Pulau Untung Jawa: Antara Rasa Takut Dan Kebahagiaan

Liswanti Pertiwi | Kamis, November 05, 2015 | | | | |
Pemandangan Pulau Untung Jawa
Sabtu pagi bulan Oktober (2 minggu lalu), pintu rumah kedatangan tamu, sahabatnya c papa suami, ngajakin keluar buat makan-makan. Untungnya Sabtu itu ga ada event apapun. 

"Mah, jalan yuk, kita jalan dan makan, biar mama segeran" ajak c Papa. 

Biarpun kondisi masih lemes, sebab diare sehari sebelumnya, saya pun beranjak dari tempat tidur. Sebab saya pun memang butuh piknik, maka pergilah kami semua. Saya pun tidak banyak bertanya, cuma tahu bahwa kita mau ke Teluk Naga, tempat yang belum saya dengar sebelumnya. Sempat berputar-putar daerah Soekarno Hatta, akhirnya kami pun sampai, tapi tempat makan yang kami tuju itu masih jauh.

Akhirnya sejam berlalu, sampailah kami di pantai Tanjung Pasir, disambut kambing yang bebas berkeliaran hihi. Setelah parkir, kami bergegas menuju pantai untuk melihat pemandangan. Dengan air lautan yang keruh, matahari bersinar terang, cuaca pun terasa begitu panas. Tapi, itu hanya sebentara saja, karena angin sepoi-sepoi bertiup memberikan rasa sejuk. Terlihat perahu-perahu berjajar di pantai.

Ini aneh deh, masa kambing daerah sini suka ngubek-ngubek sampah, dan bebas maen kemana saja
"Mah, yuk kita nyebrang" ucap c papa. 

Seketika kaki langsung gemetaran, dag dig dug dong, "naik kapal?", oh tidak saya takut. Ya, rasa takut akan air lautan. Saya hanya bisa membayangkan dalamnya lautan, terjatuh hingga kelelep *kebanyakan ngelamun ini*. Maklumlah saya ini memiliki trauma, terjatuh dan hampir tak bisa bernafas lagi. Itulah mengapa, saya selalu menghindari lautan dan kolam renang.

Suami sudah tahu, makanya dia cuma bilang makan, saat mengajak saya tadi pagi. Dan sengaja tak menyebutkan akan menyebrang lautan pake kapal, *pasti ga bakal ngikut hihi*. Sejujurnya saya hampir nangis, *cuma gengsi banyak orang hihi*. Pa suami tetep meyakinkan saya, bahwa naik kapal aman kok, dan pasti selamat. Karena pa suami dengan romantisnya ngajak saya, ya sudah saya pun nurut buat naik ke kapal yang sudah dipenuhi banyak orang.

Tetep pada sibuk foto-foto dan pegang smartphone
Aduh ini c abang berani banget duduk disitu ya
Diawal keberangkatan, masih terlihat air laut begitu keruh
Dan sebelum berangkat, saya sukses mabuk lautan *belum apa-apa udah mabuk saja*. Dengan kondisi kapal yang bergoyang-goyang, perut seakan diaduk-aduk, keringat dingin keluar, dan nafas mulai terasa sesak. Sudahlah saya menghampiri suami saja buat dipijetin hihi. Tapi, rasa mual itu perlahan menghilang, saat kapal sudah berjalan. Anak-anak riang dan terlihat bahagia. Setidaknya rasa takut saya perlahan hilang, dengan melihat keceriaan anak-anak yang sedang merasakan pengalaman pertamanya.

Kami pun sampai di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Untuk sampai disini, kami membayar 50.000/perorang (pulang pergi), lumayan murah seh. Setelah sampai, di pulau Untung Jawa, suasananya terasa enak. Air laut yang bersih, dengan warna birunya yang memanjakan mata. Semua orang asyik bermain banana boat, dan anak-anak berlari sana sini. Liburan ini memang tidak terencana, bahkan anak-anak saya tidak bawa baju sama sekali, jadilah mereka hanya bermain air sebentar saja.

Di Pulau Untung Jawa, kami semua langsung mencari tempat makan, *niatnya makan siang kok hihi*. Memesan banyak hidangan laut, dari ikan Baronang, cumi, dan yang tidak boleh ketinggalan cah kangkung. Ternyata hidangan yang kami pesan disini pun tidak terlalu mahal, habis deh 200.000 untuk 4 orang. 






Dan akhirnya, hari itu pun saya bisa mengalahkan rasa takut naik kapal di lautan. Biarpun doa dan dzikir tak henti-hentinya saya ucapkan selama perjalanan menyebrangi pulau. Saya pun tak bisa pungkiri, bahwa kekuatan besar hari itu, adalah melihat tawa anak-anak yang sangat bahagia bisa menaiki kapal, bermain di pantai, melihat pemandangan indah, hingga menjadi tahu "ini loh namanya lau anak-anak".

Rasa takutku hilang karena mereka
Saya dan suami, bisa kembali memberi pelajaran baru kepada anak-anak, mengenalkan mereka akan alam indah yang diciptakan Tuhan. Dan mereka pun bisa merasakan kebahagiaan yang sama, bermain dan menikmati liburan bersama kedua orang tuanya. Serta sahabat barunya Farah, gadis kecil nan cantik berbaju merah.






Biarpun hanya 2 jam di pulau Untung Jawa, kami bisa merasakan liburan bersama dan menikmati pantai yang indah. Tepat jam setengah 5, kami pun pulang dengan rasa lelah dan mengantuk, karena perut sudah kekenyangan makan. Dan saat pulang, tidak asyik kalau tidak beli ikan dulu ya.

Yuk belanja ikan
Sekian cerita liburan saya di pulau Untung Jawa, yang berawal dari rasa takut akan lautan dan menaiki perahu, berakhir dengan indah. Hati pun penuh dengan rasa kebahagiaan bisa menghilangkan rasa takut dan selalu bersama orang tercinta.

"Semua foto dokumen pribadi Pena Cinta Liswanti"


34 komentar:

  1. Saya warga Tangerang tapi belum pernah ke Kali Pasir. Terima kasih atas sharingnya nya Mbak Lis, jadi tambah ide buat Jelajah Tangerang :)

    BalasHapus
  2. kalau aku ada juga perasaan takut apalagi kalo mbayangin naik perahu sampai ke tengah-tengah....kayaknya cukup memandang panorama keindahan hanya deh :)

    BalasHapus
  3. waktu ke pulau bidadari kita juga ditawari ke Untung Jawa tapi karena udah mau pulang gak jadi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya sayang banget ya mba, padahal seru tuh

      Hapus
  4. Heiheiheii Unuk namanya ya. UNTUBG.
    Sudah mirip dengan nama depan BOS saya di kantor
    Nama depannya juga UNTUNG

    BalasHapus
  5. Sepertinya agak mendung ya mbak, btw kasian kambingnya, gak boleh lho dia makan sampah nanti jadi cemaran ke tubuhnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga mendung mba, panas malahan. Nah itu mba, coba deh ke daerah sini, masa kambing ngubek-ngubek sampah mba.

      Hapus
  6. Saya pernah beberapa kali ke Tanjung Pasir (saat masih SMA dulu), tp belum pernah mampir ke pulau Untung Jawa. Bagus ya, ternyata, secara Pantai Tj Pasirnya kurang bagus (menurut saya).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tanjung pasir malah ga indah, keruh airnya. Coba saja ke untung jawa mba.

      Hapus
  7. wah sama dg aku takut naik kapal apalagi kalau kapalnya kecil apsti jerit2

    BalasHapus
  8. Meski takut tapi akhirnya terlewati juga ya mbak hihiii
    seru lho naik kapal begituan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya akhirnya ampe pulang slamet hihi

      Hapus
  9. saya juga dulu sempet takut naik kapal laut atau perahu, malahan takut banget, tapi dengan tekad yang kuat allhamdulilah sekarang ga pernah takut lagi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya mba, semoga saya pun seperti itu

      Hapus
  10. liburan yang seru banget yah mbak :)

    btw saya mupeng lihat ikan & cumi segarnya :)

    BalasHapus
  11. Ketakutan akan menjadi ketakutan klo tdk dicoba :D

    BalasHapus
  12. Dulu kecil pernah naik perahu di Ancol. Belum jalan belum apa dah nangis kejer.

    Ish...
    Sampai sekarang jadi ga berani, Teh

    BalasHapus
  13. naik perahu emang rada ngeri kaya naik ombak banyu :D makanya ga jarang saya juga mabok laut ..hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah banyak yang sama berarti ya hihi

      Hapus
  14. ke teluk naganya gak jadi mbak? atu mungkin pulau Untung Jawa itu satu tempat sama teluk naga ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya itu kawasan teluk naga, saya juga ga ngerti mba. Ikut sama yang bawa saja hihi.

      Hapus
  15. pemandangannya cantiiik..sembuh deh lihat pemandangan indah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mak,, langsung sembuh hihi

      Hapus
  16. aku belum pernah ke untung jawa atawa pulau seribu nihhhh, hihihihi kuper ya..
    tapi aku suka laut, suka naik kapal, suka berenang di laut juga.
    tapi aku takut item :( *ngemil sunblock*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya udahmain yuk, daripada makan sunblock

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...