Tips Membina Keluarga Ala The Parengkuan’s

Liswanti Pertiwi | Selasa, Februari 16, 2016 | | |
Dokumen Pribadi
Jakarta, 15 Februari 2016 kemarin berkesempatan untuk hadir dalam acara talkshow di kawasan Penang Bistro, Pakubuwono, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Acara yang bertemakan Membina Keluarga Di Era Digital, menghadirkan narasumber yang tidak asing lagi buat kita semua, yakni Erwin Parengkuan.

Biarpun sempat muter-muter menuju tempat ini, saya bisa hadir tepat waktu, sebelum acara dimulai. Acara ini juga menghadirkan narasumber lainnya, seperti pihak Vidio.com dan seorang Psikolog. Mendidik dan membina keluarga di era digital saat ini memang penuh dengan tantangan. Sebagai orang tua, tentu saja kita harus memberikan ekstra perhatian dan pendampingan, dalam membangun karakter serta mental yang kuat untuk mendidik anak-anak.

Dalam acara bersama video.com ini, Erwin Parengkuan memberikan tips membina keluarga di era digital. Tentunya kita semua ingin memiliki sebuah keluarga yang sehat dan harmonis. Dan ini yang ditunjukkan keluarga The Parengkua’s dalam video keseharian mereka yang bisa kita saksikan di vidio.com.


Erwin dan Becky
Erwin Parengkuan merupakan seorang presenter sukses, yang saat ini memiliki sebuah sekolah Komunikasi Talkinc, bersama rekannya Becky Tumewu. Menurut Becky sendiri, The Parengkuan’s merupakan keluarga yang kompak. Perkataana Becky ini memang bisa kita lihat dari berbagai keseharian yang ada di video.com. Sosok Erwin Parengkuan ini memiliki cara tersendiri dalam mengasuh dan mendidik ke 4 buah hatinya.

Istrinya, Jana Parengkuan merupakan seorang model iklan, yang saat ini disibukkan dengan aktifitasnya dalam membangun bisnis cake shopnya, yakni The Baked Goods. Erwin dan Jana Parengkuan telah memiliki 4 orang anak, yakni Giulio (lahir 20 Juli 1999), Marcio (lahir 12 Maret 2002), Abielo (lahir 14 April 2006), dan Matacha (lahir 10 Mei 2009).

Sesibuk apapun pasangan Parengkuan ini, mereka tetap menjadikan keluarga sebagai prioritasnya. Maka, dalam talkshow ini, Erwin berbagi tips dalam membina keluarga modern:
  • Merencanakan pola asuh yang akan diterapkan kepada anak-anak.
  • Merawat sendiri anak-anak, tanpa adanya baby sitter. Mereka berdua bekerjasama dalam mengurus buah hati, hingga berbagi tugas.
  • Mendidik anak dengan tough love menjalin komunikasi dengan terbuka, dan menerapkan kedisiplinan.
  • Komunikasi yang baik kepada anak-anak.
  • Keakraban antara keluarga, akan membawa kehangatan di dalam rumah.
  • Membatasi penggunaan smartphone. Dan Erwin hanya memperbolehkan anak-anaknya menggunakan smartphone saat SMA. Sedangkan saat makan dan kumpul bersama keluarga, tidak boleh ada satu pun yang memegang atau menggunakan smartphone.

Dari berbagai tips di atas, tentunya poin yang paling penting dalam membina sebuah keluarga yang harmonis adalah komunikasi. Seperti halnya yang diungkapkan Ajeng, selaku psikoloh “yang paling utama itu komunikasi, komunikasi, dan komunikasi”. Ajeng menambahkan tentang penggunaan smartphone oleh anak-anak. Dimana, untuk anak usia di bawah 6 tahun, hanya boleh menggunakannya selama 1 jam.

Anak-anak Erwin Parengkuan
Erwin Parengkuan merasa kalau komunikasi yang baik dengan keluarga akan membuatnya bahagia.

“Selama 18 tahun ini, kami merawat sendiri anak-anak kami, tanpa ada pengasuh. Ditengah kesibukan kami, kami sellau meluangkan waktu untuk anak. Bagi kami, menjadi orang tua itu sangatlah menyenangkan. Kami sudah seperti berteman, anak-anak saya bebas bercerita apa saja yang mereka inginkan kepada kedua orang tuanya tanpa sungkan.” Ujar Erwin Parengkuan.

Menakjubkan ya? Dengan berbagai kesibukan mereka setiap hari, dan di era modern seperti saat ini, Erwin bisa loh mengasuh dan mendidik anak mereka tanpa adanya pengasuh. Apalagi melihat keakraban mereka yang begitu hangat. Dan inilah yang mendasari vidio.com untuk membuat video keseharian mereka. Karena, kehidupan sehari-hari Erwin dan keluarga bisa menjadi inspirasi bagi semua orang. Dengan nama The Parengkuan’s kita bisa melihat bagaimana kehangatan sebuah keluarga dari Erwin dan keluarga.

“Kami merasa konten yang berisi nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga sangat penting di jaman modern ini. Kami melihat Erwin Parengkuan membina keluarga dengan cara unik yaitu menerapkan nilai-nilai Indonesia dengan cara yang sangat modern. Erwin juga memiliki kedekatan hubungan dengan anak, tetapi juga tetap saling menghargai di dalam keluarga tersebut.” Ujar Prami Rachmiadi, selaku Chief Marketing Officer KMK Online.

Para narasumber

Vidio.com sendiri merupakan kanal online  dalam berbagi video lokal serta sarana untuk menyalurkan dan menampung kreatifitas di era digital bagi masyarakat Indonesia. Isi dan segmen yang ada dalam vidio.com juga difokuskan untuk masyarakat Indonesia. Saat ini vivio.com telah menampung lebih dari 170.000 vidio dan diakses lebih dari 10 juta pengunjung setiap bulannya. 

Ternyata ya untuk membuat vidio The Parengkuan's, pihak vidio.com membutuhkan waktu 1 tahun untuk mengajak Erwin Parengkuan bekerja sama. Lama juga ya? Erwin yang juga telah menulis buku tentang komunikasi orang tua dan anak, memiliki alasan tersendiri, sampai akhirnya menerima tawaran vidio.com. Alasannya, karena Erwin tidak mau dengan sengaja mengexpose anak-anak ke publik. Tapi disisi lain, Erwin ingin berbagi pengalaman. Maka, Erwin pun menerima tawaran Vidio.com untuk berbagi tips dalam membina keluarga kepada semua orang melalui vidio kesehariannya bersama keluarga The Parengkuan's.

Jadi, kalau ada yang penasaran dengan keseruan dan tips membina keluarga The Parengkuan's, bisa langsung lihat videonya di vidio.com. Bisa juga unduh aplikasinya di Google Play Store untuk bisa melihat video secara mudah dan asyik.

16 komentar:

  1. Thanks mbak, kemarin aku nyasar di Penang Bistro Kebon Sirih...batal deh lihat talkshow Parenkuans...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh kok bisa mba? Saya juga pertamanya nyasar juga, tp untungnya penuh.

      Hapus
  2. Keluarga inspiratif Ya, Teh. Bisa dicontoh

    BalasHapus
  3. What? Anaknya Erwin udah sma? Ga kerasa, ya. Pola asuh orang tua yang seimbang emang diperlukan buat psikologi anak. Selain psikolog, dokter juga udah pernah ada yang bahas ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya udah SMA teh, ga kerasa ya. Banyak dokter yg udah bahas ini kok

      Hapus
  4. anaknya Bang Erwin Parengkuan udah gede
    kayanya sulungnya seumuran sama akyu deh #halah
    salam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah serius seumuran, eh iya seumuran 17 tahun lalu ya haha

      Hapus
  5. Sebenarnya pengasuhan anak itu tidak terlalu susah sih, tidak perlu ikut parenting atau apalah. yang terpenting mengetahui dasar-dasar tujuan sebuah pernikahan itu sudah cukup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua orang beda pemikiran mas, karena banyak juga yang perlu ilmu parenting. Mengingat saat ini dan dulu zamannya berbeda. Ngurus anak tergantung kita sendiri sebagai orang tua.

      Hapus
  6. Keren juga mba... Merawat anak tanpa bantuan pengasuh...salut buat om parengkuan... Dulu sering nonton beliau di oo chanel acara pagi jakarta...ok dech.. Mau liat2 juga di vidio.com

    BalasHapus
  7. Semoga saya pun bisa komitmen untuk selalu mengasuh anak dengan tangan sendiri. ^^

    BalasHapus
  8. Wahhh keluarganya inspiratif banget. Semoga nanti saat berkeluarga, saya juga bisa bekerjasama dengan suami untuk memdidik anak anak dengan baik agar menjadi generasi yang hebat.

    BalasHapus
  9. Setuju sekali dengan pola didik keluarga ini. Save dulu ilmunya :)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...