Muslim Fashion Festival 2016: Saat Bisnis Hijab Semakin Berkembang

Liswanti Pertiwi | Jumat, Juni 10, 2016 | | | | | | |

Melihat kemajuan dunia fashion di tanah air dari tahun ke tahun semakin tumbuh dengan pesat. Sehingga melahirkan banyak desainer muda tanah air dengan karya-karyanya yang luar biasa dan diakui oleh Internasional. Sama halnya dengan fashion muslim, yang setiap tahun semakin maju dan berkembang. Busana yang ditampilkan pun semakin kekinian dan tidak itu-itu saja.

Masih ingat dong dengan Kaftan Syahrini atau Ashanty yang beberapa tahun silam sempat digilain kaum hawa. Hampir semua toko pakaian memamerkan busana muslim yang mirip artis-artis ini. Dan seiring waktu berjalan, lahir pula para desainer muda, yang membuat fashion muslim semakin pesat. Termasuk didalamnya para selebritis muslimah yang kini berbisnis di bidang fashion tanah air. Mengingat peluang usahanya semakin besar, dan diperkirakan tahun depan akan semakin meningkat.

Pemerintah sendiri telah mencanangkan Indonesia sebagai pusat fashion muslim di tingkat Asia pada tahun 2018 dan tingkat dunia tahun 2020. Semua ini tanpa alasan, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Apalagi neh mendekati hari raya Idul Fitri, bisnis penjualan busana muslim akan semakin tinggi. Bukan itu saja loh, sektor fashion muslim di tanah air memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi yang baru, terkait penciptaan lapangan kerja, pengurangan angka kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.


Kok bisa? Tentu saja bisa, karena dengan semakin banyak peluang usaha, sebagai banyak pula lapangan pekerjaan. Sehingga semakin banya pula kesempatan untuk maju dan berkembang. Maka untuk mendukung industry muslim di tanah air, Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang didukung oleh Hijabers Mom Community (HMC) sebagai strategic partner dan Ditali Cipta Kreatif sebagai organizer, menggelar Muslim Fashion Festival (MuFFest). Yang menjadi ajang tahunan dan diselenggarakan untuk pertama kalinya pada 25 hingga 29 Mei 2016 di Plaza Selatan, Istora Senayan Jakarta.

Bagi saya sendiri, ini pertama kalinya hadir di acara fashion muslim. Event ini membuat saya senang, karena menjadi tahu tentang trend busana muslim saat ini. Dengan menggusung tema #ScreenshotTheLook, Muffest 2016 menampilkan keragaman busana muslim kreasi desainer dan label Indonesia, mulai dari gaya konvensional hingga gaya urban untuk memenuhi berbagai selera konsumen di pasar local maupun internasional.

Baca juga: Tips Merencanakan Liburan Bersama Keluarga

Acara ini sendiri sebagai sebuah komitmen untuk memberikan kesempatan kepada para desainer dan label busana muslim Indonesia untuk meningkatkan kompetensi produk, sekaligus memperkuat pondasi bisnisnya. MuFFest 2016 bukan saja menggelar fashion show, tapi juga exhibition (pameran dagang), seminar/talkshow, workshop, competition, community gathering, make over, treng installation, fashion on the street, dan diramaikan dengan Ramadan Food Festival. Untuk Fashion Show sendiri menampilkan karya dari para desainer dan label Indonesia, seperti Dian Pelangi, Ria Miranda, Jenahara, Hannie Hananto, Itang Yunasz, Ali Charisma, Sofie, Elzatta, hingga Nurzahra.


Tepat pada sabtu, 28 Mei 2019, saya datang ke MuFFest. Banyak aktivitas seru yang bisa saya ikutan disini, sayangnya cuma satu yang tidak bisa saya lakukan, yakni belanja hehe. Ada banyak sekali produk yang di pamerkan dan bisa pengunjung beli, mulai dari busana muslim, hijab, aksesoris, hingga kosmetik. Saya pun mengikuti berbagai kegiatan, salah satunya mengikuti booth Meemaa Style dan mengikuti OOTD.

Melihat antusias pengunjung yang datang ke MuFFest 2016, baik untuk melihat fashion show, atau bahkan belanja baju lebaran yang sebentar lagi akan datang. Saya berpikir bahwa bisnis di bidang ini begitu menggiurkan. Busana muslim yang tadinya hanya gamis polos, sekarang bisa dengan berbagai kreasi menarik yang disukai berbagai kalangan, dari muda hingga tua.

Saat bisnis hijab semakin berkembang


Selain busana muslim, bisnis hijab tidak kalah meningkatnya, saat ini banyak bermunculan desainer yang khusus merancang hijab. Mungkin dulu saya hanya mengenal hijab itu polos dan berbentuk segiempat, tapi sekarang mulai banyak kreasi yang bisa dipadupadankan dengan busana yang kita kenakan. Bagi saya sendiri bisnis hijab bukanlah hal baru, sejak 4 tahun lalu saya membantu teman mengembangkan bisnis hijab. 

Sebelum saya lanjut bicara tentang acara MuFFest lagi, mau sedikit berbagi pengalaman neh tentang memulai bisnis hijab. Jujur ya, untuk memulai bisnis hijab itu gampang-gampang susah, selain banyak pesaingnya, kebanyakan customer memilih untuk mencari hijab yang simple dan murah. Tapi semenjak trend busana muslim naik, dan bermunculan kreasi hijab, maka bisnis pun semakin berkembang. Saya dan teman pun tidak asal berbisnis, karena kami pun memulainya semuanya dengan berbagai hal, seperti:

  • Membuat planning usaha. Mau memulai usaha apa, lokasi berjualan dimana, berapa budgetnya, hingga dengan siapa kita bekerja sama.
  • Strategi pemasaran. Untuk memulai bisnis, perlu dong strategi pemasaran. Sebelum melakukan berbagai strategi, perlu sekali mempertimbangkan berbagai hal, seperti menganalisa pasar dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Yang kemudian kita bisa menerapkan langkah strategi pemasaran, melalui segmentasi pasar, penetapan target pasar, dan posisi pasar. 
  • Merencanakan bauran pemasaran yang dapat dilakukan pemilik usaha atau perusahaan untuk mempengaruhi permintaan yang terdiri dari 4P, yakni Product, price, Place, promotion.
  • Menggunakan media sosial untuk melakukan promosi dan meningkatkan penjualan.
  • Perputaran uang harus jelas, dengan manajemen keuangan yang tepat.
  • Berpikir kreatif, kerja keras, dan kuatkan mental.
Dan yang paling penting neh banyak ibadah dan selalu berdoa untuk kelancaran usaha. Dan di acara MuFFest pun saya memiliki ilmu baru tentang bisnis hijab dari seorang perempuan cantik asal Malaysia. Yakni Datin Norjuma Binti Habib Mohamed, selaku Founder-CEO Of Aidijuma. Selain banyaknya blogger yang hadir dalam acara talkshow ini yang bertempat di ministage MuFFest 2016, ternyata Datin pun tidak sendiri, dia ditemani oleh Franka Soeria Modest Fashion Expert (Alahijab.com, Istanbul Modest Fashion Week, IFC, IFDC, Modanisa).

Bersama Datin
Datin bercerita neh awal mula mendirikan Aidijuma tahun 2012 dengan produk scarfnya (tudung), bahwa dirinya sempat merasakan pesimis dengan bisnis yang dijalaninya. Dia mengatakan, banyak orang yang berkata bahwa jualan scraf tidak akan membuat kaya. Hemm, sepertinya hal ini bisa dipatahkan Datin yang memiliki niat yang kuat dan kerja keras. Sama halnya dengan bisnis hijab teman saya sendiri, kanan kiri bilang bisnis busana muslim dan hijab ga bakal maju-maju, tapi akhirnya luar biasa.

Selama kita memiliki keinginan dan kemauan yang kuat, apapun bisa tercapai, termasuk Datin yang terus bersemangat menjalankan bisnisnya. Bagi Datin sendiri, bisnis scraf ini begitu berharga. Karena scarf ini bisa menutup aurat di kepala kita dan menjadi sesuatu yang sangat berharga. Seperti muslimah ketahui, bahwa dalam Al-Quran saja ada perintah untuk bisa menutup aurat dan berhijab.

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, oleh sebab itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. QS. Al-Ahzab: 59.

Maka dari itu, menutup kepala dengan hijab menjadi sebuah perintah untuk seorang muslimah. Saya pun sudah berhijab sejak duduk di bangku SMK. Bagi Datin bisnis Scraf ini banyak pahalanya. Karena ini bisa menjadi salah satu dakwah juga. Ketika scarfnya banyak yang membeli, banyak pula pahalanya.

Produk dari Aidijuma
Bagi Datin, berbisnis bukan hanya sekedar berpikir produk, tapi juga harus bisa merencanakan bisnis. Aidijuma sendiri memperkenalkan scraf dengan rancangannya yang fashionable, dengan warna-warna yang cantik dan aman, hingga bisa disesuaikan dengan busana yang dikenakan. Untuk membuat bisnis hijab semakin berkembang, maka produk Aidijuma Malaysia's #1 Bawal Scarf ini langsung memperkenalkannya di media sosial, supaya semakin banyak orang yang mengenal produknya. Mulai dari Twitter @BawalAidijuma, Instagram @Aidijuma dan website www.aidijuma.com.

Kekuatan media sosial untuk berbisnis memang luar biasa, karena di era digital saat ini, semua sudah memiliki smartphone dan akun media sosial. Selain itu, promosi di media sosial akan semakin cepat, sehingga bisa secara langsung membranding produk tersebut, termasuk Aidijuma. Menurut cerita Datin, dalam promosi di media sosial, harus bisa menghasilkan foto-foto yang bagus serta menarik, dan bisa update terus menerus. Tapi, harus jujur juga, jangan sampai di gambar bagus, tapi hasil barangnya jelek. Maka Datin pun memilih bahan yang berkualitas untuk produknya, tidak mudah lepek, dan dengan motif yang cantik.


Melihat cara berbisnis scarf yang dimiliki Datin ini, dengan diawali niat tulus dan sangat berharga untuk muslimah, produk Aidijuma semakin berkembang pesat. Di Malaysia sendiri, Aidijuma memiliki 20 store dan 1 di Brunei. Datin pun memang tidak main-main dalam bisnisnya, hingga mendapat kesuksesan. Selain membangun bisnis dengan media sosial, kejujuran, niat yang baik, Datin pun berburu mesin print untuk scrafnya.
   
Saya saja suka dengan tudung Aidijuma, selain bahannya bagus, tidak mudah lepek, coraknya cantik, dan nyaman pula digunakan. Dan satu lagi neh, cocok banget buat yang pipinya chubby.

Dalam acara talkshow ini saya jadi tahu, bahwa scraf Aidijuma ini multifungsi, yakni dengan 2 motif print. Jadi bisa hemat waktu dong ya, cukup bawa baju ganti, hijabnya pake yang ini saja. Datin pun memberikan tutorial hijab yang simple dan elegan. Dan saya sendiri suka dengan menggunakan hijab yang sangat simple. Saya pun senang bisa memiliki ilmu baru lagi neh dalam berhijab.

Sebagai seorang muslimah, kita harus bisa menutup aurat dari kepala sampai kaki. Dan bagi saya sendiri, berbusana yang baik adalah ketika kita merasa nyaman saat memakainya, begitu pun dengan berhijab, cukup yang simple serta menutupi area kepala kita.

Setelah mendapat ilmu baru tentang bisnis hijab, saya semakin yakin, apapun yang kita jalankan, selama itu untuk kebaikan dengan niat yang tulus, maka kesuksesan akan selalu kita dapatkan. Jangan pernah berhenti berjuang untuk terus maju dan berkembang.

Seperti halnya saat bisnis hijab semakin berkembang, maka lapangan pekerjaan semakin banyak, dan penggangguran semakin berkurang. Mari menjadi sukses dengan niat yang tulus dan berharga untuk masa depan yang lebih baik. 

  

14 komentar:

  1. Ahhh
    .aku suka nih scraf keluaran aidijumma...beberapa kali beli kalo lagi main ke KL..warnanya cantik2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, motifnya juga bagus-bagus mba, enak lagi pas di pakenya.

      Hapus
  2. Sekarang macam2 ya produsen busana muslimah ... menjamur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar sekali mba, semakin banyak

      Hapus
  3. Positifnya banya wanita yang mulai berjilbab sekarang dan pakaiannya juga sudah banyak yang santun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, dan akhirnya mereka lebih senang berhijab

      Hapus
  4. Alhamdulillah dg acara syiar hijab makin luas ya

    BalasHapus
  5. Ya ampun mbak, reportasenya lengkap banget. Aku kurang begitu suka pake scarf karena aku nggak tahu cara pakainya dan licin :( tapi aku suka sama motif-motif scarf, cantik-cantik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih.
      Sebenarnya pake scarf itu gampang kok, tinggal cara kita aja berkreasi

      Hapus
  6. Saya jg pgn bisnis baju muslim, tp kayanya ga ada baka... Dl cmn sempet jual pny org, itupun ga bertahan lama... Pdhl klo serius, hasilnya menjanjikan ya

    BalasHapus
  7. Ooh, dengan ikutan nonton banyak fashion show jadi tahu trend busana muslim saat ini yaa.

    tema #ScreenshotTheLook, hmmmm kereeeeennnn

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...