Ingin Bisnis UKM Masuk Pasar Global? Begini Kiat Suksesnya

Liswanti Pertiwi | Jumat, Juni 24, 2016 | | |

Saat ini peluang untuk berbisnis di Indonesia semakin terbuka lebar. Apalagi menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) telah menjadi kegairahan tersendiri di dunia bisnis. Begitu pun dengan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang merupakan salah satu motor penggerak perekonomian di negara kita tercinta Indonesia. Serta mampu memberikan kesempatan kerja ke masyarakat luas. Melihat perkembangannya, bisnis UKM di Indonesia akan memberikan peluang usaha yang menarik bagi siapa pun yang sangat menyukai dunia wirausaha. 

Saya sendiri memang bergelut di dunia wirausaha, terutama membantu beberapa teman yang ingin memajukan usahanya. Bisnis UKM memang gampang-gampang susah, kalau tidak memiliki tujuan yang jelas. Misal memiliki produk yang tepat dengan kualitas yang terbaik, supaya target pasar terpenuhi. Saat ini, UKM digadang-gadang Presiden Jokowi menjadi lokomotif kemajuan perekonomian Indonesia. Apalagi di era digital dengan kecanggihan teknologi informasi, memberikan ruang yang begitu luas bagi UKM untuk berkembang lebih mudah menuju pasar global.

Tapi, kita perlu tahu neh, UKM di Indonesia belum sepenuhnya melek dengan teknologi. Saya masih ingat, dulu salah satu bos saya, belum mengerti apa itu bermain di media sosial untuk bisa mempromosikan produknya. Apalagi kirim email untuk memberikan hasil penjualan harian, yang nantinya akan saya buat laporan, itu tuh perlu diajarin cukup lama. Seiring waktu berjalan, saya bisa mengajari dan sampai saat ini sudah mahir untuk melakukan promosi di media sosial, dan mengirimkan beberpa afaktur, nota, dan bukti transaksi lainnya via email, untuk memudahkan pelaporan.


Melihat banyaknya UKM yang belum melek dengan teknologi inilah, SMESCO sebagai lembaga layanan pemasaran KUKM senantiasa berupaya meningkatan perannya dalam menjembatani UKM yang memiliki produk berkualitas menuju market yang kompetitif. Maka pada 18 Juni 2016 kemarin, digitalpreneur, pegiat media sosial dan netizen hadir dalam event bertajuk SMESCO Digipreneur Day yang bertempat di Galeri Indonesia WOW, Gedung SME.

Smesco Digipreneur Day ini adalah sebuah event atau wahana beraktivitasnya para profesi digital preneur di bidang promosi dan marketing, dengan obyek "All About Smesco". Tujuannya adalah mempromosikan produk-produk UKM Smesco, pengusaha binaan UKM, program dan kegiatan SMesco yang dieksiskan di media digital netizen seperti blog, facebook, instagram, twitter, youtube dan sebagainya.

Menurut Ahmad Zabadi, selaku Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-UKM). Bahwa "Disinilah peran Smesco menjadi jembatan bagi akselerasi UKM yang memilikiproduk berkualitas di Smesco untuk tampil lebih maksimal". Ahmad Zamadi pun sangat mengapresiasi antusiasme dan keterlinatan kalangan digitalpreneur dan netizen dalam kegiatan Smesco Digipreneur Day.

"Dari kolaborasi ini diharapkan dapat membangkitkan rasa memiliki dan tanggung jawab sekaligus menjadi inspirasi di kalangan digitalpreneur untuk memajukan produk UKM, khususnya di Smesco melalui karya video yang menarik dan informatif" Ujar Ahmad Zabadi.

Hari itu sebenarnya ada 2 event, yakni Video Coaching dan talksow bisnis bertemakan "One Day, One Goal For UKM Go Global". Saya sendiri memilih mengikuti talkshow ini, kan lumayan tuh dapat ilmu baru tentang bisnis. Dalam talkshow ini ada 4 sesi dengan 4 narasumber yang merupakan UKM binaan dari Smesco. Dan ke 4 narasumber ini memberikan kiat sukses bisnis masuk pasar global. Siapa pun ingin ya, produk yang dihasilkannya bisa dikenal oleh dunia. Nah berikut adalah kiat suksesnya:


1. Gunakan Media Sosial untuk promosi dan pemasaran

Di era digital saat ini, tidak bisa kita pungkiri, berbagai informasi apapun akan mudah didapatkan. Termasuk berbagai produk yang diinginkan. Bahkan, kita semakin dimudahkan, tanpa harus keluar rumah. Pembeli pun dapat dengan mudah berinteraksi dengan para penjual yang menjual produknya. 

Saat ini penjual lebih banyak menggunakan media sosial untuk melakukan promosi dan pemasaran. Karena dengan cara ini, bisa menjangkau area yang sangat luas, hingga global. 

Dan kekuatan media sosial juga dirasakan betul oleh Tajudin Maulana selaku pemilik dari Taj'maul Celana Sarung. Dalam proses promosi dan pemasarannya, sarung Taj'Maul menggunakan media sosial di Instagram @celanasarung_tajmaul, Facebook celana sarung tajmaul, hingga webnya yakni www.tajmaul.com. Ide produknya ini karena melihat pengguna kain sarung untuk ibadah (sholat) adalah orang tua. Dan terlintaslah bagaimana agar para remaja juga mau memakai sarung tanpa harus ribet, terkesan modis dan trendy. Serta anti ribet dan melorot.

Dana awal yang digunakannya adalah dari pesangon yang didapatkan Tajudin sewaktu bekerja di sebuah pabrik electronic di kawasan Cibitung Bekasi. Awalnya hanya membuat 10pcs dan ditawarkan ke teman-teman terdekat dan terasa sulit sekali dalam memasarkannya. Tapi dengan keyakinan dan usaha yang kuat, sarung ini perlahan mulai berkembang. Sarung ini diambil dari namanya sendiri, yakni Tajudin Maulana dan hadirlah Taj'maul.


Begitu pun dengan bisnis yang dilakukan oleh Alls Scarf yang dimiliki oleh Ahmad Rafik. Melihat peluang bisnis hijab ini begitu luar biasa, membuatnya tertarik untuk berbisnis di bidang ini. Karena melihat persaingan yang tajam, Ahmad Rafik melakukan berbagai strategi, mulai dari promosi yang sangat penting dilakukan, terutama media sosial. Pemasarannya pun dilakukan dengan 2 metode, yakni Online dan offline. Untuk online sendiri, Ahmad Rafik menggunakan media sosial seperti Twitter di @alls_scarf, instagram @allsscarf, facebook All's Scarf, dan webnya www.allsscarf.com. 

Melihat kedua produk UKM ini, sudah sangat jelas sekali, kalau media sosial sangat penting untuk melakukan promosi dan pemasaran, serta mudah dan cepat.

2. Produk Memiliki Ciri Khas

Melihat persaingan di bisnis ini luar biasa neh, tentu saja, setiap produk harus punya ciri khusus, sehingga bisa berbeda dari produk yang lainnya. Seperti halnya sarung celana Taj'maul, yang depannya tampak sarung, sedangkan belakangnya celana. Ciri khasnnya dari sarung ini adalah dari jahitan dan coraknya, serta menggunakan resleting. Selain itu, pemilihan bahan, belanja bahan, membuat brosur, membuat sticker, menjadi model celana sarung, pemotretan produk, mengedit, hingga pemasaran dilakukan sendiri oleh sang pemilik, yakni Tajudin Maulana. Kedepannya sarung ini akan berinovasi dengan kain tenun.

Nah sedangkan dengan Alls Scarf, ciri khasnya terletak pada material berkualitas yang digunakan dan ada beberapa desain yang menggunakan handmade seperti payet dan bordir. Serta dipadu padankan dengan hijab yang simple. Saya suka dengan konsep designnya, yakni ingin membuat semua muslimah bangga akan hijab yang dipakai, dan terlihat indah serta bergaya namun tetap syari.

3. Ikut Pameran dan Bazaar

Untuk memudahkan pemasaran dan meningkatkan penjualan, alangkah baiknya setiap kita memiliki produk untuk ikut serta dalam berbagai pameran yang diadakan di dalam ataupun luar kota. Semogas saja bisa sampai manca negara.

Untuk menjadi sukses, itu pun yang dilakukan Taj'maul yang memiliki tagline "depan sarung, belakang celana", mengikuti berbagai pameran dan bazaar. Seperti mengikuti pameran di Gorontalo dan Makassar, hingga mengikuti gelar produk khas daerah Batam 2014.


Begitu pun dengan Alls Scaft yang memiliki metode pemasaran secara Offline, dimana pemiliknya selalu ikut berbagai event bazaar, termasuk membuka toko untuk semakin memperkenalkan produk ke masyarakat luas. 

4. Membangun Kepercayaan Pelanggan

Seperti yang sudah kita tahu neh, penjualan online di media sosial juga gampang-gampang susah, apalagi saat ini semakin marak toko online. Tak sedikit juga yang merasa tertipu, karena banyak produk yang bagus di foto, tapi jelek saat di terima. Nah, untuk menjadi sukses, maka berjualan pun harus jujur dan bisa dipercaya oleh pelanggan, sehingga mereka bisa terus mengulang pembelian.

Seperti halnya Tajmaul neh yang memiliki kiat sukses menjalankan bisnis online agar pembeli merasa aman. Sang pemilik selalu memasang foto-foto disaat pameran, saat pelatihan dan lain-lainnya. Agar pembeli merasa aman tidak tertipu belanja online. 

5. Memiliki Website Khusus

Saat ini, Indonesia sedang menyambut 58 juta UKM dan UMKM untuk berdigital. Tentu ini menjadi peluang yang sangat besar untuk UKM semakin melebarkan sayap bisnisnya ke pasar global. Penting banget loh, UKM itu memiliki web khusus, seperti halnya produk Taj'maul dan Alls Scarf yang sudah memiliki web, sehingga banyak juga pelanggannya yang dari luar negeri untuk membeli produknya.


Supaya produk semakin berkembang dengan memiliki web, sebagai pelaku UKM harus tahu bisa memastikan neh, bahwa Web itu akan muncul di halaman pencarian google. Dan tentunya penjualan yang offline itu harus bisa didukung dengan jualan secara online, biar pemasaran semakin klop, dan usaha semakin berkembang.

Nah, kalau sedang sulit membuat web, bisa loh cek @bdigital_id yang bisa membantu bisnis UKM semakin maju dengan membuat web yang khusus. UKM pun harus bisa berpikir untuk ekspor loh, dengan begitu produk semakin di kenal. Dan keuntungan bisa didapatkan. Produk yang berpeluang untuk di ekspor, seperti kerajinan tangan, alas kaki, dan lainnya.

Dalam web pun banyak sekali yang harus diperhatikan, yakni konten yang menarik, berupa tulisan, foto dan video, sehingga pengunjung web pun suka. Dan konten pun harus informatif dan entertaining. Nah, jadi sudah siapkan bisnis UKM masuk pasar global dengan berdigital? Harus bisa dong, dengan begitu bisnis UKM akan semakin sukses.

6. Manajemen Keuangan

Dalam berbagai usaha, yang paling penting tuh, pemilik harus bisa mengatur dan mengelola keuangan dengan baik. Uang yang dihasilkan bisa terus di putar untuk semakin mengembangkan usaha. Nah, kalau bingung dalam manajemen keuangan, bisa loh pake aplikasi Pawoon yang merupakan aplikasi Online berbasis Clound Server. Aplikasi ini dibuat untuk membantu UKM dalam hal manajemen keuangan, persediaan barang dan CRM. Dengan aplikasi ini diharapkan pelaku UKM mendapatkan:

  • Keamanan terkait keuangan mereka karena setiap transaksi tercatat.
  • Monitoring persediaan barang mereka secara up to date. Sehingga dapat melakukan perencanaan pembelian dengan baik.
  • Memungkinkan analisa penjualan, seperti konsumen mana yang memiliki pembelian berulang dan juga analisa pola penjualan.
Aplikasi ini pun mudah didapatkan, yakni dengan download aplikasinya di Google Play, pelaku UKM sudah bisa menikmati seleruh kelebihan ini. Pawoon ini sudah mengembangkan kerjasama dengan aplikasi pembukuan Indonesia nomor 1, Zahir. Yang memungkinkan UKM memiliki laporan keuangan sebagaimana dibutuhkan sebagai syarat minimal pengajuan kredit ke Bank.

Pawoon ini berdiri di tahun 2014 yang berawal dari program akselerasi yang diadakan oleh Indosat, IDEABOX. Dimana secara garis besarnya Pawoon ini adalah sistem aplikasi kasir online multiguna/Point Of Sale (POS) berbasis Cloud Server. Pawoon ini juga mudah dimengerti loh, karena hadir dengan panduan berbahasa Indonesia , memudahkan pengguna untuk menggunakan layanannya.

Presentasi Pawoon
Nah, layanan yang Pawoon hadirkan telah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis masa kini. Selain data transaksi penjualan, Pawoon juga dilengkapi dengan fitur untuk inventory management, sehingga pemilik bisnis tidak perlu khawatir akan terjadi potensi kecurangan yang dilakukan karyawan.

Tidak ragu lagi dong untuk mengatur semua urusan keuangan dengan Pawoon. UKM semakin dimudahkan dalam manajemen keuangan. Dengan Pawoon, dimana dan kapan pun semakin mudah untuk di kontrol dan di awasi. Dengan begini pemilik bisa memantau operasional bisnis, baik harian, mingguan dan seterusnya. Bukan itu saja, dengan Pawoon ini, pelaku bisnis dapat mengetahui statistik produk apa saja yang paling laku, hingga bisa menentukan strategi penjualan yang lebih jitu.

Kalau sekarang dengan serba digital, semua hal semakin dimudahkan ya. Tentu saja pelaku UKM pun bisa melek teknologi untuk meningkatkan penjualan, bahkan memasuki pasar global. Kiat sukses di atas, bisa loh menjadi solusi bagi siapa pun yang sedang mulai berbisnis. 



Acara Semesco Digipreneur ini juga dihadiri oleh praktisi digital marketing dari BDigital, seperti Andi Silalahi dan Co-Founder Jose Ricardo Santos, Rubie Limpoyie Co founder Startup ecommerce Apana.id, Nathan Roestandi dari Zulu.co.id, serta Opid Adisuryo, selaku Chief Marketing Officer Pawoon.

Acara ini memang sangat seru, banyak sekali ilmu yang bisa kita dapatkan, semoga kedepannya ada acara yang lebih menarik lagi, dan bisa memiliki ilmu yang lebih banyak lagi, di bidang bisnis UKM.   

12 komentar:

  1. Ralat web. Alls scarf bukan www.allsscarf.com tapi www.allsscarf-store.com terima kasih...☺😊😀😁😂

    BalasHapus
  2. Penting banget tuh manajemen keuangan, nggak boleh nyampur dengan duit pribadi ya. Aku sementara masih bantu2 suami aja sih, hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, kalau bisnis, keuangan harus terpisah.

      Hapus
  3. Ceu kalau smesco rajin bikin acara kaya gini umkm bisa banyak yang lebih mendunia ya dengan teknologi digital

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, UMKM akan semakin maju

      Hapus
  4. Sangat membantu yaa ada aplikasi pawoon..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang serba mudah dan digital mba

      Hapus
  5. kalau udah dikasih info lengkap macam ini, apa ya masih ragu berbisnis yak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus mau berbisnis ya, dan mau maju

      Hapus
  6. membantu artikelnya ini, sangat membantu...
    thnaks sudah share...
    salam kenal..

    BalasHapus
  7. Bener manfaatkan socmed bener bangeeeettt dan jangan lupa kontak blogger. Bahahaha :p

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...