Acer Liquid Z320 Pilihan Tepat Untuk Ibu Yang Sayang Anak

Liswanti Pertiwi | Minggu, Januari 31, 2016 | | | | |

Memiliki 2 anak yang lahir di era digital, sedikitnya membuat saya takut. Ketakutan ini memang hampir sama dengan orang tua yang sering saya ajak sharing. Ketakutan akan anak-anaknya lebih asyik bermain games dan terus fokus dengan gadgetnya. Kadang lupa makan, lupa belajar, dan sulit diajak berkomunikasi, karena mereka lebih asyik dengan gadgetnya.

Rasa sayang, membuat saya memilih untuk mengirim anak pertama saya ke kampung. Selain untuk sekolah, dan tentunya belajar ilmu agama semenjak dini. Biarpun kampung itu terpencil, tapi lingkungan disana belum banyak terpengaruh gadget. Tidak seperti rumah saya di Jakarta, lingkungan sekitar sudah terbiasa, termasuk anak-anak kecil yang memang telah dibelikan gadget oleh orang tuanya. Saya sendiri tidak ingin anak kedua saya terpengaruh lingkungan sekitar. Maka, kemana pun dia bermain, selalu saya ikuti. Maklumlah, usianya juga masih 3 tahun, jadi wajar saja, saya belum memberikan kebebasan penuh untuk dia bermain di luar rumah sendirian. Apalagi, teman-teman seumurannya lebih banyak main dengan gadget.


Memberi Batasan Anak Bermain Gadget


Sebenarnya saya tidak ingin anak-anak bermain dengan gadget atau smartphone. Tapi, saya kasihan juga. Apalagi ketika saya sedang pegang handphone, Dimas (anak kedua) selalu tiduran sebelah saya, sambil melihat apa yang saya lakukan. 

Maka saat itu, saya mencari permainan anak-anak, seperti belajar huruf, bernyanyi, dan mengenalkan warna, untuk bisa dimainkan Dimas. Tapi, bukan berarti saya membebaskan dia menggunakan gadget sepenuhnya. Karena, saya tahu bahayanya gadget untuk anak 3 tahun. Saya pun memberi batasan anak bermain gadget, hanya 20 menit saja. Itu pun sambil menemani dia belajar mengenal huruf dan warna.


Kenapa tidak memberikan kebebasan penuh?


Duh, jujur saja, gadget itu memiliki dampak poitif dan negatifnya. Saya seh senang, saat dimas mulai tahu beberapa huruf yang sengaja saya buat di tembok kamar. Itu semenjak dia belajar sambil bermain di gadget. Dan dampak buruknya, saya pernah sekali kecolongan. Apa itu? Anak saya ambil handphone yang tersimpan depan televisi, mungkin dia pencet sana sini, eh koleksi drama korea di smartphone terbuka. Saya tahu itu pas selesai memasak. Saya melihat Dimas sedang asyik menonton drama korea sambil tiduran. Eh, dia tertawa terbahak-bahak, kalau saya merasa bersalah.


Jujur saya sempat takut, saat anak nonton drama, karena ada beberapa adegan yang tidak boleh di lihat oleh anak 3 tahun. Sempat kena marah suami juga, karena sembarangan menyimpan file drama di smartphone. Demi anak, saya pun menghapus semua koleksi drama korea dari smartphone, dan memindahkannya ke flashdisk.


Ketika kita bicara gadget, saat itu pun saya teringat dengan beberapa ilmu yang saya dapat dari talkshow tentang memahami anak yang lahir di era digital. Anak-anak di era digital ini lebih pintar menggunakan gadget, ketimbang orang tuanya. Apalagi generasi ini lebih pintar dalam hal IQ, tapi tidak dengan EQ nya. Karena, generasi ini lebih banyak berinteraksi dengan digital. Maka dari itulah, generasi ini butuh dilatih secara motorik lebih dalam. Seperti, kesempatan bermain di lapang tidak dibatasi. Mengingat generasi saat ini lebih asyik main media sosial, ketimbang mengembangkan bakatnya. 



Anak-anak generasi digital sering mengalami problem kesehatan, seperti susah makan, gangguan mata, malas beraktifitas, dan kenaikan berat badan. Apalagi gadget itu tidak baik buat anak-anak, karena paparan radiasi yang diterimanya akan lebih besar. Sesungguhnya gadget juga akan menjadi ancaman untuk anak-anak generasi penerus bangsa. Karena, dengan smartphone, anak-anak akan mudah mengakses pornografi, kekerasan, dan lainnya. 


Pornografi itu bagai racun yang perlahan akan merusak tubuh, bahkan bisa membuat anak kecanduan. Terus kenapa anak menjadi seperti itu? Ada beberapa alasan, salah satunya mereka kesepian, dicuekkan orang tua, rasa jenuh berlebih, komunikasi keluarga berkurang, karena semua asyik dengan gadget, hingga kurangnya kasih sayang. Jadilah mereka lari dari masalah, dengan bermain gadget, dan dia pun secara mudah mengakses pornografi. Ngeri tidak tuh?


Saya pun semakin takut. Maka dari itu, saya pun melakukan beberapa hal, supaya anak terpenuhi kasih sayangnya. Dan lebih memilih keluarga, daripada bermain gadget. Saat mengasuh Dimas, saya memiliki cara tersendiri. Sesibuk apapun pekerjaan, saya terus berusaha melakukan ini setiap harinya.


  • Mengajak anak bermain di luar rumah, sambil menemani mereka, minimal 2 jam setiap harinya. Lebih bagus membawanya ke alam bebas.
  • Membatasi anak bermain gadget, minimal 20 menit, dan nonton televisi 3 jam setiap harinya. Tapi, saya memilih selang seling, 1 jam pagi, siang dan malam. Maklumlah, tontonan saat ini sedikit mengkhawatirkan.
  • Menemani anak belajar di dalam rumah, dari mengaji, menulis, dan membaca.
  • Mengajak anak berkomunikasi, melalui mendongeng, bernyanyi, dan membaca buku cerita. Biarpun suara saya tidak semerdu Raisa, saya berusaha sebaik mungkin menyanyi demi anak.
Memilih Gadget yang tepat untuk anak



Ada kalanya saya sebagai Ibu yang sayang anak, ingin mencari gadget atau smartphone yang tepat. Selain bisa digunakan oleh saya sendiri, tentunya sangat ramah dengan anak. Sehingga Dimas pun bisa belajar sambil bermain dengan gadget tersebut. Salah satu cara terbaik supaya anak dari dampak negatif gadget, adalah dengan selalu mengawasinya, memberikan batasan waktu anak dalam memainkan gadget, dan tentunya memilih gadget yang tepat.
 


Salah satu solusi dan pilihan yang tepat untuk Ibu yang sayang anak, adalah dengan membeli dan memiliki Acer Liquid Z320. Selain harga yang sangat terjangkau, Acer Liquid Z320 ini pun sangat ramah anak.


Acer Liquid Z320, pilihan tepat untuk Ibu yang sayang anak


Saya sayang anak, maka saya juga perlu Acer Liquid Z320. Terus terang saya khawatir dengan aktivitas anak saat bermain smartphone. Biarpun terus mengawasi dan membimbingnya, tetap saja takut kecolongan lagi saat saya sedang asyik memasak di dapur, atau sedang pergi mengurus pekerjaan. Maklumlah, saat pergi mengurus beberapa pekerjaan di luar rumah, saya suka menitipkan Dimas, di rumah saudara atau ikut dengan Ayahnya. Dan saat itulah Dimas bisa sesuka hati bebas bermain dengan siapa pun, termasuk bermain gadget saudara-saudaranya. Bukan berpikiran negatif, tapi khawatir bolehkan ya?




Acer Liquid Z320 memang menjadi pilihan tepat untuk anak-anak, karena rasa takut dan khawatir bisa teratasi dengan fitur Kids Center, yang ada dalam smartphone ini. Dengan Kids center, gadget lebih aman untuk Dimas gunakan. Karena, ini adalah aplikasi yang menjadi pusat aktivitas kreatif untuk buah hati tercinta.


Tampilan yang ada pada Kids Center, sangat full color, dengan icon yang berwarna warni, membuat smartphone ini akan disukai anak-anak. Disini, sebagai orang tua, kita bisa mengatur zona aman yang dapat diakses si kecil. Karena, saat diaktifkan, pengguna hanya dapat menikmati aplikasi dan situs tertentu, untuk bisa meminimalisir kemungkinan mereka mengkonsumsi konten yang dianggap kurang baik dan memiliki dampak negatif. Yang paling menarik, kids center akan memberikan usulan aplikasi, game dan video yang sesuai dan aman untuk bisa dimainkan oleh anak-anak, seperti halnya Dimas.




Para orang tua pun tidak akan ketakutan lagi, karena Acer Liquid Z320, memiliki ekstra safe zone yang dapat mengunci ponsel di kids center, meskipun telah dinyalakan ulang. Selain itu, Acer mengisi Kids Center dengan berbagai konten bermanfaat bagi anak-anak. Anak-anak sepertinya tidak akan pernah bosan dengan Acer Liquid Z320, karena ada ribuan aplikasi edukasi untuk membantu anak belajar sekaligus mengasah kreativitasnya. 

Selain itu anak-anak juga bisa asyik berfoto ceria, dengan berbagai bingkai lucu. Kebetulan neh Dimas sedang asyik berfoto. Apalagi galeri hasil foto dari kamera kids center dibuat terpisah dari galeri utama. Kalau punya Acer Liquid Z320 ini, Dimas semakin suka menwarnai neh, karena Kids center menyediakan coloring pages. Sehingga Dimas akan senang mewarnai berbagai gambar lucu, yang ada dalam Kids Center.

Selain memiliki Kids Center, Acer Liquid Z320 yang dibandrol dengan harga 999.000 rupiah, juga memiliki keunggulan lainnya. 



Layar yang nyaman dengan ukuran hanya 4.5 inch sangat mudah digunakan. Didukung dengan resolusi 854x480 pixel membuat penggunaan daya baterai cenderung lebih hemat.

Performa Multi-tasking. Dengan prosesor quad-core berkecepatan 1.1GHz dari Qualcomm pada Liquid Z320 akan membuat konsumsi daya baterai yang relatif irit. Biarpun baterainya hanya 2000 mAh. Selain itu smartphone yang satu ini memiliki RAM 1GB, dengan kapasitas penyimpanan internal sebesar 8GB. Tapi sayang, Acer Liquid Z320 ini belum mendukung untung jaringan cepat dari 4G. Tapi, kita tetap bisa berselancari internet dengan mudah.

Suara jernih, karena ditemani dengan DTS Sound. Dan kita akan mendengarkan kualitas musik yang baik dan detail suara akan lebih terasa dengan Acer Liquid Z320. Fitur DTS Studio Sound mampu memberikan pilihan preset equalizer untuk memperkaya fitur musikalitas dengan suara yang lebih dinamis.

Acer Liquid Z320 memang menjadi pilihan tepat untuk ibu yang sayang anak, seperti saya. Memanjakan seh boleh, tapi harus tahu batasan dan tepat. Jangan sembarangan memilih gadget untuk anak, harus cerdas memilah dan memilih perangat terbaik. Satu hal lagi, harga yang sangat terjangkau bisa menjadi solusi kita, termasuk saya dalam mengganti smartphone baru.

Sayang anak, sayang masa depannya, bijak memilih perangkat, dan carilah gadget yang aman. Dan Acer Liquid Z320 menjadi solusi untuk gadget yang ramah anak. Selain anak senang, ibu pun tenang.

Sumber:
www.acerid.com
http://www.liswantipertiwi.com/2015/04/memahami-anak-generasi-milenial-bersama.html

35 komentar:

  1. Sayang anak dengan memberikan gadget sesuai kebutuhannya. Bukan gadget super mahal yang malah ngga ada manfaatnya. Aku masih ngga izinin anak punya gadget. Kalaupun harus beli, aku yang pegang handphonenya Dan sepertinya, cocok banget nih Acer Liquid z320 ini. Orangtua ngga perlu khawatir anak bakal main yang macam-macam karena ada fitur Kids Centernya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali mba. Memang ya sekarang harus bisa membimbing dgan baik.

      Hapus
  2. Jangan racuni anak-anak dengan drakor, jangan. Bwahahah.

    BalasHapus
  3. sayang anak juga harus peduli dengan masa depannya, ya. Termasuk dalam hal memberi gadget. Pilih gadget yang aman bagi anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mba, gadget dan internet ada baik buruknya. Jadi hati-hati orang tuanya ya hehe

      Hapus
  4. Smartphone Ramah Anak
    pasti bikin org tua tenang
    salam :)

    BalasHapus
  5. iya betul mba, anak saya lebih lihai menggunakan HP daripada saya. Harus ada keseimbangan antara IQ dan EQ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi orang tuanya selalu mengalah ya mba.

      Hapus
    2. Jadi orang tuanya selalu mengalah ya mba.

      Hapus
  6. Wah murah dong mbak Lis, cuma satu juta dengan banyak fitur dan ada kids center juga ya :)

    BalasHapus
  7. Ukurannya lumayan ya 4,5inch.

    BalasHapus
  8. anak jaman sekarnag melek teknologitapi juga butuh pengawasan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, bahkan pengawasannya harus lebih ekstra

      Hapus
  9. Zaidan jg matanya mulai bermasalah nih :( karena main gadget terus

    BalasHapus
  10. Acer liquid solusi yang pas utk anak2 melek teknologi ya Mba.. Para Emak gak takut lagi anak2 ntar buka konten yang negatif..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, ini solusi bagus ya buat anak

      Hapus
  11. si bocah pasti senang ya mbak kalo main smartphone ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti mba, tapi ya itu sasepertinya saya nabung dulu hehe

      Hapus
  12. Acer memang perduli terhadap pendidikan dan karakter anak.

    BalasHapus
  13. Gadget dan anak-anak sudah tak bisa dihindarkan ya Mbak. Orang tuanya yang harus lebih bijak dengan memberi gadget yang tepat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, orang tuannya kudu lebih bijak dan mengawasi mereka

      Hapus
  14. Mak Lissssssssss... kangennnnnnnnnnn.. WKwkwkkwkwkw.. dateng dateng kangen..

    btw, acer emang bagus sih ada parental controlnya, tapi balik lagi kontrol yang terpenting adalah dari orangtuanya biar bagaimanapun juga. En teteup bantesin anak jangan gadge melulu bisa bisa jadi autis en gak bersosialisasi lagi.

    ketjup dulu ahhh <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kangeeen juga *ketjup juga ah*

      Nah itu yang penting control yang terpenting adalah orang tuanya. Bisa ga tuh membatasin, kalau perlu jangan dulu deh kalau usia masih dibawah umur. Saya saja baru dapet hp usia 17 tahun *sedih*

      Hapus
  15. acer liquid z320 membuat ibu tenang ya

    BalasHapus
  16. Pingin belikan anakku ini juga .... Nunggu gajian.:D

    BalasHapus
  17. hihi dedeknya lucu. Sekarang jadi lebih tenang ya karena ada Kids center dari acer ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ateu :)

      Iya mba, jadi lebih tenang sekarang dengan hadirnya Kids Center ini.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...