Hemat Uang Belanja, Saya Pun Bahagia

Liswanti Pertiwi | Kamis, Januari 21, 2016 | |


Uang belanja hemat, sudah tentu saya bahagia. Hayo kenapa? Karena, saya bisa menabung, dan bisa membeli barang yang saya inginkan. Biarpun butuh waktu yang tidak sedikit, yang penting kesampaian. Ga ngeces deh *emangnya hamil?* hehe.

Kalau uang belanja bisa hemat 200-300 ribu perbulan, jujur deh saya bisa guling-guling kesenangan, *anak kecil banget ya*. Senangnya itu, karena bisa menambah uang tabungan, demi masa depan anak-anak. Selain itu, bisa juga membeli barang yang kami butuhkan, atau menambah modal usaha. Ya, dengan berhemat uang belanja apapun bisa kita lakukan, yang penting bermanfaat untuk keluarga.

Untuk menghemat uang belanja, biasanya saya memiliki cara tersendiri, salah satunya dengan mengunjungi tempat belanja secara tepat sesuai kebutuhan. Ada beberapa tempat yang saya kunjungi, yakni:

1. Pasar Tradisional

Tempat pertama yang sering saya kunjungi adalah pasar tradisional, kebetulan dekat juga dari rumah. Mau ke pasar induk pun sangat dekat. Biasanya saya berkunjung satu minggu sekali, untuk membeli sayuran dan bumbu masakan. Kenapa memilih pasar tradisional? Selain murah, segar, dan tentunya banyak pilihan. Dengan uang 100 ribu, saya bisa membeli sayuran untuk stock selama 1 minggu. 

Sedikit tips neh, kalau ingin sayuran tahan lama di dalam kulkas, jangan langsung di cuci, tapi langsung bungkus dengan kertas atau koran bekas, barulah masukkan ke dalam plastik. 

Di pasar tradisional, saya menjadi sering berbincang dengan para pedagang. Bukan itu saja, saya merasa senang mendapat pedagang langganan yang sangat ramah. Banyak deh ilmu yang saya dapat, terutama dalam hal berdagang.

2. Pasar Pagi

Kalau membeli sayuran untuk stock seminggu, saya pasti ke pasar tradisional. Sedangkan, membeli lauk setiap hari, saya pergi ke pasar pagi. Di pasar ini, ada penjual ikan, buah, hingga kue. Sebenarnya ini bukan pasar, melainkan pedagang yang berjualan di gerobak, tempatnya pun di pinggir jalan. 

Biasanya mereka berjualan dari pagi hingga jam 12 siang, barulah mereka keliling ke tempat lainnya. Disini, saya biasanya beli ikan atau daging, dan kue-kue tradisional lainnya. Harga ikannya pun cukup terjangkau dan tidak terlalu mahal. Dan hampir sama dengan harga di pasar tradisional.

3. Koperasi

Suami saya adalah anggota koperasi di kantornya. Di koperasi ini memiliki usaha dalam menjual berbagai kebutuhan, seperti sabun, beras dan lainnya. Untuk kebutuhan mandi, nyuci, dan membeli beras, saya memilih belanja di Koperasi *suami yang belanja. Belanja di koperasi, harganya pun tidak terlalu mahal, bahkan hampir sama dengan toko lainnya. Setiap anggota koperasi pun, nantinya akan mendapatkan pembagian SHU yang dilakukan secara adil.

4. Supermarket

Jadi, masih belanja di Supermarket? Tenang-tenang, saya belanja kesini, kalau memang ada perlu. Belanja ke supermarket, apalagi yang ada di Mall bisa jebol. Belum makannya, mainnya, dan pusing deh. 

Kenapa ada di urutan ke 4? Karena porsinya lebih kecil, dan saya jarang sekali belanja ke supermarket. Untuk belanja minyak saja, langsung di pasar tradisional, karena disana pun sudah lengkap. Belanja di supermarket, memang sengaja saya lakukan, yakni dengan membelanjakan voucher belanja, alias ga keluar uang sama sekali hehe. 

Beruntungnya setiap bulan saya mendapat voucher belanja, baik dari doorprize, atau pemberian dari beberapa klien, yakni sebagai bonus tambahan hehe. Ada tips neh, supaya kita tidak menambah uang pas pake voucher belanja, usahakan menghitungnya di smartphone, biar kita tahu, apa sudah sesuai nominal voucher atau belum. Kalau kelebihan bagaimana? Ya maka dari itu hitung, biasanya saya lebihin dikit. Contoh dapet voucher 300.000, lebihin belanja, jadi 310.000. Yang penting tidak keluar uang lebih dari 50.000 hehe, *pelit ya saya*.

Kalau tidak dapat voucher, saya jarang sekali kesana. Kecuali, kalau kepepet lagi di jalan, dan ga nemu warung.

5. Pusat Grosir

Lah belanja juga kesini? Tentu saja, kan buat jualan, lumayan deh, hasil berhemat dengan uang belanja, saya kumpulin buat nambah modal. 3 bulan sekali, biasanya saya berkunjung ke Jatinegara atau Mangga Dua untuk belanja daster, baju dan keperluan pembuatan souvenir. Barang yang saya beli, akan langsung di kirim ke kampung untuk di jual kembali. Lumayanlah modal 500.000, untungnya bisa berlipat.

Dan itulah 5 tempat belanja yang biasa saya kunjungi, dan memiliki kegunaan yang sesuai kebutuhan saya. Memilih tempat yang tepat, saya pun bisa berhemat uang belanja. Karena, dengan selalu berhemat, kita akan selalu untung. Tips lagi neh, usahakan kalau belanja ke pasar untuk mencatat semua kebutuhan yang akan kita beli. Karena biasanya, saat sudah datang ke pasar, suka binggung, dan lupa deh mau beli apa saja. Bahkan, saking semangat belanja ke pasar, yang tadinya tidak terdaftar, malah dibeli juga.

Hemat uang belanja, saya pun bahagia. Dan kebutuhan pun tercukupi. Tabungan bertambah, hidup aman dan nyaman. 

Kalau kalian suka belanja dimana, supaya hemat uang?

36 komentar:

  1. waah..aku suka belanja yang ada diskonan maaak *ehh

    kan lumayan tuuh ;)
    emak2 irit :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, kalau ada diskonan selalu melek ya hehe

      Hapus
  2. Ternyata bnyak cara untuk menghemat uang belanja ya Mbak. Seperti memilih pasar sesuai dengan keberadaan produk yang kita inginkan. Yang dibutuhkan hanya semangat dan kemauan untuk melakukan. Great post Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, dengan begitu kita bisa berhemat sebaik mungkin

      Hapus
  3. kalo mamah saya suka belanja di pasar pagi jadi murah :)

    BalasHapus
  4. wah, tipsnya bagus banget mbak. mudah2an bisa saya praktekan langsung. makasih :))

    BalasHapus
  5. Hiks.... sejak di Jakarta sini, aq paling belanjanya ke car**ou* itu mba. Belum sempat main ke pasar tradisional, grosir atau semacamnya.

    Kudu dicoba nih, tips nya, Mba Lis. TFS, ya!

    BalasHapus
  6. belanja di pasar tradisional saja dijamin pasti murmer hehe

    BalasHapus
  7. aku belanja di pasar kaget yang ada pagi2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di tempat saya namanya pasar pagi, sama kali ya teh.

      Hapus
  8. Belanja di pasar tradisional kita bisa bawa banyak aneka sayuran ..kalo di mall paling cuma dua ikat dan itupun harganya mahal banget.. Kalo aku menyiasati agar hemat adalah membelanjakan uang belanja sesuai dengan jatah belanja hari itu, kalau bisa malah dipress lagi, hehe..

    BalasHapus
  9. Yang berbau diskon, banyak yang ngerubung seperti semut. Misalnya aja pasar tradisional tuh. :D

    BalasHapus
  10. Pasar traditional lebih merakyat ya mak daripada supermarket hihi

    BalasHapus
  11. Apapun caranya, hemat itu lebih bagus daripada boros.
    Hidup boros adalah saudaranya setan
    Terima kasih tipnya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama pakdhe, terima kasih sudah berkunjung

      Dan saya lebih suka hemat daripada boros

      Hapus
  12. Saya biasanya klo utk sehari2 k pasar pagi juga :)

    BalasHapus
  13. klo sya sih sring di pasar tradisional lebih terjangkau dri segi hrganya dll dan yng pling enak bisa di nego , perempuan belnja klo g nawar ga apdol ,;d

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha nah itu tuh, paling asyik nego, dan memang harga juga ga terlalu mahal kalau pasar.

      Hapus
  14. saya termasuk pelanggan pasar pagi. banyak kue kue tradisional yang langka dan ada disana heheh *edisi berburu makanan langka*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya sekarang jarang banget kue zaman dulu, jadi enak ke pasar pagi

      Hapus
  15. bermanfaat banget nih tipsnya...bikin gak bergantung sama supermarket dan bukan hanya boros krn bakal ke sana sini diluar supermarketnya, kalau di supermarket jg jd kepancing belanja ini itu apalagi tawaran diskon...

    BalasHapus
  16. hehehehe.. memang naluri ibu2 ngga ada yang bisa ngalahin ya... nyari barang murah tapi kualitas barang ngga murahan .. kemana aja di cariiin... :) salut dech sama ibu2 yang jeli melihat mana lebih murah di banding mana... :)

    BalasHapus
  17. belanja di pasar tradisional mmg asyik krn pilihannya banyak dan murah, tapi sayang masih banyak yg becek :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah pasar tradisional, biar becek tetap asyik

      Hapus
  18. meluncurrr ke pasar tradisional ��

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...