minum susu, kenapa tidak mencoba untuk membeli sahamnya.

Dokumen Pribadi (mba Mytha)
Kenapa seh investasi ini perlu?, karena kebutuhan dalam kehidupan akan terus naik, apalagi kalau sudah nikah dan punya anak. Terus uang yang kita punya biasanya buat apa saja?, tentu akan masuk ke dalam beberapa post, seperti survival, emergency, pleasure, and future. Maka dari itulah, Investasi ini penting untuk bisa memperoleh keuntungan di masa depan. Terserah deh mau investasi ke emas, tanah, atau pasar modal.

Sebagai salah satu pemateri di acara ini, mba Paramitha Sari atau yang lebih di kenal dengan mba Mitha, menjelakan tentang Investasi di Pasar Modal Indonesia. Kalau biasanya Ibu-ibu belanja di pasar tradisional, nah kalau ini kita belanja di pasar modal. Dimana, pengelolanya adalah Bursa Efek Indonesia, dengan pemasoknya Emiten (perusahaan tercatat), dan penjualnya adalah perusahaan securitas. Sebagai seorang pembeli, kita harus tahu dulu neh bahwa produk di pasar modal itu ada saham, obligasi, Reksa Dana, ETF, dan Derivatif.

Penampakan di ruangan IDX, dulu kesini zaman kuliah, sekarang bisa masuk buat belajar Investasi
Tahu Saham?. Saham merupakan surat berharga yang merupakan bukti kepemilikan aset rill di suatu perusahaan. Disaat seseorang memutuskan menggunakan modal untuk berinvestaasi saham, tentu dia sudah tahu dengan segala resiko yang dihadapi, termasuk untug rugi. Maka dari itu, seorang yang berinvestasi saham harus bisa cerdas dalam memilah dan memilih dengan tepat, kemana uang itu akan diinvestasikan.

Dalam saham kita akan memiliki keuntungan, selain dapat dividen, capital gain (diperoleh investor atas selisih harga jual dibandingkan harga beli saham), dan menjadi pemilik perusahaan. Sedangkan, kalau bicara resiko kerugiannya, yang akan didapat investor meliputi,  capital loss (turunnya harga saham yang dimiliki investor dengan harga dibawah harga beli saham), dan saham yang dimiliki di perusahaan dinyatakan bangkrut.

Maka dari itu, hendaknya kita bisa cerdas dalam memilih investasi, bisa dengan perusahaan yang sering kita gunakan setiap harinya, perusahaan makanan, otomotif, hingga finance (perusahaan pembiayaan).

Cerdas Investasi yuk
Ketika bicara Obligasi, tentu kita bahwa ini merupakan surat berharga atau sertifikat yang berisi, kontrak pengakuan hutang atas pinjaman yang diterima oleh penerbit obligasi dari pemberi pinjaman. Karakteristik saham dan obligasi tentu saja berbeda, karena obligasi memberikan pendapatan tetap (fixed income), berupa bunga yang dibayarkan secara periodik sampai dengan jatuh tempo obligasi tersebut. Selain itu investor akan memperoleh kembali pokok nominal obligasi pada tanggal jatuh tempoobligasi tersebut.

Obligasi juga memiliki risiko, selain penerbit obligasi tidak mampu membayar bunga/pokok obligasi pada saat jatuh tempo pembayaran. Juga nilai pasar obligasi akan turun pada saat tingkat suku bunga meningkat.

Bisa diambil kesimpulan, dari setiap kita investasi pasar modal. Sebagai investor kita harus bisa mengerti, memahami, dan cerdas dalam memilih. Serta tahu keuntungan dan kerugiannya, yang terpenting hati-hati dengan investasi bodong yang menawarkan keuntungan yang lebih besar.

Dari Mandiri Sekuritas (Mas Andres)
Bisa loh berinvestasi di pasar modal, karena per 9 Oktober 2015, ada 517 perusahaan yang terdaftar di IDX, dan kalau menginginkan membeli saham, kita tinggal datang ke perusahaan sekuritas, salah satunya Mandiri Sekuritas. 

Mandiri Sekuritas merupakan perusahaan efek yang bergerak sebagai perantara perdagangan efek yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Disini mas Andres menerangkan tentang retail mandiri sekuritas, yang dilanjutkan dengan simulasi trending bersama mba Intan, dimana kita belajar tata cara dalam membeli saham secara online. Disini kita menjadi tahu apa itu bid, offer, dan apa itu lot. Jadi kita bisa membeli saham beberapa lot, contoh 1 lot = 100 lembar.
Belajar online trending dulu ya #melekInvestasi (dok. Pribadi)
Sebelum kita membeli saham, tentu saja kita diharuskan menanamkan sejumlah uang dalam rekening, yang kemudian barulah kita bisa memilih dimana uang itu akan ditempatkan. Oh ya sudah tahu belum kalau kegiatan usaha yang ditawarkan mandiri sekuritas sebagai penyedia jasa pasar modal, meliputi Investment banking, capital markets, serta investment management (melalui Mandiri Investasi).

Jadi, kalau memang sudah ingin mencoba berinvestasi di pasar modal, kita tinggal datang saja ke perusahaan sekuritas. Satu hal yang pasti berinvestasi di pasar modal itu harus memiliki keberanian dalam mengambil resiko terburuknya. Jangan takut dan ragu-ragu, maka yakinlah dan kita harus menjadi orang yang cerdas dalam memilih investasi.


Penampakan di dalam Galeri Sejarah IDX (dok. Pribadi)
Diakhir acara investasi cerdas kita di ajak untuk mengenal sejarah IDX, dengan datang langsung ke Galeri Sejarah, disini kita menjadi tahun sejak kapan IDX mulai berdiri, yakni 1912. Tepatnya Desember 1912, Bursa efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia, oleh pemerintah Hindia Belanda. Yang akhirnya di tutup pada tahun 1914-1918 selama perang dunia I.

Kemudian, barulah di tahun 1925-1942bursa efek di Jakarta di buka kembali, bersama dengan bursa efek di Semarang dan Surabaya. Sempat mengalami penutupan kembali di masa-masa perang. Bursa efek terus bertahan dan berkembang hingga kini. 

4 komentar:

  1. karena orang paling kayak jaman sekarang itu adalah orang yang investasinya banyak :D, gitu katanya

    BalasHapus
  2. Masih bertahan berinvestasi dengan emas

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...