Saluran Cerna Anak Sensitif, Berikan Nutrisi Yang Tepat

Liswanti Pertiwi | Minggu, Mei 01, 2016 |

Saya masih ingat saat usia anak-anak masih di bawah 2 tahun, mereka selalu memiliki masalah pencernaan. Saya sempat khawatir, karena anak tidak juga buang air besar (BAB) selama satu minggu. Bahkan, yang paling parah adalah teteh Chantika harus menjalani rawat inap. Kenapa? Karena, setelah sukses BAB, dia malah demam, muntah dan terus menerus BAB, sampai mengakibatkan tubuhnya lemas.

Saya merasa bersalah, karena kurangnya pengetahuan, dan mengakibatkan anak harus menjalani rawat inap cukup lama. Bahkan deman teteh Chantika baru turun di hari ke 5. Anak sekecil Chantika, harus berjuang dengan alat infusan, terus menerus menjalani tes, dan semua itu karena masalah pencernaan anak. Alhamdulillah, anak bisa melalui semuanya, dan melewati 1000 hari pertama kehidupannya dengan baik.

Bicara tentang pencernaan memang tidak boleh di anggap enteng, karena itu bisa berdampak pada tumbuh kembang anak, apabila dibiarkan begitu saja. Maka, apabila anak memiliki pencernaan yang sensitif, segera atasi dengan pemberian nutrisi yang tepat.

Para undangan melakukan tes pencernaan pada anak
Dalam acara Nutritalk pada Kamis, 28 April 2016 kemarin, saya berkesempatan untuk hadir dan mendapat ilmu baru dari para pakar ahli tentang pencernaan anak. Bertempat di Dua Mutiara 1 Ballroom, Lantai 2 Hotel JW Marriott, dihadiri blogger dan undangan lainnya. Dengan tema Early Life Nutrition: Dasar-dasar dan Pedoman Praktis Mengatasi Pencernaan Sensitif Pada Anak.

Acara ini membahas lebih jauh tentang peran saluran cerna bagi kesehatan dan optimalisasi tumbuh kembang anak, serta penanganan saluran cerna sensitive. Dalam acara Nutritalk bersama Nutrisi Bangsa kali ini, ada juga loh pengamatan tentang pola BAB pada anak usia 0-3 tahun, meliputi frekuensi BAB, warna faeces (tinja), serta konsistensi. Nutritalk yang dibuka oleh dr. Lula Kamal, selalu menghadirkan narasumber yang sudah ahli dibidangnya. Seperti halnya Nutritalk kemarin, ada 2 pemateri yang sudah hadir, dan bisa member pengetahuan kepada kita semua.


“Nutritalk adalah forum diskusi yang diselenggarakan untuk menyebarkan pengetahuan kesehatan anak kepada masyarakat luas. Hari ini masyarakat diajak untuk meningkatkan pengetahuannya tentang peran saluran cerna bagi optimalisasi tumbuh kembang dan langkah praktis untuk mengatasi saluran cerna sensitif”. Ujar Arif Mujahidin, Head Of Corporate Affairs Sarihusada.

Peran Penting Saluran Cerna Bagi Kesehatan Anak

Pembicara yang pertama adalah Dr. Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K) yang membahas tentang peran unik dan penting saluran cerna bagi kesehatan anak. Saluran cerna yang 40% selnya adalah jaringan limfoid yang merupakan sel system imun, maka dari itu perannya dalam mekanisme pertahanan tubuh secara keseluruhan menjadi sangat penting. Terutama untuk bayi, yang daya tahan tubuhnya masih sangat rentan, karena secara fisiologis saluran cerna pada bayi belum matang. Dan sel-sel permukaan usus pada bayi masih dalam posisi renggang, sehingga memudahkan kuman atau makanan yang sensitivitasnya tinggi masuk ke dalam tubuh bayi, dan dapat menimbulkan masalah pada kesehatan.


Dari gambar di atas kita bisa lihat perbandingan usus sehat dan usus terinfeksi. Maka Dr. Badriul mengingatkan bahwa kita sebagai orang tua harus hati-hati, karena bakteri itu ada di sekeliling kita. Saat ini sekitar 30% anak memeliki saluran cerna yang rentan dan sensitif, mudah diare, mengalami konstipasi, atau menghasilkan gas berlebih. Bayi yang masih dalam kandungan masih steril dari kuman, tapi saat dia lahir bisa terkontaminasi kuman dari Ibunya. Maka dari itu, 1000 hari pertama kehidupannya, usahakan bayi untuk diberikan ASI Ekslusif.

Saat ini di Indonesia, diare menjadi penyebab kematian nomor dua (15-17%) pada anak di bawah usia 5 tahun, sedangkan konstipasi kronis dialami oleh 12% anak. Apa seh sebenarnya diare dan konstipasi itu?

Diare adalah kondisi dimana anak buang air besar (BAB) cair lebih dari tiga kali sehari. Sedangkan Konstipasi adalah kondisi anak mengalami BAB dengan tinja keras dan frekuensi kurang dari 2 kali dalam seminggu.

Diare sendiri disebabkan oleh infeksi, seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur. Atau bisa juga non-infeksi seperti alergi dan intoleransi makanan. Dan untuk anak di bawah 3 tahun, diare itu kebanyakan disebabkan rotavirus. Diare ini menjadi pertanda bahwa enzim lactase tidak berfungsi. Kadar enzim laktase pada semua bayi usia 1 bulan sampai 2 tahun pada anak Asia, kadar laktasenya akan menurun bertahap sampai usia dewasa.

Dr. Badriul Hegar, Ph.D, SpA(K)
Ketika anak sedang diare, usahakan tetap tenang, dan lakukan beberapa langkah, seperti pemberian oralit, teruskan pemberian ASI hingga makanan, Zinc 10 hari, hingga Antibiotika Selektif. Pemberian zinc selama 10 hari ini, bisa mencegah diare selama 3 bulan kedepan.

Diare ini bisa dicegah dengan memberikan ASI Ekslusif, karena saluran cerna bayi yang mendapatkan ASI didominasi oleh bakteri baik yang keberadaannya memberikan keuntungan bagi kesehatan saluran cerna. Selain itu berikan MPASI sesuai waktu dan sesuai kebutuhan bayi, menjaga kebersihan, dan Imunisasi.

Konstipasi dapat dicegah dengan memberikan cukup cairan dan serat (tidak berlebihan dan tidak kekurangan). Karena kotoran anak yang keras, harus cukup serat, bukannya tinggi serat. Dan usahakan tetap bervariasi, baik buat-buahan dan lainnya.

Selain itu Dr. Badriul mengungkapkan bahwa pencernaan yang sehat di masa awal kehidupan adalah landasan untuk tumbuh kembang optimal serta membantu tingkat kesehatan tubuh dan mental secara keseluruhan pada usia dewasa.

Atasi Pencernaan Sensitif Pada Anak Dengan Nutrisi Yang Tepat

Masalah pencernaan sensitif pada anak memang tidak bisa disepelekan. Pemberian nutrisi yang tepat sangat penting, untuk mencegah dan mengatasi pencernaan yang sensitif.

Narasumber yang kedua, yakni DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) merupakan konsultan tumbuh kembang anak, yang memaparkan tentang 1000 hari pertama kehidupan merupakan window of opportunity, yang tidak hanya untuk perkembangan pencernaan yang sehat saja. Tetapi, juga merupakan masa kritis untuk perkembangan otak anak. Sehingga bila terdapat gangguan pencernaan pada periode tersebut akan berisiko tinggi berdampak pada pertumbuhan anak.

Dr. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K)
Tumbuh kembang anak menjadi perjalanan jangka panjang bagi seorang anak. Dari mulai dari kandungan, bayi, anak kecil, pra-sekolah, sekolah, dan remaja. Tumbuhnya seorang anak dapat dilihat dari sisi berat badan dan tinggi badan, BMI, dan lingkar kepala. Sedangnya berkembangnya ada dapat dilihat dari sisi penglihatan/pendengaran, motorik, bicara hingga bahasa, dan personal sosial emosi.

Bicara tentang tumbuh kembang anak. Saluran cerna juga berpengaruh pada otak. Otak sendiri memiliki 2 jalur, yakni jalur eferen (sensoris) dari saluran cerna ke otak. Serta jalur aferen (motorik) dari otak ke saluran cerna. Jadi, keduanya saling berhubungan, maka dari itu saluran cerna harus sehat, biar otak sehat. Apabila saluran cerna seorang anak sensitif, tentu berdampak pada tumbuh kembangnya.

Gangguan saluran cerna pada anak bisa berdampak pada berat badan, hingga kecerdasan dan perilaku anak. 

Menurut Dr. Ahmad seorang anak harus mendapatkan nutrisi yang tepat yang dapat menyehatkan pencernaan, sehingga tumbuh kembangnya semakin optimal. Karena, pencernaan yang sensitif dapat berimplikasi, tidak saja berupa gagal tumbuh pada anak, tapi juga berupa gangguan perkembangan emosi, perilaku, dan kecerdasan anak jangka panjang. Maka dari itu, pencernaan sensitif sangat memerulukan penangan, yakni dengan memberikan nutri yang tepat.




Nutrisi yang tepat bisa diberikan kepada anak, berupa:
  • Serat. Ini bermanfaat untuk menjaga konsistensi tinja, pergerakan usus, dan meningkatkan produksi SCFA (short chain fatty acid) sebagai sumber nutrisi sel usus besar dan stimulasi pertumbuhan mikroflora baik. Sehingga meningkatkan peran proteksi terhadap infeksi.
  • Zinc. Yang merupakan mineral yang berperan dalam proses regenerasi sel mukosa usus.
  • Glutamin sebagai sumber energi untuk saluran cerna, mempertahankan integritas mukosa, dan translokasi bakteri.
Dengan nutrisi yang tepat, pencernaan anak semakin baik, otak sehat, tentunya tumbuh kembang anak juga semakin optimal. 

9 komentar:

  1. Wah ini acaranya keren banget, tulisannya juga lengkap. Bermanfaat buat aku jadi nambah ilmu meskipun nggak datang. Btw kita ada di gedung yang sama pada hari itu mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih. Seriusan neh lagi di gedung yang sama, kok ga ketemu.

      Hapus
  2. Informasi yang sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  3. skr jadi lebih tahu soal pencernaananak ya mak

    BalasHapus
  4. ini anakku yang pertama berat badannya juga ga sesuai ama umurnya -_-.. Dokternya sih udh nyaranin ke ahli gizi biar diperiksa.. Makannya emg susah dan pemilih banget.. tapi kalo diliat perkembangan motorik, bicaranya, dan perkembangan di sekolah paudnya, bnyk kemajuan, dan aktif banget anaknya. soal BAB juga ga ada masalah, lancar dan konsisten. kadang2 aku kepikiran mungkin ga sih keturunan dari ortunya juga.. secara badanku sendiri juga kecil mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga anaknya tetap sehat ya mba

      Hapus
  5. Saat anak-anak kecil memang sering mengalami gangguan kesehatan seperti ini ya mba. Penting untuk tau cara mengatasi dan menghindarinya

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...